Lindungi Anak di Ruang Siber, Menkomdigi Desak Meta Segera Tutup Akun di Bawah Umur dan Berantas Judol

JAKARTA – Meutya Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) meminta Meta segera mempercepat proses penutupan akun anak. Upaya konkret ini selaras dengan mandat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) untuk menjaga keamanan generasi muda pada ranah siber.

1. Akselerasi Penutupan Akun Anak

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menkomdigi ketika bersua dengan Kevin J. Martin selaku Vice President (VP) & Head of Global Public Policy Meta bersama Antigone Davis, VP & Global Head of Safety Meta, di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (23/9/2026).

"Dengan skala dan pengaruh Meta yang besar di Indonesia, terdapat tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kami menuntut kontrol usia yang lebih ketat, desain produk yang lebih aman, penegakan konsisten, serta pelaporan berkala yang terukur kepada pemerintah demi pelindungan nyata bagi anak-anak," tegas Meutya melalui keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).

Pihak pemerintah tetap menghargai upaya awal Meta yang telah mulai menyesuaikan ekosistem platform miliknya dengan PP Tunas serta Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Aturan Pelaksanaan PP Tunas.

Data dari Meta mencatat sebanyak 184 ribu akun milik pengguna di bawah usia 13 tahun telah dimatikan sepanjang kurun 28 Maret sampai 27 Mei 2026, yang mencakup 85 ribu akun Instagram serta 99 ribu akun Facebook.

"Kami mengharapkan Meta menyusun rencana akselerasi yang jelas untuk implementasi PP Tunas. Khususnya pembatasan dan penonaktifan akun pengguna di bawah 16 tahun di Facebook, Instagram, maupun Threads dengan target waktu yang konkret," imbuh Meutya.

2. Kecepatan Respons Terhadap Pelanggaran Hukum

Tak sebatas perlindungan anak, Menkomdigi turut menggarisbawahi urgensi penanganan kilat terhadap beragam materi yang bertentangan dengan hukum nasional, meliputi perjudian daring, pornografi, ujaran kebencian, sampai peredaran hoaks.

"Platform harus mengambil langkah tegas jika ada konten yang melanggar hukum atau memicu keresahan publik. Meta harus lebih proaktif melakukan peninjauan dan penandaan konten bermasalah, bukan hanya mengandalkan pemutusan akses dari pemerintah," papar Meutya.

Ia mengingatkan kembali bahwa semua penyedia platform digital internasional yang berkiprah di tanah air wajib mematuhi seluruh peraturan domestik.

Kementerian tidak segan melayangkan sanksi administratif keras hingga tindakan pemblokiran akses terhadap perusahaan platform yang terbukti membangkang terhadap regulasi resmi.

(Erha Aprili Ramadhoni)

7 Hero Counter Masha Revamp Mobile Legends Paling Ampuh untuk Meredam Agresivitasnya

Pilihan Hero Lawan Masha Revamp Mobile Legends — Masha adalah sosok petarung bertipe Fighter/Tank di arena Mobile Legends: Bang Bang yang kembali mencuri perhatian publik semenjak bergulirnya Season 42. Penampilannya kini kerap dijumpai di berbagai arena kompetisi, terutama saat bermain pada mode Ranked hingga panggung turnamen kompetitif tertentu.

Masha memperoleh penyegaran kemampuan atau revamp semenjak 16 September lalu, di mana mekanisme pasif barunya memberi kemudahan luar biasa guna memulihkan bar darah dengan terus-menerus memukul lawan memakai Basic Attack ataupun rentetan skill. Transformasi tersebut membuat gaya bertarung Masha kian beringas serta luar biasa tangguh dalam duel jarak dekat, terutama skenario duel satu lawan satu.

Kendati demikian, Masha sama sekali bukan tanpa celah kelemahan. Asalkan Anda sanggup menjatuhkan opsi pada hero yang tepat, Anda tidak butuh merasa gentar ketika harus berhadapan dengannya. Siapa sajakah deretan jagoan penakluk tersebut? Berikut ulasan lengkapnya!

Daftar Hero Counter Masha Revamp Mobile Legends

Inilah jajaran jagoan yang terbukti sangat efektif untuk menghentikan dominasi Masha revamp di Mobile Legends:

Sosok penantang tangguh pertama bagi Masha revamp adalah Sun. Tokoh veteran di jagat Mobile Legends ini dapat menjadi instrumen mematikan guna meredam pergerakannya. Taktik split-push miliknya terbukti sanggup membikin Masha kalang kabut menjaga lane.

Sun memiliki keahlian memanggil bayangan tiruan lewat kebolehan Ultimate miliknya yang jumlahnya kian bertambah seiring waktu, dipadukan daya hancur ofensif tinggi kala adu jotos satu lawan satu yang membikin Masha mati kutu dalam melancarkan aksi agresifnya.

Terlebih lagi saat Sun mengoptimalkan build Lifesteal, ketahanan berlapis pada bar HP Masha dipastikan langsung rontok tak berkutik di hadapan keganasan sang kera legendaris tersebut.

Pilihan penangkal Masha revamp yang kedua jatuh kepada Argus. Efek pasif bawaan Masha memang memicunya bertarung sangat frontal ketika duel satu lawan satu, dan situasi pertarungan sengit semacam itulah yang justru sangat didambakan oleh Argus.

Kemampuan Demonic Grip kepunyaan Argus mampu memburu Masha secara instan andai sang lawan berniat melarikan diri menjauh. Ditambah lagi, jurus pamungkas Eternal Evil menyajikan kombinasi luar biasa yang sanggup melenyapkan seluruh efek negatif pada badannya, termasuk Mark milik Masha yang berguna mengaktifkan mode Feral.

Tak sebatas membersihkan debuff, Argus pun bakal kebal terhadap kematian selama durasi 4 detik dan dapat aktif kembali pasca cooldown berkurang menjadi 3 detik. Kondisi tanpa tanding ini mempermudah Argus menghabisi Masha hingga tersingkir meski dibentengi tiga bar nyawa sekalipun.

Petarung ketiga yang siap membendung laju Masha adalah Aulus. Karakter ini merupakan senjata andalan kala berjumpa di arena Land of Dawn berkat karakteristik bertarungnya yang sama-sama mengandalkan agresi tanpa henti.

Sistem pasif Fighting Spirit miliknya mewajibkan pengumpulan stack demi mendongkrak kekuatan, terutama ketika fase permainan menginjak late game. Bar darah tiga lapis kepunyaan Masha merupakan mangsa paling empuk bagi Aulus agar bisa mengisi penuh tumpukan stack pasifnya, baik saat tawuran tim maupun duel tunggal.

Saat tumpukan stack pasifnya menyentuh angka puncak, Aulus sanggup melepaskan hantaman telak ke arah musuh lewat keunggulan hampir segenap skill yang berkarakter area atau AoE. Hal inilah yang membikin Masha sama sekali tidak berdaya melawannya biarpun ia mengantongi cadangan darah tebal.

Karakter berikutnya penumpas Masha yang keempat yaitu Dyrroth. Menyuguhkan gaya permainan yang mirip dengan Aulus, Dyrroth dibekali manuver amat agresif serta kapasitas lifesteal tinggi yang mampu mengoyak ketebalan darah Masha dalam tempo singkat di Land of Dawn.

Dyrroth dipersenjatai daya rusak fisik murni yang sangat dahsyat, mempunyai efek stun melalui skill andalannya, serta sanggup meregenerasi HP diri sendiri dalam sekejap sehingga membuatnya teramat alot ditumbangkan oleh musuh.

Kombinasi tersebut makin mengerikan bila diperkuat deretan item peningkat Lifesteal, alhasil Masha beserta tiga bilah nyawanya bakal terkapar lemas saat harus beradu hantam dengan Dyrroth yang darahnya selalu terisi penuh setiap saat ia melancarkan gempuran.

Urutan selanjutnya dihuni oleh Paquito, jagoan Mobile Legends yang mengadopsi figur petinju tersohor Manny Pacquiao dengan reputasi sangat mematikan di Land of Dawn. Nyaris seluruh atribut kemampuannya menghasilkan ledakan Burst damage bernilai tinggi.

Berperan sebagai Fighter murni, Paquito tersohor mempunyai kelincahan mobilitas tinggi untuk memburu keberadaan Masha kapan pun dibutuhkan. Efek pasifnya sanggup memperkuat daya gempur sembari memunculkan lapisan shield tebal kala tumpukan stack maksimal, menjadikan Paquito pilihan jitu guna merajai pertempuran satu lawan satu biarpun Masha dibekali tiga lapis darah tebal.

Pilihan berikutnya merupakan Martis. Figur berjuluk Ashura King ini siap membikin repot pergerakan Masha sewaktu bersua di pertempuran Land of Dawn.

Skill kedua miliknya menciptakan imunitas penuh, sehingga Martis mustahil dihentikan serangan skill lawan tanpa perlu risau terkena stun, bahkan dirinya benar-benar kebal dari gangguan Crowd-control (CC) sewaktu menghajar Masha dalam pertempuran tim maupun bentrokan individu.

Situasi tersebut jelas menyulitkan Masha kendati dirinya mengantongi tiga lapis darah tebal, maupun saat mengaktifkan wujud Feral mode. Masha praktis menjadi santapan empuk bagi Martis untuk dipangkas habis di segala sudut arena setiap waktu.

Sosok pamungkas pada daftar ini adalah Terizla, hero Mobile Legends yang sangat mumpuni membendung Masha revamp di Land of Dawn.

Terizla bisa langsung menyergap langkah Masha memakai Ultimate miliknya, memicu efek Airborne sekaligus memperlambat gerak musuh dalam beberapa detik. Ditambah lagi, gelontoran Burst damage skill keduanya dapat dihentakkan hingga 3 fase memakai Physical Damage besar, amunisi mujarab untuk menumbangkan Masha secara langsung.

Di samping itu, skill pertama Terizla sanggup mendongkrak laju Movement Speed miliknya apabila Masha berupaya kabur. Keunggulan tersebut menjadikan Terizla jalan keluar terbaik untuk menundukkan Masha hanya dalam rentetan tebasan palu.

Itulah kumpulan 7 hero counter revamp Masha di Mobile Legends. Kiranya ulasan ini mampu membantu Anda menaklukkan dominasi Masha versi termutakhir tanpa kendala berarti di Land of Dawn.

Simak terus sajian tulisan menarik lainnya seputar Mobile Legends dari Gamebrott atau deretan artikel informatif karya Nadia Haudina. Mengenai rincian informasi lanjutan maupun keperluan korespondensi lainnya, Anda dapat mengontak kami melalui [email protected].

Unik dan Nyeleneh, Event Diskon Game Bertema NTR Kini Hadir di Steam

Para pengguna setia platform Steam tentu sudah sangat terbiasa menjumpai aneka promo potongan harga berkala. Kendati begitu, agenda diskon serupa rupanya sering pula digelar secara mandiri oleh entitas pihak ketiga.

Prakarsa ini tidak melulu berasal dari publisher raksasa pemilik katalog besar, melainkan kerap digagas asosiasi tertentu, komunitas gamer, hingga pagelaran khusus seputar industri game. Menariknya, pernahkah Anda mendengar gelaran pesta diskon yang secara khusus mengusung jajaran game bertema NTR?

Mengusung tajuk resmi NTR Carnival, perhelatan digital ini diprakarsai platform HGamer.tw bersama kolaborasi publisher Mango Party, Saikey, serta LewdLoco. Seluruh pihak menyuguhkan potongan harga bagi aneka judul dewasa berunsur erotis, dengan penekanan utama pada jalan cerita perselingkuhan.

Tercatat minimal terdapat lebih dari 20 game yang dipangkas harganya, di samping delapan karya baru publisher tersebut yang dijadwalkan segera rilis. Rangkaian promo ini sudah bergulir sejak tanggal 22 September kemarin hingga resmi ditutup 7 Oktober mendatang.

Mengenal Istilah NTR

Bila Anda belum familier dengan istilah NTR, sebutan asal Jepang ini secara sederhana merujuk pada format narasi yang berpusat seputar kisah pengkhianatan asmara.

Uniknya, sudut pandang dalam cerita NTR umumnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berbeda seturut perspektif tiap tokohnya.

Bagaimana pandangan Anda menanggapi keberadaan festival promo unik ini, brott? Tuliskan pemikiran Anda langsung pada ruang komentar di bawah.

Simak terus ulasan memikat maupun artikel bermutu lain persembahan Andy Julianto. Segala kebutuhan informasi serta penawaran kerja sama dapat diajukan via [email protected].

Daftar Kode Redeem Ragnarok: The New World September 2026, Banjir Reward Gratis!

Kode Redeem Ragnarok: The New World – Semesta Rune Midgard kembali mengundang para petualang setia. Game MMORPG legendaris yang sekarang tampil dengan sentuhan grafis mutakhir ini terasa kurang lengkap tanpa kehadiran deretan kode redeem Ragnarok: The New World yang siap mengiringi langkah kalian menjelajahi jagat Ragnarok Online. Supaya perjalanan karakter kalian semakin lancar serta kian cepat naik level, mengambil seluruh bonus gratis ini adalah keputusan pintar yang wajib dieksekusi.

Semenjak diluncurkan beberapa bulan lalu hingga kini sukses mendatangkan area peta sekaligus opsi Job anyar, pada periode September ini pihak pengembang turut membagikan aneka kode penukaran terbaru untuk menyokong progres petualangan kalian di seantero Rune Midgard. Lantas, deretan kupon apa saja yang masih aktif sekarang?

Kumpulan Kode Redeem Ragnarok: The New World

Inilah susunan kode redeem Ragnarok: The New World terkini yang dapat langsung diklaim sekarang. Segera periksa daftar kode berikut demi mengamankan bermacam reward memikat!

Harap diingat bahwa deretan kupon digital di atas memiliki masa kedaluwarsa yang dapat hangus tiba-tiba tanpa pengumuman resmi awal. Jika muncul kupon yang gagal ditukarkan, cek kembali apakah langkah salin tempel atau pengetikan huruf sudah benar tanpa kekeliruan. Tak kalah penting, pastikan pula kupon tersebut ditukarkan secara tepat pada Server serta karakter jagoan yang kalian tuju.

Langkah Menukarkan Kode Ragnarok: The New World

Di bawah ini merupakan panduan mudah menukarkan kupon game yang bisa langsung diaplikasikan di dalam aplikasi game. Cermati tata cara penukaran berikut supaya seluruh hadiah dapat diklaim secara sempurna.

Demikianlah rincian kode penukaran game Ragnarok terkini yang dapat kalian gunakan sepanjang bulan September 2026 ini. Jangan menunda penukaran hadiah istimewa tersebut agar progres kalian tidak tertinggal oleh petualang lain, kawan!

Simak pula aneka ulasan memikat Gamebrott lainnya seputar kategori Tech atau tulisan menarik lainnya persembahan Bima. Untuk info lebih detail maupun keperluan kolaborasi lainnya, silakan hubungi redaksi melalui alamat [email protected].

Director Unicorn Overlord Resmi Umumkan Game Action RPG Anyar DAWNGAZER

Sebuah kabar gembira datang menyapa para penggemar permainan Unicorn Overlord. Sang sutradara di balik judul populer tersebut kini secara resmi telah memperkenalkan proyek teranyarnya yang bertajuk DAWNGAZER. Tentu ini menjadi kejutan yang sangat menarik!

DAWNGAZER, Proyek Action RPG Anyar Garapan Sutradara Unicorn Overlord

Pengumuman kehadiran game Action RPG anyar ini dibagikan secara langsung melalui tayangan video di kanal YouTube resmi Good Smile Company. Proyek berjudul DAWNGAZER tersebut digarap oleh Takafumi Noma yang sebelumnya memimpin pengembangan Unicorn Overlord, dan proses produksinya sedang berlangsung saat ini.

Pihak pengembang menargetkan DAWNGAZER bakal meluncur secara global untuk perangkat PS5, Nintendo Switch 2, serta PC melalui etalase Steam pada tahun 2028 mendatang. Judul ini juga dipastikan menyertakan sejumlah opsi bahasa seperti English, Japanese, Simplified Chinese, serta Traditional Chinese.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun per tanggal 25 September, DAWNGAZER tercatat sebagai karya perdana Takafumi Noma (sosok di balik Unicorn Overlord, 13 Sentinels: Aegis Rim, hingga Odin Sphere Leifthrasir) pasca memutuskan hengkang dari jajaran kru Vanillaware pada Maret 2025 silam.

Karya ini sekaligus menandai debut bagi studio independen bentukan Takafumi Noma yang diberi nama IGNISPHERE Studio. Perusahaan rintisan ini beroperasi di bawah naungan Monochrome Corporation yang terafiliasi erat dengan Good Smile Company.

Proyek tersebut juga dirancang sebagai payung utama IP IGNISPHERE bagi Monochrome Corporation dan Good Smile Company. Jagat waralaba orisinal bernuansa fantasi ini nantinya menyajikan keberagaman negara serta berbagai ras yang menghuni dunia Ignisphere. Tidak hanya berhenti pada video game, kekayaan intelektual ini dijadwalkan merambah berbagai produk media hiburan lainnya, mulai dari rilisan figur pajangan hingga sejumlah adaptasi novel ringan yang dipublikasikan oleh Kadokawa.

Rincian Informasi Tambahan Terkait Proyek

Melalui cuplikan trailer perdana, publik telah diperlihatkan gambaran awal visual DAWNGAZER yang mengusung tema medieval fantasy lengkap dengan desain artistik para karakternya. Terkait departemen audio, penggarapan komposisi musik dipercayakan kepada Yoshimi Kudo, komposer ternama yang pernah mengaransemen lagu untuk game Unicorn Overlord dan Elden Ring.

Pada sisi produksi, Monochrome Corporation memegang tanggung jawab penuh dalam menyusun perencanaan strategis serta mendampingi seluruh proses pengerjaan game anyar besutan Takafumi Noma tersebut.

Sampai sekarang, rincian mengenai proyek ini baru sebatas fakta-fakta yang telah diuraikan di atas. Tim pengembang tampaknya masih memilih menyimpan rapat-rapat informasi lebih mendalam agar menjadi kejutan di kemudian hari.

Para pemain dapat menyaksikan langsung tayangan video cuplikan perdana game tersebut pada tautan di bawah.

Demikianlah seluruh rangkuman informasi seputar game terbaru karya Takafumi Noma yang kini tengah aktif diproduksi. Apakah kalian merasa tertarik dan tidak sabar menantikan perilisan karya terbaru dari peracik Unicorn Overlord ini?

Simak terus ulasan menarik seputar Unicorn Overlord lainnya maupun ragam artikel berita buatan Muhammad Faisal. Untuk kerja sama atau pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami via [email protected].

Haruskah Semua Game Klasik Mendapatkan Remake?

Dalam beberapa tahun terakhir, pengumuman proyek remake game seolah menjadi rutinitas tahunan di industri video game. Berbagai judul legendaris, mulai dari era pixel art hingga awal visual tiga dimensi, berbondong-bondong dibuat kembali menggunakan teknologi modern. Contohnya seperti Fable yang dibangkitkan lewat format reboot, hingga rangkaian seri Resident Evil remake yang sukses mengadaptasi tiga karya terpopuler mereka ke standar visual kontemporer.

Pertanyaannya, apa sebenarnya yang mendorong pengembang gencar merombak karya masa lampau? Di satu sisi, ada kerinduan menghidupkan kembali nostalgia. Namun di sisi lain, tidak semua judul klasik sesungguhnya membutuhkan perombakan total dari fondasi awal. Fenomena ini perlu ditelaah secara mendalam melalui kacamata komunitas pemain, pengembang kreatif, serta kalkulasi bisnis industri hiburan digital.

Haruskah Seluruh Judul Permainan Klasik Memperoleh Edisi Remake?

Bagi kalangan penggemar garis keras, dorongan agar judul kesayangan dirombak umumnya berakar dari rasa cinta dan nostalgia masa kecil. Para pemain veteran mendambakan kesempatan menyaksikan kembali semesta tempat mereka berpetualang puluhan tahun silam hadir dengan grafis spektakuler. Ada rasa bangga saat melihat permainan favorit masa lalu kembali menjadi bahan obrolan hangat dan memperoleh perlakuan megah setara rilisan modern.

Akan tetapi, apakah seluruh judul lawas memang wajib dibuatkan versi perombakan total? Banyak pemain veteran yang justru menjawab tidak. Sebagian karya klasik dinilai sudah terlampau sempurna, matang, dan memiliki estetika orisinal yang tidak boleh dirusak. Karya dengan gaya artistik pixel art detail atau pendekatan visual cel-shading sering kali justru kehilangan pesona dan identitasnya saat dipaksa bertransformasi menjadi visual tiga dimensi realistis.

Beberapa penggemar meyakini karya-karya tersebut hanya bisa dinikmati maksimal dengan mempertahankan gaya visual aslinya yang mungkin dinilai burik menurut standar modern. Komunitas cemas akan hilangnya atmosfer yang menjadi jiwa permainan. Penyesuaian kontrol baru, pemangkasan konten demi modernisasi atau sensor, hingga perubahan aransemen musik latar legendaris sering berujung pada rasa asing. Bagi sebagian besar pemain, cara terbaik menghormati nilai historis karya tersebut adalah membiarkannya tetap dalam rupa asli.

Faktor yang Membuat Pengembang Tidak Selalu Ingin Meremake Karya Lawas

Ditinjau dari kacamata pengembang, merombak karya lawas bukanlah urusan enteng yang bisa diterapkan ke semua judul. Pengembang memahami bahwa tiap game jadul memiliki tingkat kebutuhan peremajaan yang berbeda. Kategori yang benar-benar memerlukan perombakan biasanya adalah game dengan fungsionalitas teknis yang menyulitkan pemain modern, seperti game era transisi 3D awal dengan kontrol kaku ala tank controls, kamera canggung, serta navigasi yang menghambat kenyamanan.

Dalam situasi tersebut, proyek remake menjadi sarana tepat untuk memperbaiki keterbatasan teknologi masa silam agar narasi dan pesonanya dinikmati utuh oleh generasi baru. Sebagai contoh, The Legend of Zelda: Ocarina of Time menghadirkan tata kendali Link yang jauh lebih fleksibel berkat teknologi tuas analog ganda modern untuk menggerakkan karakter dan kamera. Hal ini sangat berbeda dengan kontrol Nintendo 64 tempo dulu yang hanya memakai satu tuas analog dengan manuver kaku, meski dulu sangat revolusioner.

Namun, untuk game jadul yang sedari awal memiliki gameplay presisi, fleksibel, dan rapi, pengembang kerap bimbang menentukan komponen apa yang perlu diubah. Memaksakan perombakan total terhadap game berfondasi solid justru berisiko menghancurkan harmoni awal yang sudah seimbang.

Tantangan teknis berat lainnya adalah pemeliharaan kode pemrograman lawas. Membangun kembali karya lama di engine modern seperti Unreal Engine 5 sering memaksa programmer menerka ulang logika kode akibat hilangnya berkas aset mentah orisinal. Upaya ini menguras waktu dan energi tim kreatif yang sebenarnya bisa dialokasikan untuk melahirkan IP baru, kecuali jika judul tersebut memiliki basis massa raksasa yang menjamin keuntungan finansial melimpah.

Pertaruhan Finansial Pihak Publisher pada Proyek Pembuatan Ulang

Bagi pihak penerbit dan pemilik modal, urgensi meremake karya lawas selalu ditimbang lewat kalkulasi investasi dan risiko kerugian. Di era di mana biaya produksi game AAA melonjak drastis dan memakan waktu bertahun-tahun, mengandalkan nama besar yang sudah mapan adalah pilihan teraman untuk melindungi kestabilan keuangan korporasi.

Dari sudut pandang penerbit, nyaris semua judul sukses di masa lalu memiliki peluang komersial menggiurkan. Penerbit tidak perlu membangun reputasi merek dari nol karena komunitasnya sudah terbentuk. Menjual nostalgia terbukti memiliki potensi kegagalan lebih kecil dibanding mendanai konsep anyar yang penerimaan pasarnya masih diliputi ketidakpastian.

Kendati demikian, memaksakan pola pikir bahwa seluruh portofolio lama wajib dirombak demi laba cepat lambat laun dapat merusak ekosistem industri. Ketergantungan parah pada proyek daur ulang membuat industri tampak malas dan takut mengambil risiko inovasi. Alokasi modal yang terus terserap untuk judul warisan masa lalu akan mempersempit ruang lahirnya kekayaan intelektual (IP) orisinal baru. Hal ini jelas tidak sehat bagi keberlanjutan ekosistem bisnis maupun perkembangan seni video game ke depan.

Jadi, apakah semua game klasik wajib dibuatkan full remake? Jawabannya jelas tidak. Tidak semua karya masa lalu perlu dibangun ulang dari nol. Remake skala penuh idealnya diprioritaskan bagi karya legendaris yang mekanik dan teknologinya sudah sangat ketinggalan zaman, namun menyimpan kekuatan narasi luar biasa.

Contohnya trilogi Final Fantasy VII Remake yang berhasil memodernisasi sistem ATB turn-based era PS1 menjadi sistem aksi dinamis tanpa menghilangkan rasa nostalgia penggemar lawas. Namun, tidak semua seri Final Fantasy jadul membutuhkan penanganan berskala megah setara FF7. Sementara itu, untuk judul klasik yang sistem kontrol dan visualnya masih nyaman dimainkan serta memiliki estetika abadi, opsi remaster ringan atau sekadar merilis porting ke platform modern merupakan keputusan yang jauh lebih bijaksana.

Bagaimana pandangan kamu mengenai tren ini? Apakah kamu sepakat bahwa tidak semua game pantas di-remake, atau justru kamu menunggu game masa kecil favoritmu dibuat ulang untuk konsol modern? Tuliskan opini kamu brott.

Temukan sajian informasi menarik lainnya di Gamebrott yang mengulas ranah Tech atau bacaan serupa garapan Andi. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi kami melalui surat elektronik resmi [email protected].

Kisah Perjuangan Shift Up: CEO Beberkan Masa Kritis Sebelum Stellar Blade Raih Sukses Besar

Studio Shift Up telah populer sebagai pengembang di balik Stellar Blade dan Goddess of Victory: NIKKE, dua judul yang begitu melekat dengan kehadiran karakter perempuan berparas menawan serta memikat.

Walaupun sekarang mengecap keberhasilan luar biasa melalui Stellar Blade, perjalanan studio game ini nyatanya tidak selalu berjalan mulus tanpa rintangan berat. Pimpinan tertinggi Shift Up secara terbuka membeberkan bahwa perusahaannya sempat terpuruk dalam periode yang teramat berat sebelum karyanya menuai popularitas global. Lantas, seperti apakah kepedihan serta kendala berat yang pernah membayangi langkah mereka di masa lalu?

Bos Shift Up Ceritakan Periode Genting yang Sempat Menimpa Studionya

Melalui sesi wawancara khusus bersama media INVEN, Hyung-Tae Kim yang menjabat posisi CEO Shift Up membagikan deretan fakta menarik kepada publik. Pembahasan tersebut menitikberatkan pada fase kritis yang dulu sempat menghantam kelangsungan studio pengembang asal Korea Selatan tersebut.

Hyung-Tae Kim menerangkan ketika proses pengerjaan Stellar Blade sedang berjalan—yang kala itu berstatus salah satu proyek game skala AAA langka dari Korea Selatan—kondisi finansial perusahaannya sangat kritis hingga cuma sanggup membayar gaji seluruh staf selama tiga bulan ke depan. Situasi suram tersebut bahkan memicu keraguan mendalam di benaknya mengenai masa depan dari proyek ambisius tersebut.

Pemimpin perusahaan ini memaparkan betapa beratnya perjuangan bersama segenap tim melewati krisis moneter tatkala memproduksi Stellar Blade. Salah satu tantangan nyata muncul ketika mereka berjuang ekstra keras mencari rekanan, menghubungi sederet investor modal ventura serta penerbit game ternama demi menyokong Stellar Blade. Amat disayangkan, mayoritas dari pihak pemodal itu melayangkan penolakan mentah-mentah.

Ia mengungkapkan bahwa deretan investor itu sangat yakin Stellar Blade bakal berujung kegagalan komersial dan menganggapnya sebagai beban risiko finansial, alih-alih potensi aset berharga bagi Shift Up. Sang bos menambahkan beberapa penanam modal justru menyarankan agar timnya menghentikan pengerjaan Stellar Blade lalu beralih fokus menggarap judul lain, sembari menyebut para pemodal hanya berminat menilai valuasi perusahaannya semata.

Lahirnya Rasa Sangsi Terhadap Masa Depan Stellar Blade

Akibat rentetan penolakan dari banyak investor maupun perusahaan penerbit kala itu, Hyung-Tae Kim secara jujur mengakui tingkat keyakinan dirinya terhadap prospek Stellar Blade sempat runtuh drastis. Dirinya sampai mempertanyakan kembali apakah merancang game beranggaran besar tersebut memang merupakan langkah yang benar.

Kendati dihantui rasa bimbang yang luar biasa, jajaran pengembang Shift Up menolak menyerah dan terus menuntaskan pengerjaan Stellar Blade hingga pada puncaknya berhasil mencuri atensi Shuhei Yoshida ketika masih memegang mandat selaku Presiden Sony Interactive Entertainment. Shuhei Yoshida melayangkan sanjungan tinggi setelah menjajal langsung versi prototipe awal Stellar Blade.

Berkat ketekunan tiada henti serta sokongan penuh dari kubu Sony PlayStation, proses produksi game Stellar Blade akhirnya sukses diselesaikan secara optimal. Walau menyadari timnya masih menyimpan aneka kekurangan teknis, Hyung-Tae Kim beserta jajaran perusahaannya berkomitmen mengerahkan performa terbaik dalam melahirkan karya-karya teranyar berikutnya, termasuk Stellar Blade: Blood Rain serta sebuah judul misterius bertajuk Project Spirits.

Demikianlah rangkuman kabar perihal penuturan CEO Shift Up mengenai perjuangan berat studionya sebelum mahakarya Stellar Blade mencetak kesuksesan manis. Lantas, bagaimana tanggapan kalian mencermati lika-liku perjalanan sang kreator di balik Stellar Blade ini?

Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar kiprah Shift Up, Stellar Blade, atau tulisan memikat lain persembahan Muhammad Faisal. Untuk informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, Anda dapat menghubungi kami melalui [email protected].

Tembus 300 Ribu Kopi, Game RPG Berkendara Keep Driving Siap Hadirkan Fitur Mod Resmi

Menilik deretan game indie yang sukses merebut atensi gamer sepanjang tahun 2025, Keep Driving karya YCJY Games tentu pantas masuk ke daftar paling depan.

Karya bergenre RPG berkendara ini telah mengukir prestasi manis lewat penjualan yang menembus lebih dari 300 ribu unit. Menanggapi pencapaian ini, pihak pengembang resmi mengabarkan peluncuran fitur mod resmi yang diagendakan rilis pada 28 September nanti.

“Kami sangat berterima kasih atas semua dukungan anda terhadap Keep Driving yang telah rilis semenjak tahun lalu. Kami telah mencapai 300 ribu penjualan, dan ini adalah cara kami memberikan Keep Driving sedikit dorongan ekstra, menyusul pembaruan sebelumnya yang mencakup lokalisasi, dukungan kontroler, dan verifikasi Steam Deck. Kami tidak bisa mencapai semua ini tanpa kalian,” ungkap sang developer.

Pihak studio menambahkan jika akses modifikasi perdana tersebut bakal disalurkan melalui versi uji coba beta terlebih dahulu. Langkah itu diambil untuk mengoleksi masukan para pemain sekaligus mengeksekusi penyempurnaan sebelum diluncurkan secara penuh bagi publik.

Mengenal Game Keep Driving

Keep Driving sendiri mengombinasikan elemen RPG dan manajemen rute. Narasi membawa pemain memerankan figur pemuda yang bertekad mendatangi sebuah konser musik akbar di kota seberang. Mengandalkan sedan tua warisan orang tua beserta dana pas-pasan, gamer dibebaskan merancang jalur perjalanan sendiri demi menggapai destinasi.

Daya tarik utamanya bukan akhir rute, melainkan proses mengarungi aspal. Pemain bakal menjumpai aneka hambatan yang mesti dihadapi melalui mekanisme pertempuran turn-based, mengajak tumpangan layaknya kawan party temporer, serta mengambil beragam pekerjaan paruh waktu untuk mengumpulkan biaya servis atau membeli komponen mobil yang lebih mantap.

Lantas, bagaimana pandanganmu tentang pembaruan anyar ini, brott? Tuliskan ulasanmu di ruang komentar.

Simak terus kabar atraktif maupun tulisan menarik lainnya dari Andy Julianto. Untuk pertanyaan lanjutan serta informasi lain, silakan layangkan surel menuju [email protected].

Qualcomm Perkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Series, Chipset 2nm Pertama Lampaui 5 GHz

JAKARTA – Qualcomm secara resmi merilis sepasang platform seluler kelas atas guna mendongkrak performa berbagai ponsel pintar Android premium dalam waktu dekat: Snapdragon 8 Elite Gen 6 serta Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Sepasang chipset ini menitikberatkan pada kinerja kecerdasan buatan langsung di perangkat (on-device AI), kekuatan mobile gaming, hingga keandalan komputasi saat menghadapi beban kerja berat.

Kedua dapur pacu termutakhir ini siap memperkuat jajaran gawai flagship keluaran pabrikan ternama, termasuk Xiaomi, OPPO, iQOO, Motorola, sampai ZTE.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 beserta Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 diproduksi melalui proses fabrikasi 2nm dengan memadukan arsitektur CPU Oryon, pengolah grafis GPU Adreno, serta unit pemrosesan kecerdasan buatan NPU Hexagon garapan Qualcomm.

Berdasarkan keterangan resmi Qualcomm, arsitektur prosesor ini memuat sepasang core Prime dengan kecepatan menembus 5,0 GHz, dilengkapi enam core Performance berkecepatan puncak 4,0 GHz. Terobosan tersebut mencatatkan keduanya sebagai prosesor ponsel perdana yang sanggup melewati batas clock speed 5 GHz.

Model Extreme Gen 6 membawa seluruh keunggulan yang ada pada edisi reguler, namun disematkan kapabilitas pengolahan AI lebih gesit, FlexCache atau memori bersama (shared memory) 50% lebih lega, dan teknologi pendukung gaming yang kian canggih.

Nilai jual terpenting yang diperkenalkan Qualcomm pada kedua chipset adalah agentic AI berkat sokongan NPU Hexagon terbaru. Pembaruan ini menyertakan Element Accelerator teranyar serta kapabilitas context window mencapai 32K. Pihak Qualcomm menegaskan bahwa cip tersebut sanggup mengeksekusi model AI berukuran hingga 200 juta parameter.

Varian Extreme meningkatkan agentic AI tersebut lewat kehadiran Sensing Hub yang dibekali dua Micro NPU. Qualcomm mengklaim susunan ini menghadirkan lonjakan performa 85% sekaligus efisiensi daya 20% lebih hemat saat membaca konteks pesan, obrolan, maupun email pengguna.

Sektor mobile gaming turut menuai optimalisasi besar melalui teknologi Adreno Neural Fusion berbasis AI untuk mendongkrak frame generation, ketajaman grafis, dan visual. Varian Extreme menyematkan matrix core khusus ditambah memori berperforma tinggi demi mengoptimalkan tampilan visual tersebut.

Kehadiran Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan varian Extreme diproyeksikan langsung bersaing dengan chipset flagship lain seperti MediaTek Dimensity 9600 Pro serta Apple A20 Pro.

(Rahman Asmardika)

Gamer Forza Horizon 6 di Jepang Protes Gelombang Banned Terhadap Livery Mobil Itasha

Permainan simulasi balap populer Forza Horizon 6 hingga kini tetap menyedot antusiasme tinggi dari berbagai kalangan gamer, termasuk basis penggemar setianya di kawasan Jepang. Kendati demikian, belakangan ini ekosistem komunitas pemain Forza Horizon 6 di Negeri Sakura melayangkan gelombang protes keras akibat mencuatnya deretan insiden penalti pemblokiran akun terhadap para perancang stiker bodi atau mobil itasha.

Runtutan Masalah Gamer Forza Horizon 6 Jepang Terkait Pemblokiran Livery Itasha

Pangkal permasalahan ini bermula saat sejumlah kreator serta gamer yang giat merancang kendaraan itasha di Forza Horizon 6 melaporkan sanksi mendadak atas karya visual bertema tokoh anime, manga, dan karakter permainan video yang mereka buat secara detail di dalam garasi virtual.

Mengutip publikasi dari media Automaton region Jepang, beberapa desainer bodi mobil mengaku bahwa ciptaan mereka diturunkan paksa atau diinstruksikan segera dihapus dari peladen game. Dampaknya, para kreator kini memilih untuk menahan diri dan enggan mengunggah karya-karya teranyar ke galeri publik karena dibayangi ketakutan akan sanksi penangguhan akun bermain.

Persoalan ternyata kian meluas, di mana kreasi grafis yang memuat lambang pabrikan otomotif resmi serta produsen komponen purnajual asli dunia nyata turut dilaporkan mengalami takedown sepihak. Kondisi ini menyulut kepanikan di kalangan perancang visual kendaraan, mengingat sebagian dari mereka telah dijatuhi surat teguran formal atas pencantuman merek-merek tersebut.

Di samping itu, beredar dugaan kuat di tengah komunitas bahwa kelompok tertentu sengaja melakukan aksi serangan pelaporan massal terorganisasi terhadap para kreator kreasi itasha dalam platform Forza.

Gelombang keresahan ini terus bergulir di ranah perkumpulan gamer Forza Horizon 6 Jepang. Berdasarkan penuturan beberapa pemain, sanksi pemblokiran akun tetap dijatuhkan bahkan sesaat setelah mereka sekadar memamerkan potret tangkapan layar bertema itasha ke galeri publikasi dalam game balap itu.

Kondisi kian membingungkan setelah beredar kabar bahwa draf livery yang statusnya masih berupa pengerjaan awal, seperti coretan garis dasar serta sketsa mentah yang belum rampung, tetap terkena laporan pelanggaran karena dituduh mengandung muatan tidak senonoh.

Situasi tersebut membuat komunitas pemain Forza Horizon 6 di Jepang merasa sangat gamang dan kesulitan memetakan batasan konkret rancangan mobil itasha yang aman dari sanksi aturan konten buatan pengguna.

Mereka secara vokal mendesak pihak pengelola menghadirkan tolok ukur moderasi yang lebih gamblang dan transparan, sehingga setiap penggemar dapat leluasa berkreasi serta mendistribusikan karya tanpa dibayangi ancaman banned yang membabi buta.

Para pemain di Jepang memandang pembatasan terhadap elemen itasha ini terasa sangat janggal sekaligus ironis, mengingat latar tempat utama Forza Horizon 6 berada di negara asal mereka sendiri. Para penggemar menyayangkan sikap manajemen game yang dinilai mengabaikan esensi kultur otomotif lokal, padahal tradisi itasha merupakan salah satu daya tarik utama permainan ini.

Unggahan keluhan terus bermunculan di linimasa media sosial, memperlihatkan para pemain yang mengekspresikan kebingungan setelah menerima hukuman larangan bermain selama belasan hari akibat karya stiker bodi buatan mereka sendiri dilaporkan ke sistem.

Beberapa postingan lain turut menyoroti kejanggalan sanksi penutupan akses akun secara mendadak yang menimpa pemain setia seri Forza Horizon, memicu diskusi hangat terkait transparansi sistem penegakan sanksi dalam game balapan tersebut.

Pihak Pengembang Memperbarui Kebijakan Tata Tertib Game

Bertepatan pada saat laporan ini disusun (24/9), pihak pengembang game Forza Horizon 6 resmi merilis penyesuaian aturan mengenai pedoman perilaku yang wajib ditaati pemain. Walau demikian, pembaruan pedoman ini belum menunjukkan keterkaitan langsung secara eksplisit dengan kisruh yang dialami basis pemain di Jepang.

Secara garis besar, pengembang menegaskan bahwa seluruh laporan terkait User Generated Content (UGC) alias karya buatan pemain akan tetap diperiksa langsung oleh tenaga kurator manusia, serta penumpukan jumlah laporan tidak memengaruhi prioritas antrean investigasi.

Pihak studio juga mengklarifikasi bahwa jenis pelanggaran perdana hanya akan diganjar peringatan awal, sedangkan pengulangan tindakan serupa di kemudian hari dapat mendatangkan hukuman penangguhan dengan jangka durasi yang bertambah lama secara bertahap.

Pihak pengembang menyatakan sanksi banned permanen tanpa proses peringatan sebelumnya hanya diterapkan untuk kasus pelanggaran kategori berat. Cakupan pelanggaran berat tersebut meliputi materi seksual vulgar, ketelanjangan terbuka, serta berbagai pelanggaran yang menabrak kebijakan Nol Toleransi milik perusahaan.

Meskipun regulasi baru telah dipublikasikan, para pemain Forza Horizon 6 di Jepang tetap belum memperoleh kejelasan perihal aspek mana dari livery itasha mereka yang dinilai melanggar etika bermain.

Bagi kalangan penggemar, penjabaran dari tim pengembang dinilai masih terlalu mengambang secara garis besar dan belum menyentuh inti sengketa spesifik menyangkut seni stiker mobil itasha yang tengah memanas saat ini.

Komunitas gamer Forza Horizon 6 di Jepang sangat berharap tim pengembang bersedia menerbitkan petunjuk pelaksanaan yang jauh lebih rinci dan terarah. Langkah tersebut dipandang esensial agar para desainer dapat kembali berkarya dan berbagi hasil kreativitas otomotif mereka kepada komunitas global tanpa rasa cemas kehilangan akun secara tiba-tiba.

Demikian ringkasan situasi mengenai aksi keberatan dari komunitas pecinta game Forza Horizon 6 di Jepang perihal sanksi banned terhadap kreasi mobil itasha. Semoga polemik ini segera menemukan solusi tuntas dari pihak pengembang agar seluruh pemain dapat kembali menikmati kreasi kendaraan favorit mereka.

Simak pula informasi menarik Gamebrott lainnya seputar Forza Horizon atau beragam tulisan pilihan dari Muhammad Faisal. Terkait keperluan informasi lebih lanjut serta penawaran lainnya, Anda dapat langsung menghubungi kami melalui [email protected].

Page 1 of 27

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén