Aksi Karakter Umamusume Gantikan Mobil Balap di Forza Horizon 4 Lewat Teknologi AI

Diskusi seputar pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI untuk proses reverse engineering pada judul-judul video game tengah hangat diperbincangkan beberapa bulan terakhir. Eksperimen teranyar memperlihatkan game balap Forza Horizon 4 yang seluruh kendaraannya diubah menjadi tokoh dari serial Umamusume.

Proyek unik ini digarap oleh pengembang bernama PetracoreProxy. Melalui kanal YouTube pribadinya, kreator tersebut mengunggah cuplikan demonstrasi yang menampilkan sosok Agnes Tachyon serta Haru Urara berlari kencang membelah aspal jalanan Britania Raya.

Kalian dapat menyaksikan rekaman unjuk kebolehan tersebut lewat tautan di bagian bawah.

Pihak developer menerangkan jika seluruh elemen lingkungan, mencakup peta, bangunan, lintasan, hingga sistem cuaca disalin langsung dari Forza Horizon 4. Sementara itu, model tokoh Umamusume, rangkaian animasi gerak, serta efek suara diambil seutuhnya dari game Umamusume: Pretty Derby.

Bukan Modifikasi Biasa dan Tak Akan Dibagikan Bebas

PetracoreProxy menegaskan jika proyek Umamusume dalam Forza Horizon 4 ini bukanlah berkas mod biasa yang tinggal dipasang lalu dimainkan. Proyek tersebut sejatinya dirancang ulang secara menyeluruh pada engine Unity dengan bantuan AI.

Kreator ini juga memastikan kreasi eksperimentalnya takkan dilepas untuk publik umum. Langkah tersebut diambil karena dirinya semata-mata berniat memperlihatkan kapasitas AI dalam membedah serta menyusun ulang sistem sebuah game.

Bagaimana pandangan kalian menanggapi terobosan teknologi ini, brott? Tuliskan pemikiran kalian pada kolom komentar.

Simak pula kabar menarik serta ulasan seru lain karya Andy Julianto. Untuk pertanyaan lanjutan maupun keperluan kerja sama, hubungi [email protected].

Desainer Game Fallout 2 Beberkan BioWare Rekrut Karyawan Berdasarkan Sikap Politik

Seperti kabar yang telah beredar tempo hari, pihak Electronic Arts (EA) secara resmi telah menutup studio game ternama BioWare. Kabar penutupan yang terbilang mendadak tersebut sontak memicu respons yang amat beragam di kalangan komunitas penggemar, mulai dari rasa duka cita, kekecewaan mendalam, hingga luapan amarah.

Tak lama berselang setelah kepastian penutupan itu diumumkan, salah seorang desainer game dari proyek legendaris Fallout 2 akhirnya buka suara mengenai cara kerja studio tersebut ketika menyeleksi staf baru. Terungkap bahwa salah satu metode penyaringan mereka ditentukan oleh kecenderungan pandangan sosial atau afiliasi politik pelamar pada kelompok tertentu. Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan publik.

Sosok Pengembang Fallout 2 Membongkar Sistem Rekrutmen di Balik Studio BioWare

Lewat platform media sosial Twitter miliknya yang sekarang bernama X, figur senior Chris Avellone yang dikenal sebagai Game Designer Fallout 2 membagikan detail yang ia ketahui terkait cara studio BioWare menyaring para pelamar kerja baru mereka.

Chris Avellone menerangkan bahwa tiap kali calon kandidat mengirimkan lamaran pekerjaan ke studio BioWare, sang Producer internal bakal langsung menelusuri serta memantau profil LinkedIn kepunyaan mereka secara teliti. Hal utama yang menjadi perhatian adalah jejak unggahan mana saja yang disukai pelamar pada jejaring profesional tersebut.

Begitu mendapati sang pelamar tampak menyukai postingan yang dirasa tidak sejalan akibat perbedaan cara pandang mengenai isu sosial maupun politik, Producer tersebut seketika merekomendasikan penolakan kerja hanya semata-mata karena jejak like itu.

Berikut kutipan lengkap dari pernyataan jujur Chris Avellone perihal mekanisme perekrutan yang pernah berlaku di tubuh studio pencipta seri Mass Effect tersebut.

I guess I can say it now – so when applicants would apply to the studio, the producer would go through their LinkedIn to see what posts they liked, and if he disagreed with their political/social Like, he'd advocate not to hire them based on their Like.

Dirinya menerjemahkan maksudnya bahwa sekarang ia merasa bebas untuk menyampaikannya secara terbuka. Jadi sewaktu kandidat mendaftar ke studio, sang Produser mengecek akun LinkedIn guna memeriksa tipe postingan apa saja yang disukai. Apabila ia tidak sependapat dengan kesukaan politik atau sosial pelamar, dia akan merekomendasikan agar mereka tidak direkrut semata-mata berpijak pada tombol like itu.

Avellone turut memaparkan pandangan pribadinya tentang bagaimana setiap individu sejatinya wajar mempunyai cara pandang berlainan mengenai urusan politik dan sosial. Di lingkup pertemanan maupun mitra kerja terdekatnya sendiri, selalu ada keberagaman cara berpikir serta pandangan yang berbeda satu sama lain.

Kendati diwarnai banyak perbedaan pandangan, dirinya pribadi tetap mampu menjalin kerja sama profesional, menaruh kepercayaan penuh pada kecakapan mereka, dan fokus bersama-sama menggarap sebuah video game.

Akan tetapi, saat preferensi politik maupun sudut pandang sosial dijadikan tolok ukur penerimaan karyawan baru ketimbang menimbang kapabilitas dan pengalaman teknis, ia mengaku sama sekali tak menyangka sistem seperti itu benar-benar dipraktikkan dalam industri game.

Chris Avellone menegaskan tak ingin ambil pusing soal preferensi sosial atau sikap politik seseorang dalam ranah produksi video game, lantaran yang ia cari hanyalah kemahiran yang tepat demi mewujudkan karya yang direncanakan.

Demikianlah bocoran kabar dari sosok Game Designer Fallout 2 mengenai kebiasaan BioWare dalam menerima karyawan anyar berbasiskan pandangan politik serta isu sosial. Bagaimana tanggapan kalian terhadap fakta terbaru ini?

Simak terus liputan menarik Gamebrott berikutnya seputar BioWare atau baca karya lainnya dari Muhammad Faisal. Hubungi kami melalui [email protected] untuk keperluan informasi lebih jauh maupun pertanyaan lainnya.

Panduan Build Phoenix Zenless Zone Zero Terbaik Versi Terbaru

Panduan Build Phoenix ZZZ – Pembaruan versi 3.3 Zenless Zone Zero secara resmi memperkenalkan sosok Phoenix sebagai karakter anyar. Tokoh anyar ini membawa tingkatan S-Rank lewat atribut Fire dan berspesialisasi dalam Anomaly.

Karakter Phoenix memberi peluang terjadinya CRIT hit pada DMG Anomaly miliknya. Sistem Combustion Attack kepunyaannya menjadikan rotasi permainan jauh lebih mulus, sementara fitur revive miliknya begitu berguna bagi pertahanan tim. Tak cuma itu, ia pun sangat fleksibel untuk beragam susunan squad Anomaly.

Oleh sebab itu, ulasan ini merangkum petunjuk build Phoenix ZZZ terlengkap, meliputi rekomendasi W-Engine ideal, susunan drive disc pilihan, beserta racikan komposisi squad yang paling pas baginya.

Build Karakter Phoenix Zenless Zone Zero

Berikut petunjuk build Phoenix Zenless Zone Zero yang patut diterapkan guna mengoptimalkan segenap potensi hebatnya:

W-Engine Phoenix

Drive Disc Phoenix

Atribut utama yang mesti diprioritaskan bagi Phoenix mencakup:

Komposisi Tim Terbaik Phoenix

Demikianlah ulasan build Phoenix Zenless Zone Zero yang layak diaplikasikan. Racikan build tersebut menitikberatkan optimasi Anomaly Mastery serta Anomaly Proficiency Phoenix guna mendongkrak total keluaran damage keseluruhan squad.

Kiranya panduan praktis ini bisa membantu kamu menggali seluruh kekuatan tersembunyi milik Phoenix kesayanganmu!

Simak terus aneka kabar memikat Gamebrott lainnya seputar ZZZ maupun karya tulisan lain dari Sofie Diana. Untuk detail serta keperluan lainnya, silakan hubungi kami via [email protected].

EA Resmi Tutup Studio BioWare dan Batalkan Proyek Mass Effect

BioWare – EA saat ini bernaung di bawah kepemilikan konsorsium Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Transisi kepemilikan anyar ini secara otomatis memicu serangkaian restrukturisasi besar di tubuh organisasi perusahaan.

Gelombang perombakan tersebut rupanya mulai bergulir nyata. EA dilaporkan telah menutup BioWare, pengembang kenamaan yang melahirkan seri legendaris seperti Mass Effect serta Dragon Age. Apa latar belakang langkah drastis ini?

BioWare Benar-benar Dibubarkan EA?

Mengutip laporan jurnalis Jason Schreier via Bloomberg, EA dilaporkan memutuskan untuk memberhentikan seluruh staf sekaligus menyudahi operasional BioWare. Ini menandai manuver masif perdana semenjak EA dikendalikan oleh konsorsium PIF.

Langkah penutupan ini berimbas langsung pada pemutusan hubungan kerja terhadap sedikitnya 400 pekerja, termasuk kisaran 50 staf di kantor pusat BioWare yang berlokasi di Edmonton, Kanada. Kebijakan ini diklaim lahir setelah melalui berbagai pertimbangan matang.

Mengacu pada dokumen memo internal yang diedarkan pihak EA, tindakan pemutusan ini ditetapkan usai manajemen meninjau secara mendalam performa bisnis BioWare selama beberapa bulan ke belakang.

“Di seluruh portofolio kami, kami membuat pilihan yang bertujuan untuk menyelaraskan talenta dan investasi di bidang-bidang yang kami lihat memiliki peluang terbesar bagi para pemain dan pertumbuhan jangka panjang.”

Pihak korporasi turut menegaskan komitmen mereka untuk tetap menyuntikkan dana ke ranah game olahraga, seperti pengungkapan seri Fight Night teranyar belum lama ini. Mereka pun memusatkan perhatian pada judul-judul utama semisal Battlefield, Apex Legends, Star Wars Jedi, serta waralaba besar lainnya.

Kabar burung terdahulu turut menyebutkan DICE tengah berdiskusi meracik game Star Wars anyar yang diduga kuat adalah Star Wars Battlefront 3. Sementara itu, Respawn juga digadang-gadang sedang menggarap kelanjutan seri Star Wars Jedi.

Seiring gulung tikarnya BioWare, EA dipastikan membatalkan pengembangan sekuel Mass Effect berikutnya secara permanen tanpa mengalihkan proyek tersebut ke anak studio lain.

Simak terus ulasan terkini Gamebrott seputar Berita game dan publikasi menarik garapan Javier Ferdano. Untuk pertanyaan maupun keperluan kerja sama, Anda dapat menghubungi tim kami melalui [email protected].

Heboh di Komunitas, Akun Reddit Milik Cracker voices38 Dikabarkan Lenyap

Nama figur “voices38” belakangan ini mendadak ramai dibahas di kalangan pencinta game, terutama kelompok ‘Gamer Bajak Laut’. Sosok pembobol proteksi game ini tengah disorot tajam oleh sejumlah korporasi industri game serta pihak Denuvo langsung, lantaran bermacam judul game berproteksi DRM buatan mereka berhasil ditembus tanpa ampun.

Kabar mengejutkan teranyar mengabarkan jika profil Reddit dari “voices38” terpantau telah raib dari platform tersebut. Benarkah demikian?

Profil Milik “voices38” Hilang dari Forum Reddit

Kabar tersebut sontak menuai kehebohan di lingkar komunitas pembajak game pada forum Reddit. Adalah pemilik akun Reddit u/TyTu5567 yang mula-mula menyadari keberadaan profil “voices38” telah lenyap dari peredaran forum Reddit itu.

Sesudah dilakukan pengecekan kembali, temuan u/TyTu5567 itu memang terbukti nyata. Penelusuran langsung pada tautan halaman Profil miliknya menunjukkan bahwa akunnya sudah tidak aktif lagi. Tertera pesan pemberitahuan bertuliskan “This user has deleted their account”, yang mengindikasikan sang peretas kemungkinan besar menutup akun pribadinya sendiri.

Kalian dipersilakan mengamati secara langsung buktinya berikut ini.

Hingga naskah ini dipublikasikan pada (22/10), belum terdapat penjelasan gamblang terkait motif di balik lenyapnya akun Reddit “voices38”. Para anggota perkumpulan peretas di forum Reddit pun mengaku belum memperoleh kejelasan maupun pernyataan terbaru sesaat sebelum sosok pembobol ternama ini menghilang tiba-tiba.

Meski begitu, satu hal yang tak terbantahkan adalah eksistensi cracker ini dinilai sebagai ancaman nyata bagi stabilitas bisnis video game. Pihak Denuvo bahkan mengambil langkah hukum memburu identitas pelaku sesungguhnya, di mana mereka berhasil mengantongi persetujuan Hakim untuk melangsungkan penyelidikan mendalam atas aksi peretas tersebut.

Kabar mutakhir menyatakan Denuvo memperoleh mandat guna melacak identitas pelaku lewat platform Discord, akun Reddit, tujuh profil Steam yang dicurigai berhubungan, sampai alamat IP beserta data kontak yang terikat dengannya.

Demikianlah rangkuman kabar soal lenyapnya akun “voices38” di Reddit. Lantas bagaimana tanggapan kalian mengenai situasi terbaru tersebut?

Simak terus ulasan memikat Gamebrott berikutnya seputar Denuvo atau artikel lainnya racikan Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih lanjut serta kerja sama, silakan hubungi kami via [email protected].

Sistem Capcom ID Dibobol Pihak Ketiga, Belasan Juta Data Pengguna Bocor

Pihak Capcom secara resmi menyatakan pada 22 Oktober bahwa sistem keanggotaan daring mereka, Capcom ID, berhasil disusupi oleh pihak luar. Akibat insiden peretasan ini, tercatat lebih dari 11 juta akun terdaftar ikut terimbas.

Perusahaan pengembang gim tersebut menerangkan bahwasanya aktivitas penyusupan mulai terdeteksi semenjak 19 Oktober. Pada tanggal tersebut, langkah penanggulangan darurat segera diambil berbarengan dengan proses penyelidikan guna memetakan luasnya dampak serangan siber itu.

Hasil pemeriksaan internal pada 20 Oktober memastikan adanya bermacam rincian data pribadi milik para pemilik akun Capcom ID yang turut terkena imbas peretasan tersebut.

Tindakan pemulihan berupa penyetelan ulang kata sandi sudah diterapkan pada akun-akun yang terindikasi berubah. Selain itu, ditegaskan pula bahwa tidak terdapat data kartu kredit yang ikut bocor dalam peristiwa ini.

Peristiwa peretasan ini sudah diteruskan ke Kepolisian Prefektur Osaka dan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang pada 21 Oktober. Pihak studio menyatakan bakal terus memantau keadaan sekaligus menuntaskan investigasi insiden keamanan tersebut.

Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Pihak Capcom

Seluruh sarana yang memanfaatkan Capcom ID dipastikan masih beroperasi secara normal. Kendati demikian, developer mengimbau pengguna agar waspada terhadap pesan surel atau kontak mencurigakan yang mengatasnamakan Capcom pascaperistiwa pembobolan ini.

Pihak manajemen turut menyampaikan permohonan maaf dan berencana mendirikan divisi layanan pelanggan tersendiri yang berfokus menanggapi kendala seputar kebocoran data pengguna ini.

Bagaimana pandanganmu perihal insiden kebocoran data ini, brott? Bagikan tanggapanmu lewat kolom komentar.

Simak pula beragam kabar menarik serta tulisan seru lainnya dari Andy Julianto. Hubungi [email protected] untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut.

ASUS Rilis ROG XBOX Ally X20 di Indonesia: Usung Layar OLED 7,4 Inci dan Performa Ekstrem

JAKARTA – Lini perangkat komputasi genggam untuk gaming terbaru, ROG XBOX Ally X20, secara resmi diluncurkan oleh ASUS Republic of Gamers (ROG) untuk pasar Indonesia. Hadir sebagai edisi keluaran tahun 2026, mesin game portabel ini membawa bentang layar tampilan yang jauh lebih luas dengan rancangan bodi ergonomis serta kompak saat digenggam.

Sektor dapur pacu ROG XBOX Ally X20 ditenagai oleh prosesor mutakhir AMD Ryzen™ AI Z2 Extreme yang mengusung konfigurasi 8 core serta 16 thread, dipadukan pengolah grafis tangguh AMD Radeon™ 890M Graphics. Kinerjanya semakin optimal berkat sokongan memori RAM 24GB LPDDR5X serta media penyimpanan internal berkecepatan tinggi berupa SSD berkapasitas 1TB PCIe 4.0 demi menunjang aktivitas bermain aneka judul game PC berukuran masif.

Sensasi visual yang mendalam dihadirkan melalui panel ROG Nebula HDR Display berteknologi OLED seluas 7,4 inci. Layar mutakhir ini mengusung ketajaman resolusi FHD (1920 x 1080 piksel) serta kecepatan refresh rate mencapai 120Hz guna menyajikan gerakan animasi yang sangat mulus tanpa jeda.

Pemanfaatan teknologi panel OLED tersebut mampu menghasilkan tingkat kepekatan warna hitam murni dengan rasio kontras sangat tinggi, sehingga area bernuansa gelap dalam permainan dapat terlihat secara terperinci. Visual kian memukau berkat kehadiran sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1400, teknologi Dolby Vision®, dan cakupan spektrum warna luas DCI-P3 sebesar 100%.

Kenyamanan pandangan pemain pada berbagai kondisi pencahayaan luar ruangan tetap terjaga berkat pelapis khusus anti-refleksi Corning® DXC. Keberadaan lapisan kaca ini efektif meminimalkan pantulan sinar mengganggu, sehingga tampilan konten visual pada layar tetap terpantau jelas kendati pengguna tengah memainkan game di area yang terang benderang.

Perpaduan istimewa antara keunggulan panel OLED, tingkat penyegaran layar yang cepat, serta serangkaian fitur visual pelengkap ini mampu menghadirkan kenyamanan penuh yang sangat didambakan oleh para gamer masa kini.

Sistem Kendali Presisi dan Responsif untuk Seluruh Ragam Game

Mekanisme kendali memegang peranan krusial saat bermain, terutama dalam permainan aksi yang menuntut kecepatan reaksi serta ketepatan input tingkat tinggi. ROG XBOX Ally X20 mengandalkan TMR Joysticks berbasis induksi magnetik tanpa sentuhan mekanis langsung, sebuah teknologi yang diformulasikan khusus guna mengeliminasi kendala stick drift akibat gesekan komponen pada tuas analog konvensional.

Konsol genggam ini turut dilengkapi Transforming D-pad inovatif yang fleksibel diatur dari mode standar empat arah ke delapan arah cukup dengan ditarik ke atas lalu diputar. Fitur penyesuaian arah ini mempermudah kontrol beragam jenis permainan, mulai dari petualangan platformer sampai aksi game pertarungan yang membutuhkan eksekusi input serong diagonal.

Struktur navigasi perangkat ini kian komprehensif berkat deretan tombol aksi ABXY, tombol bumper, tuas pemicu Hall Effect analog triggers bersama impulse triggers, serta teknologi getaran imersif HD Haptics.

Kemudahan Mengakses Ekosistem Game Komputer

Beroperasi dengan sistem dasar Windows 11 Home, ROG XBOX Ally X20 memberikan kebebasan akses penuh ke beragam judul game PC lintas platform. Kehadiran antarmuka kustom XBOX secara cerdas menyatukan perpustakaan game dari layanan XBOX, PC Game Pass, Steam, Battle.net, GOG, hingga Epic Games Store menjadi satu wadah terintegrasi yang jauh lebih praktis dioperasikan pengguna.

Pada aspek ketahanan pemakaian, konsol portabel ini mengemas baterai berdaya tampung besar 80Wh yang disokong mekanisme pendinginan ROG Intelligent Cooling berkonfigurasi kipas ganda. Modul pembuang panas tersebut bekerja optimal menjaga stabilitas performa sistem sekaligus mempertahankan temperatur bodi tetap sejuk selama sesi maraton bermain game yang panjang.

Varian Eksklusif Peringatan Dua Dekade ROG

ROG XBOX Ally X20 turut ditawarkan dalam kemasan paket bundling istimewa dengan jumlah yang amat terbatas. Konsep estetika unik ini diciptakan khusus guna merayakan hari jadi ke-20 ROG. Bodi perangkat memakai material translucent hitam tembus pandang beraksen emas elegan yang memperlihatkan komponen internal, disertai sematan emblem resmi ROG 20th Anniversary.

Dalam paket penjualan ROG XBOX Ally X20 Bundle ini, ASUS ROG menyertakan kacamata pintar ROG XREAL R1 Edition 20 Gaming AR Glasses berkemampuan memproyeksikan visual layar bioskop virtual 171 inci pada jarak pandang empat meter. Konsumen juga memperoleh koper penyimpanan Pelican Protector Case premium serta pernak-pernik dbrand berupa Killswitch case berpapan penyangga, skin bermotif jalur sirkuit, travel cover pelindung, hingga pelapis stick grips.

Seluruh paket komplit ini menjadi opsi menarik untuk para gamer yang menginginkan pengalaman visual portabel tak tertandingi sekaligus kolektor yang mengapresiasi karya edisi terbatas bernilai tinggi.

(Rahman Asmardika)

Electronic Arts Resmi Bubarkan BioWare dan Pangkas 400 Karyawan

JAKARTA – Pengembang sekaligus penerbit gim raksasa Electronic Arts (EA) secara resmi menutup BioWare, studio tersohor pencipta waralaba populer semacam Mass Effect, Baldur’s Gate, dan Dragon Age. Keputusan penghentian operasional ini diumumkan tak lama berselang setelah konsorsium investor menuntaskan proses pembelian perusahaan dan mengalihkannya statusnya menjadi entitas privat.

Pihak EA menerangkan bahwa perombakan struktural tersebut ditempuh demi menyelaraskan kembali arah bisnis, memacu “pertumbuhan berkelanjutan”, serta menetapkan fokus baru terhadap deretan proyek dalam katalog gim masa depan mereka. Lewat skema efisiensi operasional ini, EA dilaporkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 400 posisi di berbagai lini korporasi.

Kabar mengenai gelombang pemangkasan tenaga kerja ini pertama kali diungkap oleh laporan Bloomberg pada Rabu (21/10/2026), yang berujung pada penutupan total BioWare. Studio legendaris tersebut sebelumnya telah melahirkan sederet karya monumental yang merevolusi industri gim dunia, termasuk Baldur’s Gate serta Star Wars: Knights of the Old Republic, sebelum mencetak kesuksesan komersial masif lewat seri Dragon Age dan Mass Effect.

Seiring pembubaran studio tersebut, EA turut memastikan pembatalan pengerjaan instalasi terbaru Mass Effect yang saat itu baru menginjak tahap produksi awal di bawah pengawasan sebuah tim kecil BioWare. Mengutip narasumber dari lingkungan internal perusahaan, Bloomberg menyebutkan bahwa sekitar 50 pengembang yang tergabung dalam divisi tersebut akan diberhentikan secara menyeluruh.

“BioWare adalah studio legendaris yang turut mendefinisikan genre permainan peran (RPG), dan kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah,” tutur representatif EA dalam rilis pers resminya yang dikutip oleh Gadgets 360.

“Selama lebih dari 30 tahun, BioWare bukan sekadar studio. Tempat ini telah menjadi rumah bagi para pencerita, pengembang, dan para pemain yang menghidupkan dunia-dunia ciptaan kami,” demikian pernyataan perpisahan pihak BioWare yang disebarkan melalui berbagai jejaring media sosial resmi mereka.

“Kini, setelah lebih dari tiga dekade berbagi petualangan, BioWare resmi ditutup dan pengembangan awal untuk proyek Mass Effect berikutnya pun dihentikan. Tidaklah mudah untuk menuliskan kata-kata ini. Fokus kami saat ini tertuju pada tim kami yang sangat berbakat—mereka yang telah mencurahkan segenap hati ke dalam gim-gim ini—serta saling memberikan dukungan satu sama lain selama masa transisi ini.”

Fokus Baru Portofolio Produk Gim EA

EA memaparkan rencananya untuk mengalihkan konsentrasi modal ke merek-merek unggulan di sektor olahraga, aksi-petualangan, dan tembak-menembak. Daftar proyek prioritas tersebut meliputi Battlefield, Apex Legends, seri lanjutan Star Wars Jedi, serta sepasang judul anyar dari lini EA Sports—yakni permainan American Football berskala dunia terbuka yang memprioritaskan fitur komunitas (berkode “Project Gridiron”) dan entri terkini dalam seri simulasi tinju Fight Night.

Dua studio internal kepunyaan EA, yaitu Respawn dan DICE, akan bersinergi dalam penggarapan sebuah judul baru demi memperkuat ceruk gim tembak-menembak, di samping tetap melanjutkan agenda produksi seri Battlefield berikutnya. Khusus untuk genre petualangan aksi, EA berencana membatasi jumlah proyek berskala raksasa agar masing-masing karya benar-benar “dipersiapkan untuk meraih kesuksesan”.

Di samping kebijakan tersebut, EA membatalkan produksi Project Lotus—gim The Sims versi multipemain yang dirancang bagi perangkat telepon pintar—agar sumber daya dapat difokuskan ke Project Evergreen yang diproyeksikan menjadi suksesor utama The Sims 4.

Restrukturisasi besar ini dieksekusi hanya dua bulan usai EA merampungkan penjualan kepemilikan kepada konsorsium pemodal yang dihuni Public Investment Fund Arab Saudi, entitas ekuitas swasta Silver Lake, serta lembaga penanaman modal asal AS Affinity Partners, yang meresmikan peralihan EA menjadi perusahaan privat. Transaksi leveraged buyout pemecah rekor ini menelan biaya senilai USD55 miliar.

Di sisi lain, EA terbebani tanggungan utang baru sejumlah USD20 miliar hasil fasilitas pembiayaan yang disalurkan oleh JPMorgan. Menjelang kesepakatan itu tuntas, beban surat utang non-konvertibel EA dengan batas jatuh tempo pada 2026 telah berada di angka USD1,485 miliar.

Sebelumnya pada Mei 2025, EA sempat membatalkan judul gim Black Panther sekaligus menutup pengembang Cliffhanger Games di tengah gelombang perampingan berskala masif. Berselang beberapa pekan lebih awal, perusahaan juga memecat ratusan pegawai di Respawn serta menghentikan pengembangan sekuel Titanfall. Selain pemangkasan di tingkat korporat, perampingan sebelumnya di BioWare hanya menyisakan di bawah 100 staf pasca penerimaan pasar terhadap peluncuran Dragon Age: The Veilguard pada 2024 dinilai mengecewakan.

(Rahman Asmardika)

BioWare Resmi Ditutup EA: Komunitas Gamer Luapkan Kekecewaan dan Kesedihan Mendalam

Kabar yang sangat mengejutkan baru saja melanda industri game global, terutama bagi para penggemar setia BioWare. Studio pengembang di balik mahakarya legendaris Dragon Age serta Mass Effect ini telah diputuskan ditutup secara resmi oleh pihak Electronic Arts (EA). Berita mendadak ini langsung memicu gelombang respon emosional yang amat masif dari khalayak ramai. Lantas, bagaimana luapan perasaan para pemain?

Respon Para Penggemar BioWare atas Berita Penutupan Pengembang Favorit Mereka

Hingga informasi ini dipublikasikan pada Rabu (22/10), linimasa dipenuhi beraneka ragam tanggapan sedih dari para fans BioWare menyusul konfirmasi penutupan operasional developer tersebut. Berbagai kalangan meluapkan rasa terpukul, patah hati, hingga kekesalan luar biasa terhadap langkah manajemen EA yang membubarkan entitas pencipta dua waralaba RPG raksasa paling dicintai di dunia.

Sebagian besar penggemar bahkan merasa asa mereka sudah hancur total terkait kelanjutan seri terbaru Mass Effect. Padahal, sepanjang kalender 2025, perwakilan resmi BioWare beberapa kali sempat membagikan kabar gembira bahwa proses produksi proyek sekuel baru itu memang tengah digarap aktif oleh tim internal mereka.

Melihat kondisi kelam ini, komunitas pecinta Mass Effect dan Dragon Age sekarang hanya dapat menaruh harapan terakhir agar hak kekayaan intelektual (IP) tersebut segera dijual kepada korporasi atau pengembang lain. Hal itu dinilai penting supaya masa depan semesta cerita ikonik tersebut tetap terselamatkan dan tidak lenyap begitu saja.

Di bawah ini merupakan rangkuman cuitan emosional para gamer tatkala mengetahui studio idola mereka ditutup EA secara permanen.

I was so excited for N7 day, I was so exited for the next Mass Effect game, the mass effect trilogy is one of my favorite games of all time, and now it’s dead forever, I don’t even know what to think or say, everything feels unreal pic.twitter.com/3vbvLF27p7

Please god, PLEASE sell your IPs to another company.Don't let the legacy of Mass Effect and Dragon Age die with these last gory gasps.Sell them to other companies that can continue telling the stories they can… Don't let EA hold these settings hostage.

Demikian ulasan mengenai dinamika reaksi para pencinta BioWare usai kabar penutupan studio kesayangan oleh EA tersiar luas. Bagaimana pandangan kalian menanggapi kabar duka dunia game ini?

Simak terus kabar seru Gamebrott berikutnya seputar BioWare serta ulasan menarik dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

CDPR Beberkan Garis Waktu Cyberpunk: Edgerunners 2, Komunitas Penggemar Dibuat Heboh

Serial animasi teranyar Cyberpunk: Edgerunners 2 saat ini sudah resmi mengudara lewat saluran streaming Netflix. Tayangan anyar yang mengacu pada semesta Cyberpunk 2077 ini menyuguhkan narasi baru beserta deretan tokoh anyar yang pesonanya tidak kalah memikat ketimbang musim perdananya.

Belakangan waktu ini, Lore Designer dari CD Projekt Red berusaha memaparkan kepastian latar waktu dalam serial animasi Cyberpunk: Edgerunners 2, menyusul banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kalangan penggemar terkait persoalan tersebut. Lantas, bagaimana rincian penjelasan resminya? [Catatan Peringatan Penulis: Mengandung Unsur Spoiler!]

Kepastian Garis Waktu Cyberpunk: Edgerunners 2 dari Lore Designer CDPR

Lewat unggahan pada platform jejaring sosial Bluesky miliknya, Patrick Mills selaku pejabat Lore Designer CD Projekt Red mengonfirmasi bahwa alur cerita serial animasi Cyberpunk: Edgerunners 2 secara resmi diposisikan pada tahun 2078.

Penjelasan tersebut mengindikasikan babak cerita baru ini berjalan genap 2 tahun sesudah seluruh petualangan tragis David Martinez bersama gengnya usai, sekaligus tepat 1 tahun sehabis aksi penyerbuan monumental sang protagonis V menembus jantung menara korporasi Arasaka di dalam permainan Cyberpunk 2077.

Patrick Mills menuturkan detail fakta tersebut sengaja dia bagikan lantaran sebagian besar publik beserta fans kerap membuat anggapan yang keliru dengan menduga Season 2 dari serial animasi Cyberpunk: Edgerunners bertempat pada masa lampau sebelum bergulirnya era tahun 2077. Dirinya pun menegaskan bahwa poros waktu pada jagat fiksi Cyberpunk tidak pernah berhenti berputar dan bakal senantiasa melaju menyongsong masa depan.

Secara pribadi Patrick Mills sejatinya berkeinginan menuturkan lebih banyak bocoran rahasia kepada khalayak, akan tetapi tersisa bermacam batasan rahasia yang tidak dapat dibuka begitu saja oleh dirinya maupun kelompok pengembang CD Projekt Red pada saat sekarang.

Banyak pihak berasumsi situasi ini sangat terikat erat terhadap agenda strategis tertutup yang sedang dirancang pihak CDPR demi perluasan waralaba Cyberpunk mereka ke depannya. Terlebih lagi, studio pengembang asal Polandia itu kini tengah sibuk menggarap sekuel penerus permainan Cyberpunk 2077.

Ok so the thing is that I am seeing a lot of people assuming s2 takes place before 2077 but it doesn't, it takes place in 2078. Moving things forward, time doesn't stop in Cyberpunk.

Antusiasme Komunitas Fans Kian Memuncak

Pernyataan terang-terangan yang dipublikasikan oleh Patrick Mills justru memantik rasa penasaran yang jauh lebih dahsyat di kalangan penikmat setianya sekarang. Terlebih kondisi ini bersinggungan langsung dengan keputusan alur cerita animasi Cyberpunk: Edgerunners baru yang bergulir 1 tahun persis sesudah sekuens babak akhir dari game Cyberpunk 2077 rampung.

Sewaktu artikel pembahasan ini dirilis (22/10), para penikmat game Cyberpunk 2077 tengah ramai memperdebatkan kepastian variasi konklusi akhir Cyberpunk 2077 mana yang sebetulnya dijadikan patokan resmi kanon oleh CDPR sebagai landasan cerita animasi Cyberpunk: Edgerunners Season 2.

Apabila kalian telah tuntas menyaksikan keseluruhan serangkaian episode barunya, terselip beraneka petunjuk menarik yang perlahan dibuka secara gamblang dalam alur animasinya. Satu ilustrasi nyata tampak pada penggambaran kondisi perusahaan raksasa Arasaka yang kini tidak dipandang perkasa lagi lantaran sebelumnya telah dihantam oleh serangan figur perorangan maupun kelompok tertentu.

Dalam dialognya, sempat terucap nama besar David Martinez yang masa kini sudah dielu-elukan bagaikan sosok pahlawan legendaris di sekeliling Night City. Selain itu, figur monster pembunuh Adam Smasher sepertinya telah sirna sepenuhnya mengingat sang karakter utama V memang telah menghabisinya saat melancarkan invasi ke markas Arasaka.

Gambaran situasi itu terdengar nyata lewat potongan dialog karakter yang menilai Arasaka kini demikian rapuh dihantam siapa saja bersenjatakan senapan sederhana, lantaran para penyerang tidak perlu mencemaskan kehadiran Adam Smasher yang memang terbukti telah lenyap selamanya dari dunia.

Namun sayangnya, sama sekali tidak terdapat penyebutan nama V di dalam dialog. Satu-satunya topik yang barangkali menyerempet eksistensi sang protagonis V hanyalah bahasan seputar Soulkiller. Kendati demikian, tidak seorang pun karakter mengangkat identitas V secara lugas, seolah-olah ia layaknya arwah tak kasat mata yang sanggup melancarkan hantaman telak meruntuhkan wibawa Arasaka.

Mengacu pada sederet petunjuk tersebut, kelompok penggemar terbelah opini; sebagian meyakini satu alternatif akhir permainan Cyberpunk 2077 berstatus mutlak Canon, sementara kelompok fans lainnya menampik kepastian teori tersebut.

Kenyataan inilah yang mengakibatkan para penikmat Cyberpunk 2077 kian dihantui rasa penasaran sesudah Lore Designer CD Projekt Red membongkar kejelasan setting kronologi Cyberpunk: Edgerunners Season 2. Lantas, seperti apa sudut pandang kalian menyikapi pernyataan mengejutkan ini?

Simak pula kompilasi berita atraktif Gamebrott lainnya seputar semesta Cyberpunk: Edgerunners serta tulisan menarik lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Page 1 of 47

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén