Bocoran Durasi Film Adaptasi Elden Ring, Diperkirakan Berlangsung Hingga 3 Jam!

Proses penggarapan film adaptasi Elden Ring kini tengah berlangsung di bawah naungan studio A24. Proyek layar lebar ini diproyeksikan sebagai karya yang sangat ambisius bagi pihak A24 karena FromSoftware langsung digandeng untuk menyusun narasi utamanya.

Kabar paling gres menyebutkan estimasi tayang dari film Elden Ring bakal amat panjang hingga menyentuh angka 3 jam penuh. Sungguh mengejutkan, bukan?

Perkiraan Durasi Layar Lebar Elden Ring Menyentuh 3 Jam

Menurut kabar yang dirilis Deadline, Alex Garland yang memegang posisi Sutradara sekaligus Penulis Skenario mengabarkan sederet data anyar yang memikat. Informasi krusial yang dibagikan mencakup perkiraan panjang waktu pemutaran sinema tersebut di bioskop nanti.

Alex Garland menerangkan draf naskah adaptasi Elden Ring setidaknya merangkum 180 halaman beserta konsep visual. Komposisi skrip setebal itu secara langsung mengisyaratkan bahwa durasi tayangnya bisa menembus waktu sekitar 3 jam.

Kendati gambaran alur utamanya masih dirahasiakan, Alex Garland bersedia mengupas signifikansi peran dari Aktor Kit Sebastian Connor yang terpilih menjadi Protagonist sentral. Sutradara mengonfirmasi bahwa penonton akan diajak menyimak perjalanan kisahnya kala menerjang serangkaian duel sengit melawan monster raksasa dan naga buas.

Selain itu, Alex Garland turut menegaskan proyek sinema ini dipastikan bersifat sangat “faithful”, yakni setia berpegang teguh pada materi sumber orisinal game racikan FromSoftware.

Memperhatikan kapasitas Alex Garland selaku sosok Sutradara serta Penulis Cerita, durasi sepanjang itu tentu sangat beralasan. Ditambah lagi rumor terdahulu membocorkan modal pembuatan proyek ini yang diperkirakan tembus $200 juta. Mengingat keterlibatan langsung studio FromSoftware, sajian visual ini diharapkan sukses menyenangkan hati penggemar garis kerasnya.

Demikian laporan seputar estimasi durasi film Elden Ring yang berpotensi memakan waktu 3 jam. Apakah Anda termasuk penonton yang menanti-nantikan kehadiran film dari game fenomenal garapan FromSoftware ini?

Simak terus ulasan seru Gamebrott berikutnya mengenai Elden Ring atau tulisan lain garapan Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih mendalam maupun pertanyaan bisnis, silakan kirim surel ke [email protected].

Penyebab Baterai Ponsel Pintar Cepat Habis dan Cara Memahaminya

Para pengguna ponsel pintar berumur 3 sampai 4 tahun barangkali pernah menyaksikan penurunan drastis persentase daya gawai mereka secara mendadak. Rasanya perangkat baru saja diisi penuh sampai 100% pada pagi hari, tetapi sebelum tiba jam makan siang, indikator di sudut atas layar telah berwarna merah menyala seraya menyajikan pemberitahuan darurat yang memusingkan kepala. Kondisi tak menyenangkan semacam ini tentu sangat menyebalkan, terlebih sewaktu Anda sedang berada jauh dari sumber listrik serta tidak membawa perangkat penyimpan daya cadangan.

Situasi menyangkut daya baterai yang lekas anjlok atau habis secara perlahan sejatinya bukan hal gaib layaknya ada daya gaib yang menguras kapasitas perangkat Anda. Di balik perkara yang merepotkan tersebut, terdapat perpaduan nyata antara penyusutan kualitas komponen mekanis serta aneka kebiasaan pemakaian harian yang tanpa disadari justru memangkas rentang usia gawai itu sendiri.

Perangkat ponsel cerdas masa kini yang mengandalkan basis Lithium-ion memang memiliki batas masa pemakaian tersendiri, namun bukan bermakna kita mesti berdiam diri tatkala kapasitas kinerjanya menyusut drastis jauh lebih cepat daripada perkiraan semula.

Faktor Utama Pemicu Daya Baterai Smartphone Lekas Terkuras

Peningkatan temperatur panas berlebihan alias fenomena panas ekstrem merupakan lawan terberat bagi seluruh modul sel Lithium di berbagai penjuru bumi. Tatkala Anda membiarkan perangkat mengalami peningkatan temperatur tinggi, entah lantaran kebiasaan buruk mengoperasikannya saat tersambung arus listrik, menaruhnya di bawah pancaran terik matahari langsung, ataupun mengenakan pelindung ponsel terlampau tebal yang memerangkap suhu hangat di dalam, susunan senyawa kimia di penampung daya bakal terdegradasi lebih kencang.

Aktivitas mengisi daya semalaman penuh ketika beristirahat tidur memang terasa sangat praktis, namun membiarkan ponsel terhubung terus pada tegangan listrik berdurasi panjang sampai menciptakan suhu panas tanpa sirkulasi udara optimal bakal memangkas ruang kapasitas maksimal penampungan daya sel secara perlahan tapi pasti.

Selain perkara tingginya temperatur panas, deretan aplikasi yang secara diam-diam terus beroperasi aktif di latar belakang gawai ikut menyumbang peran signifikan dalam menghabiskan daya tanpa Anda sadari. Rata-rata aplikasi modern secara berkala kerap meminta data navigasi GPS, menyegarkan muatan data latar belakang, serta terus menyalurkan notifikasi tiada henti biarpun layar perangkat Anda sedang berada dalam keadaan gelap.

Kondisi itu semakin diperparah jika tingkat kecerahan visual layar dipatok pada setelan paling tinggi serta penggunaan laju penyegaran layar cepat dibiarkan aktif konsisten pada angka 120Hz, sehingga komponen prosesor dipaksa bekerja ekstra keras tiada henti yang berujung pada penyedotan daya baterai secara sangat agresif dari waktu ke waktu.

Pengaruh Kualitas Sinyal dan Perangkat Pengisi Daya

Kondisi pancaran sinyal jaringan seluler yang melemah maupun tidak stabil di sekitar tempat tinggal Anda pun kerap menjadi penyebab tersembunyi yang mengakibatkan baterai ponsel lekas kehilangan pasokan tenaga. Ketika Anda singgah di lokasi minim jangkauan sinyal operator, komponen pemancar gelombang pada gawai akan dipacu bekerja menggunakan kapasitas daya paling tinggi demi menelusuri serta menjaga kestabilan relasi dengan menara pemancar terdekat.

Tindakan penelusuran sinyal yang terjadi terus-menerus ini memakan konsumsi energi luar biasa masif, bahkan terbukti jauh lebih boros ketimbang kegiatan memutar alunan musik santai ataupun menyimak artikel tulisan saat perangkat Anda berada dalam mode luar jaringan.

Pemakaian aksesori kepala pengisi daya maupun kabel sambungan tiruan tanpa sertifikasi resmi berkualitas rendah juga semakin memperburuk status kesehatan baterai gawai kesayangan Anda. Aksesori yang menyalahi standar keamanan teknis umumnya tidak dibekali sirkuit penstabil arus listrik, sehingga suplai tegangan kerap naik turun secara acak saat proses pengisian energi berjalan.

Aliran listrik yang tidak menentu tersebut menuntut modul regulator daya di dalam perangkat beroperasi terlalu keras dan menghasilkan temperatur panas berlebih, yang pada gilirannya sanggup menimbulkan kerusakan fisik permanen pada sel penyimpanan daya dalam jangka panjang.

Sebagai penutup bahasan, siklus alami dari keseluruhan riwayat pengisian daya atau siklus pengisian memang sebuah kenyataan yang mustahil dihindari pengguna ponsel mana pun. Usai melewati proses ratusan hingga ribuan kali daur pengecasan, kesiapan reaksi kimiawi sel baterai guna menampung muatan setrum pastilah menyusut secara alamiah seiring bertambahnya usia perangkat.

Apabila ponsel pintar Anda memang telah digunakan secara intensif mendampingi kesibukan harian selama rentang waktu dua atau tiga tahun dan mulai menunjukkan tanda penurunan daya secara ekstrem dari angka tinggi langsung padam total, hal itu menjadi peringatan tegas bahwa penanganannya bukan lagi sekadar menutup aplikasi latar belakang, melainkan lekas membawanya menuju gerai servis resmi guna mendapatkan penggantian unit baterai baru.

Dapatkan informasi menarik di Gamebrott seputar ranah Tech atau ulasan serupa lainnya yang tidak kalah seru garapan Andi. Untuk kebutuhan informasi lebih detail dan keperluan kerja sama lainnya, Anda dapat mengontak kami via alamat surel [email protected].

Hanya Pakai Celah Logika, Peretas Tembus Microsoft Edge dan Sabet Rp2,7 Miliar di Ajang Pwn2Own

Rangkaian celah logika murni tanpa eksploitasi kerusakan memori terbukti mampu mengubah laman web berbahaya menjadi eksekusi kode bebas pada perangkat Windows di luar sandbox browser Microsoft Edge, demikian diungkapkan oleh seorang peneliti keamanan siber.

Orange Tsai dari lembaga riset keamanan DEVCORE mempublikasikan rincian metodologi serangannya secara utuh pada 28 Oktober. Publikasi ini dilakukan tepat lima bulan setelah eksploitasi berantai tersebut memenangkan hadiah uang tunai senilai 175.000 dolar AS di kompetisi peretasan Pwn2Own Berlin pada Mei lalu. Pihak Microsoft sendiri telah menambal seluruh celah pada peramban Edge sehari pasca kontes digelar, memastikan para pengguna yang menggunakan versi aplikasi terbaru sepenuhnya terlindungi dari ancaman.

Sistem sandbox pada peramban web pada dasarnya berfungsi sebagai benteng pertahanan utama yang mengurung kode pemrograman situs agar tidak merambah sistem operasi komputer induk. Berhasil melarikan diri dari batasan sandbox ini, kemudian menjalankan sebuah program komputer independen, merupakan tahapan kunci yang mengubah gangguan peramban biasa menjadi penguasaan penuh atas mesin korban.

Upaya untuk membobol sandbox peramban web selama ini hampir selalu bergantung penuh pada eksploitasi kerusakan memori. Menariknya, metode yang dikembangkan kali ini sama sekali tidak menyentuh sektor tersebut. Lewat laporan teknis resminya, Tsai memaparkan rantai serangan yang sepenuhnya disusun dari rentetan kesalahan logika saat Edge dan Windows mengelola fitur-fitur standarnya. Hebatnya lagi, ia mengonfirmasi bahwa keseluruhan skrip eksploitasi tersebut tersusun kurang dari 100 baris kode.

Dampak utama dari serangan ini adalah terciptanya sebuah instrumen universal cross-site scripting (UXSS). Celah ini membuka kemampuan mengeksekusi skrip JavaScript di alamat web mana pun, sembari meruntuhkan mekanisme content security policy yang dirancang khusus guna menghalau peretasan semacam itu.

Lantaran proses eksploitasi berakar langsung dari proses internal peramban itu sendiri, serangan ini sanggup menyusup ke domain bereputasi tinggi layaknya google.com yang lazimnya kebal terhadap celah peramban reguler. Tsai mendeskripsikan penemuan ini sebagai sebuah medan serangan baru yang terstruktur, bukan sekadar kutu program biasa yang berdiri sendiri.

Perlu dicatat bahwa rekayasa serangan ini merupakan materi pengujian kompetisi profesional, bukan serangan siber yang beredar bebas menargetkan masyarakat umum. Tsai memperagakannya langsung di panggung Pwn2Own; tidak ditemukan indikasi pemanfaatan teknik ini terhadap pengguna riil, dan dokumentasi resmi CVE mencatat status eksploitasinya nihil. Satu tahapan khusus memang memerlukan muat ulang peramban, yang diakui Tsai sekadar mempermudah demonstrasi kompetisi dan tidak mutlak diperlukan pada skenario serangan nyata.

Rantai pembobolan ini berawal dari pemanfaatan fitur navigasi korporat di Microsoft Edge yang dinamakan conditional access navigation throttle. Tsai menemukan fakta bahwa memicu fitur ini membuat proses peramban memulai navigasi baru yang terlepas dari laman pemintanya, sehingga Edge secara serampangan menempelkannya pada tab yang sedang aktif. Inkonsistensi sistemik inilah celah pertama yang memicu terciptanya kondisi UXSS.

Agar skenario eksploitasi dapat berjalan mulus tanpa membutuhkan interaksi klik dari korban, sang peneliti memerlukan empat kelemahan pendukung tambahan. Sistem Edge seharusnya memverifikasi bahwa permintaan hanya berasal dari domain resmi Microsoft, tetapi Tsai mengecoh filter tersebut dengan meluncurkan prosesnya dari jendela kedua. Mekanisme pemblokir popup milik Edge mestinya menggagalkan jendela tersebut, namun Edge kedapatan menyimpan daftar izin bawaan tertentu, dan salah satu alamat resmi di dalamnya berhasil dimanfaatkan untuk memunculkan popup.

Alur serangan ini juga menuntut calon korban berada dalam status telah masuk log akun, kondisi yang secara otomatis dipenuhi oleh fitur login bawaan Edge begitu pengguna membuka layanan web Microsoft. Terakhir, rangkaian ini mengekstrak data alamat surel pengguna dari situs internal Microsoft, assets.msn.com, yang secara keliru mengekspos informasi tersebut ke domain web luar akibat kesalahan konfigurasi pengaturan cross-origin.

Kemampuan menjalankan JavaScript di berbagai domain ternyata masih belum cukup untuk mengambil alih sistem operasi komputer. Untuk membobol keluar dari isolasi sandbox, Tsai memanfaatkan fitur mode baca milik Edge yang dikenal sebagai Immersive Reader. Fitur ini bekerja di bawah protokol khusus read:// yang alpa dicantumkan oleh Microsoft ke dalam daftar pembatasan eksekusi skrip.

Dari posisi tersebut, rantai serangan memanggil modul internal Edge yang aslinya berfungsi mengompresi berkas log diagnostik menjadi arsip zip. Fitur diagnostik tersebut disalahgunakan untuk menciptakan berkas arbitrer lengkap dengan nama dan konten bebas ke direktori mana pun di dalam penyimpanan disk.

Aksi penulisan berkas liar tersebut kemudian dikonversi menjadi eksekusi kode sistem melalui dua langkah terencana. Serangan ini menimpa konfigurasi sistem yang mengatur izin tautan protokol aplikasi pihak ketiga, dilanjutkan dengan merestart Edge agar konfigurasi baru dimuat. Skrip lantas mengeksekusi tautan telnet://; karena Windows modern secara bawaan tidak menyediakan program telnet, sistem secara otomatis mencari berkas terkait di seluruh folder sistem dan akhirnya mengeksekusi program tiruan berbahaya yang sengaja ditaruh di folder berizin rendah pengguna.

Pihak Microsoft merilis pembaruan keamanan resmi pada 15 Mei, sehari setelah kompetisi berakhir, melalui pembaruan Edge Stable versi 148.0.3967.70. Rilis tersebut memuat tiga penambalan spesifik yang didaftarkan sebagai CVE-2026-45492, CVE-2026-45494, dan CVE-2026-45495. Celah pertama diklasifikasikan sebagai jalan pintas fitur keamanan, sementara yang kedua dicatat sebagai celah penipuan identitas, keduanya menjangkau versi Edge sebelum pembaruan 148.0.3967.70.

Dokumentasi internal Microsoft memberikan peringkat keparahan 5,4 dari skala 10 untuk dua celah awal, nilai menengah yang semata-mata menakar masing-masing kutu secara terpisah, bukan bahaya total saat dirangkai hingga mengeksekusi kode sistem. DEVCORE mencatat bahwa tindakan perbaikan telah rampung dalam rentang waktu 24 jam semenjak laporan diserahkan.

Menerapkan pembaruan aplikasi Edge secara otomatis memutus total rantai serangan berbahaya ini. Mengingat patch perbaikan telah digulirkan sejak bulan Mei, peramban yang menyalakan opsi pembaruan otomatis telah lama terlindungi, sehingga pengguna tidak perlu melakukan langkah mitigasi tambahan.

Tsai merancang keseluruhan rantai eksploitasi ini secara manual selama sekitar dua bulan penuh tanpa bantuan kecerdasan buatan, sekaligus menegaskan pentingnya kapasitas penelitian manusia murni. “Bagian tersulit adalah menemukannya, dan setelah semuanya terkumpul, menyatukannya justru merupakan hal yang paling mudah,” ungkapnya mengenai perburuan celah logika tersebut. Karya riset brilian ini sukses memboyong penghargaan bergengsi Pwnie Award 2026 untuk kategori Epic Achievement.

Jaringan Terselubung Silent Train Digunakan Volt Typhoon dalam Empat Kampanye Eksploitasi Zero-Day

Kelompok spionase siber yang berafiliasi dengan negara Tiongkok, Volt Typhoon, kini terbukti memanfaatkan jaringan akses tersembunyi yang saat ini sudah dilumpuhkan bernama Silent Train untuk menjalankan operasi eksploitasi zero-day dan mengamankan pijakan strategis.

"Pertama kali terdeteksi pada akhir tahun 2023, Silent Train memanfaatkan rangkaian rotasi infrastruktur SOHO, IoT, dan perangkat korporat yang telah dibobol," jelas Lumen Technologies Black Lotus Labs dalam laporan resminya yang diteruskan kepada The Hacker News. "Jaringan ini menerapkan metode anti-forensik, kompartementalisasi tugas operasional, serta pembersihan jejak pasca-serangan secara menyeluruh guna meminimalkan risiko pendeteksian serta atribusi."

Fungsi utama dari sarana ini adalah untuk mempermudah eksekusi fase-fase serangan yang paling krusial, seperti peretasan kerentanan sistem, pembajakan kredensial otentikasi, pencurian data rahasia, serta mempertahankan kendali jangka panjang pada jaringan para korbannya. Manuver spionase ini menjadi sangat menonjol berkat dua alasan pokok yang membedakannya dari peretasan biasa.

Ratusan korban telah terdata melintasi beragam sektor vital, mencakup penyedia telekomunikasi komersial, lembaga pemerintahan, kontraktor pertahanan negara, layanan komunikasi satelit dan infrastruktur bernilai kritis, perguruan tinggi, korporasi teknologi informasi, serta fasilitas infrastruktur utama seperti pasokan air minum, energi, armada transportasi, perkapalan maritim, perkeretaapian, navigasi penerbangan sipil, hingga pusat penanganan tanggap darurat.

Volt Typhoon (yang juga diidentifikasi para peneliti dengan nama Bronze Silhouette, Insidious Taurus, UNC3236, Vanguard Panda, maupun Voltzite) adalah sebutan teknis bagi sindikat siber yang disokong oleh pemerintah Tiongkok, yang dikenal konsisten mengincar jaringan infrastruktur kritis, khususnya sektor komunikasi massa, suplai daya energi, jaringan moda transportasi, serta pengelolaan air bersih dan pengolahan limbah.

Terdeteksi melancarkan operasi aktif setidaknya sejak tahun 2021, peretas ini sebelumnya terpantau mengeksploitasi celah pengunggahan berkas tanpa filter pada Versa Director sebagai zero-day (CVE-2024-39717) demi menanamkan web shell khusus rancangan mereka bernama VersaMem yang dirancang untuk memanen kredensial akun dan membuka jalan penyusupan ke seluruh pelanggan di hilir.

Penemuan paling mutakhir dari tim Black Lotus Labs mengungkapkan bahwa kerentanan Versa Director tersebut hanyalah salah satu dari empat operasi kampanye zero-day terverifikasi yang dilancarkan peretas melalui prasarana Silent Train. Tiga celah keamanan lain yang turut dieksploitasi meliputi daftar kerentanan kritis yang sebelumnya ditemukan pada piranti lunak komersial.

Di luar daftar tersebut, Volt Typhoon juga ditengarai kuat menyalahgunakan kemungkinan celah keamanan zero-day pada sistem Quest KACE sebelum pembaruan tambalan resmi diluncurkan pada Oktober 2025. Gelombang serangan ini diperkirakan telah menginfeksi dan melumpuhkan lebih dari 30 entitas organisasi korban.

"Silent Train dirancang berdasarkan rangkaian rotasi cepat dari perangkat SOHO, IoT, dan korporat yang dikompromikan, dieksploitasi berdasarkan kebutuhan saat itu, diarahkan langsung ke target yang dipilih secara cermat, disterilkan tuntas seusai misi tuntas, dan diperbarui tanpa henti," sebut tim Black Lotus Labs.

"Mekanisme operasional ini memungkinkan Volt Typhoon melakukan infiltrasi dan aksi pasca-eksploitasi dengan standar keamanan operasional yang luar biasa tinggi sembari mempersempit peluang pelacakan, penetapan atribusi forensik, maupun tindakan pemutusan paksa dari pihak pertahanan."

Ciri mendasar yang paling konsisten dari rentetan serangan siber ini adalah penargetan berulang terhadap simpul sistem sentral yang berpotensi membuka pandangan menyeluruh, kontrol total, dan hak istimewa ke seluruh lanskap perusahaan besar yang memiliki nilai kepentingan strategis bagi Amerika Serikat.

Hal yang sangat memikat perhatian analis adalah bahwa kemampuan akses terselubung ini mulai dibentuk sekitar bulan November 2023, hanya berselang beberapa pekan sebelum gelombang disrupsi tahap awal menghantam KV-botnet, yakni sebuah jejaring botnet IoT yang terkait dengan sejumlah sindikat peretas negara Tiongkok, termasuk Volt Typhoon.

Intensitas operasional Silent Train dilaporkan melonjak drastis pasca disrupsi kedua yang melumpuhkan KV-botnet pada akhir Januari 2024, di mana saat bersamaan peretas mengubah pendekatan menjadi infrastruktur efemeris yang bersifat sekali pakai dengan memadukan variasi jenis mesin lintas teritorial dunia.

"Daripada mempertahankan sarana peladen yang menetap, Volt Typhoon bertransisi ke pola kerja yang memanfaatkan rantai instrumen kompromi sekali pakai yang dapat dirakit ulang seketika saat dibutuhkan," papar Black Lotus Labs. "Volt Typhoon menyusun dan membongkar infrastruktur sementara dengan sangat lincah, mendirikan arsitektur tangguh, kedap, dan terkompartemen yang menjaga akses penting mereka tetap terlindungi."

Dijabarkan sebagai sebuah "kerangka berlapis banyak lompatan" (multi-hop), Silent Train difungsikan untuk memfasilitasi operator Volt Typhoon mengalirkan transmisi perintah berbahaya melalui rentetan perangkat perantara sebelum menghantam sasaran akhir, sehingga asal-usul aslinya tersamarkan dari monitor korban maupun pakar keamanan. Masing-masing mata rantai memegang peran fungsional tersendiri.

Tidak kurang dari 27 kelompok kategori perangkat keras, dimulai dari unit perumahan SOHO serta IoT (seperti router TP-Link, modem Intelbras, perangkat Ruckus Wireless, printer SATO, NETGEAR, Zyxel, dan Cambium) hingga sistem korporat terpusat (seperti Fortinet, Cisco, sensor PRTG, Mirth Connect, dan CyberPanel), telah berhasil dibobol dan diintegrasikan ke jejaring terselubung ini.

"Silent Train benar-benar menonjol karena disiplin operasionalnya yang sangat ketat, di mana mereka mengutamakan sesi terkelola mandiri berdurasi pendek daripada mengandalkan titik relai permanen atau infrastruktur server kendali Command and Control (C2)," ungkap Black Lotus Labs. "Untuk merangkai sesi-sesi singkat ini, para peretas membobol antarmuka web publik pada unit SOHO, IoT, dan relai lainnya, lalu memasang alat seminimal mungkin yang diperlukan untuk menghubungkan rantai akses SSH melalui simpul kompromi tersebut."

"Peralatan yang dipasang mencakup layanan SSH temporer, kunci privat, berkas konfigurasi sementara, serta utilitas bawaan sistem bergaya ‘live off the land’. Segera setelah sesi operasional berakhir, mereka menyapu bersih seluruh jejak digital dan membongkar jalur relai yang tadinya dibuat. Rentang sesi kerja Silent Train rata-rata berlangsung sekitar empat jam saja, dengan beberapa kegiatan hanya menghabiskan hitungan menit."

Dimensi menarik lainnya adalah pengelompokan jenis perangkat keras tertentu untuk menduduki posisi hierarki khusus dalam arsitektur Silent Train. Sebagai contoh konkret, modem Intelbras ditemukan hanya difungsikan secara eksklusif sebagai node perantara relai, sementara perangkat keras perute Netgear Orbi dan firewall Fortinet FortiGate berlokasi di Amerika Serikat ditempatkan sebagai simpul perantara serta gerbang titik keluar yang berinteraksi langsung secara nyata dengan infrastruktur korban.

Secara sederhana, tata letak infrastruktur ini mencerminkan kompartementalisasi hierarkis yang disengaja, di mana tipe perangkat keras tertentu dikunci pada fungsi spesifik yang tidak berubah, sementara infrastruktur dasar di baliknya terus diganti secara dinamis demi membingungkan investigator digital yang mencoba melacak jejak mereka.

Namun memasuki awal tahun 2025, Silent Train terpantau mengalami metamorfosis dari jaringan relai serba sementara menjadi model arsitektur hibrida, di mana peretas mulai mempertahankan perangkat kelas enterprise untuk rentang waktu yang lebih lama, berkisar antara satu hingga tiga bulan, alih-alih merombaknya langsung setelah peretasan usai.

Perkembangan teknologi jaringan ini selanjutnya juga mengadopsi varian terowongan balik (reverse-tunnel) yang memanfaatkan perangkat lunak proxy bersumber terbuka seperti Chisel dan FRP untuk menyalurkan paket data lalu lintas dari unit terinfeksi kembali ke infrastruktur induk di tingkat atas.

Di dalam wilayah yurisdiksi Amerika Serikat, kawasan Hawaii, California, serta Texas teridentifikasi sebagai titik fokus utama dari manuver jaringan Silent Train, sebuah kenyataan logis mengingat ketiga negara bagian ini merupakan rumah bagi instalasi pangkalan militer berskala raksasa, simpul pertukaran telekomunikasi utama, kantor rekanan kontraktor pertahanan, penyedia komunikasi antariksa satelit, serta jalur simpul logistik nasional yang krusial.

"Pola korban serangan secara terang menunjukkan adanya ikhtiar terencana untuk mengunci kontrol akses pada ekosistem kritis pendukung logistik, pertahanan, komunikasi, serta operasional militer dan fasilitas sipil, terutama dalam mengantisipasi potensi eskalasi krisis atau konflik bersenjata di wilayah Indo-Pasifik," tutur Black Lotus Labs.

"Gambaran komprehensif yang dihasilkan memperlihatkan skema rancang bangun terstruktur tingkat tinggi yang didirikan demi merebut, membentengi, dan merawat akses strategis dalam skala raksasa. Lewat penargetan berkesinambungan atas sistem manajemen terpusat serta perangkat teknologi pengendali utama, Silent Train membuktikan bagaimana Volt Typhoon secara metodis memburu dan menjaga pijakan mereka pada jejaring paling menentukan di seantero Amerika Serikat."

Google Izinkan Instalasi Aplikasi Sekali Ketuk untuk Toko Pihak Ketiga Resmi di Luar AS

Toko aplikasi pihak ketiga untuk platform Android kini dapat mengajukan izin khusus kepada Google guna memfasilitasi proses instalasi aplikasi hanya dengan sekali ketuk, melewati layar konfirmasi biasa yang umum di Android, serta memperbarui aplikasi secara otomatis di latar belakang sistem.

Sebagai syarat kelayakan, pengelola toko wajib menyelesaikan proses pemeriksaan identitas resmi dan mengirimkan seluruh katalog konten mereka kepada Google, termasuk seluruh rilis aplikasi baru beserta versi pembaruannya, untuk menjalani pemeriksaan malware berkelanjutan. Toko yang memperoleh persetujuan akan menerima akses fungsi ini mulai tanggal 1 Desember mendatang, namun fasilitas ini hanya berlaku khusus bagi perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 17 QPR2 atau versi setelahnya di sejumlah negara yang didukung, di mana Amerika Serikat tidak tercantum di dalamnya.

Hingga saat ini, para pengguna yang memasang berkas dari platform toko pihak ketiga diharuskan memberikan izin penginstalan terlebih dahulu pada toko terkait, lalu memberikan persetujuan manual untuk setiap pemasangan baru maupun pembaruan aplikasi. Mulai 1 Desember, seluruh toko yang berhasil tergabung dalam inisiatif Registered App Stores milik Google secara otomatis langsung mengantongi izin tersebut segera setelah dinyatakan lolos verifikasi, dan pembaruan aplikasinya dapat berjalan di latar belakang mengikuti pengaturan yang telah ditentukan pengguna.

Google sebelumnya telah mempublikasikan program kemitraan ini pada bulan Maret lalu, bersamaan dengan deretan penyesuaian regulasi yang diklaim telah menuntaskan perselisihan hukum mereka melawan Epic Games. Partisipasi dalam skema ini sepenuhnya bersifat sukarela, sehingga platform toko aplikasi yang memilih untuk tidak mendaftar tetap akan berfungsi normal seperti mekanisme yang berlaku sekarang.

Berdasarkan ketentuan ketat Google, pihak pengelola toko tetap memiliki kewajiban untuk memperoleh persetujuan eksplisit dari pengguna pada setiap tindakan pengunduhan dan "must not install apps silently without user consent." Seluruh aktivitas pengunduhan berskala besar maupun pemasangan otomatis di latar belakang diwajibkan menampilkan pemberitahuan visual yang jelas selama proses berjalan.

Apabila instruksi pemasangan aplikasi dipicu melalui perangkat lain, toko wajib memunculkan pemberitahuan sistem yang tidak dapat tertutup secara otomatis.

Pengelola sistem IT perusahaan juga diberikan wewenang untuk memblokir pemasangan toko terdaftar pada gawai korporat yang dikelola. Meski demikian, dokumentasi resmi Google tidak menerangkan secara rinci apakah pemblokiran administratif tersebut juga akan berdampak pada toko yang telah terpasang sebelumnya.

Di luar ketentuan pemindaian seluruh isi katalog, sejumlah persyaratan dari Google menegaskan bahwa toko yang berpartisipasi harus mematuhi aturan operasional:

Masing-masing pengembang toko tetap memikul tanggung jawab hukum dan operasional penuh atas semua konten yang beredar di katalog mereka. Pihak Google memastikan tidak akan ikut campur tangan dalam memoderasi materi aplikasi pada toko-toko terdaftar.

Jika ditemukan indikasi berbahaya pada lebih dari 1% upaya instalasi atau melampaui 2% dari total aplikasi yang terdaftar dalam rentang masa 30 hari, Google akan membebankan biaya tambahan untuk proses penyaringan dan pembersihan katalog tersebut.

Toko yang kedapatan melanggar persyaratan yang ditetapkan, termasuk kelalaian membayar kewajiban biaya tepat waktu, dapat langsung dikeluarkan dari keanggotaan program hingga permasalahannya terselesaikan. Google bakal menyampaikan surat pemberitahuan terlebih dahulu sekaligus menyediakan kesempatan perbaikan.

Halaman panduan resmi Google tidak memaparkan rincian teknis mengenai mekanisme pemindaian aplikasi, durasi kecepatan verifikasi berkas unggahan baru, maupun format hasil evaluasi keamanan yang diterbitkan.

Platform toko terdaftar juga disediakan instrumen Android Developer ID API dari Google untuk memverifikasi apakah setiap aplikasi katalog benar-benar berasal dari pengembang bersertifikasi dan diizinkan dipasang. Google menyarankan pengelola toko memblokir aplikasi yang gagal memenuhi verifikasi.

Verifikasi pengembang Android merupakan inisiatif terpisah dari Google yang kini memasuki fase awal bersama tujuh toko aplikasi. Terhitung sejak 30 September, ponsel Android bersertifikasi resmi di Brasil, Indonesia, Singapura, serta Thailand mulai menyaring keaslian pengembang aplikasi dari toko-toko tersebut, menurut rilis Google. Google menargetkan perluasan pemeriksaan ini ke seluruh dunia pada 2027.

Ketersediaan layanan ini disesuaikan dengan negara domisili utama masing-masing pemilik akun. Perjalanan singkat ke wilayah non-pendukung tidak mematikan fungsi instal sekali ketuk maupun pembaruan otomatis.

Android 17 QPR2 merupakan bagian dari pembaruan rilis platform triwulanan milik Android. Versi terbarunya yang diluncurkan pada 16 Oktober masih berstatus pengujian beta, dan dokumen rilis Google belum menetapkan kepastian tanggal peluncuran resminya.

Khusus di Amerika Serikat, skema tersendiri dari Google yang mengatur distribusi toko pihak ketiga lewat Google Play telah beroperasi sejak 22 Juli.

Peretas Mulai Membidik Celah RCE Kritis Oracle E-Business Suite Pasca Pembaruan Keamanan

Kelompok peretas dilaporkan mulai memindai kerentanan kritis yang baru saja diperbaiki pada sistem Oracle E-Business Suite (EBS), menurut laporan terbaru dari firma intelijen ancaman Defused Cyber.

Celah keamanan yang disorot tersebut terdaftar dengan kode CVE-2026-101767 (skor CVSS: 9.8) dan berada di dalam komponen Oracle Application Object Library pada Oracle E-Business Suite. Pihak Oracle baru saja menerbitkan perbaikan untuk kelemahan ini pada pekan lalu melalui pembaruan rutin Critical Patch Update mereka.

Tiga peneliti keamanan siber dari Horizon3.ai, yakni Brandon Peterson, Jimi Sebree, serta Noah King, diakui atas kontribusi mereka dalam menemukan dan melaporkan celah berbahaya tersebut kepada Oracle sejak tanggal 24 Juli 2026.

"Sistem umpan (decoy) Oracle E-Business Suite milik kami mendeteksi serangkaian eksploitasi penjajakan terhadap CVE-2026-101767, yang merupakan injeksi SQL tanpa autentikasi pada servlet Thin Client Framework EBS yang berujung pada eksekusi kode jarak jauh, pagi ini, 27 Oktober," tulis Defused Cyber dalam unggahannya di media sosial X.

Melalui lembar saran keamanannya terkait kerentanan ini, tim Horizon3.ai memaparkannya sebagai celah injeksi SQL tanpa kebutuhan autentikasi yang dapat dirangkai guna melancarkan eksekusi kode jarak jauh (RCE).

"Kelemahan ini memberikan peluang bagi penyerang yang memiliki akses jaringan ke servlet Thin Client Framework (TCF) terdampak untuk mengeksekusi perintah SQL sebagai pengguna basis data APPS, kemudian meluncurkan perintah sistem operasi menggunakan akun aplikasi EBS," ungkap perusahaan keamanan tersebut.

Secara teknis, pelaku ancaman dapat mengirimkan permintaan manipulatif langsung ke servlet TCF rentan pada alamat "/OA_HTML/AppsTCFServer" guna menjalankan SQL berhak akses pengguna basis data APPS, yang pada akhirnya memicu eksekusi perintah sistem lewat hak istimewa akun aplikasi EBS.

Keberhasilan peretasan terhadap CVE-2026-101767 memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk membaca maupun merombak seluruh data aplikasi yang bisa dijangkau oleh pengguna APPS, sekaligus mengeksekusi berbagai instruksi pada peladen aplikasi host.

"Bergantung pada jenis penerapannya, data terdampak mencakup catatan keuangan, penggajian, SDM, hingga pengadaan. Akses sistem operasi sepenuhnya dikendalikan oleh batas izin dari akun aplikasi EBS yang telah dikompromikan," demikian peringatan dari Horizon3.ai.

Kendati instalasi EBS yang terhubung langsung ke internet memikul risiko paling besar, infrastruktur EBS internal juga tetap rentan disusupi bila pelaku mampu mengakses servlet yang bersangkutan dari mesin yang terinfeksi atau melalui segmen jaringan lain yang terbuka.

Para pengguna EBS sangat disarankan untuk segera memperbarui perangkat lunak mereka ke rilis mutakhir sesegera mungkin. Jika pembaruan langsung belum dapat dijalankan, solusi alternatif sementara berikut ini dapat diterapkan –

Selain itu, Horizon3.ai juga merilis beberapa indikator kompromi (IoC) di bawah ini –

Rangkaian kerentanan pada EBS memang kerap menjadi sasaran empuk para peretas. Sepanjang tahun terakhir, dua kelemahan kritis lain pada produk serupa (CVE-2025-61882 dan CVE-2026-46817, keduanya berbobot skor CVSS 9.8) telah dieksploitasi secara luas di lapangan, di mana celah pertama sempat dimanfaatkan oleh sindikat ransomware serta pemerasan Cl0p.

Karakter Omi Curi Perhatian, Showrunner Cyberpunk: Edgerunners 2 Tertarik Garap Spin-off

Lebih dari sepekan sudah anime Cyberpunk: Edgerunners 2 hasil kolaborasi CD Projekt Red serta Studio Trigger resmi mengudara. Sepanjang kurun waktu ini, para netizen ramai melontarkan pandangan hingga ulasan, khususnya seputar alur narasi maupun deretan tokoh di dalamnya.

Membahas figur di sana, hadir satu tokoh pendukung yang sangat sukses merebut atensi para penggemar. Figur tersebut bernama Omi, sosok Nomad asal klan Snake Nation sekaligus sahabat karib bagi tokoh utama berinisial ‘D’.

Karakter Omi sendiri dirancang bak petarung jalanan—bertubuh kekar nan atletis, dilengkapi implan Gorilla Arms, serta mengusung rambut bercorak hijau gelap dengan tatanan gaya wolf cut.

Menariknya, para penonton kerap mencap dirinya sebagai perwujudan trope sahabat masa kecil tomboi yang biasanya berujung tragis dalam urusan cinta.

Showrunner Buka Peluang Spin-off Karakter Omi

Antusiasme penonton tidak berhenti di situ saja. Banyak basis penggemar meminta latar belakang Omi dieksplorasi lebih mendalam melalui serial lepasan tersendiri.

Tak terduga, Bartosz Sztybor yang menjabat showrunner Cyberpunk: Edgerunners 2 merespons melalui sebuah kicauan singkat di media sosial, menegaskan ketertarikan sekaligus persetujuannya terhadap usulan audiens.

“You convinced me!”

Kendati demikian, respons tersebut murni merupakan opini personal Sztybor, bukan pernyataan resmi yang merepresentasikan studio CD Projekt Red. Oleh sebab itu, para pemirsa sepertinya masih harus bersabar hingga beberapa tahun mendatang untuk melihat apakah proyek sekuel anime Cyberpunk ini bakal mewujudkannya.

Lantas, bagaimana opini kamu mengenai potensi proyek lepasan ini? Tuliskan ulasan pribadimu pada kolom komentar di bawah.

Simak terus aneka berita seru lainnya atau tulisan menarik persembahan Andy Julianto. Hubungi [email protected] untuk keperluan informasi lanjutan serta urusan kerja sama.

Solusi Praktis Mengatasi Kartu SIM yang Tidak Terdeteksi di iPhone

JAKARTA — Panduan menangani iPhone yang gagal mendeteksi kartu SIM sangat penting dipahami setiap pemilik ponsel pintar Apple ini. Masalah tempat kartu SIM pada iPhone yang mendadak tak terbaca sering kali menghambat aktivitas harian. Gawai yang biasanya menjadi sarana komunikasi andalan tersebut seketika tidak dapat dipakai menelepon ataupun membuka internet, ditandai peringatan berupa “Tidak Ada SIM” atau notifikasi “Kartu SIM Tidak Sah” pada monitor perangkat.

Hambatan komunikasi ini sering kali datang di situasi yang mendesak, seperti saat pengguna wajib menelepon rekan kantor atau memerlukan akses navigasi daring demi menemukan lokasi. Cukup banyak pemilik iPhone merasa panik hingga mengira ponsel mereka rusak parah. Padahal, pada berbagai keadaan, sumber problemanya sebatas malafungsi sepele yang dapat dituntaskan secara mandiri lewat tindakan yang benar.

Inilah langkah penyelesaian kartu SIM tak terdeteksi pada perangkat iPhone, seperti dirangkum dari portal bantuan resmi Apple Support, Rabu (28/10/2026):

Apabila pesan eror seputar kartu SIM tetap timbul, pemilik dianjurkan mengecek legalitas nomor identitas gawai atau International Mobile Equipment Identity (IMEI). Teruntuk pemilik iPhone unit impor mancanegara, tindakan pemblokiran IMEI resmi oleh pihak berwenang kerap menjadi pemicu lenyapnya koneksi jaringan secara tiba-tiba.

Otoritas Indonesia memberlakukan regulasi ketat mengenai registrasi telepon seluler dari luar wilayah nusantara. Manakala tanggungan pajak belum dilunasi serta data IMEI belum tercatat pada basis data kenegaraan, koneksi menuju jaringan operator seluler otomatis diblokir.

Tanda-tanda pemblokiran IMEI ini memang amat mirip dengan kartu SIM yang rusak atau tak terbaca. Guna memverifikasinya, pemilik ponsel bisa memasang kartu seluler dari penyedia layanan berlainan. Seandainya semua operator tetap nihil jaringan, ada kemungkinan nomor IMEI gawai sudah dibekukan. Konsumen dapat menyimak petunjuk cek status IMEI iPhone demi mengecek keabsahan perangkatnya.

Perlindungan privasi serta kepatuhan aturan perangkat sangat menentukan kenyamanan penggunaan dalam rentang waktu lama. Maka dari itu, usahakan senantiasa menebus unit iPhone dari saluran distributor resmi supaya bebas dari gangguan operasional sinyal di masa depan.

Sekian ulasan trik menuntaskan kendala iPhone yang gagal memuat kartu SIM. Semoga panduan ini bermanfaat!

(Rahman Asmardika)

Bocoran Versi Awal DLC Not A Hero Resident Evil 7 Ungkap Perbedaan Cerita yang Batal Dirilis

Resident Evil 7 resmi meluncur ke pasaran pada 24 Januari 2017, disusul oleh ekspansi tambahannya berjudul Not A Hero pada 12 Desember 2017. Konten unduhan ini menyoroti petualangan Kapten Chris Redfield dalam misi meringkus Lucas Baker, sosok yang bersembunyi di Tambang Garam Abercrombie akibat keterlibatannya pada riset senjata biologis terlarang.

Baru-baru ini, seorang fans menemukan fakta menarik bahwa konsep awal DLC Resident Evil 7 Not a Hero rupanya menyimpan ragam perbedaan amat mencolok jika dibandingkan rilis resminya. Lantas, detail apa sajakah yang membedakannya?

Perbedaan Konsep Lama DLC Not A Hero Resident Evil 7 Dibanding Versi Final

Paket DLC Not A Hero awalnya dijadwalkan menyapa publik pada musim semi 2017 di bawah pengerjaan studio HexaDrive. Kendati demikian, Capcom memutuskan untuk mengambil alih pengembangan dan merombak total seluruh elemen proyek tersebut secara mendalam.

Akun bernama @Kempy161 membeberkan hasil temuan tersebut lewat unggahan di platform Twitter/X. Dirinya menjelaskan bahwa draf awal ekspansi ini memiliki babak akhir di mana Chris membiarkan Lucas tetap bernyawa. Tidak hanya itu, sang pemain juga memamerkan sejumlah materi yang tidak jadi digunakan lewat unggahan video YouTube.

“New Resident Evil 7 unseen content! This is an early version of the "Not a Hero" DLC that has a completely different ending where Lucas lives!There's a whole bunch of other differences as well.Check it out here: https://t.co/Su94xqgIex pic.twitter.com/oY5xxzI7qK”

Pada versi resmi, para gamer menyaksikan sendiri tiga rekan regu terdahulu meregang nyawa secara tragis. Sebaliknya, rancangan orisinal justru menyajikan situasi berlawanan karena Chris semestinya sanggup menolong sekaligus membebaskan ketiga koleganya tersebut dari cengkeraman musuh.

Karakter Lucas Baker pada rancangan perdana pun sebenarnya tak dirancang bertindak sebagai musuh pamungkas. Chris ditugaskan menciduk Lucas dalam kondisi bernapas guna mengorek keterangan krusial perihal Connections, sementara sosok bos terakhir justru diisi oleh Alan.

Bukan cuma alur narasi, variasi drastis pun menyentuh mekanisme gameplay. Edisi yang dihentikan tersebut sama sekali tidak memuat rintangan bom gelang yang menuntut pemain bergerak buru-buru. Dengan begitu, Chris memperoleh kelonggaran waktu saat mengeksplorasi lorong tambang sekaligus menggali data riset di lokasi. Nuansa tersebut bertolak belakang dari edisi final yang menuntut Chris segera keluar dari area tambang.

Hingga kini, pihak Capcom belum memberi klarifikasi resmi mengenai landasan keputusan pergantian arah tersebut. Lalu bagaimana tanggapan kalian sendiri, brott? Lebih tertarik versi orisinal atau rilisan akhir?

Simak terus ulasan seru Gamebrott seputar Berita Game maupun karya tulisan lain racikan Sofie Diana. Untuk keperluan kerja sama dan pertanyaan lebih lanjut, hubungi kami via [email protected].

Kalahkan Persona 5 Royal, Library of Ruina Cetak Rekor Dunia Campaign Game Terpanjang

Kabar membanggakan hadir dari Library of Ruina, karya kedua besutan Project Moon yang dirilis lima tahun silam. Permainan ini baru saja menorehkan pencapaian luar biasa lewat rekor dunia campaign video game paling panjang versi Guinness World Record. Sungguh pencapaian mengesankan!

Library of Ruina Amankan Rekor Resmi Guinness

Berdasarkan data di laman resmi Guinness World Record, Library of Ruina sukses menyabet predikat campaign game terpanjang dengan estimasi durasi menembus 113 jam terhitung per-Juni 2026.

Mengutip informasi Guinness, Library of Ruina menumbangkan Persona 5 Royal selaku pemegang rekor terdahulu lewat keunggulan waktu kira-kira 12 jam. Perhitungan ini murni dinilai berdasarkan rata-rata tempo penyelesaian alur cerita utama, bukan mencakup ekspansi ekstra maupun penuntasan gameplay secara komplit.

Guiness World Record – ??? ???? ?? – ??? ??? ?? ? ?? Library of Ruina – Longest videogame campaign story???https://t.co/J6wFlGn4vx pic.twitter.com/3m2rBzFIn0

Sebagai informasi tambahan, Library of Ruina merupakan sekuel dari game Lobotomy Corporation (2018) yang meluncur pada 2021 dengan paduan genre Turn-based RPG serta sistem Deck-building.

Karya ini meminta gamer mengurus perpustakaan milik Angela saat para tamu ditantang berduel, lalu lawan yang tumbang disulap menjadi buku guna menambah koleksi literatur. Kisah semesta kedua seri tersebut kian diperluas melalui peluncuran Limbus Company pada 2023.

Apresiasi setinggi-tingginya untuk segenap tim Project Moon!

Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Berita Game maupun karya Nadia Haudina. Mengenai pertanyaan serta kebutuhan informasi lanjutan, Anda dapat menghubungi via [email protected].

Page 1 of 52

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén