Celah Microsoft Authenticator Android Izinkan Aplikasi Jahat Curi Token Akun Kerja

Microsoft telah menambal kerentanan keamanan pada aplikasi Authenticator versi Android miliknya yang memungkinkan aplikasi berbahaya tanpa izin khusus menyamar menjadi program resmi Microsoft, seperti Teams, demi mengambil token login milik akun kerja korban.

Perusahaan teknologi tersebut melacak celah keamanan ini dengan kode pengenal CVE-2026-80097 serta merilis perbaikannya melalui pembaruan Authenticator untuk Android versi 6.2606.4246, sehingga seluruh pengguna aplikasi ini sangat disarankan untuk segera memperbaruinya.

Berdasarkan pengujian yang dijalankan para peneliti, token curian itu memberikan kendali penuh terhadap email, berkas kerja, dan kalender akun terkait. Namun pihak Microsoft menyebutkan bahwa eksploitasi celah ini tetap mengharuskan korban menyelesaikan tahapan login di dalam Authenticator, serta menegaskan masalah ini belum pernah digunakan dalam insiden penyerangan di dunia nyata.

Temuan ini berasal dari riset Ofek Levin yang tergabung dalam program fellowship pada perusahaan keamanan siber Enclave, yang baru menerbitkan laporan teknis lengkapnya pada 23 Oktober 2026. Microsoft secara resmi menetapkan kode CVE ini sejak 8 September dengan skor CVSS 8,6 yang tergolong dalam kategori risiko "Important" atau penting.

Pada ekosistem sistem operasi Android, Authenticator memegang peran lebih dari sekadar penampil kode otentikasi enam angka. Perangkat lunak ini turut berfungsi sebagai perantara login: saat Teams, Outlook, atau layanan Microsoft lainnya meminta otorisasi pengguna, program tersebut akan meminta izin ke Authenticator, lalu Authenticator akan menyerahkan kembali sebuah token, yakni tiket digital pengesah bahwa pengguna sah sudah terhubung. Mengingat peran perantara ini memegang wewenang penuh atas seluruh akun, mekanisme tersebut semestinya sangat teliti dalam memvalidasi keabsahan aplikasi pemohon.

Kelemahan sistemik ini justru membuka pintu bagi program tak bertanggung jawab untuk memperoleh token tersebut. Authenticator mengekspos sebuah komponen berupa aktivitas dengan nama AccountChooserActivity yang bebas dijalankan oleh aplikasi mana pun di ponsel. Ketika aplikasi pelaku mengeksekusi aktivitas itu, Authenticator menyusun permohonan token berdasarkan data kiriman aplikasi pelaku, termasuk nama perangkat lunak yang sedang diklaimnya. Saat aplikasi mengaku bertindak sebagai Teams, komponen perantara tersebut langsung memercayainya begitu saja.

Pemeriksaan tanda tangan digital seharusnya mampu menggagalkan penipuan identitas ini, namun langkah itu ternyata tidak berjalan efektif. Sistem verifikasi hanya mencari berkas tanda tangan sah dari aplikasi resmi yang dipalsukan dan memverifikasi apakah permohonan itu cocok dengannya. Karena aplikasi Teams memang sudah terpasang asli di perangkat tersebut, tanda tangan resminya terbaca jelas, sehingga pemeriksaan verifikasi berhasil lolos tanpa hambatan.

Pihak Enclave mengungkap bahwa Authenticator sebenarnya mampu mendeteksi identitas asli dari aplikasi pengirim permohonan tersebut, namun sistem sama sekali tidak menggunakan data identitas itu untuk memutuskan apakah token berhak diserahkan atau ditahan.

Pada uji coba Enclave, upaya menyamar sebagai Teams dan meminta akses token Microsoft Graph sukses memberikan hak membaca serta mengirim pesan surel, melihat serta menulis dokumen, sampai mengakses jadwal kalender, di samping berbagai izin sensitif lainnya.

Microsoft menerangkan konsekuensi celah tersebut dalam cakupan yang lebih luas: peretas yang berhasil dapat masuk sebagai pengguna yang terotentikasi dan menguras data milik pengguna itu. Token curian ini hanya berdampak pada akun kerja yang sedang aktif pada Authenticator di perangkat bersangkutan, dan tidak mencakup akun lainnya.

Meski begitu, terdapat satu perbedaan keterangan di antara kedua pihak yang patut disimak pembaca. Enclave mencatat bahwa konsep bukti serangan mereka sanggup merampas token secara otomatis tanpa butuh interaksi pengguna, selain keharusan adanya akun yang telah masuk pada perangkat.

Sebaliknya, dokumen imbauan Microsoft menegaskan eksploitasi menuntut pemasangan aplikasi jahat di perangkat serta bujukan kepada korban agar menyelesaikan rangkaian otentikasi dalam Authenticator. Penilaian skor CVSS dari mereka juga secara jelas mencantumkan perlunya interaksi aktif dari pengguna korban.

Microsoft menegaskan bahwa kelemahan ini belum sempat disalahgunakan dan tidak dipublikasikan ke publik sebelum ditambal, serta memprediksi risiko eksploitasi berkategori "kurang mungkin." Masalah ini dirilis sebagai agenda Patch Tuesday September 2026 dan bukan bagian dari dua kerentanan Windows yang saat itu telah terdeteksi diserang aktif. Kerentanan ini juga belum tercatat pada daftar Known Exploited Vulnerabilities milik CISA AS per 26 Oktober 2026.

Tindakan penanganannya adalah memasang pembaruan Microsoft Authenticator Android ke versi 6.2606.4246 atau rilis lebih baru, seperti yang tertera di dokumen pengumuman Microsoft. Perusahaan yang mengelola perangkat Android dapat menetapkan versi minimal tersebut melalui sistem manajemen perangkat kerja. Panduan Microsoft memuat arahan perbaikan tersebut, namun tidak menyebutkan apakah pembaruan ini otomatis mencabut token yang telanjur didapat aplikasi jahat, sehingga status token lama masih belum jelas dari sumber yang tersedia.

iPhone 18 Pro Burgundy Meluncur di Indonesia, Begini Trik Cicilan Ringan Mulai Rp2 Jutaan

JAKARTA – Peluncuran varian warna Burgundy yang memikat pada iPhone 18 Pro langsung menyita atensi khalayak penggemar teknologi tanah air. Berbagai lonjakan performa serta tampilan mewahnya menjadikan gawai kelas atas ini incaran nomor satu guna mendongkrak rutinitas harian serta gengsi gaya hidup masa kini.

Kendati demikian, pembelian secara kontan membutuhkan alokasi dana segar yang tidak sedikit. Memanfaatkan alternatif pembiayaan angsuran iPhone lewat platform fintech kredibel merupakan langkah paling rasional agar gawai dambaan tersebut dapat segera digenggam lewat cicilan terjangkau mulai dari kisaran Rp2.291.583 per bulan.

Penawaran Bunga 0 Persen di Gerai Erafone serta Urban Republic

Membawa pulang ponsel pintar premium kini terasa kian enteng berkat hadirnya program kolaborasi istimewa di gerai-gerai distributor resmi. Jaringan Erafone menghadirkan paket penawaran khusus bernama Triple 0 yang menyajikan bunga 0%, pembebasan biaya administrasi, DP mulai Rp0, beserta benefit tambahan berupa Free Waiver 1 Month.

Di sisi lain, konsumen yang berbelanja di gerai Urban Republic sampai tanggal 31 Oktober 2026 juga berhak menikmati program Triple Zero khusus unit iPhone 18 Pro serta varian iPhone 18 Pro Max bertenor cicilan 12 bulan tanpa beban biaya admin. Mengoptimalkan opsi keringanan ini akan membuat rancangan pengeluaran bulanan konsumen menjadi jauh lebih efisien sekaligus terbuka.

Kepraktisan Pengajuan Kredit iPhone Memakai Kredivo

Berstatus sebagai penyelenggara layanan transaksi yang sah dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 2018, Kredivo memberikan kemudahan berbelanja langsung di gerai luring secara sederhana.

Konsumen cukup menentukan gawai incaran di toko, menetapkan Kredivo sebagai sistem pelunasan, menentukan rentang waktu pelunasan 12 bulan, kemudian memasang voucher promo bertajuk "Triple 0% Khusus iPhone 18 Pro" pada aplikasi sebelum mengetikkan PIN transaksi pembayaran.

Registrasi akun Kredivo berlangsung sepenuhnya secara online. Kriteria pemohon mencakup WNI berumur antara 18 sampai 60 tahun dengan upah bulanan minimal Rp3.000.000. Calon pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi lewat App Store atau Google Play Store, melengkapi identitas pribadi, memverifikasi titik peta hunian, serta melampirkan swafoto bersama KTP fisik.

Demi mendapatkan pagu kredit hingga plafon Rp50.000.000 untuk meminang gawai idaman, pemohon cukup menyambungkan profil toko online yang kerap dipakai serta menyertakan kartu NPWP untuk peninjauan akun Premium.

Metode Pembayaran Cerdas Tanpa Menguras Simpanan

Mengoptimalkan pembiayaan cicilan non-kartu kredit sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesehatan alur kas pribadi. Meninjau estimasi simulasi angsuran sebelum berbelanja memberi kepastian kalkulasi pengeluaran bulanan secara cermat.

Melalui pemilihan paket Triple Zero yang akurat dan pembayaran tagihan tepat tempo demi mencegah biaya denda, angsuran iPhone lewat platform Kredivo membuka jalur belanja gawai anyar dengan tenang serta terukur.

(Agustina Wulandari )

Pemain Aktif Cyberpunk 2077 di Steam Melonjak Pesat Usai Pembaruan Versi 2.5 Meluncur

Menyusul peluncuran patch Cyberpunk 2077 versi 2.5, karya racikan CD Projekt Red ini kembali merebut perhatian luas kalangan gamer semenjak hadirnya ekspansi Phantom Liberty. Hal tersebut wajar terjadi mengingat terdapat lonjakan tajam total pemain aktif Cyberpunk 2077 pada platform Steam sesudah pembaruan itu hadir. Lalu, seberapa masif peningkatan jumlah penggunanya?

Lonjakan Pemain Aktif Cyberpunk 2077 di Steam Meningkat Tajam Selepas Pembaruan 2.5

Berdasarkan catatan statistik SteamDB, angka pemain aktif Cyberpunk 2077 di layanan Steam berhasil melampaui lebih dari 180 ribu orang bersamaan sewaktu tulisan ini dibuat (27/10).

Karya ciptaan CDPR Projekt ini meluncurkan patch versi 2.5 demi memeriahkan peluncuran anime Cyberpunk: Edgerunners 2. Bukan hanya itu, lonjakan signifikan ini tercatat sebagai peningkatan paling masif sesudah durasi cukup lama tanpa kedatangan materi anyar.

Anda dapat mengamati tangkapan layar statistik SteamDB tersebut lewat lampiran berikut.

Komparasi dengan Momen Peluncuran Phantom Liberty

Apabila disandingkan terhadap rilisnya ekspansi Phantom Liberty tempo hari pada Oktober 2023 yang sukses mengumpulkan sekitar 270.000 gamer, lonjakan trafik saat ini setidaknya menghadirkan sajian segar yang memiliki keterkaitan erat dengan penayangan serial animasi terbarunya.

Di dalam pembaruan anyar ini, para gamer memperoleh mekanisme Dual-Wielding beserta penambahan misi anyar yang bertindak sebagai jembatan prekuel bagi Cyberpunk: Edgerunners 2. Keberadaan materi tersebut sengaja dirancang untuk memperluas narasi semesta Cyberpunk itu sendiri.

Di samping itu, bertepatan dengan momen rilis Cyberpunk: Edgerunners 2, pihak CDPR Projekt sempat membagikan potongan harga yang cukup besar untuk pembelian Cyberpunk 2077 sampai 70% demi menarik minat pemain baru agar memadati kawasan Night City lagi.

Demikian rangkuman berita seputar kenaikan jumlah pemain aktif Cyberpunk 2077 di Steam yang merangkak naik tinggi pasca update 2.5 serta rilisnya serial anime Edgerunners 2. Sudahkah kalian menjajal versi terbaru ini?

Simak pula kabar menarik Gamebrott yang lain seputar Cyberpunk 2077 atau tulisan berita lainnya persembahan Lazuardi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Pengembang Ghost of Tsushima, Sucker Punch Pangkas Puluhan Pekerja

Gelombang pemutusan hubungan kerja belakangan terus melanda beragam bidang, terutama industri game skala rintisan hingga korporasi raksasa. Situasi ini turut menimpa Sucker Punch, studio yang memproduksi dua judul ternama Ghost of Tsushima serta Ghost of Yotei.

Developer tersebut dikabarkan baru saja memangkas sejumlah staf dari tim mereka. Seperti apa rincian kabar pengurangan tenaga kerja ini?

Pengurangan Karyawan di Studio Sucker Punch

Mengutip laporan media Aftermath, penuturan bekas pegawai membeberkan bahwa sekitar 26 pekerja terkena imbas pemecatan saat badai PHK melanda Sucker Punch.

Lewat surat elektronik internal, manajemen studio menegaskan kebijakan pahit tersebut diambil “setelah mengamati dengan cermat tantangan di pasar dan meninjau kebutuhan tim untuk proyek kami berikutnya, kami telah memutuskan untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan. Akibatnya, beberapa posisi di seluruh Sucker Punch akan dihapus.”

Pesan surel tersebut juga memaparkan bahwa langkah restrukturisasi tidak diputuskan secara serampangan. Jajaran pimpinan Sucker Punch mengungkapkan mereka “telah memberikan perhatian yang besar terhadap hal ini dan berupaya mendukung rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini sebaik mungkin.”

Usai menuai reputasi gemilang melalui Ghost of Tsushima, studio menghadirkan Ghost of Yotei yang sukses besar di kalangan pemain hingga mencatatkan penjualan teratas PlayStation sejak peluncuran perdana. Konten ekspansi terbarunya, Echoes of Sekigahara, pun menuai banyak ulasan hangat dari pengamat industri.

Hingga tulisan ini dipublikasikan, Sony sama sekali belum membeberkan keterangan resmi menyangkut motif di balik perampingan staf tersebut. Bagaimana pandangan kalian mengenai kabar duka ini, Brott?

Simak terus ulasan atraktif Gamebrott seputar Berita Game maupun tulisan lain persembahan Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Aksi Rekayasa Sosial via Obrolan Eksternal Microsoft Teams Ancam Jaringan Korporasi

Pakar keamanan siber memperingatkan bahaya dari sebuah pola rekayasa sosial berulang yang ditemukan pada ratusan insiden penipuan digital. Para pelaku ancaman memanfaatkan fitur obrolan eksternal pada platform Microsoft Teams guna melancarkan aksi penyamaran identitas atau mendistribusikan program jahat langsung kepada target korbannya.

"Sebuah pola perilaku penyerang yang sangat konsisten telah terlihat jelas di seluruh insiden ini: pemanfaatan akun tenant sekali pakai yang serupa, penggunaan nama tampilan 'IT Support (Internal)' yang sama, aplikasi akses jarak jauh yang identik, serta domain muatan berbahaya yang kian seragam," ungkap Arctic Wolf Labs dalam laporan investigasi yang dibagikan kepada The Hacker News.

Aksi serangan siber ini mengandalkan nama tampilan bertema departemen teknologi informasi atau nama panggilan kasual yang terdengar bersahabat. Trik ini dirancang mengecoh serta menyamarkan peringatan sistem terkait obrolan dari pihak eksternal pada antarmuka Teams. Pesan penipuan dikirimkan melalui identitas Teams yang disiapkan lewat tenant Microsoft 365 yang baru dibuat atau diambil alih peretas.

Hampir 30 hingga 40 persen dari total berkas kasus yang diperiksa melibatkan penggunaan domain *.onmicrosoft[.]com, yaitu domain cadangan permanen otomatis saat tenant Microsoft 365 didaftarkan. Alamat domain disamarkan menyerupai infrastruktur TI internal, di mana peretas memilih kata kunci bernuansa help desk atau dukungan teknis sebagai nama resmi tenant demi memuluskan kredibilitas mereka di mata korban.

Interaksi melalui sesi obrolan Teams ini biasanya didahului aksi mail bombing masif. Kotak masuk surel target dibanjiri ratusan pesan buletin informasi atau konfirmasi pendaftaran langganan dalam tempo singkat. Pengalihan ini memicu kepanikan dan kegentingan sebelum pesan dari pihak pendukung TI palsu di Teams masuk menawarkan bantuan penanganan masalah.

Dalam perkembangan mutakhir, peretas menyisipkan nama domain atau entitas perusahaan target langsung ke dalam nama tampilan guna memberikan validitas ekstra pada obrolan.

"Kami juga menemukan adanya pergeseran strategi baru-baru ini ke arah pemanfaatan top-level domain (TLD) berbayar untuk proses registrasi tenant," kata tim Arctic Wolf. "Dari seluruh domain berbayar yang kami petakan pada model penipuan semacam ini selama beberapa bulan terakhir, sekitar 50 persen profil palsu memakai TLD .top, lalu sekitar 40 persen mengandalkan domain umum .com, dan sedikit di atas lima persen sisanya memanfaatkan multi-level domain lokal seperti .com.pl, .com.vn, serta .com.br."

Rangkaian operasional ini menunjukkan kemiripan pola dengan kelompok peretas STAC4749 yang aktif merekayasa domain bernuansa teknologi di bawah TLD .top dan memakai nama pengguna karyawan fiktif. Berdasarkan keterangan firma keamanan Sophos, gelombang kampanye kelompok ini sebelumnya berujung pada penyebaran ransomware Chaos.

Operasi siber ini menargetkan korporasi yang membuka izin koneksi pesan eksternal. Peretas menyisipkan komponen vishing guna membujuk korban memberikan kendali perangkat melalui perangkat lunak pemantauan dan pengelolaan jarak jauh (RMM) legal, seperti Quick Assist, AnyDesk, ScreenConnect (ConnectWise), TeamViewer, Atera, Zoho Assist, NetSupport, serta LogMeIn.

Akses kendali jarak jauh resmi tersebut disalahgunakan untuk pengintaian internal, menyusupkan backdoor GoGRPC, memuluskan pergerakan lateral menuju pengendali domain utama, dan menanamkan alat RMM sekunder seperti Level sebelum mencuri data sensitif dan mengeksekusi ransomware.

"Penyerang pada dasarnya selalu menghindari pengiriman tautan URL secara terbuka ke dalam ruang obrolan Teams guna mencegah alarm pemindaian Safe Links atau ZAP berbunyi. Sebagai gantinya, mereka menavigasi browser langsung menuju tautan muatan berbahaya secara mandiri saat sesi kontrol jarak jauh berlangsung. Oleh karena itu, pengawasan telemetri endpoint dan identitas digital menjadi garda pertahanan yang krusial selain sekadar memfilter pesan masuk," tutur analis Arctic Wolf.

Dalam satu contoh insiden, peretas menginstruksikan pengguna menjalankan serangkaian baris perintah PowerShell untuk mengunduh dan mengeksekusi berkas berbahaya. Perintah PowerShell disiapkan guna menyedot paket installer MSI yang disimpan di Microsoft Azure Blob Storage.

Ketika korban mengeksekusi paket pemasang MSI tersebut, sistem memicu skrip PowerShell lanjutan untuk membongkar serta menyuntikkan implan bahasa Python di dalamnya. Pintu belakang ini meluncurkan proses MSI tambahan yang mengeksekusi kueri LDAP menuju server Active Directory guna mengekstrak data objek komputer dan akun pengguna sebelum mengirimkannya ke peladen eksternal.

"Fasilitas obrolan eksternal pada Microsoft Teams kini telah berevolusi menjadi vektor akses mula yang sangat ampuh lantaran peretas menyalahgunakan rasa percaya pengguna alih-alih mengeksploitasi celah kerentanan kode perangkat lunak," tegas Arctic Wolf.

"Pada keseluruhan rangkaian aktivitas yang kami amati, para penjahat menggabungkan teknik mail bombing, peniruan identitas departemen TI yang meyakinkan, pendaftaran tenant dan domain baru, serta manipulasi psikologis cepat untuk menggiring korban dari percakapan rutin menuju penyerahan akses jarak jauh, peluncuran muatan berbahaya, hingga memicu pembobolan jaringan yang jauh lebih masif."

Peretas Infeksi 953 Toko Online dengan Skrip Jahat Pelolos Pemindai, Mayoritas Magento

Pelaku ancaman siber anonim telah menyusupi sebanyak 953 toko online, yang mayoritas di antaranya mengoperasikan platform Magento, sebagai bagian dari operasi serangan berkelanjutan yang berlangsung aktif sejak Juli 2025.

Berdasarkan laporan dari perusahaan keamanan niaga elektronik asal Belanda, Sansec, aksi peretasan ini dirancang untuk menyisipkan sepotong kode ringkas ke dalam laman gerai daring, yang mana ketika dibuka oleh para pengunjung yang tidak menaruh curiga, akan menyajikan kode pemuat JavaScript berbahaya melalui komponen blok CMS Magento.

"Saat Anda mengunjungi laman tersebut, kode tersebut memerintahkan peramban Anda meminta arahan selanjutnya kepada peladen milik kelompok peretas," ungkap Sansec. "Peladen tersebut terlebih dahulu memverifikasi apakah Anda pembeli sesungguhnya atau sebuah alat pemindai keamanan, sehingga pemindai tidak akan mendapatkan data apa pun."

Tidak kurang dari lima nama domain yang berlainan telah teridentifikasi sepanjang waktu sehubungan dengan berlangsungnya rangkaian kampanye kejahatan digital ini.

Sansec mengungkapkan pihaknya mendapati domain deepveindrilling[.]com berada di dalam blok CMS milik 83 platform toko daring semenjak domain berbahaya tersebut didaftarkan pada 6 Oktober 2026.

Domain pemuat JavaScript mutakhir ini ditempatkan di balik proteksi Cloudflare dan hanya memberikan respons terhadap permintaan skrip yang dikirimkan oleh pengunjung autentik gerai yang terinfeksi. Komponen pemuat disusupkan langsung ke dalam tabel basis data cms_block milik Magento, yang lazimnya difungsikan guna merender aneka materi statis ke tampilan laman etalase.

Maksud akhir dari penyerangan ini tidak lain adalah mengeksekusi kode kendali peretas persis ketika elemen blok CMS dirender sesaat setelah calon konsumen mengakses situs web yang telah disusupi.

Meskipun pihak Sansec tidak merinci apakah aktor penyerang memodifikasi elemen blok CMS yang sebelumnya telah tersedia (semacam header, footer, maupun spanduk promosi) atau sengaja membuat blok baru, peretas leluasa menerapkan salah satu siasat tersebut guna meluncurkan kode pemuat.

Ada dua varian kode pemuat berbeda yang berhasil diamati. Pada versi perdana, skrip JavaScript eksternal yang diunduh dari domain penyerang menaruh muatan berbahaya di dalam localStorage peramban. Kondisi ini membuat kode tersimpan akan dijalankan kembali pada kunjungan berikutnya, bahkan seandainya domain eksternal peretas sudah tidak dapat diakses.

Sementara itu, varian kedua memperluas kapabilitas tersebut melalui penambahan pemeriksaan sidik jari peramban untuk memilah bot serta alat pemindai keamanan, sembari memastikan hanya pembeli riil yang terpapar oleh injeksi kode jahat. Bentuk pasti dari muatan akhir yang disiapkan tersebut hingga sekarang masih belum teridentifikasi.

Fase awal dari kampanye ini sempat memanfaatkan Keitaro, suatu platform pelacak periklanan dan analitik, sebagai sistem distribusi lalu lintas (TDS) untuk menyortir pengunjung ke variasi respons berbeda—baik mengirim muatan, mengalihkan tautan, atau nihil respons—sesuai parameter profil target.

Sansec memaparkan bahwa permintaan skrip additionalver[.]com oleh pengunjung desktop Windows memicu balasan bertuliskan "QWE=123;," yang praktis tidak melakukan apa pun selain menanam kuki penanda selama 24 jam. Sebaliknya, domain deepveindrilling[.]com meninggalkan pemakaian Keitaro serta memadukan logika penyaringan bot secara mandiri ke dalam mekanisme pemuat.

Mengenai jalur infiltrasi permulaan, sekitar 471 gerai Magento diyakini telah disusupi skrip pemuat melalui celah keamanan PolyShell (atau CVE-2026-48356). Sebanyak 102 toko lainnya mendapati unggahan berkas berbahaya melalui eksploitasi kerentanan PolyShell atau SessionReaper (CVE-2025-54236).

"Sebuah gerai Magento versi 2.4.7-p1 menyimpan webshell PolyShell yang disamarkan sebagai gambar PNG pada direktori pub/media/custom_options/quote/, berdampingan dengan pemuat additionalver.com di blok CMS," jelas Sansec. "Blok itu beralih ke deepveindrilling[.]com pada 7 Oktober. Situs tersebut nyatanya masih belum mengaplikasikan APSB26-73, perbaikan PolyShell terbitan Adobe bagi lini versi yang didukung."

Pada insiden lainnya, gerai dagang elektronik yang menjalankan Magento 2.4.7-p10 tanpa kelalaian tambalan inti tetap berhasil ditembus penyerang guna membuat akun administrator gelap sebelum memanfaatkannya untuk menyuntikkan kode.

Para pengelola situs web diimbau secara cermat mengaudit gerai mereka dari keberadaan akun-akun mencurigakan dan blok CMS aneh pada tabel cms_block serta cms_page. Pengelola disarankan senantiasa memperbarui instalasi sistem sekaligus menerapkan sandi akun yang kokoh.

Pemberitahuan ancaman ini mencuat di tengah merebaknya eksploitasi PHP2Shell, sepasang kerentanan kritis pada PHP (CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619) yang menuai maraknya percobaan eksploitasi massal pascapengumumannya pekan silam.

Kendati demikian, peneliti Perplexity Adel Karimi telah mendokumentasikan apa yang dinilai sebagai keberhasilan eksploitasi perdana di ranah terbuka atas celah itu guna mengeksekusi perintah shell pada peladen honeypot. Rangkaian instruksi tersebut terpantau memakai wget, curl, atau PHP CLI guna menarik muatan lanjutan dari peladen pengendali jarak jauh ("162.35.99[.]94:80"). Sejauh ini, artefak tahap kedua yang diunduh belum ditemukan.

PHP Luncurkan Pembaruan Keamanan Windows Kedua dalam Lima Hari Tangani Bug Brotli

Tim pengembang PHP telah menyusun ulang paket instalasi resmi Windows untuk versi PHP 8.2 hingga 8.5 guna mengatasi celah keamanan CVE-2026-111497, sebuah kelemahan pada pustaka kompresi Brotli bawaan. Kerentanan berbahaya ini dapat memungkinkan pihak penyerang merusak memori sistem dan berpotensi mengeksekusi kode program secara sewenang-wenang.

Pihak PHP menerangkan bahwa celah ini dapat dieksploitasi lewat ekstensi cURL ketika ekstensi tersebut memproses dekompresi respons HTTP secara otomatis. Meskipun konfigurasi cURL mematikannya secara bawaan, berbagai aplikasi dan pustaka klien HTTP pihak ketiga dapat mengaktifkan fungsi tersebut kapan saja.

Paket-paket hasil kompilasi ulang yang berlabel 8.5.12-1, 8.4.27-1, 8.3.36-1, serta 8.2.35-1 ini diluncurkan lima hari pasca pembaruan 21 Oktober yang sebelumnya membereskan dua kerentanan eksekusi kode jarak jauh PHP2Shell. Paket terbaru ini memakai basis kode sumber PHP yang sama sehingga tambalan sebelumnya tetap terjaga, dan kini telah menyertakan versi Brotli 1.2.1 yang sudah diperbaiki.

Pengembang PHP selalu merilis daftar komponen perangkat lunak (software bill of materials) pada setiap berkas distribusinya. Untuk rilisan x64 Non Thread Safe pekan lalu pada keempat varian tersebut, daftar komponen secara gamblang masih memuat Brotli 1.2.0, salah satu versi yang rentan.

Pihak PHP mengimbau para pengguna sistem Windows segera mengunduh dan memasang versi terbaru dari laman resmi mereka. Berhubung nomor versi inti PHP tidak berganti, perintah php -v akan memperlihatkan angka yang identik sebelum dan setelah instalasi. Identifikasi paket mutakhir dapat dilihat melalui akhiran -1 pada nama berkas, semisal php-8.5.12-1-nts-Win32-vs17-x64.zip, dan nilai hash SHA-256 pada situs pengunduhan.

Proses dekompresi otomatis berarti cURL meminta server mengirimkan respons berformat kompresi lalu mengekstraknya secara mandiri. Di skrip PHP, opsi CURLOPT_ENCODING digunakan untuk menyalakannya, di mana pemberian nilai kosong akan membuat cURL menerima seluruh format data yang didukung.

Guzzle, salah satu pustaka HTTP client populer di PHP, menerapkan nilai kosong tersebut secara baku untuk setiap transmisi via cURL, setidaknya menurut kode pada rilis 7.16.1 serta 8.3.1. Mengacu pada kode pustaka itu dan penjelasan PHP, aplikasi yang membiarkan konfigurasi bawaan Guzzle otomatis memenuhi kriteria ancaman celah pada kompilasi Windows rilis pekan kemarin. Tim The Hacker News sendiri belum melakukan uji coba teknis pada sistem berbasis Windows.

Eksploitasi nantinya akan berbentuk manipulasi payload respons terkompresi dari server target yang dikontak oleh aplikasi PHP korban.

Google memberi peringkat keparahan celah ini sebesar 9,2 dari 10 atau kategori Kritis pada standar skema CVSS 4.0. Sementara itu, pihak Red Hat menilainya pada skala 8,1 alias Penting mengacu matriks CVSS 3.1.

Peneliti keamanan dari Imperva berhasil mengeksekusi kode lewat kelemahan ini di build resmi Node.js, meski memerlukan beberapa kali percobaan. Dalam laporannya, PHP tidak menyebut adanya kasus penyerangan aktif. Penilaian CISA per 23 Oktober juga mencatat nihil eksploitasi di dunia nyata, serta belum memasukkannya ke katalog Known Exploited Vulnerabilities pada hari tersebut.

Temuan kerentanan ini awalnya diidentifikasi oleh periset dari OpenAI. Google kemudian menerbitkan perbaikan pada Brotli 1.2.1, 1.1.1, dan 1.0.10 saat kerentanan pertama kali dibeberkan ke publik tanggal 21 Oktober. Proyek Node.js, Bun, serta software lain yang mengemas pustaka Brotli mandiri turut merilis patch pembaruan.

Pemberitahuan resmi PHP tidak memberikan solusi sementara bagi sistem yang belum memungkinkan pembaruan. OpenAI menganjurkan penonaktifan dekompresi Brotli otomatis di klien HTTP sampai sistem diperbarui, sambil mengingatkan bahwa menyingkirkan br dari header Accept-Encoding semata “tidak menghentikan server mengirimkannya begitu saja.”

Dalam ranah kode PHP, menerapkan saran tersebut berarti menghindari pemakaian CURLOPT_ENCODING karena cURL tidak akan mengekstrak data tanpa instruksi tersebut. Pada pustaka Guzzle, pengguna harus mengubah pengaturan opsi decode_content menjadi false, yang berimbas mematikan pembongkaran otomatis seluruhnya sehingga data kompresi gzip juga tetap tiba dalam wujud terkompresi.

Rayakan Usia 80 Tahun, JBL Rilis Speaker L100 Classic 80 Edisi Terbatas 800 Unit

JAKARTA – Memperingati delapan dekade eksistensinya dalam industri teknologi suara, merek audio JBL menggelar pameran ragam produk dan inovasi terbarunya di Tanah Air. Salah satu lini audio unggulan yang diperkenalkan yakni JBL L100 Classic 80, varian perayaan 80 tahun yang diluncurkan dalam jumlah terbatas.

JBL L100 Classic 80 merupakan perangkat 3-way bookshelf loudspeaker yang dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap model orisinal L100 rilisan dekade 1970-an. Model istimewa ini dibalut material kayu ek berpenampilan elegan serta gril busa Quadrex cokelat berhiaskan emblem JBL berkelir paduan emas dan hitam.

Identitas edisi ulang tahun dipasang pada sisi muka maupun punggung pelantang suara, lengkap bersama plakat nomor seri khusus perangkat terbatas yang memuat tanda tangan kepala perancang sistem, Chris Hagen.

Sektor akustik JBL L100 Classic 80 mengandalkan woofer berbahan pulp cone 12 inci (300mm) berkonsep bass-reflex dengan lubang di depan. Rentang nada tengah ditangani woofer pulp cone 5,25 inci (130mm) berlapis polimer, sedangkan frekuensi tinggi dipercayakan kepada tweeter kubah titanium 1 inci (25mm).

Sisi belakangnya menyematkan sepasang terminal penghubung berlapis emas premium guna memudahkan penataan sistem audio pendengar. Pengeras suara ini mengusung tingkat impedansi 4 ohm yang cocok dipasangkan bersama beraneka ragam amplifier.

Paket edisi 80th Anniversary tersebut dipasarkan sepasang lengkap bersama dudukan JS-150, dan kuota pembuatannya cuma 800 unit di seluruh dunia. Mengenai banderol, pihak Harman Indonesia melepas JBL L100 Classic 80 Anniversary Edition seharga Rp120 juta.

Ajang showcase perayaan 80 tahun JBL ini berlangsung di Main Atrium East Mall Lantai 1, Grand Indonesia, Jakarta, mulai 21 sampai 25 Oktober 2026. Para pengunjung dapat melihat sekaligus menguji deretan produk audio mutakhir JBL secara langsung.

(Rahman Asmardika)

Kemenkomdigi Tetapkan YouTube dan Grup Meta Kategori Berisiko Tinggi untuk Anak: Ini Faktor Pemicunya

JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan platform digital populer seperti YouTube, Instagram, hingga Threads masuk dalam kategori berisiko tinggi bagi kalangan anak. Dirinya menandaskan, penetapan klasifikasi tersebut dijadikan pijakan penting bagi jajaran pemerintah guna membatasi keterlibatan anak pada ekosistem digital yang dipandang belum terjamin keamanannya.

Dirinya menerangkan bahwa pihak kementerian memakai pendekatan berbasis risiko atau risk-based approach untuk menentukan layanan digital mana saja yang mesti steril dan dilarang dari jangkauan anak di bawah umur.

“Platform YouTube kita anggap berisiko tinggi, berarti tidak boleh untuk anak-anak,” ucap Meutya ketika menghadiri agenda diskusi publik bertajuk “Darurat Perundungan di Sekolah” yang diselenggarakan Kosgoro 1957 di kawasan Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Secara lebih mendalam, Meutya membeberkan bahwa penentuan skor tersebut didasarkan atas telaah tujuh parameter risiko mendasar, mencakup peredaran konten yang tak sepadan dengan rentang usia, interaksi dengan sosok asing, hingga perlindungan kerahasiaan data anak.

Meutya mengutarakan, arah kebijakan di tanah air memiliki nuansa berbeda bila disandingkan dengan otoritas Australia yang langsung memberlakukan larangan total terhadap deretan jejaring sosial bagi anak. Aparatur pemerintah Indonesia lebih memilih mengukur taraf bahaya pada masing-masing aplikasi sebagai landasan penetapan regulasi restriksi.

“Platform seluruh grup Meta, Instagram, Threads, apalagi itu juga kita anggap risiko tinggi, maka tidak boleh untuk anak-anak,” tegasnya.

Kendati demikian, pihak kementerian tetap membuka pintu lebar bagi platform-platform raksasa tersebut supaya nantinya diizinkan kembali dibuka oleh pengguna anak-anak, dengan syarat pihak penyedia merombak sistem dan memperkuat proteksi layanannya.

“Ini artinya memberi ruang. Kalau platformnya mau berubah menjadi platform yang ramah anak, maka tingkat risikonya bisa kita turunkan dan dapat diakses anak-anak kita,” imbuh Meutya.

Berdasarkan pandangannya, regulator ingin menstimulasi perusahaan teknologi global supaya bersedia mereduksi ragam potensi ancaman agar produk mereka betul-betul aman untuk usia muda. Ketetapan strategis ini beriringan erat dengan menggiurkannya potensi pangsa pasar anak di nusantara yang bernilai komersial tinggi bagi industri teknologi global.

“Pada ujungnya yang kita inginkan bukan hanya menunda (delay) usia anak-anak masuk ke ranah risiko tinggi, tetapi gerakan yang kita harapkan adalah dorongan bagi platform berisiko tinggi untuk menurunkan risiko mereka demi mengakses pangsa pasar digital anak-anak di Indonesia yang jumlahnya mencapai 70 juta anak,” bebernya.

Meutya menggarisbawahi bahwa populasi anak yang belum genap berusia 16 tahun di tanah air telah menyentuh angka 70 juta jiwa. Skala demografi yang teramat masif tersebut menuntut tanggung jawab etis platform untuk menghadirkan ruang berselancar daring yang kondusif secara mendesak, sehingga beban pengawasan tak melulu ditimpakan ke pundak orang tua semata.

Kementerian merumuskan tujuh tolok ukur spesifik yang dijuluki Meutya sebagai kerangka 7K untuk menguji level keamanan suatu aplikasi. Poin awal yang menjadi sorotan adalah Konten, yaitu paparan materi yang tidak laik dan melenceng dari batas kewajaran konsumsi anak.

Aspek kedua menyangkut Kontak langsung bersama individu asing. Meutya menunjuk ketersediaan sarana kirim pesan privat atau direct message (DM) yang memberi ruang interaksi terbuka dengan figur yang tidak dikenal sebagai salah satu variabel kerawanan paling krusial.

“Kalau ada fitur kontak dengan orang tak dikenal, seperti DM dengan orang tak dikenal, maka platform tersebut otomatis langsung masuk kategori berisiko tinggi,” tandas Meutya.

Rangkaian faktor selanjutnya mencakup potensi Kecanduan, praktik Komersialisasi anak, ancaman Kesehatan mental, dampak Kondisi fisik, serta proteksi Keamanan data pribadi anak.

Pemerintah menakar spektrum risiko bukan semata-mata terpaku pada jenis sajian visual yang disaksikan anak, melainkan juga menyorot dampaknya terhadap pola tingkah laku, stabilitas kejiwaan, hingga penjagaan informasi personal mereka.

Meutya menuturkan bahwa intensitas pemakaian platform yang kelewat batas mampu merusak kesejahteraan psikologis sekaligus mengganggu ketahanan jasmani anak. Ancaman gangguan ganda semacam itu menjadi pertimbangan esensial dalam matriks evaluasi bahaya platform daring.

“Jadi kalau adiksi, biasanya anak-anak tidak cuma terganggu mentalnya, tetapi juga kesehatan mata dan kondisi fisik lainnya,” ungkapnya.

Guna mematangkan parameter komprehensif tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital aktif menghimpun berbagai masukan konstruktif dari lintas sektor keilmuan, termasuk para dokter spesialis serta kalangan akademisi kampus.

Meutya menegaskan keterlibatan para pakar lintas disiplin amat krusial guna mengupas tuntas aneka potensi bahaya nyata yang sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan anak di jagat digital.

“Untuk keseluruhan 7K dari risiko ini, kita bekerja sama dan menyerap banyak masukan dari para pakar, termasuk dokter, akademisi, dan ahli terkait lainnya,” pungkas Meutya.

(Rahman Asmardika)

Serangan Replay Token Microsoft 365 Bobol 97 Akun di 79 Organisasi

Peneliti keamanan siber baru saja membongkar kampanye peretasan Microsoft 365 yang terbukti memanfaatkan mekanisme relai adversary-in-the-middle (AitM). Skema ini dipakai guna mencuri sesi autentikasi pengguna serta memutar ulang token curian tersebut demi menembus akun surat elektronik pada 79 perusahaan dan lembaga yang berbeda.

Firma keamanan siber Huntress, yang terus mengawasi gelombang peretasan ini sejak 14 Juli hingga 22 September 2026, mengungkapkan adanya 497 insiden login Microsoft 365 yang berhasil ditembus dari total keseluruhan lebih dari 200.000 percobaan masuk secara agresif. Rentetan serangan tersebut berakhir fatal dengan peretasan 97 akun resmi korporasi serta pendaftaran 48 perangkat Entra siluman tak berizin.

"Alih-alih menebak kata sandi secara acak, pihak penyerang justru memutar ulang token login yang telah dirampas dari para korban. Kami bahkan telah berhasil melacak jejak lebih dari 200.000 upaya login gagal sepanjang periode kampanye tersebut yang mengarah langsung ke blok rentang IP 193.26.115[.]0/24," tutur tim peneliti keamanan Huntress yang beranggotakan Andrea Hatcher, Susannah Matt, Matt Poto, serta Andrew Schwartz.

Metode serangan canggih ini diketahui sengaja memanfaatkan halaman antarmuka masuk berbasis AitM. Situs manipulasi ini beroperasi di tengah-tengah alur pertukaran data antara korban nyata dengan server sah kepunyaan Microsoft, bertugas menyedot informasi kredensial yang diketikkan beserta kode otentikasi multifaktor (MFA), kemudian meneruskannya langsung menuju laman verifikasi yang orisinal.

Sasaran akhir dari operasi gelap ini yaitu menghimpun token akses otorisasi resmi yang diterbitkan server Microsoft setelah tahapan login berhasil tuntas. Dengan demikian, penjahat siber tidak perlu lagi bersusah payah membobol verifikasi proteksi MFA untuk kali kedua. Token verifikasi yang berfungsi layaknya tanda bukti login tersebut lantas segera diputar ulang menggunakan perangkat milik penyerang sendiri dalam rentang hitungan menit untuk melancarkan penetrasi otomatis ke berbagai portal layanan Microsoft 365.

Prosedur kejahatan terkoordinasi ini kemudian dilabeli dengan sandi token spraying. Hal ini dikarenakan karakteristik aksinya yang mencakup pemutaran ulang token curian dalam skala raksasa di berbagai instansi secara serempak, mengadopsi mekanisme penyebaran masif yang amat mirip dengan pola teknik password spraying.

Begitu pintu masuk berhasil dibobol tanpa hambatan, para pelaku siber langsung bergegas menambahkan peranti lunak autentikator milik mereka sendiri demi mempertahankan akses persisten. Langkah ini diambil agar mereka mampu menyelesaikan tantangan verifikasi MFA pada sesi login berikutnya, sekaligus mengantisipasi kemungkinan token sesi curian tersebut kedaluwarsa atau mendadak dicabut oleh sang pemilik asli.

Pada sedikitnya 19 instansi yang terdampak, metode verifikasi MFA milik korban yang lama sengaja dihapus seluruhnya dan digantikan dengan metode baru hanya dalam tenggat waktu tiga jam semenjak penyerusupan pertama terjadi. Bahkan dalam satu insiden nyata yang terdeteksi pada 21 Juli 2026, kelompok peretas ini berhasil memasang aplikasi autentikator baru bernama "iPhone 13" dalam tempo kurang dari 51 menit pasca pembajakan sesi dimulai.

"Perangkat siluman yang didaftarkan memiliki fungsi serupa demi mempertahankan posisi penyerang," jelas para peneliti siber tersebut. "Kelompok penjahat siber ini mendaftarkan setidaknya 48 komputer palsu ke dalam direktori Microsoft kepunyaan organisasi korban. Perangkat terverifikasi semacam ini memberi penyerang jalur yang jauh lebih tangguh untuk memohon token baru ketimbang hanya bersandar pada sesi curian, dan aset palsu itu bakal terus bersarang di sistem sampai ada pengelola yang menghapusnya secara manual."

Tak berhenti di situ, kawanan peretas terpantau membuat rentetan aturan penyaringan email tersembunyi di kotak masuk korban menggunakan penamaan ringkas seperti ".," "sss," "ss," "iT," ",.," "……..," "s," serta "d". Aturan manipulatif ini bekerja menyortir dan memusnahkan surat masuk yang mengandung kata kunci khusus perihal penggajian, setoran dana, hingga bonus, atau mengalihkannya diam-diam ke folder terpencil layaknya RSS Feeds dan Conversation History.

Pada salah satu akun surat elektronik yang dikuasai, aturan rahasia tersebut secara otomatis mengubah status seluruh pesan masuk menjadi terbaca lalu seketika membuangnya. Akun surel malang itu lantas disalahgunakan untuk melancarkan pengiriman spam massal ke ratusan alamat penerima luar, sebelum pada akhirnya sistem Microsoft Entra ID Protection menandai akun itu berstatus bahaya tinggi.

Menurut pemaparan Huntress, token-token berharga tersebut berasal dari banyak rute serangan, mencakup relai AitM di balik situs penipuan, skema phishing melalui kode perangkat (device-code phishing), serta rekayasa sosial manipulatif yang disusupkan saat proses login sah tengah bergulir.

Operasi berbahaya ini mula-mula terdeteksi berasal dari alamat protokol internet Rumania "193.26.115[.]221." Berdasarkan data pelacakan VirusTotal, alamat tersebut aktif dipakai oleh trojan akses jarak jauh berbahaya bernama AsyncRAT. Alamat jaringan ini tercatat bernaung di bawah naungan penyedia layanan hosting asal Jerman yang berlabel 1337 Services GmbH.

Laporan intelijen GreyNoise saat ini merinci ada sebanyak 29 alamat IP yang terikat dengan entitas penyedia hosting tersebut, dengan rincian 10 di antaranya telah divonis berbahaya dan lima lainnya diberi label mencurigakan. Fakta krusial membuktikan perusahaan tersebut memiliki tautan operasional dengan StarkRDP serta rdp[.]sh, yang selama ini memfasilitasi pengguna berbayar untuk menyewa server virtual privat.

Sebelumnya, seluruh domain yang berkaitan erat dengan StarkRDP maupun rdp[.]sh telah ditutup paksa berdampingan dengan platform Nulled, Cracked, serta Sellix melalui operasi gabungan aparat hukum internasional bertajuk Operation Talent pada Januari 2025. Kendati demikian, saat kabar ini ditulis, kedua sarana tersebut terpantau aktif kembali beroperasi, di mana layanan terdahulu kini berganti merek dagang resmi menjadi exy[.]sh.

"StarkRDP senantiasa menjalankan bisnisnya secara sah di mata hukum dan tidak pernah tersangkut dalam aneka dugaan tindak kejahatan yang dituduhkan, dan proses peradilan nantinya akan membuktikan kebenaran ini," tegas perwakilan pengelola StarkRDP lewat unggahan resmi kanal Telegram mereka pada tanggal 30 Januari, seperti diwartakan oleh jurnalis keamanan siber independen Brian Krebs.

"Satu-satunya aset yang disita hanyalah server situs utama beserta domain kami. Sungguh disayangkan, tidak seorang pun mampu memberitahukan pihak mana yang menyitanya dan kepada siapa kami dapat meminta klarifikasi. Oleh karenanya, kami berencana memulai kembali kegiatan operasional dalam waktu dekat memakai identitas baru guna menutup riwayat 'StarkRDP'."

Setiap entitas perusahaan yang menaruh curiga telah menjadi korban pembajakan token replay amat disarankan untuk secepatnya mencabut seluruh sesi yang sedang berjalan, mereset kata sandi akun, memeriksa seluruh perangkat terdaftar di Entra, meninjau ulang metode MFA, menyisir aturan kotak masuk tak wajar atau kemunculan aplikasi korporasi mencurigakan, serta membatasi alur otorisasi kode perangkat melalui penerapan kebijakan Conditional Access.

"Penerapan Conditional Access Policies (CAP) terbukti sangat efektif menambal celah-celah kerentanan keamanan yang luput diatasi oleh MFA semata, asalkan dikonfigurasikan dengan tepat," tutup peneliti Huntress. "Setiap korporasi yang menerapkan CAP wajib mewajibkan MFA (atau memblokir akses langsung) tanpa syarat bagi Seluruh Pengguna, Seluruh Aplikasi Cloud, dan Seluruh varian Tipe Aplikasi Klien."

Page 1 of 51

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén