Menjelang peluncuran resmi GTA VI, antusiasme komunitas gamer di berbagai penjuru bumi tampak kian meluap. Belakangan ini bahkan mulai ramai kabar yang menyebutkan bahwa banyak pekerja bersiap mengajukan libur kerja berbayar maupun surat keterangan sakit secara serentak tepat saat gim anyar Rockstar tersebut meluncur ke pasaran.

Fenomena absensi serentak ini diperkirakan dapat memicu kerugian ekonomi bagi Amerika Serikat dengan nilai fantastis, menembus angka US$1 miliar. Tentu muncul pertanyaan besar mengenai kebenaran dampak finansial tersebut.

Kajian Ekonomi: Fenomena Libur Massal Rilis GTA VI Mengancam Finansial AS

Mengutip laporan dari International Business Times, pakar ekonomi dari Universitas Pompeu Fabra di Barcelona, Profesor José García Montalvo, menyampaikan analisis serta kalkulasi mengenai implikasi kehadiran seri keenam GTA. Prediksi ini berfokus pada hari peluncurannya di platform PlayStation 5 yang dijadwalkan bergulir 19 November 2026 nanti.

Dalam tinjauan José García Montalvo, kehadiran GTA VI berpotensi melumpuhkan produktivitas kerja harian karena lonjakan tingkat ketidakhadiran pegawai. Catatannya membeberkan estimasi sekitar 1,5 juta tenaga kerja absen bekerja secara serentak di hari peluncuran, kondisi yang berpeluang menyunat total angka produktivitas bisnis di Amerika Serikat sampai kurang lebih US$1 miliar.

Berdasarkan kalkulasi data miliknya, laki-laki pada rentang usia 18 sampai 30 tahun diproyeksikan mendominasi kelompok masyarakat yang memilih membolos atau cuti sakit. Situasi tersebut dinilai akan menempatkan korporasi di sektor teknologi sebagai bidang usaha yang menelan kerugian terparah.

Kendati begitu, kalkulasi angka tersebut ditegaskan masih sebatas perkiraan awal yang sifatnya hipotesis dan tingkat ketepatannya belum diverifikasi secara absolut. Dasar perkiraan ini juga berpijak pada estimasi upah tahunan rata-rata senilai US$70 ribu dari tiap pegawai yang memutuskan mangkir demi memainkan gim tersebut.

Potensi fenomena mangkir massal saat GTA VI resmi beredar nyatanya telah diantisipasi lebih dulu oleh Strauss Zelnick, sang CEO Take-Two. Pada momen wawancara April 2026 silam, dirinya telah memprediksi akan hadir tren besar di mana masyarakat luas serentak meminta libur hingga izin kesehatan saat perilisan game.

Demikian paparan terkait fenomena izin cuti kerja masif saat hari peluncuran GTA VI yang ditaksir dapat merugikan ekonomi AS sampai US$1 miliar. Bagaimanakah sudut pandang Anda mengenai isu ini?

Temukan sajian berita menarik Gamebrott lainnya seputar GTA maupun tulisan lain karya Muhammad Faisal. Untuk permohonan informasi lebih detail dan komunikasi kerja sama, silakan hubungi kontak [email protected].