Steam kini berdiri kokoh sebagai platform distribusi video game digital terdepan pada ekosistem PC. Keberhasilan layanan ini berhasil mentransformasi Valve menjadi raksasa yang sangat berpengaruh dalam industri permainan global saat ini.

Di balik pencapaian luar biasa tersebut, terdapat latar belakang unik seputar terciptanya Steam. Layanan populer ini rupanya berakar dari rasa jengkel yang dialami oleh Gabe Newell (GabeN). Bagaimanakah cerita lengkapnya?

Benarkah Steam Tercipta Akibat Kejengkelan GabeN?

Melalui sesi wawancara di kanal YouTube Indie Game Joe, Minh Le selaku Co-Creator Counter-Strike menceritakan masa lalunya ketika berkarier langsung di bawah kepemimpinan Gabe Newell di Valve.

Minh Le menguraikan riwayat terbentuknya etalase digital PC paling tenar di dunia tersebut. Berdasarkan penuturannya, platform tersebut dibangun menyusul serangkaian friksi pelik yang terjadi antara pihak Valve bersama penerbit video game mereka.

Jauh sebelum Steam mengemuka, Valve menjalin kemitraan dengan Sierra untuk mendistribusikan karya mereka. Kendati demikian, muncul banyak sengketa yang memicu kemarahan mendalam GabeN hingga ia sangat membenci perusahaan rekanan tersebut.

“Menurut pandanganku, Gabe adalah sosok yang menegaskan, ‘Persetan dengan semua penerbit ini’. Pada era itu Valve bermitra bersama perusahaan bernama Sierra selaku pihak penerbit. Sierra mempublikasikan Half-Life, dan tampaknya juga Half-Life 2, akan tetapi relasi bersama Sierra menghadirkan pengalaman sangat mengecewakan serta meninggalkan luka mendalam bagi Gabe hingga ia berseru, ‘Persetan. Saya enggan berurusan dengan pihak penerbit lagi,’” kenang Minh Le.

Sierra memang bertindak selaku distributor seri orisinal Half-Life. Namun, imbas ketegangan kedua kubu, Valve bertekad menciptakan Steam sendiri lalu menjadikannya wadah mutlak bagi konsumen pembeli Half-Life 2.

Minh Le bersama karyawan Valve kala itu sejatinya sempat merasa ragu. Sejumlah kolega mempertanyakan prospek proyek ini karena medio 2001-2002 akses internet sangat lambat dan masyarakat umum masih berbelanja kepingan fisik langsung di toko ritel.

Kendati demikian, mereka tak menduga perkembangan kecepatan internet melesat drastis layaknya sekarang. Lompatan kemajuan teknologi ini terbukti menyadarkan mata dunia setelah 25 tahun kiprah perjalanan Steam berlangsung.

Simak terus rangkuman kabar memikat Gamebrott berikutnya seputar Berita maupun tulisan lain dari Javier Ferdano. Mengenai permohonan informasi lanjut atau pertanyaan lainnya, Anda dapat mengontak kami melalui [email protected]