Tag: Valve

Belum Resmi Meluncur, Pemain Aktif Deadlock Sukses Cetak Rekor Tertinggi Baru

Proyek game anyar bertajuk Deadlock kini tengah digarap oleh pihak pengembang Valve. Judul ini mengusung genre MOBA shooter dengan format Third Person Shooter yang sangat ditunggu kalangan penggemar.

Walau belum resmi meluncur ke publik, game tersebut sudah bisa dicoba. Hebatnya, angka pengguna aktif bersamaan milik Deadlock kini menyentuh rekor anyar sekaligus melampaui deretan judul tenar Steam. Mengapa hal itu terjadi?

Pemain Aktif Bersamaan Deadlock Catatkan Rekor Mengesankan

Berdasarkan catatan dari situs SteamDB, total pemain aktif bersamaan Deadlock berhasil menembus rekor puncak sekitar 262.145 orang, dengan torehan 220.000 pengguna aktif dalam kurun 24 jam terakhir.

Pencapaian ini terbilang luar biasa bagi permainan yang belum rilis penuh serta cuma dapat dimasuki melalui mekanisme Invite only. Para pemain baru hanya bisa mengaksesnya apabila telah memperoleh undangan khusus dari orang yang sudah memainkannya.

Bahkan, total tersebut sukses melampaui statistik pemain aktif bersamaan milik Team Fortress 2 yang cuma mengantongi 84 ribu orang. Kendati melonjak mendadak, kenaikan tajam ini memiliki alasan jelas di baliknya.

Deadlock baru saja meluncurkan pembaruan teranyar bertajuk City Never Sleeps yang menyajikan perombakan masif, mencakup revisi Map, kehadiran monster Neutral, serta kedatangan sejumlah karakter baru.

Ketika laporan ini ditulis, Deadlock bertengger di jajaran 5 besar tepat di bawah PUBG: Battlegrounds, serta berada di atas Bongo Cat, FiveM, hingga Wardogs yang sempat viral.

Simak pula kabar seru Gamebrott lainnya seputar Berita maupun ulasan menarik dari Javier Ferdano. Untuk informasi lanjut dan pertanyaan lainnya, hubungi kami via [email protected].

Daftar 70+ Game Steam Murah di Steam Autumn Sale 2026

Toko digital Steam kembali menghadirkan penawaran diskon menarik berupa Game Steam Murah bagi komunitas gamer. Melalui agenda berkala tiap tahun tersebut, Valve menyajikan potongan harga melimpah khusus Steam Autumn Sale 2026. Situasi ini mendorong para pemain lekas memborong belanjaan, terutama aneka judul incaran yang telah lama tersimpan rapi dalam daftar wishlist.

Sepanjang masa promo berlangsung, deretan judul menarik serta karya underrated berkualitas tengah memperoleh pangkasan harga drastis. Seluruhnya dapat segera dibeli sebelum penawaran berakhir. Gebyar diskon ini membuka kesempatan luas untuk menikmati berbagai karya AAA serta rilisan indie underrated dengan banderol sangat terjangkau!

Pilihan Game Steam Murah Khusus Steam Autumn Sale 2026 Mulai Rp 10 Ribuan!

Inilah rangkuman 70+ rekomendasi Game Steam murah edisi Steam Autumn Sale 2026 yang dapat ditebus mulai Rp 10 ribuan:

Demikianlah rangkuman 70+ rekomendasi Game Steam murah rilisan Valve edisi Steam Autumn Sale 2025 dengan harga mulai Rp 10 ribuan. Kabar terbaru mengenai potongan harga game Steam akan senantiasa kami perbarui berkala. Segeralah borong sebelum beberapa promo menarik di atas masa berlakunya resmi ditutup!

Simak pula beragam kabar seru Gamebrott berikutnya seputar Steam ataupun ulasan lain karya Muhammad Faisal. Untuk informasi tambahan serta pertanyaan lainnya, silakan hubungi tim kami melalui [email protected].

Kekesalan Gabe Newell Menjadi Alasan Utama Lahirnya Steam, Beber Kreator Counter-Strike

Steam kini berdiri kokoh sebagai platform distribusi video game digital terdepan pada ekosistem PC. Keberhasilan layanan ini berhasil mentransformasi Valve menjadi raksasa yang sangat berpengaruh dalam industri permainan global saat ini.

Di balik pencapaian luar biasa tersebut, terdapat latar belakang unik seputar terciptanya Steam. Layanan populer ini rupanya berakar dari rasa jengkel yang dialami oleh Gabe Newell (GabeN). Bagaimanakah cerita lengkapnya?

Benarkah Steam Tercipta Akibat Kejengkelan GabeN?

Melalui sesi wawancara di kanal YouTube Indie Game Joe, Minh Le selaku Co-Creator Counter-Strike menceritakan masa lalunya ketika berkarier langsung di bawah kepemimpinan Gabe Newell di Valve.

Minh Le menguraikan riwayat terbentuknya etalase digital PC paling tenar di dunia tersebut. Berdasarkan penuturannya, platform tersebut dibangun menyusul serangkaian friksi pelik yang terjadi antara pihak Valve bersama penerbit video game mereka.

Jauh sebelum Steam mengemuka, Valve menjalin kemitraan dengan Sierra untuk mendistribusikan karya mereka. Kendati demikian, muncul banyak sengketa yang memicu kemarahan mendalam GabeN hingga ia sangat membenci perusahaan rekanan tersebut.

“Menurut pandanganku, Gabe adalah sosok yang menegaskan, ‘Persetan dengan semua penerbit ini’. Pada era itu Valve bermitra bersama perusahaan bernama Sierra selaku pihak penerbit. Sierra mempublikasikan Half-Life, dan tampaknya juga Half-Life 2, akan tetapi relasi bersama Sierra menghadirkan pengalaman sangat mengecewakan serta meninggalkan luka mendalam bagi Gabe hingga ia berseru, ‘Persetan. Saya enggan berurusan dengan pihak penerbit lagi,’” kenang Minh Le.

Sierra memang bertindak selaku distributor seri orisinal Half-Life. Namun, imbas ketegangan kedua kubu, Valve bertekad menciptakan Steam sendiri lalu menjadikannya wadah mutlak bagi konsumen pembeli Half-Life 2.

Minh Le bersama karyawan Valve kala itu sejatinya sempat merasa ragu. Sejumlah kolega mempertanyakan prospek proyek ini karena medio 2001-2002 akses internet sangat lambat dan masyarakat umum masih berbelanja kepingan fisik langsung di toko ritel.

Kendati demikian, mereka tak menduga perkembangan kecepatan internet melesat drastis layaknya sekarang. Lompatan kemajuan teknologi ini terbukti menyadarkan mata dunia setelah 25 tahun kiprah perjalanan Steam berlangsung.

Simak terus rangkuman kabar memikat Gamebrott berikutnya seputar Berita maupun tulisan lain dari Javier Ferdano. Mengenai permohonan informasi lanjut atau pertanyaan lainnya, Anda dapat mengontak kami melalui [email protected]

Kisah Unik Gabe Newell Berlatih Seni Vokal Tradisional Mongolia Sempat Bikin Karyawan Valve Terganggu

Bagi kalangan penggemar video game, sosok Gabe Newell telah lama dipandang sebagai pengusaha sukses sekaligus pimpinan tertinggi korporasi Valve yang amat berpengaruh. Di luar kesibukan industri hiburan digital, pria karismatik ini terkenal gemar bersantai lewat hobi berlayar menggunakan kapal pesiar pribadi serta berenang bebas di perairan laut lepas.

Akan tetapi, tak banyak yang menduga bahwa pria yang akrab disapa Gaben tersebut sempat begitu mendalami seni olah vokal tradisional khas Mongolia. Rutinitas latihan yang dilakukannya bahkan sempat membuat sejumlah staf di lingkungan kantor Valve merasa cukup terusik.

Antusiasme Gabe Newell Mendalami Seni Bernyanyi Khas Mongolia

Fakta unik yang mengejutkan tersebut dibeberkan secara langsung oleh Minh Le, salah seorang pencipta pendamping game Counter-Strike. Saat hadir menjadi narasumber pada sesi wawancara podcast di saluran YouTube Indie Game Joe, Le membagikan segudang pengalaman berharga sewaktu berkarier di kantor Valve, termasuk salah satu kegemaran bosnya yang amat jarang terdengar publik.

Minh Le menguraikan jika sang pendiri Valve memang kerap memiliki kecenderungan mengeksplorasi beraneka hobi baru yang sanggup memikat rasa penasarannya. Di antara sekian banyak ketertarikan tersebut, Gaben rupanya sempat menghabiskan waktu beberapa bulan karena sangat terpikat oleh teknik vokal tradisional Mongolia yang kerap disebut sebagai Khoomei atau Tuvan Throat Singing.

Teknik Khoomei atau Tuvan Throat Singing sendiri merupakan tradisi olah suara khas di mana seorang penyanyi memiliki kemampuan luar biasa untuk mengeluarkan kombinasi dua nada atau lebih secara serentak hanya mengandalkan satu tenggorokan. Gelombang audio yang tercipta umumnya berupa perpaduan frekuensi rendah yang bergumam tebal, diiringi lapisan nada tinggi yang melengking layaknya suara peluit.

Le menduga kegemaran mendadak sang bos timbul setelah dirinya menyaksikan tayangan dokumenter yang mengulas tentang praktik seni musik tradisional Mongolia itu. Meski begitu, asumsi tersebut murni sebatas perkiraan pribadinya dan sebagian rekan kerja di Valve berpendapat alasan aslinya bisa saja berbeda.

Suara Nyanyian Sempat Meresahkan Karyawan Kantor Valve

Berdasarkan keterangan yang dipaparkan Le, kegemaran bernyanyi tersebut nyatanya hanya ditekuni Gaben dalam kurun waktu sekitar lima bulan. Kendati hanya berjalan beberapa bulan, Le beserta rekan-rekan kerjanya merasakan masa-masa itu menjadi pengalaman yang cukup menyeramkan bagi telinga mereka di tempat kerja.

Le masih mengingat jelas atmosfer ruangan kantor yang terganggu oleh lantunan vokal keras Gaben saat melatih teknik suara Mongolia tersebut. Sang pimpinan kerap tertangkap mata sedang melantunkan nada-nada tajam berfrekuensi tinggi dengan volume kencang sambil mondar-mandir menelusuri lorong kantor hampir setiap hari.

Demikianlah kisah menarik seputar masa lalu Gabe Newell yang sempat menekuni teknik seni bernyanyi Mongolia hingga membuat banyak pegawai Valve merasa risih, termasuk Minh Le sang kreator bersama Counter Strike di masa kerjanya. Memang selalu ada tingkah unik tak terduga yang datang dari Gaben.

Simak terus berbagai ulasan informatif menarik lainnya dari Gamebrott mengenai Gabe Newell atau temukan artikel pilihan lainnya dari Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, Anda dapat mengirimkan pesan resmi melalui [email protected].

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén