Tag: Steam

Unik dan Nyeleneh, Event Diskon Game Bertema NTR Kini Hadir di Steam

Para pengguna setia platform Steam tentu sudah sangat terbiasa menjumpai aneka promo potongan harga berkala. Kendati begitu, agenda diskon serupa rupanya sering pula digelar secara mandiri oleh entitas pihak ketiga.

Prakarsa ini tidak melulu berasal dari publisher raksasa pemilik katalog besar, melainkan kerap digagas asosiasi tertentu, komunitas gamer, hingga pagelaran khusus seputar industri game. Menariknya, pernahkah Anda mendengar gelaran pesta diskon yang secara khusus mengusung jajaran game bertema NTR?

Mengusung tajuk resmi NTR Carnival, perhelatan digital ini diprakarsai platform HGamer.tw bersama kolaborasi publisher Mango Party, Saikey, serta LewdLoco. Seluruh pihak menyuguhkan potongan harga bagi aneka judul dewasa berunsur erotis, dengan penekanan utama pada jalan cerita perselingkuhan.

Tercatat minimal terdapat lebih dari 20 game yang dipangkas harganya, di samping delapan karya baru publisher tersebut yang dijadwalkan segera rilis. Rangkaian promo ini sudah bergulir sejak tanggal 22 September kemarin hingga resmi ditutup 7 Oktober mendatang.

Mengenal Istilah NTR

Bila Anda belum familier dengan istilah NTR, sebutan asal Jepang ini secara sederhana merujuk pada format narasi yang berpusat seputar kisah pengkhianatan asmara.

Uniknya, sudut pandang dalam cerita NTR umumnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berbeda seturut perspektif tiap tokohnya.

Bagaimana pandangan Anda menanggapi keberadaan festival promo unik ini, brott? Tuliskan pemikiran Anda langsung pada ruang komentar di bawah.

Simak terus ulasan memikat maupun artikel bermutu lain persembahan Andy Julianto. Segala kebutuhan informasi serta penawaran kerja sama dapat diajukan via [email protected].

Kekesalan Gabe Newell Menjadi Alasan Utama Lahirnya Steam, Beber Kreator Counter-Strike

Steam kini berdiri kokoh sebagai platform distribusi video game digital terdepan pada ekosistem PC. Keberhasilan layanan ini berhasil mentransformasi Valve menjadi raksasa yang sangat berpengaruh dalam industri permainan global saat ini.

Di balik pencapaian luar biasa tersebut, terdapat latar belakang unik seputar terciptanya Steam. Layanan populer ini rupanya berakar dari rasa jengkel yang dialami oleh Gabe Newell (GabeN). Bagaimanakah cerita lengkapnya?

Benarkah Steam Tercipta Akibat Kejengkelan GabeN?

Melalui sesi wawancara di kanal YouTube Indie Game Joe, Minh Le selaku Co-Creator Counter-Strike menceritakan masa lalunya ketika berkarier langsung di bawah kepemimpinan Gabe Newell di Valve.

Minh Le menguraikan riwayat terbentuknya etalase digital PC paling tenar di dunia tersebut. Berdasarkan penuturannya, platform tersebut dibangun menyusul serangkaian friksi pelik yang terjadi antara pihak Valve bersama penerbit video game mereka.

Jauh sebelum Steam mengemuka, Valve menjalin kemitraan dengan Sierra untuk mendistribusikan karya mereka. Kendati demikian, muncul banyak sengketa yang memicu kemarahan mendalam GabeN hingga ia sangat membenci perusahaan rekanan tersebut.

“Menurut pandanganku, Gabe adalah sosok yang menegaskan, ‘Persetan dengan semua penerbit ini’. Pada era itu Valve bermitra bersama perusahaan bernama Sierra selaku pihak penerbit. Sierra mempublikasikan Half-Life, dan tampaknya juga Half-Life 2, akan tetapi relasi bersama Sierra menghadirkan pengalaman sangat mengecewakan serta meninggalkan luka mendalam bagi Gabe hingga ia berseru, ‘Persetan. Saya enggan berurusan dengan pihak penerbit lagi,’” kenang Minh Le.

Sierra memang bertindak selaku distributor seri orisinal Half-Life. Namun, imbas ketegangan kedua kubu, Valve bertekad menciptakan Steam sendiri lalu menjadikannya wadah mutlak bagi konsumen pembeli Half-Life 2.

Minh Le bersama karyawan Valve kala itu sejatinya sempat merasa ragu. Sejumlah kolega mempertanyakan prospek proyek ini karena medio 2001-2002 akses internet sangat lambat dan masyarakat umum masih berbelanja kepingan fisik langsung di toko ritel.

Kendati demikian, mereka tak menduga perkembangan kecepatan internet melesat drastis layaknya sekarang. Lompatan kemajuan teknologi ini terbukti menyadarkan mata dunia setelah 25 tahun kiprah perjalanan Steam berlangsung.

Simak terus rangkuman kabar memikat Gamebrott berikutnya seputar Berita maupun tulisan lain dari Javier Ferdano. Mengenai permohonan informasi lanjut atau pertanyaan lainnya, Anda dapat mengontak kami melalui [email protected]

Game Gacha Santai Laid-Back Camp All-in-One!! EoS 21 Oktober, Bakal Rilis Ulang Jadi Aplikasi Pendamping

Setelah lebih dari tiga tahun beroperasi, game kemah santai dengan sistem gacha yang diadaptasi dari karya manga Afro, Laid-Back Camp All-in-One!!, baru saja dikonfirmasi bakal segera menuntaskan operasional layanannya atau yang kerap dikenal sebagai End of Service (EoS).

Kendati begitu, permainan ini tidak serta-merta lenyap sepenuhnya seperti nasib kebanyakan judul gacha lain yang terkena EoS. Pihak Enish selaku pihak pengembang membeberkan bahwa karya mereka bakal diluncurkan kembali lewat sejumlah pembaruan besar, sembari mengusung nama anyar Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time.

Perubahan mendasar terletak pada arah permainannya yang tak lagi bertumpu pada mekanisme manajemen, tetapi bertransformasi menjadi game companion yang berfungsi serupa aplikasi pendamping kegiatan harian pengguna. Para gamer tentu saja masih diizinkan merancang tata letak area kemah berikut busana tokoh sesuka hati.

Laid-Back Camp All-in-One!! bakal menyudahi server versi awalnya pada 21 Oktober, kemudian lekas hadir sebagai Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time pada 22 Oktober. Pengguna yang memasang aplikasi di perangkat Android serta iOS secara otomatis langsung bermutasi ke versi anyar seusai menuntaskan unduhan pembaruan.

Menyambut momen penutupan edisi awal yang menyisakan waktu sebulan, user diberikan kesempatan menarik 10 kali gacha cuma-cuma tiap hari hingga batas 21 Oktober. Transaksi Yuru Coins selaku mata uang digital juga telah resmi dinonaktifkan sejak 18 September kemarin, di mana regulasi pengembalian dana atau refund bakal dipaparkan pada kesempatan berikutnya.

Edisi teranyar ini tetap berstatus free-to-play dengan mempertahankan beberapa skema transaksi mikro. Kendati demikian, masih belum dipastikan apakah sistem gacha tetap dipertahankan atau pemain dapat membeli perlengkapan incaran secara langsung. Seluruh aset yang telah dikoleksi gamer dipastikan ikut ditransfer ke edisi baru.

Hadir Pula Menuju Platform PC Steam

Kabar menggembirakan lainnya, Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time dikabarkan siap merambah ekosistem PC via Steam, bertepatan langsung dengan tanggal debut versi mobile tersebut.

Perbedaan utamanya, rilisan Steam mengusung format beli putus sekali bayar tanpa menyisipkan gacha maupun transaksi mikro di dalamnya. Seluruh perlengkapan kemah hingga pernak-pernik pakaian tokoh diperkirakan dapat dibuka serta dinikmati langsung oleh pemain.

Meski begitu, Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time edisi Steam ini bakal lebih dulu dirilis dalam status Early Access. Developer berniat menyuntikkan berbagai fungsi tambahan secara bertahap dengan mempertimbangkan ulasan dari komunitas pemain.

Bagaimanakah respons kamu mendengar kabar perombakan ini? Jangan ragu bagikan opini kamu di kolom komentar di bawah.

Simak pula beragam kabar seru serta ulasan menarik lainnya karya Andy Julianto. Untuk keperluan informasi lebih mendalam dan kerja sama, hubungi langsung di [email protected].

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén