Tag: Steam Page 1 of 2

Tembus Angka Fantastis, Pendapatan Phantom Blade Zero Ditaksir Lampaui $200 Juta

Kehadiran Phantom Blade Zero sukses menjadi gebrakan besar dalam ranah industri video game sepanjang tahun ini. Judul anyar tersebut sanggup memikat atensi begitu banyak pemain, bahkan angka penjualannya dikabarkan berhasil menembus 4 juta kopi. Berdasarkan perkiraan analis pasar, perolehan omzet Phantom Blade Zero diperkirakan sudah menembus lebih dari $200 juta.

Estimasi Finansial Phantom Blade Zero Versi Analis

Data dari Alinea Analytics memperkirakan bahwa pemasukan kotor Phantom Blade Zero menyentuh kisaran $223 juta, dengan torehan penjualan mencapai 4,3 juta unit hanya dalam rentang waktu lima hari pasca peluncuran perdananya pada 29 Oktober 2026.

Platform Steam mencatatkan kontribusi terbesar dengan angka 3,1 juta unit atau setara 72,6 persen, sementara konsol PS5 mengamankan 1,2 juta unit atau sekitar 27,4 persen. Rekor luar biasa tersebut langsung mengantarkan Phantom Blade Zero menempati posisi kesepuluh dalam daftar judul rilisan baru paling sukses tahun 2026 berdasarkan kalkulasi pendapatan platform Steam, Xbox, serta PlayStation.

Peta distribusi wilayah penjualannya pun memperlihatkan tren yang sangat menarik. Kawasan Tiongkok, Taiwan, beserta Hong Kong mendominasi sekitar 55 persen dari total volume unit yang laku, dengan porsi 56 persen di Steam dan 50 persen di PS5. Akan tetapi, sumbangan finansial kawasan tersebut hanya berada di angka 45 persen dari total keseluruhan, terbagi menjadi 47 persen di Steam serta 40 persen di PlayStation. Perbedaan ini terjadi akibat disparitas penetapan harga antarnegara.

Di pasar Amerika Serikat, permainan aksi ini dipatok seharga kurang lebih $60 dolar AS, berbanding sekitar $40 dolar AS saja untuk wilayah Tiongkok. Dampaknya, setiap transaksi di kawasan tersebut menghasilkan nominal yang lebih rendah kendati jumlah pembeli lokalnya sangat masif.

Kendati demikian, performa Phantom Blade Zero terbukti bukan fenomena regional semata. Pihak Alinea mencatat bahwa judul ini tetap sanggup mengamankan peringkat 20 besar rilis baru terbaik 2026 dari sisi pendapatan, sekalipun data ketiga wilayah Asia tersebut dikesampingkan.

Analis Alinea, Rhys Elliott, secara terbuka melabeli permainan garapan ini sebagai sebuah “hit global”. Di ekosistem Steam sendiri, catatan pemain aktif bersamaan atau concurrent players bahkan sempat menembus angka impresif yakni 833.921 pengguna secara serentak.

Pencapaian masif ini sekaligus menegaskan premis bahwa karya bertema single-player masih memegang pangsa pasar yang sangat kokoh dalam peta industri game modern. Selain itu, proyek megah yang menampilkan sosok Donnie Yen ini membuktikan karya skala AAA mampu meraup ratusan juta dolar meski hadir tanpa meluncur di konsol Xbox. Sejumlah pengamat juga menilai proyek ini sangat berpeluang menyabet trofi Game of The Year tahun ini.

Temukan pula ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar game Phantom Blade Zero serta konten tulisan lain dari Arif Gunawan. Untuk keperluan informasi lebih mendalam dan kerja sama resmi, pembaca dapat mengirim pesan lewat surel [email protected].

Tembus 1 Juta Kopi, Analis Prediksi Penjualan Phantom Blade Zero Melejit

Kabar menggembirakan datang dari proyek aksi terbaru Phantom Blade Zero, yang mana angka pemasarannya kini diproyeksikan telah melampaui 1 juta kopi menurut pantauan lembaga analis. Benarkah torehan tersebut berhasil diraih?

Prediksi Analis Catat Penjualan Phantom Blade Zero Lampaui 1 Juta Unit

Mengacu pada rilis Alinea Analytics, Phantom Blade Zero diprediksi telah mengumpulkan prapemesanan maupun penjualan melampaui 850.000 unit di platform Steam serta konsol PS5. Porsi terbesar disumbang Steam dengan persentase 73,8 persen. Total tersebut dipercaya sudah menembus angka satu juta unit apabila menghitung transaksi WeGame, etalase digital kepunyaan Tencent di Tiongkok, walaupun belum tersedia statistik resmi dari portal tersebut.

Perlu dicatat kembali, nominal data ini sejatinya belum diverifikasi pihak S-GAME atau Sony. Meski demikian, kalkulasi tersebut berhasil memperlihatkan tingginya minat komunitas gamer secara signifikan.

Perolehan pendapatan kotor game ini ditaksir menyentuh angka 43 juta dolar AS. Nominal itu cukup mengantarkannya ke daftar 40 judul terlaris sepanjang 2026, walau perilisannya baru menjangkau ekosistem PC serta PS5. Basis konsumen terbanyak yang meminang karya ini didominasi pemain asal Tiongkok, Taiwan, beserta Hong Kong.

Tren penjualannya kian menanjak, berawal dari kisaran 500.000 kopi di Steam beberapa hari lampau, lalu melonjak ekstra 80.000 kopi pasca pencabutan embargo ulasan media.

Rhys Elliot yang menjabat sebagai Head of Market Analysis Alinea Analytics menilai Phantom Blade Zero tidak bakal menandingi kesuksesan Black Myth: Wukong yang sanggup merengkuh 10 juta unit dalam tempo tiga hari debut. Kendati demikian, ia optimis game yang menampilkan Donnie Yen ini tetap mencatatkan performa gemilang tahun ini di tengah kompetisi industri yang sangat padat.

Prospek manis tersebut kian terbuka lantaran penilaian kritikus condong sangat memuaskan, bahkan beberapa menjagokannya bersaing di nominasi Game of the Year 2026. Publik kini menanti apakah pihak S-GAME selaku pengembang akan mengumumkan data transaksi resmi secara terbuka dalam periode mendatang.

Simak terus ulasan memikat Gamebrott lainnya seputar Phantom Blade Zero serta konten pilihan dari Arif Gunawan. Untuk keperluan informasi lebih mendalam dan kerja sama, pembaca dapat mengirim pesan via [email protected].

Eks Pengembang Valve Skakmat Pernyataan Tim Sweeney Terkait Steam yang Dituding Menghambat Pasar PC

Dalam pemberitaan terdahulu, CEO Epic Games yakni Tim Sweeney sempat melontarkan klaim bahwa platform Steam kepunyaan Valve dinilai menahan laju industri game PC. Menanggapi tudingan miring tersebut, seorang figur mantan pengembang Valve melancarkan respons balasan terhadap sang petinggi Epic Games secara lugas dan terbuka. Lantas, bagaimana poin tanggapan yang disampaikannya?

Eks Pengembang Valve Tanggapi Tuduhan Tim Sweeney

Lewat tayangan video teranyar pada kanal YouTube pribadinya, Chet Faliszek yang berstatus mantan staf Valve sekaligus sosok kawakan yang pernah bertugas sebagai Writer judul kenamaan Half-Life serta Left 4 Dead, membantah keras pandangan CEO Epic Games mengenai Steam yang dituduh memperlambat ekosistem game PC.

Faliszek memandang bahwa dalih yang dilontarkan Sweeney sama sekali tidak kontekstual demi memperkuat kritikannya perihal regulasi transparansi mengenai pemanfaatan teknologi AI pada game yang rilis di Steam.

Ia turut menggarisbawahi analogi hipotesis dari Sweeney yang mempertanyakan apakah Valve semestinya ikut membebankan developer kewajiban mendeklarasikan afiliasi prinsip politik tertentu. Bagi Faliszek, tidak pernah ada satu pihak pun yang betul-betul menuntut korporasi kepunyaan Gabe Newell tersebut guna mengesahkan aturan semacam itu.

Selanjutnya, Chet Faliszek menyoroti kontradiksi ucapan bos Epic Games tersebut mengenai isu keterbukaan teknologi AI pada karya game. Faliszek membeberkan fakta bahwa pasar aset digital punya Epic Games sendiri, yaitu Fab, senyatanya mengimplementasikan syarat serupa demi mengungkap keterlibatan AI pada pembuatan sebuah produk.

Dirinya bahkan menyinggung pernyataan Sweeney sebelumnya yang menegaskan platform miliknya bakal konsisten memberlakukan kebijakan itu kendati Steam membatalkannya kelak. Hal ini memicu pertanyaan dari Faliszek, mengapa Sweeney memandang aturan Steam bermuatan motif politis, sementara tokonya sendiri memakai dasar keputusan berbasis alasan bisnis murni.

Mengenai sangkaan bahwa Valve mengekang pertumbuhan sektor gaming PC, Faliszek mengakui ekosistem Steam mungkin tidak melulu menyuplai segala fasilitas pengembang via teknologi bawaan internal. Walau demikian, Valve senantiasa memberi kebebasan luas bagi komunitas pengembang serta pihak eksternal untuk meracik sendiri peranti pendukung yang mereka perlukan.

Faliszek menambahkan, seandainya Valve nekat memenuhi seluruh keperluan developer secara sepihak dan mandiri, langkah korporasi raksasa tersebut justru rawan memicu tuduhan monopoli industri pasar game komputer secara menyeluruh.

Menutup rentetan sanggahannya, Chet Faliszek menantang Sweeney untuk membuktikan janji Epic Games kepada kalangan konsumen dan pencipta game. Tantangannya sederhana: merilis Alan Wake 2 menuju etalase Steam, mengingat titel populer itu hingga detik ini masih terkunci secara eksklusif hanya di toko digital Epic Games Store.

Menurut Faliszek, langkah Epic Games yang bersikeras menahan Alan Wake 2 tetap eksklusif sejatinya malah mencerminkan tindakan pembatasan ekosistem PC, sebuah praktik yang ironisnya terus diserang balik oleh Sweeney ke kubu Valve.

Sekian rangkuman bantahan dari mantan pekerja Valve terhadap pendapat Tim Sweeney terkait tuduhan penghambatan industri game PC. Bagaimana pandangan kalian menanggapi argumen Chet Faliszek ini?

Simak terus aneka kabar memikat Gamebrott lainnya seputar Valve, Tim Sweeney, atau ulasan menarik karya Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Pemain Aktif Cyberpunk 2077 di Steam Melonjak Pesat Usai Pembaruan Versi 2.5 Meluncur

Menyusul peluncuran patch Cyberpunk 2077 versi 2.5, karya racikan CD Projekt Red ini kembali merebut perhatian luas kalangan gamer semenjak hadirnya ekspansi Phantom Liberty. Hal tersebut wajar terjadi mengingat terdapat lonjakan tajam total pemain aktif Cyberpunk 2077 pada platform Steam sesudah pembaruan itu hadir. Lalu, seberapa masif peningkatan jumlah penggunanya?

Lonjakan Pemain Aktif Cyberpunk 2077 di Steam Meningkat Tajam Selepas Pembaruan 2.5

Berdasarkan catatan statistik SteamDB, angka pemain aktif Cyberpunk 2077 di layanan Steam berhasil melampaui lebih dari 180 ribu orang bersamaan sewaktu tulisan ini dibuat (27/10).

Karya ciptaan CDPR Projekt ini meluncurkan patch versi 2.5 demi memeriahkan peluncuran anime Cyberpunk: Edgerunners 2. Bukan hanya itu, lonjakan signifikan ini tercatat sebagai peningkatan paling masif sesudah durasi cukup lama tanpa kedatangan materi anyar.

Anda dapat mengamati tangkapan layar statistik SteamDB tersebut lewat lampiran berikut.

Komparasi dengan Momen Peluncuran Phantom Liberty

Apabila disandingkan terhadap rilisnya ekspansi Phantom Liberty tempo hari pada Oktober 2023 yang sukses mengumpulkan sekitar 270.000 gamer, lonjakan trafik saat ini setidaknya menghadirkan sajian segar yang memiliki keterkaitan erat dengan penayangan serial animasi terbarunya.

Di dalam pembaruan anyar ini, para gamer memperoleh mekanisme Dual-Wielding beserta penambahan misi anyar yang bertindak sebagai jembatan prekuel bagi Cyberpunk: Edgerunners 2. Keberadaan materi tersebut sengaja dirancang untuk memperluas narasi semesta Cyberpunk itu sendiri.

Di samping itu, bertepatan dengan momen rilis Cyberpunk: Edgerunners 2, pihak CDPR Projekt sempat membagikan potongan harga yang cukup besar untuk pembelian Cyberpunk 2077 sampai 70% demi menarik minat pemain baru agar memadati kawasan Night City lagi.

Demikian rangkuman berita seputar kenaikan jumlah pemain aktif Cyberpunk 2077 di Steam yang merangkak naik tinggi pasca update 2.5 serta rilisnya serial anime Edgerunners 2. Sudahkah kalian menjajal versi terbaru ini?

Simak pula kabar menarik Gamebrott yang lain seputar Cyberpunk 2077 atau tulisan berita lainnya persembahan Lazuardi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Banana Life Sim: Sensasi Game Simulasi Menjadi Pisang Tanpa Melakukan Apapun

Platform Steam kerap menyuguhkan variasi permainan menarik berkat beragam keunikan tersendiri dari para pengembang, baik studio berskala raksasa hingga pengembang independen.

Kini telah hadir sebuah karya indie bertajuk Banana Life Sim yang mengajak pemain berperan sebagai sebutir pisang tanpa melakukan aktivitas apa pun. Terdengar cukup mengejutkan, bukan?

Banana Life Sim Ajak Gamer Jadi Pisang Pasif Sepanjang Permainan

Mungkin sulit dipercaya, namun judul ini benar-benar menyajikan konsep tersebut hingga sukses memicu kehebohan di tengah komunitas gamer selama beberapa hari ke belakang.

Mengacu pada keterangan resmi di etalase Steam, Banana Life Sim merupakan permainan simulasi di mana pemain mengambil peran sebagai buah pisang dengan nuansa gameplay yang menenteramkan.

Dynamic Games selaku pihak pengembang mendeskripsikan karya seharga Rp 13.999 ini sebagai sarana merenungi pesona hutan sekitar sembari menikmati hari-hari sebagai buah tropis. Mereka memaparkan bahwa pemain dapat melakukan tindakan wajar layaknya pisang biasa, yang mana sebagian besarnya hanyalah berdiam diri di posisi serupa.

Anda dapat mengamati penampakan permainan tersebut pada tautan di bawah ini.

Menilik deretan ulasan pengguna di laman Steam, banyak gamer melontarkan komentar jenaka serta menghibur. Beberapa menyebut alur ceritanya sangat luar biasa bernilai 10/10, visualnya memukau, dan berbagai sanjungan konyol lainnya. Bahkan tercatat ada pemain yang bertekad menuntaskan seluruh Achievement, termasuk tantangan bertahan diam tanpa aksi selama 100 jam penuh.

Berdasarkan penelusuran lebih mendalam, studio Dynamic Games rupanya memang gemar merilis ragam permainan unik bernuansa acak. Di katalog akun Steam kepunyaan mereka, tersaji proyek simulasi serupa semisal Coconut Simulator, Cactus Simulator, Grass Life Sim, dan beberapa judul bertema sejenis.

Demikian pembahasan seputar karya indie Banana Life Sim yang menempatkan pemain menjadi sebutir pisang tanpa kesibukan apa pun. Apakah Anda berminat untuk menjajal judul eksentrik ini?

Simak terus ulasan memikat Gamebrott berikutnya mengenai ranah Indie atau tulisan lain garapan Muhammad Faisal. Untuk keterangan lebih lanjut maupun kebutuhan kerja sama, Anda dapat menghubungi kami melalui [email protected].

Eks Pengembang Valve Nilai Tim Sweeney Terlalu Terobsesi pada Gabe Newell

Membahas Epic Games tentu tidak akan lepas dari langkah layanan distribusi game digital tersebut yang tiada henti menghadirkan usaha optimal bagi para gamer. Terlebih lagi, sang CEO Epic Games, Tim Sweeney, kerap kali melontarkan bermacam pernyataan publik sembari menghubungkannya dengan figur Gabe Newell.

Kondisi tersebut memicu seorang eks pengembang Valve untuk menilai bahwa Tim Sweeney tampak begitu terobsesi terhadap sosok Gabe. Lantas, faktor apa saja yang melandasi timbulnya sudut pandang tersebut?

Tanggapan Eks Pengembang Valve Mengenai Sikap Tim Sweeney terhadap Gaben

Chet Faliszek, mantan staf sekaligus figur veteran di lingkungan Valve yang pernah memegang peranan krusial sebagai penulis cerita waralaba Half-Life serta Left 4 Dead, belum lama ini mengunggah rekaman video melalui kanal YouTube pribadinya. Konten teranyar itu secara spesifik mengulas sistem Launcher Epic Games yang dirancang menggunakan pendekatan vibe coding atau implementasi bantuan teknologi AI.

Faliszek mengemukakan pandangan bahwa rombakan teknis semacam itu pada Launcher Epic Games sejatinya memberikan nilai pemikat yang positif bagi komunitas pengguna. Pasalnya, langkah pembenahan aspek antarmuka visual tergolong sebagai pembaruan yang dapat secara instan memperoleh sambutan hangat dari para penikmatnya. Kendati demikian, ia melontarkan tanda tanya mengenai sasaran pokok yang sesungguhnya hendak dicapai oleh pihak Epic saat memutuskan merancang peluncur aplikasi mereka lewat bantuan vibe coding.

Dirinya pun menyoroti analogi resmi pihak Epic yang melukiskan rupa perdana dari peluncur termutakhir mereka bagaikan sebuah speedboat yang gesit, alih-alih menyerupai kapal pesiar yacht yang lamban. Faliszek memandang analogi metafora tersebut terasa seperti tendensi sindiran terselubung yang dialamatkan khusus kepada Gabe Newell yang memang terkenal mempunyai kepemilikan yacht pribadi mewah.

Bahkan, sang mantan kreator Valve ini menggarisbawahi frekuensi tindakan Tim Sweeney yang berulang kali menyinggung topik armada kapal pesiar milik sang bos Valve itu di berbagai forum maupun keterangan terbuka.

Melihat rentetan kalimat yang kerap dilontarkan Sweeney, Faliszek menarik kesimpulan bahwa sang pimpinan puncak Epic Games telah bersikap terlalu terobsesi terhadap Gabe Newell hingga merasa wajib menyisipkan nada ejekan semacam itu. Lebih-lebih, gestur tersebut tetap dibawa masuk ke dalam lingkup pengumuman resmi terkait produk komersial kepunyaan Epic Games.

Terlepas dari perkara obsesi Sweeney pada Newell, Faliszek memandang ekosistem kepunyaan Epic Games saat ini dinilai masih defisit daya pikat di tengah kalangan penikmat game. Dalam kacamatanya, etalase Steam mampu menyuguhkan mutu interaksi yang jauh lebih matang berkat ketersediaan sarana pendukung interaksi sosial komunitas yang lengkap, mulai dari keberadaan ruang forum diskusi terbuka, bagian kolom tanggapan, fasilitas modifikasi profil yang bebas, hingga penyatuan ekosistem fungsi yang terpadu harmonis.

Ia tidak menampik bahwasanya platform Steam tetap memiliki sejumlah kelemahan operasional tersendiri, namun keunggulan pada sektor kelincahan respons antarmuka dirasa belum sanggup otomatis mengangkat pamor layanan Epic Games di benak pasar penikmat game. Utamanya jika Epic Games sendiri terbukti masih keteteran dalam menjamin penyediaan sarana fungsional serta kualitas keterlibatan komunal yang lebih unggul.

Kenyataan tersebut pada akhirnya memicu keraguan mendalam dari dirinya mengenai destinasi akhir maupun fokus cetak biru jangka panjang yang sebetulnya ingin diwujudkan Epic Games melalui peluncur tersebut.

Demikianlah rangkuman kabar perihal perspektif dari mantan staf pengembang Valve yang menganggap Tim Sweeney terlampau terfokus pada persona Gabe Newell. Bagaimanakah sudut pandang kalian sendiri menanggapi pernyataan yang diutarakan Chet Faliszek ini?

Simak pula aneka ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar perkembangan dunia Valve atau tulisan informatif lain persembahan Muhammad Faisal. Untuk koordinasi informasi maupun keperluan korespondensi lebih jauh, Anda dipersilakan menghubungi kami lewat alamat [email protected].

Call of Duty Modern Warfare 4 Raih Predikat ‘Very Positive’ di Steam

Gairah komunitas penggemar Call of Duty kembali meledak pasca dibukanya Early Access untuk mode campaign Modern Warfare 4 secara resmi. Sejak pertama kali diluncurkan, para gamer langsung menyerbu untuk menjajal sajian pembuka dari game FPS populer tersebut. Hype tinggi yang dibangun lewat berbagai promosi sebelumnya kini mulai memperlihatkan bukti manis. Simak rangkuman lengkapnya di bawah ini!

Ulasan Call of Duty Modern Warfare 4 pada Platform Steam

Akses awal untuk jalan cerita Modern Warfare 4 memang sudah resmi meluncur pada tanggal 16 Oktober kemarin. Hanya dalam kurun waktu tiga hari sejak perilisan, judul anyar ini telah berhasil mendulang segudang respons yang sangat menggembirakan di etalase Steam.

Mengacu pada catatan SteamDB saat tulisan ini disusun, Modern Warfare 4 sukses mengamankan persentase 91,7% review positif dari total 2.625 ulasan pengguna Steam. Raihan impresif tersebut secara otomatis menobatkan MW4 sebagai entri Call of Duty dengan skor tertinggi di Steam selama rentang waktu lebih dari satu dekade ke belakang.

Kendati demikian, pencapaian fantastis ini sejatinya baru datang dari babak early access campaign semata. Akumulasi jumlah ulasan yang terkumpul juga masih relatif minim, sehingga rasanya belum bisa mewakili penilaian komunitas gamer secara menyeluruh dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, fluktuasi rating, lonjakan jumlah ulasan, serta tanggapan mengenai mode permainan lainnya sangat berpotensi berubah, terutama ketika Call of Duty Modern Warfare 4 diluncurkan secara penuh pada 23 Oktober mendatang.

Skor impresif di fase awal Modern Warfare 4 ini tentu menjadi angin segar. Sambutan hangat tersebut membuktikan sensasi awal yang disajikan sanggup memikat hati para pemain, setidaknya berpatokan pada ulasan yang terhimpun saat ini.

Bagaimana pandangan kalian mengenai hal ini, brott?

Simak pula beragam kabar seru Gamebrott lainnya seputar Berita Game maupun tulisan menarik lainnya dari Sofie Diana. Untuk informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, silakan hubungi kami melalui alamat [email protected]

Game Aksi Lokal Acts of Blood Siap Rilis Awal Desember 2026

Perkembangan industri game Indonesia belakangan ini kian menarik perhatian lewat hadirnya deretan karya baru berkualitas. Salah satu judul yang mencuri sorotan adalah karya aksi pertarungan brutal besutan Eksil Team yang berjudul Acts of Blood.

Pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2025, pihak pengembang kini secara resmi telah menetapkan jadwal rilis game tersebut, yakni pada 4 Desember mendatang. Bersamaan dengan kabar tersebut, mereka memamerkan cuplikan video trailer terbaru yang memperlihatkan lebih banyak adegan pertarungan gameplay.

Kalian dapat menyaksikan tayangan trailer teranyar itu pada tautan di bawah ini.

Acts of Blood dipastikan menyambangi platform PC terlebih dahulu melalui etalase Steam serta Microsoft Store. Sementara itu, ketersediaannya untuk konsol modern seperti PlayStation 5 maupun Xbox Series X|S baru direncanakan meluncur pada tahun 2027 mendatang.

Dinaungi Penerbit Big Fan Games

Seiring kabar peluncuran tersebut, diumumkan pula bahwa penerbitan game ini akan ditangani langsung oleh Big Fan Games, anak label bentukan Devolver Digital yang memfokuskan kurasi pada perilisan aneka game indie berkualitas.

Padahal, Big Fan Games umumnya lebih sering menggarap lisensi dari intellectual property atau IP populer dunia, sebut saja rilisan John Wick Hex hingga Warhammer 40.000: Boltgun 2. Langkah mereka meminang Acts of Blood yang berstatus sebagai IP orisinal anyar tentu menjadi sebuah kejutan istimewa.

Bagaimanakah pandangan kalian seputar kabar gembira ini, brott? Jangan ragu untuk segera membagikan opini kalian pada ruang komentar.

Simak terus aneka berita seru dan ulasan menarik lainnya dari Andy Julianto. Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan lainnya, silakan hubungi kami di [email protected].

Klaim Launcher Epic Games Ungguli Kecepatan Steam Justru Panen Sindiran Gamer

Dalam laporan terdahulu, peluncur Epic Games dinyatakan beroperasi 46% lebih kencang dibanding layanan kepunyaan Steam. Pembaruan sistem launcher tersebut kabarnya digarap lewat metode vibe coding, yang berarti seluruh instruksi pemrograman dibuat mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Hanya berselang sekejap seusai pernyataan tersebut dibagikan oleh pihak Epic, para pemain game di jagat maya berbondong-bondong memberikan respons mencemooh. Lantas, bagaimana sebenarnya tanggapan yang dilayangkan para pemain?

Pernyataan Epic Games Soal Launcher Kencang Menuai Olokan Komunitas

Pernyataan terbuka Epic Games seputar keunggulan performa launcher mereka langsung memicu gelombang komentar pedas dari kalangan pecinta game. Sejumlah warganet melontarkan nada sarkasme kepada pihak pengembang lantaran dinilai begitu bangga memamerkan perangkat lunak hasil racikan sistem otomasi AI.

Para pemain juga melemparkan tanggapan dingin, menunjukkan sikap masa bodoh atas pembaharuan tersebut sembari menegaskan reputasi Steam yang tetap dianggap jauh lebih unggul dan nyaman.

Hingga saat informasi ini dimuat pada (15/10), kalangan gamer mendapati versi pratinjau peluncur Epic Games justru memuat kendala teknis yang cukup mengganggu pengalaman visual. Berdasarkan keluhan warganet, tampilan jendela aplikasi terlihat memunculkan bayangan ganda atau ghosting saat digeser dalam setelan layar Windowed.

Di bawah ini merupakan rangkuman tanggapan publik serta bukti bug pada peluncur Epic Games tersebut:

Cracking job lads off to a great start loving the ai work https://t.co/Hiu14KogCS pic.twitter.com/RtJDEQu3o3

Steam could take like 4 hours to load and I’d still use it over epic games lmao

You think the reason people use steam over epic is the launch speed? Who is advising you?

“We vibe coded” are you seriously incapable of embarrassment? I’m not leaving Steam for this trash

“ we vibe coded” pic.twitter.com/LZ19hPESwp

Publicly announcing how shitty you are, nice

Does nothing, still wins pic.twitter.com/6geaV69ZLT

Demikianlah kabar terbaru mengenai launcher Epic Games yang disebut melampaui kecepatan milik Steam hingga akhirnya jadi bahan olokan gamer di internet. Bagaimana opini kalian tentang klaim performa Epic Games ini?

Cermati pula kabar menarik Gamebrott yang lain seputar Epic atau sajian artikel berikutnya garapan Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Game Survival Co-Op Blind Descent Resmi Umumkan Jadwal Rilis Early Access

Blind Descent, proyek game survival open-world anyar bertema co-op, dipastikan siap meluncur ke fase early access. Kisah permainan ini berfokus pada sekelompok regu ekspedisi yang mendarat di Mars demi melacak keberadaan rekan kru mereka yang lenyap.

Situasi kemudian lekas berganti menjadi upaya keras mempertahankan nyawa sembari menyesuaikan diri pada lanskap planet asing. Simak rincian kabar selengkapnya berikut ini!

Pengumuman Fase Awal Blind Descent

Pihak developer Pokuch telah memastikan Blind Descent akan segera menyapa pengguna lewat Steam early access. Peluncuran perdana ini membawa mekanik pendirian markas, penjelajahan wilayah, pondasi bertahan hidup, hingga sebagian porsi jalan cerita utama.

Jalur narasi pada versi pembuka tersebut diperkirakan menyita waktu tempuh 10 sampai 15 jam. Sebagian besar alur plot terdistribusi lewat beragam petunjuk lingkungan, menuntut partisipasi pemain menyusuri daratan Mars.

Kendati demikian, proses produksi game dipastikan terus berjalan menuju perilisan versi penuh 1.0. Tim pengembang berniat menuntaskan seluruh jalan cerita sembari menyuntikkan ekosistem bioma, jenis monster, hingga mekanisme permainan mutakhir.

Jadwal peluncuran Early Access Blind Descent diagendakan pada 2 Desember 2026 dan diperkirakan bertahan dalam masa uji sekitar satu tahun. Walau begitu, kepastian durasi waktu tersebut tetap fleksibel tergantung respon pemain nantinya.

Hingga saat ini, Blind Descent tercatat berhasil mengumpulkan 300.000 Wishlist Steam, torehan impresif bagi pengembang independen. Banyak komunitas menganggap karya ini gabungan apik Subnautica serta The Forest, menjadikannya amat ditunggu penggemar.

Bagaimana tanggapan kalian mengenai proyek ini, kawan?

Simak terus liputan seru Gamebrott terkait Berita Game atau ulasan menarik karya Sofie Diana. Kontak [email protected] untuk keperluan informasi maupun kerja sama.

Page 1 of 2

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén