Gears of War: E-Day kini ramai diperbincangkan di industri game, tetapi bukan lantaran pencapaian positifnya. Judul teranyar garapan The Coalition ini dilaporkan menghabiskan dana melebihi $500 juta, padahal perolehan komersialnya terpaut jauh dari target awal. Apakah rumor tersebut benar?
Biaya Produksi Gears of War E-Day Meroket di Tengah Rendahnya Penjualan
Laporan ongkos $500 juta tersebut dibenarkan oleh Jason Schreier, salah satu jurnalis sekaligus insider terkemuka dunia game, bahkan nilai itu konon belum mencakup dana promosi.
Mengenai angka penjualan, The Verge mencatat Gears of War: E-Day baru terdistribusi sekitar 400 ribu unit di platform Steam dan Xbox pada tiga pekan perdana peluncurannya. Bermodalkan dana raksasa tersebut, permainan third-person shooter ini ditaksir mesti membukukan sekitar 7 juta sampai 9 juta salinan demi mencapai titik impas modal.
Walau demikian, basis penggunanya tidaklah sepi. E-Day konsisten menembus 10 besar game terpopuler di Xbox area Amerika Serikat, bahkan pada minggu awal sempat melewati Fortnite serta Minecraft. Kendati begitu, kehadiran di Game Pass sejak debut perdana dituding memangkas potensi pembelian langsung.
Di samping itu, analis Circana mengungkapkan bahwa status eksklusivitas Gears of War: E-Day terbukti gagal memacu lonjakan penjualan konsol Xbox Series X/S. Mantan manajer produk senior Xbox, Derek Reese, turut memaparkan bahwa anggaran fantastis itu bukan murni ongkos kreasi E-Day, melainkan sebagian besar mencakup operasional The Coalition demi menyokong divisi Unreal Engine milik Microsoft.
Melihat situasi ini, E-Day diperkirakan bakal kewalahan menutup biaya pembuatan, terutama akibat absen di PS5. Sangat menarik menanti apakah hasil finansial ini bakal mengubah masa depan waralaba Gears of War atau memicu Xbox menyusun ulang taktik multiplatform mereka.
Simak pula kabar menarik Gamebrott lainnya seputar Gears of War beserta ulasan lain dari Arif Gunawan. Untuk detail informasi dan keperluan korespondensi, hubungi [email protected].