Tag: Berita Game Page 4 of 5

Bocoran Gameplay Project U Milik Ubisoft yang Telah Dibatalkan Muncul ke Publik

Pengembangan Project U milik Ubisoft, yang pertama kali diperkenalkan pada 2022 dengan nama Project Pathfinder, telah resmi dihentikan. Walaupun proyek ini disetop, belakangan bocoran cuplikan permainannya tersebar luas di dunia maya hingga mencuri perhatian para gamer. Bagaimana rinciannya?

Rincian Bocoran Gameplay Project U

Melalui akun bernama Kran di platform X, ia mengunggah tangkapan layar Project U seraya bertanya apakah mengunggah materi tersebut tetap melanggar NDA miliknya kendati status gim sudah dibatalkan.

Tangkapan layar yang dibagikan menampilkan visual lingkungan permainan, wujud karakter, petunjuk tombol kontrol, dan elemen antarmuka lainnya dalam unggahan tersebut. Penampakannya bisa disimak berikut:

ubisoft is it a violation of my NDA to post this even if the game is cancelled pic.twitter.com/W8v9G1YC84

Sebagai informasi tambahan, Project U atau Pathfinder merupakan gim tembak-menembak berformat PvE. Sebanyak sepuluh regu yang masing-masing beranggotakan empat pemain harus bekerja sama menghadapi musuh dengan tingkat kesulitan yang terus melonjak melintasi zona-zona pada peta permainan.

Berdasarkan laporan Insider Gaming, proyek ini sempat dirombak total hingga pengerjaannya dikembalikan ke fase awal pada pengujung 2024. Bahkan, video sinematik resminya sempat tersebar ke publik pada 2025.

Akan tetapi, Ubisoft disinyalir gagal menemukan formula gameplay yang menyenangkan sehingga memutuskan menghentikan proyek ini pada awal 2026 di tengah restrukturisasi internal. Bagaimana pandangan kalian mengenai penghentian proyek ini, Brott?

Simak terus berita menarik Gamebrott seputar Berita Game atau tulisan seru lainnya dari Nadia Haudina. Untuk informasi lebih lanjut serta kerja sama, hubungi kami di [email protected].

Bungie Beberkan Peta Jalan Masa Depan Marathon Pasca Peluncuran

Pihak pengembang Bungie secara resmi memamerkan peta jalan masa depan Marathon guna merespons keresahan komunitas pemain menyusul peluncuran perdana yang kurang memuaskan. Studio yang berbasis di Amerika Serikat tersebut menegaskan dedikasinya guna terus menggarap game FPS ini, tidak sebatas sampai penghujung tahun 2026 saja, melainkan berlanjut hingga melewati tahun 2027.

Arah baru ini sekaligus memperlihatkan adanya perombakan pandangan, bergeser dari konsep awal extraction shooter berintensitas tinggi yang hanya menyasar kelompok tertentu, menuju pengalaman bermain yang jauh lebih ramah serta bervariasi. Bungie menargetkan Marathon dapat dinikmati semua kalangan, entah mereka yang sekadar ingin rileks seusai beraktivitas seharian ataupun gamer yang mendambakan persaingan sengit.

Rencana Pengembang Bungie untuk Masa Depan Marathon

Lewat laman web resminya, Bungie menerangkan bahwa fokus pembaruan mereka terhadap Marathon terbagi ke dalam sepasang pembaruan skala besar. Pembaruan perdana bertajuk Symbiosis dipastikan tiba menyapa pemain pada tanggal 8 Desember 2026 mendatang.

Tambahan konten tersebut bakal menyuguhkan mode PvE permanen perdana pada game ini, memberi kebebasan bagi para gamer untuk bertualang, menguji racikan build, serta menuntaskan misi tanpa rasa cemas akan ancaman serbuan dari pemain lain.

Bukan cuma itu, Symbiosis turut menghadirkan mode Team Deathmatch, pembenahan menyeluruh di wilayah Perimeter (lengkap dengan kehadiran bos anyar bernama Tick Queen), serta Shell terkini bertajuk Bishop yang berwujud robot samurai dengan keunggulan kelincahan gerak dan serangan jarak dekat. Bagi pendatang baru, Bungie menghadirkan area sosial berfasilitas sasaran tembak demi menyempurnakan alur pengenalan awal.

Pembaruan Tahap Kedua Diklaim Jauh Melampaui Skala Symbiosis

Pembaruan tahap kedua yang disiapkan rilis pada Maret 2027 digadang-gadang sebagai puncak perbaikan dan bakal “secara signifikan lebih besar” bila dibandingkan dengan skala Symbiosis.

Pembaruan berikutnya tersebut menyatukan keterhubungan ekosistem PvE, PvP, serta PvEvP secara permanen, mempersembahkan peta anyar, varian musuh alien baru, dan alur narasi yang kian mendalam melalui deretan tugas. Tak ketinggalan, Bungie memoles mekanisme progres Shell supaya lebih kaya serta memastikan peralihan format pembaruan musiman konvensional ke pola rilis yang jauh lebih dinamis.

Kebijakan strategis Bungie ini hadir sebagai tanggapan langsung atas banyaknya keluhan bahwa gameplay Marathon terlampau kejam sekaligus menyulitkan pemula. Berkat variasi mode permainan yang semakin melimpah, mereka bertekad menjaring basis audiens lebih luas sekaligus menjaga kesetiaan para pemain lamanya.

Simak pula kabar menarik Gamebrott lainnya seputar Marathon atau tulisan informatif lain buatan Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Pengembangan Beyond Good & Evil 2 Ternyata Masih Berjalan, Ini Bocorannya

Sempat lenyap tanpa kejelasan dan terus memicu teka-teki sejak diperkenalkan bertahun-tahun silam, pihak Ubisoft kini akhirnya membagikan perkembangan terkini proyek Beyond Good & Evil 2. Bagaimana kepastian informasinya?

Perkembangan Terbaru Proyek Beyond Good & Evil 2

Melalui platform BlueSky, Rik Godwin selaku Lead Writer sekaligus Associate Narrative Director menegaskan pembuatan Beyond Good & Evil 2 masih berlanjut, persis setahun pasca Ubisoft membuka lowongan pekerjaan terkait judul tersebut. Inilah pernyataannya:

“Ini semacam pengumuman yang aneh, tapi selama beberapa bulan terakhir saya telah bekerja pada Beyond Good & Evil 2 dalam peran sebagai pendukung/konsultan, dan saya diizinkan untuk mengatakan ini, saya sudah memastikan.”

Kondisi sekuel ini memang tetap penuh misteri, bahkan spekulasi mengenai pembatalan proyek tersebut sempat membuat para pemain maupun pengamat industri video game merasa bimbang selama bertahun-tahun.

Hingga sekarang, Ubisoft baru merilis cuplikan sinematik Beyond Good & Evil 2 pada ajang E3 2018. Langkah promosi itu sempat mengundang polemik saat HITRECORD kepunyaan Joseph Gordon-Levitt berkolaborasi bersama Ubisoft, mengajak para kreator menyumbangkan karya terpilih demi gim ini.

Kendati sempat hilang kabar, Ubisoft memastikan bahwa proses penggarapannya terus berlangsung meski menelan durasi sangat panjang. Apa pandanganmu mengenai kabar ini, Brott?

Simak pula kumpulan ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Berita Game atau tulisan berbeda persembahan Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Eks Developer Bethesda Sebut Starfield 2 Berpeluang Besar Batal Diproduksi, Ini Alasannya

Starfield 2 – Bethesda Game Studios mempunyai sederet judul populer yang menjadi pilar andalan mereka di industri permainan global. Seri Fallout, The Elder Scrolls, hingga proyek teranyar bertajuk Starfield tercatat mengisi portofolio pengembang tersebut.

Walaupun pengerjaan seri baru Fallout dan The Elder Scrolls tengah berjalan, Starfield tampak menerima nasib yang berbeda dari kedua pendahulunya. Berdasarkan keterangan eks staf Bethesda, sekuel kedua Starfield kemungkinan besar tidak pernah terwujud. Mengapa demikian?

Eks Desainer Menilai Sekuel Starfield Sulit Terealisasi

Mengutip sesi wawancara via FRVR, mantan Lead System Designer Starfield, Kurt Kuhlmann, membagikan pandangannya seputar tempat kerjanya dulu. Kurt menyebut Bethesda sekarang memprioritaskan seluruh tenaga demi menggarap The Elder Scrolls 6.

Mengenai judul yang sempat digarapnya, studio hanya berfokus menyalurkan konten unduhan tambahan (DLC) serta rangkaian pembaruan rutin. Ketika ditanya potensi kehadiran sekuel di masa depan, Kurt pesimistis hal tersebut dapat terlaksana.

“Saya akan sangat terkejut bila ada sekuel. Pandangan saya, performa Starfield tidak cukup berhasil untuk menjamin lahirnya seri kedua,” ungkapnya.

Kurt menyayangkan situasi ini sebab hasil akhir permainan belum sejalan bersama visi asli Todd Howard. Padahal, sekuel berikutnya berpeluang menyempurnakan konsep impian sang direktur.

Kini pihak pengembang masih meracik sejumlah proyek baru. Adanya penyesuaian internal skala besar dari Microsoft membuat Bethesda diprediksi kuat hanya menomorsatukan dua waralaba utama mereka, Fallout serta Elder Scrolls, daripada Starfield.

Simak terus ulasan terkini Gamebrott seputar berita video game atau tulisan lain garapan Javier Ferdano. Hubungi redaksi melalui [email protected].

Armed Fantasia, Suksesor Spiritual Wild Arms Resmi Batal Dirilis

Wild Bunch Productions, studio yang beranggotakan para mantan kreator Wild Arms, sempat memperkenalkan Armed Fantasia pada 2022 silam sebagai penerus spiritual dari judul RPG legendaris tersebut.

Akan tetapi, sejak kabar perdananya diumumkan ke publik, perkembangan informasi mengenai proyek ini tergolong sangat minim. Baru-baru ini, kabar mengejutkan datang bahwa Armed Fantasia resmi dibatalkan. Lantas, apa penyebab utamanya?

Proyek Armed Fantasia Penerus Wild Arms Resmi Dihentikan

Berdasarkan rilis laporan keuangan Tahun Fiskal 2026 milik Digital Bros, pihak korporasi mengonfirmasi penghentian dua proyek gim, yakni Armed Fantasia beserta sekuel Battle Island.

Langkah pembatalan tersebut diambil pihak penerbit usai berulang kali berupaya menyempurnakan aspek gameplay kedua judul. Kebijakan ini ditetapkan pasca evaluasi tahap ketiga sekaligus mengamati dinamika pergeseran tren pasar.

Hadir membawa predikat penerus spiritual Wild Arms, kehadiran proyek ini sejatinya sangat diharapkan penggemar setia serinya. Kendati begitu, detail informasi terbaru mengenai gim ini memang jarang terdengar sejak diumumkan.

Armed Fantasia sebelumnya sempat meluncurkan kampanye Kickstarter gabungan bersama Penny Blood—yang merupakan suksesor spiritual Shadow Hearts—dan sukses meraup dana 379 juta Yen Jepang atau setara 2 juta Dollar AS.

Akifumi Kaneko sang kreator bersama jajaran tim pengembang sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar pembatalan maupun kepastian dana Kickstarter. Di sisi lain, kreator Penny Blood, Matsuzo Machida, turut belum menyampaikan keterangan resmi apa pun.

Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Berita ataupun tulisan berbeda dari Javier Ferdano. Informasi lebih lanjut serta pertanyaan kerja sama dapat menghubungi kami melalui [email protected].

Unik dan Nyeleneh, Event Diskon Game Bertema NTR Kini Hadir di Steam

Para pengguna setia platform Steam tentu sudah sangat terbiasa menjumpai aneka promo potongan harga berkala. Kendati begitu, agenda diskon serupa rupanya sering pula digelar secara mandiri oleh entitas pihak ketiga.

Prakarsa ini tidak melulu berasal dari publisher raksasa pemilik katalog besar, melainkan kerap digagas asosiasi tertentu, komunitas gamer, hingga pagelaran khusus seputar industri game. Menariknya, pernahkah Anda mendengar gelaran pesta diskon yang secara khusus mengusung jajaran game bertema NTR?

Mengusung tajuk resmi NTR Carnival, perhelatan digital ini diprakarsai platform HGamer.tw bersama kolaborasi publisher Mango Party, Saikey, serta LewdLoco. Seluruh pihak menyuguhkan potongan harga bagi aneka judul dewasa berunsur erotis, dengan penekanan utama pada jalan cerita perselingkuhan.

Tercatat minimal terdapat lebih dari 20 game yang dipangkas harganya, di samping delapan karya baru publisher tersebut yang dijadwalkan segera rilis. Rangkaian promo ini sudah bergulir sejak tanggal 22 September kemarin hingga resmi ditutup 7 Oktober mendatang.

Mengenal Istilah NTR

Bila Anda belum familier dengan istilah NTR, sebutan asal Jepang ini secara sederhana merujuk pada format narasi yang berpusat seputar kisah pengkhianatan asmara.

Uniknya, sudut pandang dalam cerita NTR umumnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berbeda seturut perspektif tiap tokohnya.

Bagaimana pandangan Anda menanggapi keberadaan festival promo unik ini, brott? Tuliskan pemikiran Anda langsung pada ruang komentar di bawah.

Simak terus ulasan memikat maupun artikel bermutu lain persembahan Andy Julianto. Segala kebutuhan informasi serta penawaran kerja sama dapat diajukan via [email protected].

Ed Boon Tegaskan Rumor Penggarapan Game Injustice 3 Tidak Benar

Komunitas gamer belakangan ini digemparkan oleh kabar burung mengenai NetherRealm Studios yang dirumorkan tengah menggarap Injustice 3 dan menggelar sesi uji coba tertutup. Akibat isu tersebut kian viral, Ed Boon segera angkat bicara demi meluruskan kabar yang beredar.

Ed Boon Menepis Kabar Injustice 3

Melalui akun media sosial X miliknya, Ed Boon menyanggah klaim bahwa NetherRealm berkolaborasi bersama Insomniac Games guna menciptakan ‘game fighting AAAA’ perdana serta menggelar tes di California. Dirinya secara gamblang menegaskan narasi tersebut seutuhnya seratus persen keliru.

Pada utas yang sama, sejumlah penggemar melemparkan pertanyaan kepada Boon mengenai kemungkinan Injustice 3, Mortal Kombat 13, maupun proyek Mortal Kombat lain yang sedang diuji. Kreator ternama ini hanya merespons, “hanya karena sebuah game terkini tidak sedang diuji secara eksternal, bukan berarti gamenya tak sedang dalam pengembangan.”

100% false. Next rumor please…. 😉 https://t.co/WEUfQdlCEi

Pernyataan Boon menyiratkan indikasi bahwa deretan judul yang ditanyakan penggemar memang bisa saja berada dalam tahap produksi. Kendati demikian, pihak NetherRealm belum meresmikan kabar Injustice 3, mengingat saat Boon menanyakan preferensi fans antara seri itu atau Mortal Kombat 12 pada 2022, studio justru meluncurkan Mortal Kombat 1 di tahun 2023.

Demikian ringkasan seputar desas-desus Injustice 3 yang ditepis langsung oleh kreator Ed Boon. Bagaimana pandanganmu tentang perkembangan ini, Brott?

Simak terus rangkuman berita Gamebrott lainnya seputar Berita Game atau karya tulisan Nadia Haudina lainnya. Untuk informasi dan kebutuhan lainnya, hubungi kami lewat [email protected].

WWE Batal Daftarkan Merek Dagang Vice City, Terkait Game GTA VI?

Kabar mengejutkan hadir dari promotor hiburan gulat ternama dunia, WWE. Perusahaan tersebut dilaporkan resmi mencabut permohonan hak merek (trademark) bertajuk “Vice City” usai mendaftarkannya beberapa pekan kemarin. Lantas, apa alasan pembatalan ini?

WWE Batalkan Merek Dagang Vice City Demi GTA VI?

Berdasarkan laporan situs resmi, WWE resmi menggugurkan “Vice City” dari daftar kepemilikan merek dagang mereka. Keputusan tersebut tercatat sejak 21 September silam, di mana kantor paten USPTO (United States Patent & Trademark Office) memastikan telah menerima dan menindaklanjuti permintaan penarikan tegas dari pihak gulat.

Pengajuan pembatalan nama “Vice City” ini dilayangkan sebulan pasca pendaftaran perdananya pada 4 September. Mulanya, nama tersebut dipersiapkan untuk “pertunjukan gulat oleh atlet profesional yang disiarkan langsung melalui televisi, radio, jaringan internet, maupun sarana komersial online.”

Spekulasi yang berkembang menyebutkan WWE mundur karena Grand Theft Auto VI (GTA VI) menggunakan Vice City sebagai latar panggung sentral. Sebutan tersebut telah lama melekat pada gim GTA Vice City terdahulu, bersanding dengan dua entitas pemilik hak dagang lain, yakni Redcon 1, LLC serta Wanted Brands, LLC.

Istilah “Vice City” sendiri merupakan julukan karakter eks petarung wanita MMA yang berganti karier menjadi pegulat, Lola Vice. Ia baru saja naik ke jajaran roster utama WWE pada 14 September lalu seusai tiga tahun berjuang di kancah NXT.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari WWE maupun penerbit game WWE 2K26, 2K, terkait motif sebenarnya di balik pelepasan merek ini. Bagaimana pendapatmu mengenai situasi ini, Brott?

Simak terus ulasan menarik seputar Berita Game lainnya di Gamebrott dari Nadia Haudina. Informasi serta pertanyaan lebih jauh dapat dikirim via [email protected].

Undead Labs Resmi Jadi Studio Indie, Bagaimana Nasib State of Decay 3 di Game Pass?

Undead Labs baru saja mengonfirmasi perubahan status mereka menjadi pengembang independen alias indie. Keputusan ini memicu rasa penasaran komunitas pemain mengenai kehadiran State of Decay 3 pada layanan Game Pass usai lepas dari bendera Xbox.

Status Peluncuran State of Decay 3 di Game Pass

Melalui laman resminya, Undead Labs menjelaskan bahwa pihak Xbox merilis maklumat mutakhir soal perombakan studio serta penghentian kemitraan. Undead Labs menambahkan bahwa status anyar mereka kini adalah entitas indie, sementara seluruh agenda bagi State of Decay 3 berjalan sesuai rencana awal.

Pihak pengembang memastikan proses pengerjaan State of Decay 3 terus bergulir. Saat ini permainan tersebut berada pada fase uji coba Alpha dan menunjukkan progres konsisten menuju tahapan Closed Beta pada pengujung tahun, dengan proyeksi rilis tahun 2027 mendatang untuk platform Xbox, PlayStation, serta PC.

Para pengguna langganan Game Pass tidak perlu cemas. Judul game ini dipastikan tetap menyambangi katalog Game Pass, kendati sang studio telah mengakhiri relasi kerja sama bersama Xbox yang sudah berlangsung melampaui 15 tahun lamanya.

Demikian kabar terbaru mengenai ketersediaan State of Decay 3 di ekosistem Game Pass. Bagaimana opini pribadi milikmu menyikapi kabar ini, Brott?

Simak terus ulasan game atraktif lainnya dari Gamebrott seputar Berita Game atau tulisan Nadia Haudina. Silakan kontak [email protected] untuk keperluan informasi lanjutan dan pertanyaan lainnya.

Kisah Unik Gabe Newell Berlatih Seni Vokal Tradisional Mongolia Sempat Bikin Karyawan Valve Terganggu

Bagi kalangan penggemar video game, sosok Gabe Newell telah lama dipandang sebagai pengusaha sukses sekaligus pimpinan tertinggi korporasi Valve yang amat berpengaruh. Di luar kesibukan industri hiburan digital, pria karismatik ini terkenal gemar bersantai lewat hobi berlayar menggunakan kapal pesiar pribadi serta berenang bebas di perairan laut lepas.

Akan tetapi, tak banyak yang menduga bahwa pria yang akrab disapa Gaben tersebut sempat begitu mendalami seni olah vokal tradisional khas Mongolia. Rutinitas latihan yang dilakukannya bahkan sempat membuat sejumlah staf di lingkungan kantor Valve merasa cukup terusik.

Antusiasme Gabe Newell Mendalami Seni Bernyanyi Khas Mongolia

Fakta unik yang mengejutkan tersebut dibeberkan secara langsung oleh Minh Le, salah seorang pencipta pendamping game Counter-Strike. Saat hadir menjadi narasumber pada sesi wawancara podcast di saluran YouTube Indie Game Joe, Le membagikan segudang pengalaman berharga sewaktu berkarier di kantor Valve, termasuk salah satu kegemaran bosnya yang amat jarang terdengar publik.

Minh Le menguraikan jika sang pendiri Valve memang kerap memiliki kecenderungan mengeksplorasi beraneka hobi baru yang sanggup memikat rasa penasarannya. Di antara sekian banyak ketertarikan tersebut, Gaben rupanya sempat menghabiskan waktu beberapa bulan karena sangat terpikat oleh teknik vokal tradisional Mongolia yang kerap disebut sebagai Khoomei atau Tuvan Throat Singing.

Teknik Khoomei atau Tuvan Throat Singing sendiri merupakan tradisi olah suara khas di mana seorang penyanyi memiliki kemampuan luar biasa untuk mengeluarkan kombinasi dua nada atau lebih secara serentak hanya mengandalkan satu tenggorokan. Gelombang audio yang tercipta umumnya berupa perpaduan frekuensi rendah yang bergumam tebal, diiringi lapisan nada tinggi yang melengking layaknya suara peluit.

Le menduga kegemaran mendadak sang bos timbul setelah dirinya menyaksikan tayangan dokumenter yang mengulas tentang praktik seni musik tradisional Mongolia itu. Meski begitu, asumsi tersebut murni sebatas perkiraan pribadinya dan sebagian rekan kerja di Valve berpendapat alasan aslinya bisa saja berbeda.

Suara Nyanyian Sempat Meresahkan Karyawan Kantor Valve

Berdasarkan keterangan yang dipaparkan Le, kegemaran bernyanyi tersebut nyatanya hanya ditekuni Gaben dalam kurun waktu sekitar lima bulan. Kendati hanya berjalan beberapa bulan, Le beserta rekan-rekan kerjanya merasakan masa-masa itu menjadi pengalaman yang cukup menyeramkan bagi telinga mereka di tempat kerja.

Le masih mengingat jelas atmosfer ruangan kantor yang terganggu oleh lantunan vokal keras Gaben saat melatih teknik suara Mongolia tersebut. Sang pimpinan kerap tertangkap mata sedang melantunkan nada-nada tajam berfrekuensi tinggi dengan volume kencang sambil mondar-mandir menelusuri lorong kantor hampir setiap hari.

Demikianlah kisah menarik seputar masa lalu Gabe Newell yang sempat menekuni teknik seni bernyanyi Mongolia hingga membuat banyak pegawai Valve merasa risih, termasuk Minh Le sang kreator bersama Counter Strike di masa kerjanya. Memang selalu ada tingkah unik tak terduga yang datang dari Gaben.

Simak terus berbagai ulasan informatif menarik lainnya dari Gamebrott mengenai Gabe Newell atau temukan artikel pilihan lainnya dari Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, Anda dapat mengirimkan pesan resmi melalui [email protected].

Page 4 of 5

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén