Waralaba Star Wars kini menjadi salah satu properti hiburan yang sangat diminati dalam industri video game global. Hal tersebut terbukti lewat peluncuran dua judul terbarunya pada tahun ini, yakni Star Wars Zero Company serta Star Wars Galactic Racer, yang sukses menuai banyak tanggapan luar biasa positif.
Pihak Lucasfilm selaku pemegang lisensi resmi franchise ini bahkan menilai bahwa kehadiran publisher raksasa sebenarnya tidak terlalu krusial untuk proyek game Star Wars. Mengapa pihak manajemen studio mengemukakan pandangan seperti itu?
Benarkah Judul Game Star Wars Tak Perlu Penerbit Raksasa?
Menurut laporan The Games Business, Vice President dari Lucasfilm, Douglas Reilly, menyatakan proyek Star Wars sejatinya sama sekali tidak menuntut kehadiran publisher kelas “top 5”. Keberadaan tim berkeahlian tinggi dan gagasan kreatif orisinal justru menjadi faktor paling vital dalam fase produksi.
“Kamu tidak harus menjadi salah satu dari lima penerbit teratas untuk membuat game Star Wars yang hebat, Kami memiliki standar kualitas yang tinggi, dan kami ingin memastikan bahwa game-game tersebut memberikan pengalaman yang luar biasa dan itu berarti biasanya kamu bekerja sama dengan tim yang lebih berpengalaman daripada, katakanlah, tim baru yang belum memiliki rekam jejak dalam menciptakan karya-karya hebat.”
Lucasfilm tampaknya yakin kerja sama dengan penerbit terkemuka bukan lagi syarat mutlak, berkaca pada kesuksesan Star Wars Galactic Racer yang digarap ala studio “indie” namun memperoleh sambutan amat hangat dari kalangan penggemar serta komunitas gamer luas.
Kemitraan eksklusif Lucasfilm bersama EA sendiri sudah resmi berakhir pada tahun 2023 lalu, menuntaskan kontrak sepuluh tahun kepemilikan lisensi tunggal pengembangan semesta Star Wars tersebut.
Sekarang, Lucasfilm memiliki keleluasaan penuh menggandeng berbagai developer, baik studio papan atas berskala besar maupun studio indie berbakat yang sanggup memenuhi standar kualitas ketat mereka demi meracik deretan game anyar bertema Star Wars.
Saat ini, franchise tersebut tengah menyiapkan dua judul dalam tahap pengerjaan, mencakup sekuel ketiga dari seri Jedi besutan Respawn Entertainment milik EA, serta proyek Star Wars Eclipse dari Quantic Dream. Namun, pengerjaan Eclipse dilaporkan berjalan lambat akibat studio menghadapi serangkaian kendala teknis internal.
Simak terus berbagai kabar menarik Gamebrott lainnya seputar Berita maupun tulisan lain dari Javier Ferdano. Untuk pertanyaan serta informasi lebih lanjut, silakan hubungi [email protected].