Tag: Ubisoft

Absen dari Creative House Ubisoft, Begini Nasib Franchise Watch Dogs

Restrukturisasi besar-besaran telah diterapkan oleh Ubisoft pada awal tahun 2026. Perusahaan game raksasa ini sekarang mengandalkan sistem lima Creative House, di mana tiap divisi bertanggung jawab mengelola franchise tertentu sesuai arahan fokusnya.

Anehnya, Watch Dogs justru tidak tercantum di dalam Creative House mana pun di antara deretan portofolio mereka. Tanda tanya besar di kalangan penggemar ini akhirnya ditanggapi secara langsung oleh pucuk pimpinan perusahaan.

Penjelasan Resmi Pihak Ubisoft Mengenai Masa Depan Watch Dogs

Mengutip laporan Gamefile, CEO Yves Guillemot mendapatkan pertanyaan dari pemegang saham saat rapat tahunan Ubisoft berlangsung pada awal Oktober 2026. Pertanyaan tersebut menyoroti status serial Watch Dogs yang absen dari daftar Creative Hub.

Guillemot membeberkan bahwa waralaba bertema peretasan tersebut memang sengaja tidak dimasukkan ke Creative House, setidaknya hingga ada peluang pembuatan ulang di masa mendatang. Menurut pandangannya, serial ini belum dijadikan fokus utama Ubisoft sekarang.

Meski demikian, Yves menegaskan Ubisoft tetap memandang Watch Dogs sebagai kekayaan intelektual bernilai tinggi untuk prospek jangka panjang. Sayangnya, ia enggan merinci lebih jauh arti dari pernyataannya mengenai masa depan seri itu.

“Untuk saat ini, tampaknya tidak akan [dimasukkan] ke dalam rumah produksi kreatif, sebelum kemungkinan diproduksi ulang,”

Seri Watch Dogs sejatinya amat diminati publik setelah mendulang popularitas masif pada peluncuran perdana tahun 2014. Kendati begitu, deretan sekuel berikutnya dinilai menghasilkan penerimaan komunitas yang tidak sekuat judul awalnya.

Di sisi lain, desas-desus terpisah mengklaim Watch Dogs: Legion bakal memperoleh versi Director’s Cut yang dipersiapkan meluncur pada tahun 2027 mendatang.

Sikap Ubisoft menyiratkan mereka tengah menahan IP ini karena potensi proyek rahasia, mengingat hampir seluruh serial di Creative Hub sudah mengantongi kepastian arah pengembangan.

Kini komunitas pemain hanya bisa menanti pembuktian kabar Director’s Cut tersebut. Ada perkiraan Creative House 1 atau 4 bakal mengelolanya kelak, sebab CH1 menangani IP populer sedangkan CH4 menaungi proyek game Single Player.

Simak terus ulasan terkini Gamebrott seputar Berita game serta artikel teranyar dari Javier Ferdano. Hubungi redaksi melalui [email protected] untuk pertanyaan dan keperluan informasi lebih lanjut.

Massive Entertainment Resmi Ditunjuk Jadi Ubisoft Creative House 2

Pada permulaan tahun 2026, Ubisoft menggelar restrukturisasi berskala masif dengan menggeser strategi bisnis mereka melalui pembagian aneka waralaba ke dalam unit terspesialisasi berwujud lima Creative House.

Menyusul pengumuman Vantage Studio hasil kolaborasi Ubisoft dan Tencent selaku Creative House 1, pengembang asal Prancis tersebut kini mendaulat Massive Entertainment sebagai Creative House 2. Proyek permainan apa sajakah yang bakal digarap studio ini?

Creative House 2 Ubisoft Kini Dilebur Bersama Massive Entertainment

Mengutip keterangan laman resmi Ubisoft, pasca penetapan Christoph Hartmann selaku General Manager Creative House 2, divisi ini dipastikan melebur bersama Massive Entertainment dalam payung entitas tunggal.

Dengan demikian, Ubisoft Creative House 2 beserta Massive Entertainment saat ini berstatus setara dan bakal menggarap serangkaian proyek bersama-sama. Seluruh unit Creative House pastinya dibekali portofolio waralaba spesifik untuk digarap.

Divisi Creative House 2 akan menangani serial The Division, Ghost Recon, serta Splinter Cell. Lini game The Division sendiri memang sejak awal dirancang dan diproduksi langsung oleh Massive Entertainment.

Seiring konfirmasi tersebut, unit pengembang yang bertugas menyokong waralaba-waralaba itu, khususnya kantor cabang di Toronto, Paris, Swedia, serta Montreal, otomatis berada langsung di bawah koordinasi Massive Entertainment sekaligus tetap berada di naungan Ubisoft.

Sejauh ini, dua divisi telah diumumkan, mencakup Creative House 1 atau Vantage Studio pemegang waralaba utama Ubisoft, serta Creative House 2 yakni Massive Entertainment yang berfokus penuh pada genre penembak. Di sisi lain, Creative House 3, 4, serta 5 masih menanti nama formal.

Tiga entitas berikutnya telah membagi fokus operasional berbeda, meliputi sajian Live Service untuk Creative House 3, petualangan Single Player di Creative House 4, hingga pasar Game Mobile pada Creative House 5.

Simak pula beragam update menarik Gamebrott lainnya seputar Berita ataupun ulasan karya Javier Ferdano. Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan, Anda dapat menghubungi via [email protected].

Bocoran Gameplay Project U Milik Ubisoft yang Telah Dibatalkan Muncul ke Publik

Pengembangan Project U milik Ubisoft, yang pertama kali diperkenalkan pada 2022 dengan nama Project Pathfinder, telah resmi dihentikan. Walaupun proyek ini disetop, belakangan bocoran cuplikan permainannya tersebar luas di dunia maya hingga mencuri perhatian para gamer. Bagaimana rinciannya?

Rincian Bocoran Gameplay Project U

Melalui akun bernama Kran di platform X, ia mengunggah tangkapan layar Project U seraya bertanya apakah mengunggah materi tersebut tetap melanggar NDA miliknya kendati status gim sudah dibatalkan.

Tangkapan layar yang dibagikan menampilkan visual lingkungan permainan, wujud karakter, petunjuk tombol kontrol, dan elemen antarmuka lainnya dalam unggahan tersebut. Penampakannya bisa disimak berikut:

ubisoft is it a violation of my NDA to post this even if the game is cancelled pic.twitter.com/W8v9G1YC84

Sebagai informasi tambahan, Project U atau Pathfinder merupakan gim tembak-menembak berformat PvE. Sebanyak sepuluh regu yang masing-masing beranggotakan empat pemain harus bekerja sama menghadapi musuh dengan tingkat kesulitan yang terus melonjak melintasi zona-zona pada peta permainan.

Berdasarkan laporan Insider Gaming, proyek ini sempat dirombak total hingga pengerjaannya dikembalikan ke fase awal pada pengujung 2024. Bahkan, video sinematik resminya sempat tersebar ke publik pada 2025.

Akan tetapi, Ubisoft disinyalir gagal menemukan formula gameplay yang menyenangkan sehingga memutuskan menghentikan proyek ini pada awal 2026 di tengah restrukturisasi internal. Bagaimana pandangan kalian mengenai penghentian proyek ini, Brott?

Simak terus berita menarik Gamebrott seputar Berita Game atau tulisan seru lainnya dari Nadia Haudina. Untuk informasi lebih lanjut serta kerja sama, hubungi kami di [email protected].

Ubisoft Sempat Ajukan Proyek Game Zelda Berkarakter Utama Ganondorf?

Kabar burung mengenai Ubisoft belakangan ini sukses memicu perbincangan hangat di kalangan komunitas pencinta permainan video. Pengembang di balik waralaba Assassin’s Creed itu dilaporkan nyaris menggarap seri The Legend of Zelda yang menempatkan figur Ganondorf selaku tokoh protagonis sentral. Dari mana kabar tersebut bermula?

Latar Belakang Rumor Ganondorf Menjadi Protagonis Garapan Ubisoft

Berdasarkan informasi dari Insider Gaming, divisi Ubisoft Milan yang sebelumnya sukses melahirkan Mario + Rabbids: Kingdom Battle serta Sparks of Hope, sempat menyusun draf proyek percobaan berkode “Goliath” pada permulaan 2023 silam.

Karya tersebut semula dirancang sebagai edisi sempalan Zelda yang menghadirkan tokoh utama anyar yang sama sekali belum pernah hadir di jagat waralaba tersebut. Akan tetapi, di tengah proses kreasi berjalan, tim perancang lantas memodifikasi gagasan hingga menetapkan sosok Ganondorf menjadi figur utama yang dapat dikendalikan langsung oleh para pemain.

Usai mematangkan proyek Goliath sepanjang kalender 2023, pihak Ubisoft Milan kemudian menyodorkan purwarupa tersebut ke meja Nintendo mendekati penghujung tahun. Kendati demikian, pihak Nintendo justru menolak usulan kerja sama itu dengan motif yang hingga detik ini tidak dipublikasikan secara terbuka.

Keputusan penolakan ini disinyalir menjadi pemicu kerenggangan relasi kemitraan di antara Ubisoft serta Nintendo sepanjang periode 2023 sampai 2024. Imbasnya, sejumlah figur krusial di Ubisoft Milan, di antaranya Creative Director bernama Davide Soliani, memutuskan mundur dari perusahaan pada 2024.

Isu Lanjutan Seputar Peluang Ganondorf Sebagai Tokoh Utama

Walau rancangan ini berakhir kandas, ide menghadirkan figur Ganondorf dalam posisi protagonis sesungguhnya menyajikan potensi narasi serta formula aksi yang begitu segar. Kisahnya mampu mengeksplorasi riwayat masa lampau Ganondorf jauh sebelum menjelma menjadi penjahat legendaris, sementara gaya bermainnya tentu akan menawarkan sensasi berbeda dibanding formula standar Zelda yang konsisten berfokus pada sosok ksatria Link.

Menariknya lagi, beredar spekulasi lain yang menyatakan proyek Zelda bergaya visual 2D siap diluncurkan tahun depan, dikerjakan langsung oleh Nintendo bersama studio Grezzo (kreator Echoes of Wisdom), dengan Ganondorf sebagai karakter sentral. Meski begitu, pihak Nintendo masih bungkam mengenai isu tersebut.

Simak terus ulasan terkini Gamebrott seputar The Legend of Zelda maupun publikasi lain besutan Arif Gunawan. Untuk keperluan keterangan lanjutan atau kerja sama, hubungi [email protected].

Pengembangan Beyond Good & Evil 2 Ternyata Masih Berjalan, Ini Bocorannya

Sempat lenyap tanpa kejelasan dan terus memicu teka-teki sejak diperkenalkan bertahun-tahun silam, pihak Ubisoft kini akhirnya membagikan perkembangan terkini proyek Beyond Good & Evil 2. Bagaimana kepastian informasinya?

Perkembangan Terbaru Proyek Beyond Good & Evil 2

Melalui platform BlueSky, Rik Godwin selaku Lead Writer sekaligus Associate Narrative Director menegaskan pembuatan Beyond Good & Evil 2 masih berlanjut, persis setahun pasca Ubisoft membuka lowongan pekerjaan terkait judul tersebut. Inilah pernyataannya:

“Ini semacam pengumuman yang aneh, tapi selama beberapa bulan terakhir saya telah bekerja pada Beyond Good & Evil 2 dalam peran sebagai pendukung/konsultan, dan saya diizinkan untuk mengatakan ini, saya sudah memastikan.”

Kondisi sekuel ini memang tetap penuh misteri, bahkan spekulasi mengenai pembatalan proyek tersebut sempat membuat para pemain maupun pengamat industri video game merasa bimbang selama bertahun-tahun.

Hingga sekarang, Ubisoft baru merilis cuplikan sinematik Beyond Good & Evil 2 pada ajang E3 2018. Langkah promosi itu sempat mengundang polemik saat HITRECORD kepunyaan Joseph Gordon-Levitt berkolaborasi bersama Ubisoft, mengajak para kreator menyumbangkan karya terpilih demi gim ini.

Kendati sempat hilang kabar, Ubisoft memastikan bahwa proses penggarapannya terus berlangsung meski menelan durasi sangat panjang. Apa pandanganmu mengenai kabar ini, Brott?

Simak pula kumpulan ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Berita Game atau tulisan berbeda persembahan Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén