NEW YORK – Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihak pemerintahannya resmi mengubah istilah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi kecerdasan super alias Super Intelligence (SI). Pernyataan tersebut disampaikannya ketika berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, New York, Selasa (22/9/2026).
"Selamat datang di era baru kecerdasan super—SI," tutur Trump dalam pidato resminya, seperti dikutip dari laporan BBC.
Seiring langkah ini, seluruh berkas kenegaraan AS pada masa mendatang bakal memakai penyebutan "Super Intelligence (SI)" guna menukar istilah kecerdasan buatan (AI). Di samping itu, Trump kembali menegaskan pandangannya yang menyebut bahwa peringatan risiko seputar AI sekadar kabar bohong belaka.
"Mulai saat ini, seluruh dokumen AS—dan kita harapkan berlaku bagi seluruh dunia—akan direvisi memakai kata ‘super’ yang jauh lebih tepat ketimbang ‘buatan’. Karena itu, namanya kini kecerdasan super," ucapnya.
"Saya menolak menghalangi perkembangan hal yang bakal melampaui kedahsyatan revolusi industri," lanjut sang presiden.
Keputusan tersebut hadir menyusul pemungutan suara yang digelar Trump via akun media sosial miliknya. Saat itu, ia meminta para pengikutnya memilih sejumlah opsi nama baru untuk AI, seperti superior intelligence, extreme intelligence, hingga supreme intelligence.