Saat membahas seri game Red Dead Redemption, baik edisi perdana maupun yang kedua, perhatian para gamer pastinya langsung tertuju pada adegan penutup yang sangat memilukan dan terus membekas di ingatan. Wajar saja apabila banyak pemain yang sudah menyelesaikan petualangan ini justru merasa kesal dan berang akibat konklusi dramatis tersebut.

Anehnya, Dan Houser pribadi malah merasa heran ketika mengetahui respons amarah yang meluap dari kalangan penggemar terkait akhir cerita RDR. Lantas, apa penyebab utama dirinya merasa begitu heran?

Awal Mula Dan Houser Heran dengan Kemarahan Penggemar Red Dead Redemption

Melalui sesi wawancara eksklusif bersama media IGN, Dan Houser yang menjabat sebagai mantan Vice President Rockstar sekaligus Penulis Cerita Red Dead Redemption membagikan beragam fakta menarik. Di antaranya, ia membeberkan momen awal saat dirinya merancang konklusi perjalanan kisah game koboi fenomenal tersebut.

Houser menuturkan bahwa ketika tengah mendiskusikan alur cerita RDR bersama Christian Cantamessa selaku Lead Designer, ia sangat larut dalam perbincangan mendalam serta begitu terobsesi hingga sempat harus disadarkan kembali mengenai batasan realitas proses pengerjaan sebuah video game.

Kala perundingan berlangsung, Houser menggagas ide radikal mengenai bagaimana bila sebuah game bergenre Open World menghadirkan sosok protagonis utama yang berakhir tewas. Usai menimbang gagasan tersebut, ia memandangnya sebagai sebuah konsep yang sangat brilian. Selanjutnya, ia mulai membedah pelbagai faktor krusial menyangkut mekanisme permainan dunia terbuka setelah gamer menuntaskan alur cerita utama namun masih berkeinginan menjelajahi peta demi menyelesaikan ragam konten sampingan.

Ia lantas wajib menetapkan figur mana yang nantinya bakal digerakkan oleh pemain, contohnya beralih mengendalikan Jack. Kendati demikian, ia sempat mengevaluasi kembali tujuan di balik keputusan gameplay tersebut. Alhasil, Houser benar-benar mematangkan konsep ini lewat pertimbangan matang yang memakan waktu cukup panjang selama masa fase pengembangan.

Respons Luar Biasa Penggemar yang Melenceng dari Dugaan

Houser sebelumnya memprediksi bahwa para pemain bakal menerima dengan hangat sekaligus merasakan sensasi mendalam saat menyaksikan sang tokoh utama meregang nyawa di pengujung cerita RDR. Mengira langkah berani itu akan diapresiasi positif oleh komunitas gamer, dirinya justru dikejutkan oleh kemunculan respons penuh amarah dari basis penggemar.

Dirinya bersama segenap tim pengembang mengaku sangat terpukul sekaligus terperangah begitu game dipasarkan, lantaran sejumlah pengguna meluapkan kekecewaan mendalam atas kematian figur utama pujaan mereka. Menurut pandangannya, tokoh sentral tersebut tampaknya telah menyatu erat ke dalam diri para pemain, mengindikasikan bahwa penulisan narasi serta kepribadian karakter memang sukses menyentuh batin audiens secara nyata.

Walaupun memicu gelombang kekecewaan dari kalangan penikmat game atas akhir nasib sang tokoh utama, Houser tetap berkeyakinan tindakan yang diambil timnya sudah paling ideal. Sikap tersebut berakar dari tekad mereka menghadirkan karya fenomenal yang memantik gejolak emosi luar biasa, meski ia memaklumi sebagian orang pada akhirnya menjadi bingung terhadap akhir kisah semacam itu.

Dalam kapasitasnya sebagai penulis naskah, ia meyakini tokoh itu mutlak harus gugur agar keseluruhan narasi memiliki bobot emosional yang sangat mendalam. Visi kematian tokoh utama sejatinya telah lama ingin ia wujudkan dalam seri Grand Theft Auto, namun rencana tersebut urung dieksekusi oleh dirinya maupun tim terdahulu akibat kendala teknis tertentu.

Demikianlah kilas balik mengenai keterkejutan Houser dalam merespons amarah fans atas akhir Red Dead Redemption. Bagaimana pandangan Anda pribadi mengenai keheranan sang kreator cerita ini?

Simak juga ulasan informatif Gamebrott lainnya seputar waralaba RDR maupun karya tulis teranyar dari Muhammad Faisal. Jika Anda memerlukan informasi tambahan serta keperluan kerja sama lainnya, silakan hubungi kami via [email protected].