JAKARTA – Riset International Data Corporation (IDC) mengungkapkan distribusi komputer personal di pasar internasional mencapai 62,7 juta unit sepanjang kuartal ketiga 2026 (Juli–September), merosot tajam 20,1 persen dibanding kurun waktu serupa tahun lampau. Pelemahan ini menandai kemerosotan dua kuartal secara beruntun, melanjutkan kontraksi sebesar 3,8 persen pada periode triwulan terdahulu.

Jumlah pengapalan pada kuartal ketiga tercatat menyusut 9,1 persen jika dikomparasikan terhadap kuartal kedua. Gelombang penurunan tersebut mempertegas situasi sektor industri perangkat PC dunia yang kian bergejolak, seperti dikutip GSM Arena.

Kajian tersebut menggarisbawahi catatan tersebut menghitung volume pasokan produsen menuju kanal distribusi resmi, bukannya transaksi langsung ke pengguna akhir. IDC memaparkan pedagang eceran giat menumpuk persediaan barang demi membendung risiko lonjakan harga selama semester pertama. Alhasil, jaringan ritel kini mencurahkan perhatian demi menguras sisa stok ketimbang meminta pasokan gres pada kuartal ketiga.

"Pihak saluran distribusi kini khawatir menanggung terlalu banyak inventaris di tengah pasar saat harga tinggi terus menekan permintaan," papar Jitesh Ubrani, selaku Direktur Riset IDC untuk Perangkat Konsumen.

Walaupun limpahan muatan berpeluang mendongkrak perang diskon pedagang, IDC memproyeksikan banderol harga komputer tetap bertengger tinggi pada skala industri global.

"Dengan memburuknya kondisi makroekonomi, prospek untuk beberapa kuartal mendatang berisiko melemah sebelum akhirnya kembali membaik," jelas Ubrani lebih lanjut.

Dalam lanskap kuartal ketiga 2026, Lenovo bertahan di takhta utama lewat pasokan 14,9 juta unit serta penguasaan pangsa pasar 23,8 persen. Posisi berikutnya diraih HP berbekal 10,3 juta unit (16,5 persen), disusul Dell lewat 7,6 juta unit (12,1 persen), Apple sebanyak 5,9 juta unit (9,5 persen), beserta Asus mengamankan 5,5 juta unit (8,7 persen).

Di antara lima raksasa teknologi itu, laju pengiriman HP terperosok amat dalam secara tahunan, lalu disusul Dell serta Lenovo. Di sisi lain, Asus membukukan penurunan paling minim, disusul Apple di posisi berikutnya.

(Rahman Asmardika)