Bagi penikmat rental konsol PlayStation 2 pada periode dekade 2000-an, deretan isu serta spekulasi liar di antara sesama pemain tentu bukan hal yang asing lagi didengar. Pada era lampau tatkala jaringan internet belum secepat hari ini serta platform YouTube belum menjadi tontonan pokok harian, desas-desus langsung dari mulut ke mulut berperan sebagai saluran rujukan informasi paling utama. Di antara segudang judul game tenar yang hadir masa itu, Grand Theft Auto: San Andreas berhasil menempati takhta tertinggi sebagai pusat lahirnya berbagai macam konspirasi serta misteri lokal.

Teka-teki Bigfoot GTA San Andreas Jadi Misteri Lokal Paling Memancing Rasa Ingin Tahu

Salah satu mitos modern paling legendaris sekaligus banyak menguras waktu para gamer secara cuma-cuma adalah teka-teki penampakan sosok Bigfoot di wilayah San Andreas. Sosok makhluk bertubuh raksasa, berkaki panjang, dan diselimuti bulu lebat tersebut dikabarkan sering melintasi rimbunnya hutan kawasan Back-o’-Beyond atau area Shady Cabin saat kegelapan malam tiba. Letupan rasa penasaran mendalam dari desas-desus liar ini sukses mendorong jutaan penggemar menghabiskan waktu berjam-jam sekadar membuktikan faktanya kawan.

Asal-usul persebaran rumor tersebut sejatinya bermula dari tangkapan layar hasil rekayasa foto serta jepretan buram yang disebarkan pengguna di forum-forum diskusi daring tempo dulu. Kondisi visual hutan Back-o’-Beyond yang sengaja dirancang sunyi senyap, diselimuti kabut tebal pekat, dan diiringi desau angin malam yang mencekam justru memperkuat keyakinan bahwa monster misterius itu sungguh menghuni pedalaman tersebut.

Keadaan diperkuat oleh keberadaan tapak ban ganjil beserta mobil rongsokan yang dapat meluncur sendiri tanpa supir di zona liar itu, memicu komunitas pemain semakin meyakini bahwa Rockstar Games memang sengaja mengubur misteri raksasa di kawasan terpencil itu.

Bermula dari Mitos Belaka, Berubah Menjadi Easter Egg Resmi

Dampak berantai dari kehebohan isu ini sungguh dahsyat di kalangan penikmat game rental kala itu. Banyak pemain sengaja menaruh mobil CJ di pedalaman belantara, mengaktifkan kacamata thermal goggles, lalu memperhatikan deretan pohon berkabut sembari menanti arloji in-game berdentang tepat pada pergantian tengah malam.

Kendati belakangan terungkap fakta otentik bahwa data rilisan asli San Andreas sama sekali tidak memuat susunan berkas atau model grafis 3D Bigfoot, gairah besar komunitas pemain tidak pernah surut. Komunitas modder akhirnya turun tangan mengambil momentum fenomena unik ini dengan menciptakan modifikasi khusus agar sang raksasa berbulu benar-benar hadir dan sanggup diserang pemain.

Popularitas legenda buatan penggemar ini ternyata direspons dengan jenaka oleh pihak Rockstar Games. Menyadari antusiasme tinggi mitos tersebut, pihak pengembang menjawab teori para gamer lewat sisipan Easter Egg resmi pada judul-judul game penerus garapan mereka. Pemain kini bisa menjumpai agenda perburuan monster berbulu tersebut secara resmi di GTA V serta Red Dead Redemption: Undead Nightmare demi mengapresiasi kegilaan masa lalu para penggemar setianya.

Lantas, apakah dirimu termasuk salah satu anak rental yang dahulu rela berdiam diri menunggui rimba San Andreas hingga fajar menyingsing demi mengejar Bigfoot ini? Tuliskan kisah berkesan tersebut pada kolom komentar!

Temukan sajian informasi menarik di Gamebrott perihal Tech atau tulisan lain yang serupa dari Andi. Untuk informasi serta pertanyaan lainnya, Anda dapat mengontak kami melalui alamat surel [email protected].