Para pencinta game, khususnya pemakai gawai Android, baru-baru ini dikejutkan kabar menarik seputar kemunculan platform open-source anyar berlabel DroidDeck. Software tersebut digadang-gadang sanggup memutar berbagai judul game Steam langsung di ponsel pintar Android. Benarkah hal tersebut bisa dilakukan?

DroidDeck Mendadak Viral dan Hangat Dibicarakan Komunitas Android

Mengutip keterangan resmi pada laman GitHub pengembang, DroidDeck merupakan peranti lunak sumber terbuka yang mampu mengoperasikan Steam Client serta mengeksekusi game-game katalog Steam langsung lewat perangkat Android.

Sangat berlainan dari sistem Steam Link yang mewajibkan sambungan aktif dari komputer via metode streaming, peranti ini justru memproses game PC secara mandiri di gawai memakai ARM64 Proton disertai penerjemah instruksi x86. Di samping itu, pengembang menegaskan perangkat Android tidak memerlukan hak akses root sama sekali.

Sistem DroidDeck beroperasi memanfaatkan basis klien Linux ARM64 dengan tampilan antarmuka Big Picture sehingga menciptakan sensasi visual serupa konsol Steam Deck. Judul game Windows dijalankan lewat lapisan Proton sementara modul FEX menangani alih instruksi arsitektur x86. Tidak ketinggalan, aplikasi ini memuat dukungan Steam Input, panel pemantau kinerja perangkat, manajemen driver kartu grafis GPU, dan aneka utilitas lainnya.

Kebutuhan Spesifikasi Ponsel Android Beserta Catatan Kinerjanya

Melalui rincian di repositori GitHub, pihak pembuat turut merilis patokan spesifikasi ponsel Android minimum yang dibutuhkan untuk mengoperasikan platform tersebut.

Aplikasi DroidDeck mensyaratkan sistem operasi Android 9 atau versi yang lebih anyar dengan sokongan GPU minimal Adreno 730 ke atas (mencakup generasi seri 8xx). Di sisi lain, deretan chip Adreno 6xx masih berstatus eksperimental, di mana piranti ini kemungkinan cuma mampu membuka game DirectX 11 berbasis DXVK2, sedangkan pemrosesan DirectX 12 belum berjalan mulus dan masih rawan crash.

Berikut ini panduan pengelompokan GPU Adreno 730 ke atas berdasarkan kategori chipset supaya makin mudah dikenali oleh para pembaca.

Adapun chip grafis lain seperti Mali, Xclipse, PowerVR, maupun varian Adreno di bawah kelas 730 (contohnya Adreno 710) belum kompatibel dengan DroidDeck. Catatan lain menyebutkan pengguna wajib menyediakan ruang penyimpanan sekitar 3 GB untuk kebutuhan berkas runtime dan tambahan ruang 1,1 GB guna memuat sistem Desktop beserta emulator.

Keterangan pada laman GitHub turut membeberkan integrasi toko digital lain semacam GOG, Epic Games, hingga Amazon Games melalui fitur khusus yang telah disematkan di dalamnya.

Uji coba performa DroidDeck telah diperlihatkan kanal YouTube ETA Prime menggunakan gawai flagship REDMAGIC 11 Pro yang diperkuat cip Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 berpadu RAM 16GB.

Demikian ulasan lengkap seputar perangkat lunak open-source DroidDeck yang mampu memainkan deretan game Steam di Android tanpa ketergantungan koneksi PC layaknya Steam Link. Berminatkah kalian menjajal aplikasi canggih satu ini?

Simak terus ulasan atraktif Gamebrott lainnya seputar ekosistem Android, Steam, atau karya tulisan dari Muhammad Faisal. Hubungi kami lebih lanjut lewat [email protected].