Proyek anyar Crimson Desert garapan studio Pearl Abyss konsisten menyuguhkan segudang materi permainan serta pembaruan berulang secara teratur sejak peluncuran perdananya pada 20 Maret 2026.
Walaupun judul ini menuai sambutan hangat dari kalangan pemain, segelintir pengulas justru melontarkan kekecewaan sampai menetapkan penilaian yang sedang atau tergolong rendah. Usut punya usut, faktor pemicu penilaian miring tersebut ialah skala dunianya yang luar biasa masif. Benarkah demikian?
Faktor di Balik Rasa Kecewa Kritikus terhadap Crimson Desert
Menyadur laporan The Game Business, Lybee Park yang menjabat sebagai CEO Pearl Abyss divisi Eropa memaparkan sudut pandangnya terkait pangkal kekecewaan sejumlah pemerhati gim terhadap Crimson Desert.
Menurut penuturan Lybee Park, para pengamat atau penilai gim merasa kurang puas lantaran keterbatasan durasi bermain guna mengeksplorasi seluruh aspek dalam game Open World RPG Crimson Desert secara utuh.
Abai terhadap Kekayaan Rincian Konten
Ia turut menyayangkan perilaku para pengulas yang sekadar memusatkan perhatian pada narasi utama saat menjajal permainan. Padahal, daya tarik utama ciptaan mereka bertumpu pada rincian lingkungan dunia terbukanya yang sangat melimpah. Dirinya menilai kekeliruan orientasi itulah yang membikin para pemerhati kurang menggemari Crimson Desert.
Di samping persoalan durasi, Park juga menyoroti tindakan mereka yang melewatkan versi gim bersama tambalan pembaruan hari pertama (update day-one), yang mana komponen tersebut amat krusial.
Simak kutipan pandangan langsung dari Lybee Park berikut ini.
Mereka memiliki waktu terbatas. Cara pendekatan klasik ketika mereka review game adalah mengikuti Main Story. Padahal pesona keunikan dari game ini tersebar di dalam dunianya.
Kendati banyak pengamat menyampaikan ulasan bernada kecewa serta mengganjar nilai pas-pasan, Park menegaskan angka penjualan Crimson Desert sanggup menembus angka fantastis yakni 7 juta kopi pada debut perilisannya.
Demikian ulasan mengenai musabab mengapa para penilai gim kurang terkesan pada karya open world Pearl Abyss tersebut akibat areanya yang terlampau lapang hingga mustahil menjajal semua fitur yang tersedia. Bagaimana pandangan kalian mengenai pernyataan tersebut?
Cermati pula kabar atraktif Gamebrott lainnya seputar Crimson Desert maupun tulisan alternatif milik Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].