Pihak Capcom secara resmi menyatakan pada 22 Oktober bahwa sistem keanggotaan daring mereka, Capcom ID, berhasil disusupi oleh pihak luar. Akibat insiden peretasan ini, tercatat lebih dari 11 juta akun terdaftar ikut terimbas.

Perusahaan pengembang gim tersebut menerangkan bahwasanya aktivitas penyusupan mulai terdeteksi semenjak 19 Oktober. Pada tanggal tersebut, langkah penanggulangan darurat segera diambil berbarengan dengan proses penyelidikan guna memetakan luasnya dampak serangan siber itu.

Hasil pemeriksaan internal pada 20 Oktober memastikan adanya bermacam rincian data pribadi milik para pemilik akun Capcom ID yang turut terkena imbas peretasan tersebut.

Tindakan pemulihan berupa penyetelan ulang kata sandi sudah diterapkan pada akun-akun yang terindikasi berubah. Selain itu, ditegaskan pula bahwa tidak terdapat data kartu kredit yang ikut bocor dalam peristiwa ini.

Peristiwa peretasan ini sudah diteruskan ke Kepolisian Prefektur Osaka dan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang pada 21 Oktober. Pihak studio menyatakan bakal terus memantau keadaan sekaligus menuntaskan investigasi insiden keamanan tersebut.

Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Pihak Capcom

Seluruh sarana yang memanfaatkan Capcom ID dipastikan masih beroperasi secara normal. Kendati demikian, developer mengimbau pengguna agar waspada terhadap pesan surel atau kontak mencurigakan yang mengatasnamakan Capcom pascaperistiwa pembobolan ini.

Pihak manajemen turut menyampaikan permohonan maaf dan berencana mendirikan divisi layanan pelanggan tersendiri yang berfokus menanggapi kendala seputar kebocoran data pengguna ini.

Bagaimana pandanganmu perihal insiden kebocoran data ini, brott? Bagikan tanggapanmu lewat kolom komentar.

Simak pula beragam kabar menarik serta tulisan seru lainnya dari Andy Julianto. Hubungi [email protected] untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut.