Proyek Game Shooter Epic x Disney Mundur, Kini Beralih ke Produksi Berbasis AI?

Kolaborasi terkini antara Disney bersama Epic Games tengah memproduksi sejumlah judul permainan, termasuk sebuah game tembak-menembak bergenre extraction shooter dengan target peluncuran paling cepat pada 2027.

Akan tetapi, jadwal peluncuran tersebut tampaknya bakal mundur. Beredar kabar bahwa game shooter Epic x Disney ini tertunda lantaran proses pembuatannya dialihkan memanfaatkan teknologi AI. Mungkinkah peran manusia dihentikan sepenuhnya?

Proyek Shooter Kolaborasi Epic x Disney Ditunda?

Berdasarkan warta dari Bloomberg, proyek game shooter Disney garapan studio Epic Games tersebut resmi mengalami pemunduran jadwal. Permainan ini dirancang menghadirkan deretan tokoh ternama Disney, khususnya figur dari semesta Marvel dan Star Wars.

Para staf pengembang dilaporkan menerima instruksi untuk menerapkan skema kerja yang memprioritaskan kecerdasan buatan, memakai bermacam platform seperti Claude di bawah pengawasan serta kendali tenaga manusia sepanjang pengerjaan.

Seorang direktur proyek permainan tersebut bahkan telah menginstruksikan tim lewat pesan internal agar menyetop penulisan kode manual, sembari menegaskan seluruh materi visual maupun aset seni game sepenuhnya dibuat melewati pipeline alur kerja AI.

Direktur Komunikasi Epic, Jakes Jones, menyatakan lewat pengumuman terbarunya bahwa pihak Epic “menerapkan pengembangan yang dipercepat oleh AI, yang dipimpin oleh para pengembang Epic yang merupakan para visioner dan penggerak kreatif dibalik segala hal yang kami lakukan.”

Laporan serupa menyebutkan para pekerja teknis yang membaca instruksi tersebut merasa amat terkejut. Sejumlah staf bahkan sempat melempar lelucon tentang instruksi itu, sembari mengharapkan manajemen tidak sungguh-sungguh menerapkan kebijakan baru tersebut.

Kendati demikian, tekad kepemimpinan Epic tampaknya sudah sangat bulat. CEO perusahaan, Tim Sweeney, secara terbuka mengonfirmasi perpindahan sistem tersebut demi mendongkrak kecepatan waktu proses pengerjaan dengan bantuan kecerdasan buatan.

Apakah kebijakan yang dipilih Epic ini merupakan langkah jitu? Ataukah justru menimbulkan hambatan baru yang kian memperlama perilisan akibat kekeliruan sistem otomatis tanpa kontrol cermat manusia? Kita harapkan kendala itu tak muncul.

Simak terus ulasan atraktif Gamebrott lainnya seputar Berita maupun tulisan teranyar dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Kisah Mantan Bos PlayStation Kaz Hirai Bocorkan Rahasia Menghadapi Eksekutif Sony

Sosok Kaz Hirai sangat populer sebagai pebisnis ulung yang sempat memegang banyak jabatan strategis di Sony PlayStation, terutama saat menjadi President sekaligus CEO pada periode April 2012 hingga April 2018. Di mata para penggemar konsol PlayStation, figur pemimpin ini memang senantiasa dikenang berkat kepribadiannya yang sangat rileks dan santai.

Sikap tenang tersebut rupanya turut ia terapkan saat berhadapan langsung dengan para petinggi eksekutif Sony. Lalu, bagaimanakah cara unik dirinya mengatasi tekanan dari para petinggi tersebut?

Strategi Unik Kaz Hirai Saat Berhadapan dengan Eksekutif Sony

Lewat sesi wawancara mendalam bersama media NikkeiXTrend, Kaz Hirai tampil mendampingi Takaya Awata selaku Pendiri dan CEO Tridor Holdings guna membagikan catatan perjalanan karier mereka. Salah satu pembahasan menarik menyoroti trik sang mantan nakhoda PlayStation dalam berkomunikasi dengan jajaran eksekutif Sony tatkala ia memimpin sebagai President dan CEO.

Hirai mengisahkan kembali masa baktinya sebagai President Sony Computer Entertainment yang mengendalikan divisi bisnis PlayStation, di mana ia amat kerap berinteraksi dengan Howard Stringer serta barisan direksi lainnya.

Sambil melempar tawa renyah, ia membeberkan bahwa ketika para petinggi tersebut menuntut berbagai hal, Hirai tanpa ragu menyampaikan secara tegas bahwa instruksi dari markas pusat sebenarnya tidak lagi relevan. Ia pun menambahkan penegasan kuat bahwa divisi mereka adalah entitas tersendiri, yakni PlayStation.

Berikut ini kutipan penuturan figur penting industri gim tersebut sewaktu menceritakan interaksinya dengan dewan direksi kala menduduki kursi kepemimpinan.

Ketika saya dulu masih President Sony Computer Entertainment mengurus bisnis konsol PlayStation, kapanpun Howard Stringer dan para Eksekutif lainnya mengatakan ini atau itu, saya langsung blak-blakan bilang, “Apa yang dikatakan kantor pusat tidak relevan. Kami adalah PlayStation”.

Kisah Blak-blakan Lain Seputar Karier Eks Pimpinan PlayStation

Mengingat kembali era tersebut membawa ingatan Kaz Hirai pada masa-masa berat saat dipercaya menjabat sebagai CEO Sony secara menyeluruh. Hal itu menjadi tantangan masif lantaran pada fase tersebut perusahaan konglomerasi raksasa ini sedang terjebak dalam krisis finansial yang luar biasa pelik.

Dampak dari masa kritis itu, sekitar 160 ribu pekerja Sony di seluruh penjuru bumi, yang mencakup staf operasional, petinggi dewan, hingga kalangan pemegang saham, merasa sangat cemas melihat kapasitasnya membalikkan keadaan. Bahkan, Hirai sempat diserang kabar miring di sebuah artikel yang menuding Howard Stringer keliru menunjuk dirinya yang dicap cuma mengerti ranah musik dan industri permainan video.

Menanggapi serangan serta keraguan tersebut, Hirai hanya tertawa santai serta memperlakukannya layaknya gurauan belaka. Kendati sempat diremehkan secara terbuka, mantan pemimpin divisi gim ini terus berjuang keras mengerahkan segala upaya demi memulihkan kejayaan Sony dari situasi krisis saat itu.

Rekam jejak kepemimpinan Kaz Hirai kala itu mencerminkan prinsip bahwa mengelola ekosistem Sony PlayStation menuntut pemahaman spesifik, bukan sekadar mematuhi seluruh komando dari dewan pimpinan di kantor pusat.

Ia bertekad penuh mempertahankan independensi atas setiap penentuan langkah bagi lini PlayStation. Menurut sudut pandangnya, divisi konsol permainan memang memerlukan otonomi luas dalam menetapkan arah kebijakan strategis bisnisnya.

Tak berhenti di situ, Hirai secara konsisten membangun kedekatan emosional langsung dengan seluruh jajaran staf Sony. Sepanjang masa pengabdiannya, mantan petinggi ini rajin mendatangi aneka kantor cabang perusahaan di beragam penjuru dunia. Kunjungan langsung tersebut sengaja ia lakukan demi memahami ritme kerja nyata sekaligus mendengar aspirasi tim di lapangan.

Langkah kepemimpinan tersebut membuktikan bagaimana figur seorang pemimpin ideal tidak hanya terpaku pada relasi diplomatik dengan dewan eksekutif korporasi, melainkan juga memprioritaskan komunikasi terbuka dengan seluruh karyawan di tingkat bawah.

Demikianlah kilas balik mengenai cara istimewa Kaz Hirai menghadapi jajaran direksi Sony beserta gaya kepemimpinannya yang inspiratif. Bagaimana pandangan Anda terhadap metode kepemimpinan santai namun berani yang ditunjukkan oleh Kaz Hirai sepanjang masa baktinya sebagai President dan CEO?

Simak terus deretan artikel menarik Gamebrott lainnya seputar perkembangan PlayStation atau ikuti tulisan seru dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Pembobol Denuvo “voices38” Resmi Dilaporkan Jadi Ancaman Serius Industri Game

Belakangan ini, perbincangan hangat melanda kalangan gamer terkait ulah seorang peretas bernama voices38 yang sukses meretas sederet judul game terproteksi sistem DRM Denuvo. Manuver nekat tersebut sampai mendorong Denuvo melayangkan gugatan hukum ke pengadilan, kendati pihak penggugat sama sekali belum mengetahui siapa figur di balik nama samaran itu.

Kini muncul perkembangan terkini yang memperlihatkan bahwa sosok peretas tersebut mulai dicatat sebagai bahaya nyata bagi ekosistem industri video game. Apakah situasinya benar-benar segenting itu?

Awal Mula Penandaan voices38 Menjadi Bahaya Besar

Menurut kabar yang dihimpun, Entertainment Software Association alias ESA, yang bertindak atas nama deretan korporasi game ternama, menyodorkan berkas usulan kepada lembaga kepemerintahan Office of the United States Trade Representative atau USTR. Dokumen tersebut memuat usulan entitas yang layak dimasukkan ke indeks pasar berbahaya perihal ancaman pelanggaran hak cipta.

Di antara deretan target yang diajukan, perwakilan ESA mencantumkan moniker voices38 sebagai figur misterius yang sangat piawai menembus deretan game berbenteng proteksi DRM Denuvo.

Desakan ke Otoritas untuk Memantau Pelaku

Melalui berkas aduan ESA, lembaga USTR didorong supaya menelusuri berbagai portal maupun platform perantara yang dicurigai terlibat dalam peredaran produk digital ilegal serta pelanggaran hak cipta.

Pihak ESA membeberkan bahwa pelaku bernama voices38 yang kerap aktif di forum Reddit r/CrackWatch telah melumpuhkan pertahanan kira-kira 2 lusin judul game ber-Denuvo. Aktivitas pelaku dianggap memberi dampak masif lantaran hasil bobolannya didistribusikan luas lewat bermacam-macam kanal, mulai platform torrent, layanan cloud hosting, komunitas pembajak daring, hingga sindikat pemadat data seperti FitGirl.

Oleh sebab itu, asosiasi ESA menegaskan voices38 wajib ditindaklanjuti secara tegas karena perbuatannya bukan sekadar merambah domain web distribusi ilegal, melainkan juga menolong pihak lain agar game berbenteng Denuvo mampu dimainkan seutuhnya tanpa sistem pengaman.

Hingga informasi ini disusun pada 13 Oktober, sang peretas terpantau masih bungkam menanggapi situasi tersebut walau banyak penghuni forum r/CrackWatch ramai melontarkan pertanyaan kepadanya. Dahulu sewaktu tersiar kabar mengenai gugatan dari pihak Denuvo, sang pelaku langsung melontarkan sanggahan secara cepat. Situasi ini memicu rasa ingin tahu para gamer pembajak perihal bagaimana respons yang bakal ia ambil nantinya.

Sekian kabar terkini seputar peretas game voices38 yang kini dipandang menjadi ancaman berat dalam lanskap video game global. Bagaimana opini kalian mengenai persoalan tersebut?

Simak pula rangkuman menarik dari Gamebrott seputar sistem Denuvo serta tulisan lain garapan Muhammad Faisal. Untuk koordinasi lebih lanjut atau kebutuhan lainnya, Anda dipersilakan menghubungi kontak [email protected].

Roger Jr. Tampil Menggemaskan Sekaligus Mematikan di Trailer Anyar Tekken 8

Roger Jr. Tekken 8 — Peluncuran resmi Tekken 8 pada Januari 2024 silam menyuguhkan deretan petarung variatif, mulai dari wajah lama hingga sosok pendatang baru lewat ekspansi berkala.

Usai memperkenalkan Bob dan Kunimitsu, pihak Bandai Namco kembali membikin kaget para fan lewat pengumuman kembalinya figur menggemaskan ini ke dalam arena turnamen. Siapakah sosok tersebut?

Aksi Perdana Roger Jr. di Tekken 8

Karakter itu adalah Roger Jr., kanguru mungil yang unjuk gigi pada cuplikan video anyar Tekken 8. Keturunan dari OG Roger di Tekken 5 (2005) ini siap dimainkan sebagai roster anyar pada ekspansi mendatang.

Melalui video promosi itu, Roger Jr. tampak berduel berdampingan dengan sang induk mengenakan sarung tinju legendaris. Sejumlah gerakan baku hantam seperti pukulan, bantingan, cengkeraman, hingga putaran tubuh lawan dipamerkan secara apik.

Hal paling memikat terlihat dari Rage Arts Roger Jr. yang sangat ganas. Ketika dieksekusi, duet induk dan anak ini melancarkan bogem mentah sekelas petinju pro, di mana pukulan pemungkasnya sanggup menerbangkan musuh menembus atmosfer Bumi hingga mendarat telak di Bulan. Mengagumkan!

Simak tayangan videonya pada bagian bawah:

Sudah tidak sabar mencoba kombo mematikan milik Roger Jr.? Fase Early Access segera dibuka di Tekken 8 mulai 11 November 2026, lalu rilis global tanggal 16 November 2026 selaku petarung anyar season 3 bagi platform PS5, Xbox Series X/S, serta PC via Steam.

Simak terus ulasan seru Gamebrott lainnya seputar Berita Game atau karya tulisan menarik dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Belum Resmi Meluncur, Pemain Aktif Deadlock Sukses Cetak Rekor Tertinggi Baru

Proyek game anyar bertajuk Deadlock kini tengah digarap oleh pihak pengembang Valve. Judul ini mengusung genre MOBA shooter dengan format Third Person Shooter yang sangat ditunggu kalangan penggemar.

Walau belum resmi meluncur ke publik, game tersebut sudah bisa dicoba. Hebatnya, angka pengguna aktif bersamaan milik Deadlock kini menyentuh rekor anyar sekaligus melampaui deretan judul tenar Steam. Mengapa hal itu terjadi?

Pemain Aktif Bersamaan Deadlock Catatkan Rekor Mengesankan

Berdasarkan catatan dari situs SteamDB, total pemain aktif bersamaan Deadlock berhasil menembus rekor puncak sekitar 262.145 orang, dengan torehan 220.000 pengguna aktif dalam kurun 24 jam terakhir.

Pencapaian ini terbilang luar biasa bagi permainan yang belum rilis penuh serta cuma dapat dimasuki melalui mekanisme Invite only. Para pemain baru hanya bisa mengaksesnya apabila telah memperoleh undangan khusus dari orang yang sudah memainkannya.

Bahkan, total tersebut sukses melampaui statistik pemain aktif bersamaan milik Team Fortress 2 yang cuma mengantongi 84 ribu orang. Kendati melonjak mendadak, kenaikan tajam ini memiliki alasan jelas di baliknya.

Deadlock baru saja meluncurkan pembaruan teranyar bertajuk City Never Sleeps yang menyajikan perombakan masif, mencakup revisi Map, kehadiran monster Neutral, serta kedatangan sejumlah karakter baru.

Ketika laporan ini ditulis, Deadlock bertengger di jajaran 5 besar tepat di bawah PUBG: Battlegrounds, serta berada di atas Bongo Cat, FiveM, hingga Wardogs yang sempat viral.

Simak pula kabar seru Gamebrott lainnya seputar Berita maupun ulasan menarik dari Javier Ferdano. Untuk informasi lanjut dan pertanyaan lainnya, hubungi kami via [email protected].

Phantom Blade Zero Diprediksi Tuntas Sekitar 30 Jam, Hadirkan Aksi Padat Tanpa Grinding

Hampir tiga warsa berlalu sejak pengembang S-Game pertama kali memperkenalkan proyek Phantom Blade Zero ke publik. Kini, karya yang mengusung konsep visual serta pertarungan ala ‘Kung Fu Punk’ tersebut segera menyapa para pemain dalam jangka waktu di bawah tiga pekan ke depan.

Pihak kreator belum lama ini membeberkan sejumlah wawasan memikat seputar proses perancangan Phantom Blade Zero lewat sesi wawancara bersama Inven Global. Poin krusial yang dibagikan yaitu estimasi penamatannya yang berkisar 30 jam, khususnya bagi para gamer yang terbiasa menaklukkan judul-judul aksi berkategori menantang.

Meskipun durasi tersebut tampak relatif singkat untuk sebuah produksi megah berskala AAA masa kini, Liang Qiwei atau yang akrab disapa Soulframe selaku sutradara game menegaskan pentingnya kepadatan impresi bermain yang disuguhkan.

“Bagi pemain yang sudah mahir, kami memperkirakan satu playthrough penuh akan memakan waktu sekitar 25 hingga 30 jam. Tentu saja, durasi bermain bisa berbeda tergantung seberapa sering Anda terjebak saat melawan suatu boss,” ungkap Liang Qiwei.

Ia menambahkan, “Kami percaya yang terpenting bukan sekadar seberapa panjang durasi game, melainkan seberapa padat pengalamannya. Kami tidak ingin pemain mengulang hal yang sama hanya untuk mengumpulkan resource atau berkeliling tanpa tujuan di map yang kosong. Elemen-elemen seperti itu sebisa mungkin kami hindari. Aktivitas sampingan juga dirancang untuk memperkaya cita rasa dunia Wuxia dan Kung Fu. Kuncinya adalah memastikan pemain terus merasa seperti pendekar pedang yang benar-benar tangguh selama bermain.”

Kabar menggembirakan hadir untuk para pemburu trofi Platinum maupun raihan capaian seratus persen, sebab sang pengarah memastikan seluruh penghargaan tersebut dapat disapu bersih hanya lewat satu putaran permainan saja.

Keterlibatan Sosok Bintang Laga Donnie Yen

Sebelumnya telah dikonfirmasi bahwa bintang seni bela diri ternama Donnie Yen ikut andil mengambil peran figur penting di Phantom Blade Zero, tepatnya menjadi sosok ayah kandung dari tokoh sentral.

Tidak sebatas berakting, figur legendaris ini diketahui memegang tugas sebagai Creative Consultant sejak 2023 demi merancang seluruh arahan koreografi perkelahian tangan kosong serta senjata tajam di dalam game.

Phantom Blade Zero dijadwalkan meluncur resmi pada tanggal 28 Oktober bagi para pemilik perangkat PC serta konsol PlayStation 5.

Lantas, bagaimana pandanganmu menyikapi kabar peluncuran game ini, brott? Bagikan tanggapan terbaikmu langsung pada ruang komentar di bawah.

Simak terus ulasan atraktif serta tulisan seru lainnya karya Andy Julianto. Untuk informasi lengkap maupun korespondensi redaksi, silakan hubungi kontak [email protected].

Pasar Komputer Dunia Q3 2026 Merosot 20,1 Persen, Lenovo Kokoh di Puncak

JAKARTA – Riset International Data Corporation (IDC) mengungkapkan distribusi komputer personal di pasar internasional mencapai 62,7 juta unit sepanjang kuartal ketiga 2026 (Juli–September), merosot tajam 20,1 persen dibanding kurun waktu serupa tahun lampau. Pelemahan ini menandai kemerosotan dua kuartal secara beruntun, melanjutkan kontraksi sebesar 3,8 persen pada periode triwulan terdahulu.

Jumlah pengapalan pada kuartal ketiga tercatat menyusut 9,1 persen jika dikomparasikan terhadap kuartal kedua. Gelombang penurunan tersebut mempertegas situasi sektor industri perangkat PC dunia yang kian bergejolak, seperti dikutip GSM Arena.

Kajian tersebut menggarisbawahi catatan tersebut menghitung volume pasokan produsen menuju kanal distribusi resmi, bukannya transaksi langsung ke pengguna akhir. IDC memaparkan pedagang eceran giat menumpuk persediaan barang demi membendung risiko lonjakan harga selama semester pertama. Alhasil, jaringan ritel kini mencurahkan perhatian demi menguras sisa stok ketimbang meminta pasokan gres pada kuartal ketiga.

"Pihak saluran distribusi kini khawatir menanggung terlalu banyak inventaris di tengah pasar saat harga tinggi terus menekan permintaan," papar Jitesh Ubrani, selaku Direktur Riset IDC untuk Perangkat Konsumen.

Walaupun limpahan muatan berpeluang mendongkrak perang diskon pedagang, IDC memproyeksikan banderol harga komputer tetap bertengger tinggi pada skala industri global.

"Dengan memburuknya kondisi makroekonomi, prospek untuk beberapa kuartal mendatang berisiko melemah sebelum akhirnya kembali membaik," jelas Ubrani lebih lanjut.

Dalam lanskap kuartal ketiga 2026, Lenovo bertahan di takhta utama lewat pasokan 14,9 juta unit serta penguasaan pangsa pasar 23,8 persen. Posisi berikutnya diraih HP berbekal 10,3 juta unit (16,5 persen), disusul Dell lewat 7,6 juta unit (12,1 persen), Apple sebanyak 5,9 juta unit (9,5 persen), beserta Asus mengamankan 5,5 juta unit (8,7 persen).

Di antara lima raksasa teknologi itu, laju pengiriman HP terperosok amat dalam secara tahunan, lalu disusul Dell serta Lenovo. Di sisi lain, Asus membukukan penurunan paling minim, disusul Apple di posisi berikutnya.

(Rahman Asmardika)

Bocoran Apple: MacBook Layar Sentuh Siap Meluncur Akhir Oktober

JAKARTA – Raksasa teknologi Apple dikabarkan bakal mengadakan sepasang agenda peluncuran gawai baru secara terpisah sepanjang bulan Oktober ini. Sesi pembuka telah dipastikan berjalan tanggal 13 Oktober, sedangkan kabar mengenai perhelatan berikutnya masih amat terbatas.

Acara debut bertema “Welcome Home” pada 13 Oktober diperkirakan menjadi panggung untuk tiga peranti Internet of Things (IoT) hunian pintar bertenaga Siri AI. Rangkaian tersebut meliputi Home Hub atau HomePad, pelantang suara HomePod mini 2, beserta unit pembaruan Apple TV 4K.

Mengutip laporan GSM Arena, pengamat dari Bloomberg Mark Gurman memperkirakan bahwa perhelatan kedua berpeluang diselenggarakan pada 27 Oktober. Berdasarkan analisis Gurman, Apple bakal mengumumkan MacBook berlayar sentuh yang santer diberitakan, varian iPad mini dengan panel OLED, serta iMac dan MacBook Pro 14 inci yang dipersenjatai cip M6.

Sampai sekarang, rincian teknis seputar laptop layar sentuh buatan Apple itu masih sangat misterius, termasuk kepastian tanggal kehadirannya pada 27 Oktober. Kendati belum terdapat konfirmasi resmi, komputer jinjing anyar ini diprediksi dibanderol lebih mahal daripada jajaran MacBook reguler lainnya.

(Rahman Asmardika)

Heboh Mod DLSS 3.7 Kini Dapat Diterapkan pada Steam Deck Serta Kartu Grafis AMD

Kabar menggembirakan hadir untuk para pengguna konsol genggam Steam Deck serta para pemain PC yang mengandalkan perangkat keras grafis AMD. Pasalnya, seorang modder dilaporkan sukses merancang modifikasi khusus DLSS 3.7 sehingga teknologi tersebut mampu dioperasikan pada sistem Steam Deck serta kartu grafis besutan AMD. Apakah hal ini benar-benar terwujud?

Teknologi Mod DLSS 3.7 Berhasil Dihadirkan ke Steam Deck dan Perangkat AMD

Pengembang independen beridentitas lonewolf0622 melalui platform GitHub baru saja merilis sebuah mod bernama HelixSR. Inovasi perangkat lunak ini memungkinkan pemrosesan peningkatan resolusi NVIDIA DLSS Model E Neural Upscaler dieksekusi langsung pada mesin Steam Deck dan unit pengolah grafis milik kubu merah AMD.

Mekanisme kerja HelixSR pada dasarnya memanfaatkan rekonstruksi visual milik model NVIDIA DLSS Model E dengan mengandalkan shader Direct3D 12, yang berperan mengambil alih alur upscaling milik FSR 3.1. Namun, penting untuk dicatat bahwasanya modifikasi ini bukan berarti penerapan DLSS 3.7 resmi secara menyeluruh dari pihak NVIDIA yang berjalan orisinal pada kartu grafis AMD.

Sistem modifikasi tersebut beroperasi menyerupai fungsionalitas DLSS asli, mengabaikan efek penajaman ekstra sementara setiap opsi tingkat mutu visual disetel beroperasi serupa mode native (DLAA) hingga tingkatan Ultra Performance lewat resolusi dinamis.

Kreator mod menerangkan bahwa proyek ini dibangun demi menolong komunitas gamer dalam meraih kejernihan visual yang jauh lebih optimal memanfaatkan perangkat keras seadanya, terutama perangkat lawas maupun kelas bawah. Ia juga menegaskan proses pengembangan berjalan mandiri tanpa ikatan kerjasama resmi ataupun dukungan langsung dari pihak NVIDIA, AMD, maupun inisiatif OptiScaler.

Ulasan Efisiensi Serta Kualitas Tampilan yang Dihadirkan

Hingga saat informasi ini dipublikasikan pada 12 Oktober, para pemilik Steam Deck beserta pemain PC bertenaga GPU AMD langsung berbondong-bondong menguji mod buatan lonewolf0622 tersebut. Respon serta impresi yang diungkapkan oleh para pengguna pun sangat bervariasi usai menguji coba langsung modifikasi tersebut.

Merujuk pada sejumlah tayangan pengujian teknis di platform YouTube, variasi hasil performa mulai terlihat jelas. Beberapa pengetesan memperlihatkan mod DLSS 3.7 tersebut sangat manjur dalam mendongkrak visual game pada seri GPU AMD model lawas dan unit Steam Deck. Kendati demikian, pada skenario tertentu beserta penyesuaian grafis spesifik di game, mod ini sesekali memperlihatkan penurunan stabilitas visual.

Contohnya dapat disimak pada adu komparasi visual mod DLSS 3.7 berhadapan dengan FSR 4.1 di sistem Steam Deck. Dari sudut pandang estetika visual, terdapat titik tertentu di mana kualitas mod sedikit lebih unggul dibanding FSR 4.1. Tetapi jika meninjau perolehan frame rate (FPS), FSR 4.1 masih memimpin tipis sembari mempertahankan mutu grafis yang konsisten prima.

Di sisi lain, pengujian gamer pada unit GPU AMD generasi sebelumnya membuktikan keberadaan mod ini sungguh efektif membantu menghadirkan tampilan gambar yang memukau.

Patut digarisbawahi bahwa capaian performa tiap pemain berpotensi tidak identik, menyesuaikan tipe seri GPU AMD yang dipasang serta konfigurasi visual dalam game yang dimainkan.

Kalian dipersilakan meninjau rangkuman komparasi performa serta sajian visual dari kalangan pemain di bagian bawah ini.

Demikianlah kabar terbaru perihal tersedianya modifikasi DLSS 3.7 garapan modder berbakat yang sukses dijalankan pada konsol Steam Deck serta perangkat GPU AMD. Bagaimana pendapat kalian, tertarik menguji mod DLSS ini pada perangkat gaming kalian?

Simak terus ulasan menarik lainnya dari Gamebrott seputar teknologi DLSS atau artikel teranyar lainnya dari Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih mendalam dan kerja sama resmi, silakan hubungi redaksi kami melalui [email protected].

Reviewer Kecewa dengan Crimson Desert, CEO Ungkap Penyebab Utamanya

Proyek anyar Crimson Desert garapan studio Pearl Abyss konsisten menyuguhkan segudang materi permainan serta pembaruan berulang secara teratur sejak peluncuran perdananya pada 20 Maret 2026.

Walaupun judul ini menuai sambutan hangat dari kalangan pemain, segelintir pengulas justru melontarkan kekecewaan sampai menetapkan penilaian yang sedang atau tergolong rendah. Usut punya usut, faktor pemicu penilaian miring tersebut ialah skala dunianya yang luar biasa masif. Benarkah demikian?

Faktor di Balik Rasa Kecewa Kritikus terhadap Crimson Desert

Menyadur laporan The Game Business, Lybee Park yang menjabat sebagai CEO Pearl Abyss divisi Eropa memaparkan sudut pandangnya terkait pangkal kekecewaan sejumlah pemerhati gim terhadap Crimson Desert.

Menurut penuturan Lybee Park, para pengamat atau penilai gim merasa kurang puas lantaran keterbatasan durasi bermain guna mengeksplorasi seluruh aspek dalam game Open World RPG Crimson Desert secara utuh.

Abai terhadap Kekayaan Rincian Konten

Ia turut menyayangkan perilaku para pengulas yang sekadar memusatkan perhatian pada narasi utama saat menjajal permainan. Padahal, daya tarik utama ciptaan mereka bertumpu pada rincian lingkungan dunia terbukanya yang sangat melimpah. Dirinya menilai kekeliruan orientasi itulah yang membikin para pemerhati kurang menggemari Crimson Desert.

Di samping persoalan durasi, Park juga menyoroti tindakan mereka yang melewatkan versi gim bersama tambalan pembaruan hari pertama (update day-one), yang mana komponen tersebut amat krusial.

Simak kutipan pandangan langsung dari Lybee Park berikut ini.

Mereka memiliki waktu terbatas. Cara pendekatan klasik ketika mereka review game adalah mengikuti Main Story. Padahal pesona keunikan dari game ini tersebar di dalam dunianya.

Kendati banyak pengamat menyampaikan ulasan bernada kecewa serta mengganjar nilai pas-pasan, Park menegaskan angka penjualan Crimson Desert sanggup menembus angka fantastis yakni 7 juta kopi pada debut perilisannya.

Demikian ulasan mengenai musabab mengapa para penilai gim kurang terkesan pada karya open world Pearl Abyss tersebut akibat areanya yang terlampau lapang hingga mustahil menjajal semua fitur yang tersedia. Bagaimana pandangan kalian mengenai pernyataan tersebut?

Cermati pula kabar atraktif Gamebrott lainnya seputar Crimson Desert maupun tulisan alternatif milik Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Page 3 of 42

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén