Sony Perkenalkan Quick Spectral Super Resolution, Fitur Upscaling AI Khusus PS5 Standar

Sony resmi menghadirkan inovasi upscaling bertenaga kecerdasan buatan untuk konsol PS5 standar lewat kehadiran Quick Spectral Super Resolution (QSSR). Pengumuman ini mendapat sambutan hangat dari kalangan gamer, mengingat fitur serupa sebelumnya yakni PSSR (PlayStation Spectral Super Resolution) hanya dihadirkan secara eksklusif bagi pengguna PS5 Pro. Lantas, seperti apa mekanisme kerja serta mutu visual yang ditawarkan?

Pengumuman Resmi Teknologi Quick Spectral Super Resolution untuk Konsol PS5 Standar

Melalui publikasi di laman blog resminya, pihak Sony PlayStation memaparkan bahwa Quick Spectral Super Resolution merupakan varian yang lebih ringan dari PSSR, dirancang khusus menyesuaikan GPU konsol PS5 edisi standar. Fitur anyar ini merupakan buah kolaborasi Project Amethyst antara Sony bersama AMD, yang memanfaatkan arsitektur jaringan neural lebih hemat daya agar dapat beroperasi optimal di perangkat berkapasitas hardware lebih terbatas.

Walaupun tingkat presisinya tidak setara dengan PSSR milik PS5 Pro, kemampuan visual QSSR terbukti jauh melampaui teknik upscaling konvensional yang terpasang pada PS5 standar saat ini. Tampilan grafis terlihat semakin tajam, terutama saat menampilkan detail objek berukuran mikro seperti pola bangunan kejauhan maupun helai rumput, sekaligus menghadirkan kestabilan gambar yang meminimalkan artefak pecah.

Dukungan Awal Baru Tersedia untuk Marvel’s Wolverine Serta Ghost of Yotei

Untuk saat ini, implementasi QSSR baru diintegrasikan ke dalam dua judul game saja, yakni Marvel’s Wolverine dan Ghost of Yōtei. Sejumlah developer terkemuka seperti Insomniac Games dan Sucker Punch Productions telah melontarkan apresiasi positif, sebab fitur ini berhasil meningkatkan kejernihan piksel serta konsistensi grafis di dalam dunia game mereka.

Di samping itu, Sony memastikan QSSR akan dibagikan kepada seluruh developer naungan PlayStation Studios agar makin banyak game yang segera mengadopsinya. Kehadiran opsi upscaling canggih ini juga bersifat fleksibel, di mana gamer bebas mengaktifkan maupun mematikannya melalui menu pengaturan konsol.

Anda dapat mengamati mutu visual teknologi mutakhir tersebut lewat tautan di bawah ini.

Demikian ringkasan mengenai perkenalan teknologi Quick Spectral Super Resolution pada PS5 standar oleh pihak Sony. Bagaimana penilaian Anda mengenai mutu pemrosesan grafis anyar ini?

Simak terus berita menarik Gamebrott seputar PS5 atau pantau ulasan lain dari Arif Gunawan. Untuk pertanyaan lebih lanjut, hubungi [email protected].

Disney Tegaskan Belum Berencana Akuisisi Penuh Epic Games, Proyek Kolaborasi Tetap Lanjut

Pada tahun 2024 silam, Disney menggelontorkan modal bernilai fantastis demi game Fortnite milik Epic Games. Semenjak momen tersebut, Disney memperlihatkan ketertarikan tinggi untuk mencaplok perusahaan pengembang sekaligus game populer itu.

Kendati demikian, pihak Disney tampak tidak tergesa-gesa guna menuntaskan pengambilalihan korporasi. Kabar beredar menyebutkan bahwa mereka sama sekali belum bermaksud membeli Epic Games sekarang ini, kendati berbagai agenda kolaborasi tetap dirancang ke depan.

Disney Benarkah Tak Ingin Mencaplok Epic Games Sekarang?

Usai mengamankan kepemilikan saham 9% bernilai 1,5 Miliar US Dollar demi membangun jagat hiburan yang terhubung bersama Fortnite, Disney tampaknya belum berniat melangkah lebih jauh.

Keterangan resmi ini diutarakan langsung oleh Presiden sekaligus CCO Disney, Dana Walden, kepada pihak Bloomberg. Dirinya menerangkan bahwasanya proses akuisisi tidak tertera dalam rencana kerja. Walau belum mengambil alih Epic sepenuhnya, kemitraan kreatif tetap berjalan aktif.

“Sudah cukup jelas bahwa kami memiliki pertanyaan yang sangat serius mengenai investasi dan kepemilikan saham. Itu bukanlah pembicaraan yang sedang kami lakukan saat ini,” ungkap sang petinggi.

Mengenai prospek kerja sama masa depan, Dana Walden menyebutkan relasi keduanya sangat solid, disertai sejumlah proyek yang siap meluncur dalam kurun 2 tahun mendatang untuk memperlihatkan signifikansi kemitraan strategis ini.

Pernyataan tersebut kian menguatkan spekulasi terdahulu, di mana Epic Games dirumorkan tengah memproduksi game bernuansa Disney dengan genre Extraction Shooter sebagai salah satu wujud kolaborasi nyata.

Sekarang, kedua raksasa industri ini memusatkan perhatian pada realisasi rencana bersama. Berbagai informasi terperinci bakal segera diungkap saat seluruh proyek siap disajikan ke publik.

Simak terus ulasan atraktif Gamebrott lainnya seputar Berita maupun konten pilihan karya Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Capcom Siapkan REX Engine, Dorong Efisiensi Pengembangan Game Berbasis AI Generasi Baru

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan berjalan sangat kencang beberapa tahun belakangan serta mulai dimanfaatkan guna mendukung bermacam-macam profesi manusia. Sektor industri game pun tidak luput dari tren ini, di mana kerja para pengembang serta penerbit game kini banyak terbantu berkat kehadiran sistem otomasi modern dalam sejumlah bagian operasional.

Kabar paling baru menyebutkan bahwa Capcom sedang menyiapkan langkah untuk mentransformasikan RE Engine menjadi mesin pengembangan game berbasis AI. Kebijakan ini diklaim bertujuan utama meringankan beban teknis para staf pengembang internal mereka. Lantas, bagaimanakah fakta sebenarnya di balik kabar tersebut?

Strategi Capcom Memperbarui RE Engine Menjadi Engine Generasi AI

Mengutip laporan dari GameBiz, pihak Capcom sempat menyelenggarakan ajang teknologi bertajuk “Capcom Open Conference RE: 2026”. Melalui perhelatan resmi tersebut, banyak paparan teknis dibagikan ke publik, salah satunya berfokus pada rencana besar perusahaan dalam memanfaatkan potensi kecerdasan buatan.

Programmer Satoshi Ishida menyampaikan materi presentasi yang diberi judul “The Outlook and Future of the REX Project, Further Evolving the RE Engine for the Next Generation”. Sesi tersebut merinci sejumlah pembaruan signifikan untuk RE Engine melalui serangkaian pembaruan bertingkat yang dinamakan proyek “REX”.

Satoshi Ishida memaparkan bahwa divisi pengembang Capcom menghadapi tiga kendala besar saat ini: skala produksi judul game yang terus membengkak sehingga memakan banyak waktu, kebutuhan menambah pekerja lewat ketersediaan engine yang ramah pengguna, serta integrasi teknologi AI ke alur kerja harian yang dinilai sangat krusial bagi masa depan studio.

Mendorong Tingkat Produktivitas Para Pengembang

Berdasarkan materi yang dipaparkan, kehadiran sistem REX ditujukan guna menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut demi meningkatkan produktivitas tim, mengoptimalkan kinerja judul game, membenahi perangkat kerja, memperkuat quality assurance, dan aspek terkait lainnya.

Oleh sebab itu, pihak Capcom menilai bahwa memberikan peningkatan berkala secara terus-menerus jauh lebih efektif dibanding harus merancang engine baru sedari nol. Langkah ini diyakini menjadi strategi paling tepat untuk mematangkan performa RE Engine menuju era konsol masa depan.

Di samping itu, Capcom juga diinformasikan tengah merancang program REX berskema sumber terbuka atau open-source sebagai sarana pembelajaran model kecerdasan buatan. Rangkaian sistem ini diproyeksikan menjadi pilar visi jangka panjang mereka guna menyulap RE Engine menjadi sebuah “AI-Generation Game Engine” lewat fondasi teknologi REX.

Paparan itu juga menerangkan bahwa REX nantinya terintegrasi utuh ke sistem RE Engine sebagai bahasa pemrograman paling universal. Konsep ini berarti sistem tersebut nantinya tidak hanya sangat gampang dimengerti oleh manusia, namun juga sanggup dibaca secara akurat oleh kecerdasan buatan.

Melalui fondasi ini, Capcom berambisi mewujudkan ekosistem masa depan di mana pengembang dapat menciptakan game berdampingan dengan AI. Singkatnya, teknologi ini difungsikan sekadar memangkas durasi alur kerja rumit, bukan untuk memproduksi seluruh karya visual maupun aset grafis secara instan.

Arah kebijakan ini selaras dengan pernyataan resmi Capcom terdahulu pada akhir Maret 2026. Kala itu, mereka menegaskan komitmen untuk tidak menggunakan generative AI secara penuh dalam menghasilkan konten ataupun aset grafis orisinal buatan tangan manusia.

Demikian ringkasan mengenai strategi Capcom dalam mentransformasikan RE Engine menjadi mesin bertenaga kecerdasan buatan demi efisiensi proses kreasi game, tanpa mengorbankan pembuatan aset konten orisinal. Bagaimana pandangan Anda mengenai terobosan teknologi baru dari Capcom ini?

Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Capcom atau tulisan menarik dari Muhammad Faisal. Untuk pertanyaan serta informasi lebih lengkap, silakan kirimkan surel menuju [email protected].

Qualcomm Luncurkan Snapdragon X2 Series, Kinerja Naik 67 Persen dan Makin Efisien

JAKARTA — Prosesor PC bertenaga tinggi teranyar, Snapdragon X2 Series, resmi diluncurkan oleh Qualcomm dalam perhelatan Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 pekan ini. Rangkaian silikon anyar tersebut mencakup dua model utama: Snapdragon X2 reguler serta Snapdragon X2 Elite.

Keluarga Snapdragon X2 Series diklaim menyuguhkan lonjakan kinerja mencapai 67 persen melampaui pendahulunya. Selain itu, pemakaian dayanya tercatat 43 persen lebih hemat, sembari konsisten menyajikan operasional perangkat yang tetap dingin tanpa kebisingan kipas.

Sektor visual grafis serta kecerdasan buatan turut memperoleh perombakan besar, menjamin aktivitas bermain game beserta pemrosesan agentic AI maupun AI on-device di PC berjalan kian mulus. Chip ini mengusung NPU berkemampuan 80 TOPS yang beroperasi 67 persen lebih gesit ketimbang edisi terdahulu.

Untuk pasar kelas pemula, Qualcomm merilis Snapdragon C guna menghadirkan kinerja responsif, efisiensi konsumsi baterai, serta fitur AI di laptop entry-level. Peluncuran lini baru ini menjadi strategi perusahaan memperlebar portofolio chip pada ranah komputer jinjing.

Pihak produsen juga mengungkap ekosistem PC mereka makin matang lewat dukungan lebih dari 7.300 aplikasi kompatibel dan melampaui 3.000 judul permainan. Ekspansi ekosistem tersebut semakin dipertegas oleh kehadiran Googlebook bertenaga prosesor Snapdragon, membawa pengalaman komputasi ini ke aneka format piranti serta sistem operasi anyar.

Dalam kesempatan serupa, Qualcomm memamerkan kembali platform seluler Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Series yang siap mentenagai ponsel pintar Android masa depan.

(Rahman Asmardika)

Karyawan The Coalition Dibayangi Isu PHK Usai Peluncuran Gears of War: E-Day

Momen rilis Gears of War: E-Day semestinya menjadi perayaan pencapaian besar untuk studio The Coalition. Walau begitu, kondisi internal regu pengembang justru diliputi kecemasan mendalam terkait ancaman pemutusan hubungan kerja yang diyakini bakal segera bergulir. Mengapa perkara genting ini dapat terjadi?

Faktor Pemicu Karyawan Gears of War: E-Day Cemas Menghadapi PHK

Mengutip laporan dari Eurogamer, semangat kerja sebagian besar staf di The Coalition saat ini dilaporkan merosot drastis. Para pegawai yang semula yakin bahwa pihak Xbox tetap menaruh komitmen pada kelangsungan studio, sekarang justru berubah menjadi sangat ragu.

Keadaan semakin memprihatinkan pada pekan lalu sewaktu pemecatan Juan Vaca, figur yang memegang jabatan Story Director proyek Gears of War: E-Day, akhirnya terkonfirmasi. Sejumlah informan internal mengungkapkan bahwa beberapa pekerja lain turut dilepas secara diam-diam selama beberapa pekan ke belakang, meninggalkan rasa tertekan serta kepanikan bagi staf yang bertahan.

Kecemasan utama tim developer bukan cuma mengenai hilangnya mata pencaharian, melainkan juga hilangnya hak perolehan insentif performa. Layaknya studio gim kebanyakan, The Coalition menetapkan aturan bonus berdasarkan pencapaian skor ulasan Metacritic, yang pembayarannya dijadwalkan cair di pengujung Oktober. Ketentuannya mutlak: pegawai wajib masih aktif berstatus karyawan tetap saat dana dialirkan.

Munculnya kabar burung perihal badai PHK susulan sesaat selepas Gears of War: E-Day meluncur memicu dugaan kuat bahwa Microsoft sengaja mendepak mereka sebelum hak bonus terbayar demi menekan tanggungan pengeluaran finansial.

Langkah Waspada Kru Pengembang Game

Kondisi muram di markas The Coalition terasa kontras dan ironis, mengingat karya Gears of War: E-Day memperoleh sambutan hangat sebagai salah satu instalasi terbaik pada waralaba ini selama sepuluh tahun lebih.

Alih-alih bersenang-senang menyambut prestasi tersebut, para pengembang memilih menahan diri dari pesta kemenangan setidaknya hingga rentang tiga bulan seusai perilisan sebagai antisipasi realistis bila sewaktu-waktu didepak dari perusahaan.

Berbagai rumor liar kian merebak, salah satunya potensi peleburan The Coalition ke bawah payung Activision, meniru langkah penataan ulang Halo Studios serta Rare belum lama ini.

Apabila Microsoft terbukti melancarkan PHK massal usai debut gim tembak-menembak ini hanya untuk memangkas anggaran bonus, reputasi korporasi berisiko hancur sekaligus melumpuhkan moral tenaga kreatif yang menopang lini Xbox.

Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Gears of War atau tulisan lain dari Arif Gunawan. Untuk keperluan informasi lebih lanjut serta kerja sama, hubungi [email protected].

Daftar 70+ Game Steam Murah di Steam Autumn Sale 2026

Toko digital Steam kembali menghadirkan penawaran diskon menarik berupa Game Steam Murah bagi komunitas gamer. Melalui agenda berkala tiap tahun tersebut, Valve menyajikan potongan harga melimpah khusus Steam Autumn Sale 2026. Situasi ini mendorong para pemain lekas memborong belanjaan, terutama aneka judul incaran yang telah lama tersimpan rapi dalam daftar wishlist.

Sepanjang masa promo berlangsung, deretan judul menarik serta karya underrated berkualitas tengah memperoleh pangkasan harga drastis. Seluruhnya dapat segera dibeli sebelum penawaran berakhir. Gebyar diskon ini membuka kesempatan luas untuk menikmati berbagai karya AAA serta rilisan indie underrated dengan banderol sangat terjangkau!

Pilihan Game Steam Murah Khusus Steam Autumn Sale 2026 Mulai Rp 10 Ribuan!

Inilah rangkuman 70+ rekomendasi Game Steam murah edisi Steam Autumn Sale 2026 yang dapat ditebus mulai Rp 10 ribuan:

Demikianlah rangkuman 70+ rekomendasi Game Steam murah rilisan Valve edisi Steam Autumn Sale 2025 dengan harga mulai Rp 10 ribuan. Kabar terbaru mengenai potongan harga game Steam akan senantiasa kami perbarui berkala. Segeralah borong sebelum beberapa promo menarik di atas masa berlakunya resmi ditutup!

Simak pula beragam kabar seru Gamebrott berikutnya seputar Steam ataupun ulasan lain karya Muhammad Faisal. Untuk informasi tambahan serta pertanyaan lainnya, silakan hubungi tim kami melalui [email protected].

Project Aces Sampaikan Maaf Terkait Ace Combat Zero: The Belkan War Tak Dijual Terpisah

Sebelumnya, tim pengembang waralaba gim Ace Combat, Project Aces, telah memaparkan penyebab utama di balik ketidakmampuan mereka merilis Project Ace Combat Zero: The Belkan War sebagai produk terpisah. Kabar tersebut memicu kekecewaan di kalangan para penggemar setia, yang menyadari keterbatasan situasi lantaran kendala perizinan serta lisensi armada pesawat dari pihak manufaktur.

Menyadari respons negatif serta kekecewaan dari komunitas, pihak pengembang akhirnya melayangkan permohonan maaf resmi kepada publik mengenai situasi rumit ini. Lantas, apakah pengembang telah menyiapkan jalan keluar untuk mengatasi kendala tersebut?

Pernyataan Maaf Resmi Project Aces Mengenai Ace Combat Zero: The Belkan War

Lewat pembaruan informasi terkini di laman resmi Steam untuk gim Ace Combat 8: Wings of Theve, tim Project Aces merilis klarifikasi penting guna menanggapi kekecewaan penggemar atas kebijakan Ace Combat Zero: The Belkan War yang mustahil dibeli secara mandiri.

Project Aces membeberkan bahwa mereka menerima gelombang pertanyaan masif dari para penggemar perihal mekanisme peredaran Ace Combat Zero. Sejalan dengan laporan terdahulu, gim legendaris ini tidak dapat dipasarkan mandiri akibat terbentur batasan hukum serta hak lisensi pesawat tempur kepunyaan bermacam-macam produsen industri kedirgantaraan.

Berdasarkan situasi pelik tersebut, pengembang menetapkan bahwa Ace Combat Zero sekadar dihadirkan sebagai hadiah pemesanan awal (pre-order) untuk Ace Combat 8: Wings of Theve. Masa penawaran khusus tersebut kini telah rampung bersamaan dengan peluncuran komersialnya ke pasaran.

Pihak studio secara terbuka memohon maaf kepada khalayak ramai atas kerancuan dan kekecewaan mendalam yang timbul dari miskomunikasi mengenai penyaluran Ace Combat Zero, yang semestinya dikabarkan secara transparan sejak awal.

Pihak Pengembang Tengah Mengupayakan Alternatif

Project Aces menegaskan kesadaran penuh mereka atas tingginya aspirasi komunitas pemain yang mendambakan gim tersebut dapat dibeli terpisah pada ekosistem platform modern masa kini. Oleh sebab itu, tim pengembang saat ini aktif meninjau berbagai kemungkinan langkah dan mencoba berdiskusi intensif bersama mitra kerja sama mereka.

Meski begitu, developer mengingatkan bahwa penjajakan yang sedang berjalan sekarang sama sekali tidak memberikan jaminan bakal mengubah ketetapan supaya gim tersebut berstatus mandiri. Tim pengembang konsisten mencari jalan keluar potensial dari polemik ini seraya berkolaborasi bersama mitra relevan guna merespons keresahan penggemar seoptimal mungkin.

Karena alasan itulah, pihak developer menyampaikan rasa penyesalan mendalam sembari mengapresiasi ketabahan, saran konstruktif, serta pemahaman yang ditunjukkan oleh komunitas, terkhusus bagi penikmat setia serial Ace Combat.

Demikian laporan terkait permohonan maaf studio pembuat Ace Combat mengenai ketiadaan penjualan mandiri untuk Ace Combat Zero: The Belkan War, beserta ikhtiar mereka menelusuri penyelesaian terbaik. Tentu terdapat harapan agar mitra manufaktur pesawat tempur berkenan meninjau ulang kesepakatan lisensi agar Ace Combat Zero berkesempatan dirilis terpisah sesuai dambaan penggemar.

Simak pula kumpulan kabar memikat Gamebrott lainnya seputar Ace Combat maupun sajian tulisan lainnya dari Muhammad Faisal. Untuk informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, Anda dapat menghubungi pihak kami melalui [email protected].

Naughty Dog Dirumorkan Tengah Garap Game Uncharted Anyar

Tepat satu dekade berselang semenjak peluncuran Uncharted 4: A Thief’s End yang menjadi penutup petualangan Nathan Drake dari Naughty Dog. Kendati tengah mencurahkan energi untuk Intergalactic: The Heretic Prophet, spekulasi studio tersebut berencana membangkitkan kembali waralaba ini kian merebak luas. Apakah kabar itu nyata?

Detail Seputar Proyek Uncharted Terbaru

Berdasarkan laporan MP1st, Naughty Dog dilaporkan sedang meracik seri Uncharted terkini serta menghadirkan lagi sosok Nathan Drake, kendati perannya diprediksi bukan sebagai protagonis sentral kali ini.

Sekuel mendatang digadang-gadang merupakan judul anyar seutuhnya, bukan sekadar daur ulang dari karya-karya terdahulu. Penggarapannya dipimpin sutradara Shaun Escayag, sosok senior studio yang sebelumnya terlibat di The Lost Legacy dan sempat disebut dalam bocoran terdahulu.

Pernyataan tersebut kian diperkuat oleh pembocor tepercaya NateTheHate, yang membeberkan bahwa Escayag betul-betul memimpin pengembangan Uncharted anyar. Dirinya sempat hengkang ke Crystal Dynamics memegang jabatan Creative Director Marvel’s Avengers, sebelum akhirnya pulang ke Naughty Dog demi menangani game ini.

Apabila kabar angin ini valid, Cassie, anak kandung Nathan Drake bersama Elena Fisher, berpotensi naik takhta menjadi tokoh utama baru meneruskan jejak ayahnya pasca debut pada Uncharted 4.

Kendati demikian, seluruh kabar burung ini masih berupa spekulasi yang sangat mungkin berganti di tengah masa pengembangan. Terlebih saat ini, Naughty Dog tetap memprioritaskan proyek Intergalactic serta kelanjutan waralaba The Last of Us.

Simak pula kabar menarik Gamebrott lainnya seputar Berita Game maupun tulisan lain dari Nadia Haudina. Hubungi kami untuk kebutuhan informasi lebih lanjut melalui [email protected].

Daftar 25 Penghasilan Tertinggi Game Mobile Anime Gacha Periode 2 Oktober 2026

Menapaki permulaan bulan Oktober 2026, beragam judul game mobile anime gacha aktif menghadirkan pembaruan konten menarik sepanjang bulan lalu. Pembaruan tersebut umumnya mencakup peluncuran alur cerita anyar, pengenalan tokoh-tokoh baru, serta gelaran agenda khusus ataupun Side Story yang memikat.

Para pemain tentunya berkesempatan memperoleh deretan figur anyar tersebut melalui mekanisme gacha yang tersedia pada banner terbatas. Bukan rahasia lagi jika penerbit game sukses meraup pemasukan finansial melimpah berkat daya tarik karakter maupun aneka ragam paket item virtual yang menggoda hasrat belanja komunitas.

Melalui ulasan ini, kami menyajikan data 25 estimasi penghasilan game mobile anime gacha per tanggal 2 Oktober 2026. Seluruh angka finansial ini merupakan kompilasi data perkiraan dari komunitas penikmat game yang bersumber langsung dari portal analitik SensorTower pada perangkat mobile selama durasi September 2026.

Sejumlah judul terpantau berhasil mencatatkan peningkatan omzet, sementara beberapa game lain justru mengalami penurunan dibanding periode terdahulu. Untuk judul-judul game yang beroperasi di wilayah server Jepang sekaligus Global, akumulasi penghasilan kedua area itu sengaja dipadukan secara langsung. Catatan statistik ini tentu dapat bergeser kapan saja mengingat data valid dihitung tepat sewaktu laporan ini disusun pada 2 Oktober 2026.

Estimasi Pemasukan Game Mobile Anime Gacha – 2 Oktober 2026

Inilah daftar peringkat estimasi pendapatan game mobile bergaya anime gacha edisi 2 Oktober 2026 berdasarkan kalkulasi sepanjang bulan September:

1. Genshin Impact

2. Naruto Mobile (Tencent)

3. Honkai Star Rail

4. Dragon Ball Z Dokkan Battle

5. Love and Deepspace

7. Uma Musume Pretty Derby

9. Wuthering Waves

10. Fate/Grand Order

11. Sword x Staff

12. Puzzle & Dragons

13. Monster Strike

14. Goddess of Victory NIKKE

15. Clash of Critters

16. Pokemon TCG Pocket

17. hololive Dreams

18. Zenless Zone Zero

19. SD Gundam G Generation ETERNAL

20. Arknights Endfield

21. The Battle Cats

22. Dragon Ball Legends

23. Neverness to Everness

25. LifeMakeover

Demikian rekapitulasi mengenai 25 perkiraan pendapatan game mobile gacha anime yang penting Anda cermati. Lantas, apakah judul game kesayangan Anda berhasil menembus jajaran daftar prestisius kali ini?

Simak terus ulasan seru Gamebrott berikutnya seputar Game Mobile maupun sajian artikel lainnya karya Muhammad Faisal. Jika Anda memerlukan informasi lebih jauh atau memiliki pertanyaan lain, silakan menghubungi tim kami via [email protected].

Pengembangan PUBG: Black Budget Resmi Dibatalkan, Ini Alasan Pengembang

PUBG Studios belakangan menyiapkan aneka proyek turunan PUBG, mulai dari Black Budget sampai Ded.net yang baru saja diperkenalkan. Pengembang berupaya melakukan eksperimen guna mengekspansi waralaba ini ke beragam variasi genre.

Menyusul penghentian proyek Top-Down Shooter PUBG: Blindspot, pihak studio kini menyatakan bahwa judul Extraction Shooter PUBG: Black Budget turut dibatalkan secara resmi. Lantas, apa penyebab proyek ini disetop?

Proyek PUBG: Black Budget Disetop Pengembang

Lewat laman Steam resminya, PUBG Studios membagikan kabar perihal penghentian proses produksi PUBG: Black Budget. Pihak pengembang pun menguraikan dasar pertimbangan di balik langkah tersebut.

Pada pernyataan resminya, PUBG Studio menerangkan bahwa sesudah meninjau kondisi perkembangan proyek beserta arahnya ke depan, mereka berkesimpulan konsep sekarang mustahil menghadirkan sensasi bermain yang berkelanjutan bagi para gamer dalam jangka panjang.

Karena pertimbangan tersebut, PUBG Studio terpaksa menetapkan langkah berat guna menyudahi penggarapan PUBG: Black Budget. Kendati begitu, pembatalan tersebut bukan bermakna seluruh hasil rancangan akan dibuang sia-sia.

Berbekal wawasan yang dihimpun tim selama memproduksi permainan ini, mereka bakal menerapkannya ke judul-judul berikutnya, sekaligus konsisten menyerap masukan komunitas sembari mengeksplorasi ragam pengalaman bermain terkini.

PUBG: Black Budget sendiri tadinya baru menempuh tahapan PlayTest maupun Closed Alpha semenjak diumumkan November 2025 lalu, yang mana kepastian jadwal perilisan edisi penuh memang belum diumumkan.

Kini, waralaba tersebut tampaknya bakal mengalihkan konsentrasi menuju pengerjaan PUBG: Ded.Net, sebuah sajian Roguelike-Shooter Multiplayer besutan studio PUBG Madison.

Simak terus ulasan memikat Gamebrott lainnya seputar Berita ataupun tulisan lain karya Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Page 10 of 42

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén