Category: Uncategorized Page 6 of 29

Kekesalan Gabe Newell Menjadi Alasan Utama Lahirnya Steam, Beber Kreator Counter-Strike

Steam kini berdiri kokoh sebagai platform distribusi video game digital terdepan pada ekosistem PC. Keberhasilan layanan ini berhasil mentransformasi Valve menjadi raksasa yang sangat berpengaruh dalam industri permainan global saat ini.

Di balik pencapaian luar biasa tersebut, terdapat latar belakang unik seputar terciptanya Steam. Layanan populer ini rupanya berakar dari rasa jengkel yang dialami oleh Gabe Newell (GabeN). Bagaimanakah cerita lengkapnya?

Benarkah Steam Tercipta Akibat Kejengkelan GabeN?

Melalui sesi wawancara di kanal YouTube Indie Game Joe, Minh Le selaku Co-Creator Counter-Strike menceritakan masa lalunya ketika berkarier langsung di bawah kepemimpinan Gabe Newell di Valve.

Minh Le menguraikan riwayat terbentuknya etalase digital PC paling tenar di dunia tersebut. Berdasarkan penuturannya, platform tersebut dibangun menyusul serangkaian friksi pelik yang terjadi antara pihak Valve bersama penerbit video game mereka.

Jauh sebelum Steam mengemuka, Valve menjalin kemitraan dengan Sierra untuk mendistribusikan karya mereka. Kendati demikian, muncul banyak sengketa yang memicu kemarahan mendalam GabeN hingga ia sangat membenci perusahaan rekanan tersebut.

“Menurut pandanganku, Gabe adalah sosok yang menegaskan, ‘Persetan dengan semua penerbit ini’. Pada era itu Valve bermitra bersama perusahaan bernama Sierra selaku pihak penerbit. Sierra mempublikasikan Half-Life, dan tampaknya juga Half-Life 2, akan tetapi relasi bersama Sierra menghadirkan pengalaman sangat mengecewakan serta meninggalkan luka mendalam bagi Gabe hingga ia berseru, ‘Persetan. Saya enggan berurusan dengan pihak penerbit lagi,’” kenang Minh Le.

Sierra memang bertindak selaku distributor seri orisinal Half-Life. Namun, imbas ketegangan kedua kubu, Valve bertekad menciptakan Steam sendiri lalu menjadikannya wadah mutlak bagi konsumen pembeli Half-Life 2.

Minh Le bersama karyawan Valve kala itu sejatinya sempat merasa ragu. Sejumlah kolega mempertanyakan prospek proyek ini karena medio 2001-2002 akses internet sangat lambat dan masyarakat umum masih berbelanja kepingan fisik langsung di toko ritel.

Kendati demikian, mereka tak menduga perkembangan kecepatan internet melesat drastis layaknya sekarang. Lompatan kemajuan teknologi ini terbukti menyadarkan mata dunia setelah 25 tahun kiprah perjalanan Steam berlangsung.

Simak terus rangkuman kabar memikat Gamebrott berikutnya seputar Berita maupun tulisan lain dari Javier Ferdano. Mengenai permohonan informasi lanjut atau pertanyaan lainnya, Anda dapat mengontak kami melalui [email protected]

Ed Boon Tegaskan Rumor Penggarapan Game Injustice 3 Tidak Benar

Komunitas gamer belakangan ini digemparkan oleh kabar burung mengenai NetherRealm Studios yang dirumorkan tengah menggarap Injustice 3 dan menggelar sesi uji coba tertutup. Akibat isu tersebut kian viral, Ed Boon segera angkat bicara demi meluruskan kabar yang beredar.

Ed Boon Menepis Kabar Injustice 3

Melalui akun media sosial X miliknya, Ed Boon menyanggah klaim bahwa NetherRealm berkolaborasi bersama Insomniac Games guna menciptakan ‘game fighting AAAA’ perdana serta menggelar tes di California. Dirinya secara gamblang menegaskan narasi tersebut seutuhnya seratus persen keliru.

Pada utas yang sama, sejumlah penggemar melemparkan pertanyaan kepada Boon mengenai kemungkinan Injustice 3, Mortal Kombat 13, maupun proyek Mortal Kombat lain yang sedang diuji. Kreator ternama ini hanya merespons, “hanya karena sebuah game terkini tidak sedang diuji secara eksternal, bukan berarti gamenya tak sedang dalam pengembangan.”

100% false. Next rumor please…. 😉 https://t.co/WEUfQdlCEi

Pernyataan Boon menyiratkan indikasi bahwa deretan judul yang ditanyakan penggemar memang bisa saja berada dalam tahap produksi. Kendati demikian, pihak NetherRealm belum meresmikan kabar Injustice 3, mengingat saat Boon menanyakan preferensi fans antara seri itu atau Mortal Kombat 12 pada 2022, studio justru meluncurkan Mortal Kombat 1 di tahun 2023.

Demikian ringkasan seputar desas-desus Injustice 3 yang ditepis langsung oleh kreator Ed Boon. Bagaimana pandanganmu tentang perkembangan ini, Brott?

Simak terus rangkuman berita Gamebrott lainnya seputar Berita Game atau karya tulisan Nadia Haudina lainnya. Untuk informasi dan kebutuhan lainnya, hubungi kami lewat [email protected].

WWE Batal Daftarkan Merek Dagang Vice City, Terkait Game GTA VI?

Kabar mengejutkan hadir dari promotor hiburan gulat ternama dunia, WWE. Perusahaan tersebut dilaporkan resmi mencabut permohonan hak merek (trademark) bertajuk “Vice City” usai mendaftarkannya beberapa pekan kemarin. Lantas, apa alasan pembatalan ini?

WWE Batalkan Merek Dagang Vice City Demi GTA VI?

Berdasarkan laporan situs resmi, WWE resmi menggugurkan “Vice City” dari daftar kepemilikan merek dagang mereka. Keputusan tersebut tercatat sejak 21 September silam, di mana kantor paten USPTO (United States Patent & Trademark Office) memastikan telah menerima dan menindaklanjuti permintaan penarikan tegas dari pihak gulat.

Pengajuan pembatalan nama “Vice City” ini dilayangkan sebulan pasca pendaftaran perdananya pada 4 September. Mulanya, nama tersebut dipersiapkan untuk “pertunjukan gulat oleh atlet profesional yang disiarkan langsung melalui televisi, radio, jaringan internet, maupun sarana komersial online.”

Spekulasi yang berkembang menyebutkan WWE mundur karena Grand Theft Auto VI (GTA VI) menggunakan Vice City sebagai latar panggung sentral. Sebutan tersebut telah lama melekat pada gim GTA Vice City terdahulu, bersanding dengan dua entitas pemilik hak dagang lain, yakni Redcon 1, LLC serta Wanted Brands, LLC.

Istilah “Vice City” sendiri merupakan julukan karakter eks petarung wanita MMA yang berganti karier menjadi pegulat, Lola Vice. Ia baru saja naik ke jajaran roster utama WWE pada 14 September lalu seusai tiga tahun berjuang di kancah NXT.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari WWE maupun penerbit game WWE 2K26, 2K, terkait motif sebenarnya di balik pelepasan merek ini. Bagaimana pendapatmu mengenai situasi ini, Brott?

Simak terus ulasan menarik seputar Berita Game lainnya di Gamebrott dari Nadia Haudina. Informasi serta pertanyaan lebih jauh dapat dikirim via [email protected].

Xbox Kembali Pangkas Ratusan Karyawan demi Lanjutkan Agenda Restrukturisasi

Sekitar bulan Juli lalu, pihak Xbox mengumumkan inisiatif reset yang berujung pada pelepasan sejumlah studio serta pemutusan hubungan kerja. Kebijakan tersebut secara langsung berdampak buruk terhadap sedikitnya 4 studio dan menyentuh angka 1600 tenaga kerja.

Kini, agenda pembenahan korporasi tersebut kembali bergulir dengan adanya penetapan gelombang PHK tambahan sekaligus pergeseran prioritas kerja pada studio-studio milik mereka. Seberapa masif imbas dari langkah teranyar ini?

Langkah PHK Susulan di Tubuh Xbox

Lewat pengumuman resmi di situs mereka, Xbox menyampaikan keputusan perampingan terhadap sekitar 268 jabatan di bermacam lini, mulai dari Halo Studios, studio-studio rekanan, sampai ke manajemen Xbox Game Studio serta jajaran fungsional sentral.

Surat edaran tersebut disampaikan langsung oleh Matt Booty selaku Chief Content Officer (CCO). Ia mengucapkan apresiasi mendalam atas dedikasi para staf dan menyadari betapa beratnya situasi saat ini untuk pihak-pihak yang terdampak.

Kabar yang cukup mengejutkan datang dari Josh Daniels selaku Director Halo Studios yang ikut masuk dalam daftar pemangkasan. Padahal, ia baru saja merayakan promosi jabatan sebagai Director pada hari Senin lalu sebelum resmi dilepas.

Di samping soal pemangkasan pegawai, Matt Booty menerangkan rencana penataan ulang studio mereka. Langkah integrasi ini dijalankan demi memperkokoh waralaba serta portofolio gim sembari mengefisienkan jumlah unit operasional dan memfokuskan kapabilitas distribusi.

Rencana tersebut meliputi perluasan kendali Activision terhadap World’s Edge, Rare, serta waralaba Halo; perluasan wewenang Bethesda atas Obsidian; perluasan divisi King yang mengambil alih Microsoft Casual Games; hingga penyatuan Playground dan Turn 10 menjadi satu wadah studio.

Sebelumnya pada Agustus lalu, Double Fine serta Compulsion sudah resmi terlepas dari ekosistem Xbox. Memasuki September, Undead Labs memutuskan berdiri mandiri, sedangkan kelanjutan kerja sama dengan Ninja Theory terhenti sehingga membuka kemungkinan penutupan studio.

Hingga sekarang, rangkaian efisiensi Xbox dilaporkan sudah mencapai kisaran 75% dari keseluruhan target rasionalisasi tenaga kerja yang diperkirakan bakal menyentuh akumulasi total 3200 orang pegawai.

Simak terus ulasan atraktif Gamebrott lainnya seputar Berita ataupun tulisan lain karya Javier Ferdano. Untuk pertanyaan maupun keperluan informasi lebih jauh, pembaca dapat mengirim surel resmi melalui [email protected].

Game Gacha Santai Laid-Back Camp All-in-One!! EoS 21 Oktober, Bakal Rilis Ulang Jadi Aplikasi Pendamping

Setelah lebih dari tiga tahun beroperasi, game kemah santai dengan sistem gacha yang diadaptasi dari karya manga Afro, Laid-Back Camp All-in-One!!, baru saja dikonfirmasi bakal segera menuntaskan operasional layanannya atau yang kerap dikenal sebagai End of Service (EoS).

Kendati begitu, permainan ini tidak serta-merta lenyap sepenuhnya seperti nasib kebanyakan judul gacha lain yang terkena EoS. Pihak Enish selaku pihak pengembang membeberkan bahwa karya mereka bakal diluncurkan kembali lewat sejumlah pembaruan besar, sembari mengusung nama anyar Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time.

Perubahan mendasar terletak pada arah permainannya yang tak lagi bertumpu pada mekanisme manajemen, tetapi bertransformasi menjadi game companion yang berfungsi serupa aplikasi pendamping kegiatan harian pengguna. Para gamer tentu saja masih diizinkan merancang tata letak area kemah berikut busana tokoh sesuka hati.

Laid-Back Camp All-in-One!! bakal menyudahi server versi awalnya pada 21 Oktober, kemudian lekas hadir sebagai Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time pada 22 Oktober. Pengguna yang memasang aplikasi di perangkat Android serta iOS secara otomatis langsung bermutasi ke versi anyar seusai menuntaskan unduhan pembaruan.

Menyambut momen penutupan edisi awal yang menyisakan waktu sebulan, user diberikan kesempatan menarik 10 kali gacha cuma-cuma tiap hari hingga batas 21 Oktober. Transaksi Yuru Coins selaku mata uang digital juga telah resmi dinonaktifkan sejak 18 September kemarin, di mana regulasi pengembalian dana atau refund bakal dipaparkan pada kesempatan berikutnya.

Edisi teranyar ini tetap berstatus free-to-play dengan mempertahankan beberapa skema transaksi mikro. Kendati demikian, masih belum dipastikan apakah sistem gacha tetap dipertahankan atau pemain dapat membeli perlengkapan incaran secara langsung. Seluruh aset yang telah dikoleksi gamer dipastikan ikut ditransfer ke edisi baru.

Hadir Pula Menuju Platform PC Steam

Kabar menggembirakan lainnya, Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time dikabarkan siap merambah ekosistem PC via Steam, bertepatan langsung dengan tanggal debut versi mobile tersebut.

Perbedaan utamanya, rilisan Steam mengusung format beli putus sekali bayar tanpa menyisipkan gacha maupun transaksi mikro di dalamnya. Seluruh perlengkapan kemah hingga pernak-pernik pakaian tokoh diperkirakan dapat dibuka serta dinikmati langsung oleh pemain.

Meski begitu, Laid-Back Camp All-in-One!! Chill Time edisi Steam ini bakal lebih dulu dirilis dalam status Early Access. Developer berniat menyuntikkan berbagai fungsi tambahan secara bertahap dengan mempertimbangkan ulasan dari komunitas pemain.

Bagaimanakah respons kamu mendengar kabar perombakan ini? Jangan ragu bagikan opini kamu di kolom komentar di bawah.

Simak pula beragam kabar seru serta ulasan menarik lainnya karya Andy Julianto. Untuk keperluan informasi lebih mendalam dan kerja sama, hubungi langsung di [email protected].

Undead Labs Resmi Jadi Studio Indie, Bagaimana Nasib State of Decay 3 di Game Pass?

Undead Labs baru saja mengonfirmasi perubahan status mereka menjadi pengembang independen alias indie. Keputusan ini memicu rasa penasaran komunitas pemain mengenai kehadiran State of Decay 3 pada layanan Game Pass usai lepas dari bendera Xbox.

Status Peluncuran State of Decay 3 di Game Pass

Melalui laman resminya, Undead Labs menjelaskan bahwa pihak Xbox merilis maklumat mutakhir soal perombakan studio serta penghentian kemitraan. Undead Labs menambahkan bahwa status anyar mereka kini adalah entitas indie, sementara seluruh agenda bagi State of Decay 3 berjalan sesuai rencana awal.

Pihak pengembang memastikan proses pengerjaan State of Decay 3 terus bergulir. Saat ini permainan tersebut berada pada fase uji coba Alpha dan menunjukkan progres konsisten menuju tahapan Closed Beta pada pengujung tahun, dengan proyeksi rilis tahun 2027 mendatang untuk platform Xbox, PlayStation, serta PC.

Para pengguna langganan Game Pass tidak perlu cemas. Judul game ini dipastikan tetap menyambangi katalog Game Pass, kendati sang studio telah mengakhiri relasi kerja sama bersama Xbox yang sudah berlangsung melampaui 15 tahun lamanya.

Demikian kabar terbaru mengenai ketersediaan State of Decay 3 di ekosistem Game Pass. Bagaimana opini pribadi milikmu menyikapi kabar ini, Brott?

Simak terus ulasan game atraktif lainnya dari Gamebrott seputar Berita Game atau tulisan Nadia Haudina. Silakan kontak [email protected] untuk keperluan informasi lanjutan dan pertanyaan lainnya.

Kini Activision Ambil Alih Proyek Game Halo Terbaru

Belakangan ini pihak Xbox merilis restrukturisasi masif di internal mereka sebagai kelanjutan strategi reset perusahaan setelah memutus hubungan kerja ratusan staf serta menggeser arah kerja sejumlah divisi pada September ini.

Halo Studios selaku pengembang utama waralaba Halo ikut terkena imbas langsung. Masa depan proyek game Halo berikutnya saat ini dialihkan kepada Activision. Lantas, bagaimana masa depan pengembang lamanya?

Apakah Activision Kini Menggarap Game Halo Berikutnya?

Lewat pengumuman pada laman resmi Xbox, korporasi mengungkap serangkaian perombakan mendasar seputar bagan organisasi, pengelolaan studio, hingga kelangsungan berbagai proyek aktif di bawah kepemilikan mereka.

Sekarang Halo Studios telah dipindahkan langsung ke divisi Activision Blizzard. Terkait pengerjaan seri Halo yang baru, Xbox bersiap membentuk kelompok anyar dengan agenda kerja independen dari produksi Call of Duty.

Di masa mendatang, peran Halo Studios dipangkas menjadi tim penunjang komunitas serta pemelihara seri yang telah meluncur. Sejumlah staf ikut terdampak PHK, termasuk Josh Daniels yang diberhentikan hanya 48 jam pasca promosi.

Bukan cuma Halo Studios, Rare beserta World’s Edge juga ditarik ke pangkuan kendali Activision. Sementara unit King ditugaskan mengelola Microsoft Casual Games.

Sampai sekarang belum ada kepastian mengenai konsep game garapan tim anyar ini. Setelah berkiprah dua dasawarsa, eksistensi studio legendaris yang sempat memakai identitas 343 Industries tersebut kini berakhir sebagai unit pembantu Activision.

Simak terus kabar menarik Gamebrott lainnya seputar Berita ataupun tulisan berbeda dari Javier Ferdano. Untuk informasi lebih lanjut serta kerja sama, silakan hubungi [email protected].

Donald Trump Resmi Ubah Sebutan AI Jadi Kecerdasan Super di Sidang PBB

NEW YORK – Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihak pemerintahannya resmi mengubah istilah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi kecerdasan super alias Super Intelligence (SI). Pernyataan tersebut disampaikannya ketika berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, New York, Selasa (22/9/2026).

"Selamat datang di era baru kecerdasan super—SI," tutur Trump dalam pidato resminya, seperti dikutip dari laporan BBC.

Seiring langkah ini, seluruh berkas kenegaraan AS pada masa mendatang bakal memakai penyebutan "Super Intelligence (SI)" guna menukar istilah kecerdasan buatan (AI). Di samping itu, Trump kembali menegaskan pandangannya yang menyebut bahwa peringatan risiko seputar AI sekadar kabar bohong belaka.

"Mulai saat ini, seluruh dokumen AS—dan kita harapkan berlaku bagi seluruh dunia—akan direvisi memakai kata ‘super’ yang jauh lebih tepat ketimbang ‘buatan’. Karena itu, namanya kini kecerdasan super," ucapnya.

"Saya menolak menghalangi perkembangan hal yang bakal melampaui kedahsyatan revolusi industri," lanjut sang presiden.

Keputusan tersebut hadir menyusul pemungutan suara yang digelar Trump via akun media sosial miliknya. Saat itu, ia meminta para pengikutnya memilih sejumlah opsi nama baru untuk AI, seperti superior intelligence, extreme intelligence, hingga supreme intelligence.

Demi Privasi Sang Anak, PewDiePie Resmi Sudahi Seri Vlog Keluarga Usai 5 Tahun Berjalan

Felix Arvid Ulf Kjellberg yang amat populer dengan nama panggung PewDiePie telah menjadi kreator YouTube ternama semenjak 2010 silam. Semenjak membina rumah tangga bersama Marzia, dikaruniai buah hati, serta menetap di Jepang, Felix kini lebih memusatkan perhatiannya merawat keluarga kecilnya. Sang kreator pun terkadang membagikan rekaman vlog yang mendokumentasikan rutinitas bersama orang-orang tercintanya.

Sesudah konten vlog kehidupan keluarga tersebut mengudara selama kurun waktu 5 tahun, Felix menyampaikan kabar resmi bahwa dirinya menyudahi tayangan tersebut. Benarkah demikian?

PewDiePie Menutup Perjalanan Seri Konten Vlog Keluarga Setelah Berlangsung 5 Tahun

Lewat unggahan karya video teranyar pada kanal YouTube miliknya, PewDiePie menyatakan keputusan untuk menyetop penayangan seri vlog keluarga yang sudah ia garap sepanjang lima tahun belakangan. Langkah besar ini diambil demi kepentingan sang buah hati yang saat ini semakin bertambah usia.

Di dalam rekaman berjudul “Thank You and Goodbye” dengan durasi kurang lebih 36 menit tersebut, terlihat momen ketika ia bersama keluarganya tengah melancong menuju Swedia (tanah kelahiran Felix), Swiss, serta Italia (negeri asal Marzia).

Masih dalam tayangan serupa menjelang menit-menit penutup, dirinya membeberkan bahwa mulanya ia sempat berniat menghasilkan sejumlah materi lagi. Kendati begitu, rencana tersebut akhirnya diurungkan lantaran Felix merasa sudah memproduksi sedemikian banyak video mengenai kegiatan keseharian rumah tangganya.

Pada pengujung rekaman tersebut, PewDiePie memantapkan keputusan guna menuntaskan seri dokumentasi keluarganya itu. Hal ini berhubungan erat dengan keinginannya mengamankan privasi buah hatinya yang menginjak usia 3 tahun agar memperoleh ruang tumbuh selayaknya anak kecil pada umumnya tanpa sorotan kamera.

Felix turut menerangkan harapannya menetapkan pilihan pribadi guna memproteksi sang anak tercinta. Bukan hanya itu, ia menyinggung ketidaknyamanan mengenai popularitas tinggi yang telah dirasakannya sejak lama, di mana pengakuan Felix hal itu kian nyata selepas mencicipi gaya hidup semi-anonim selama berdomisili di Jepang.

PewDiePie menegaskan bahwa dirinya serta Marzia tidak akan serta-merta lenyap seutuhnya. Felix berjanji tetap menyuguhkan pembaruan konten bulanan secara berkala serta sesekali merilis video. Walau demikian, karya mendatang dipastikan bukan bagian dari tayangan vlog keluarga yang menyorot privasi anaknya.

Demikian ulasan terkait langkah Felix menyudahi seri vlog keluarga demi merawat ruang privasi sang anak agar tumbuh dewasa jauh dari kamera. Semoga PewDiePie sekeluarga senantiasa dilimpahi kesehatan.

Simak pula informasi menarik Gamebrott lainnya perihal PewDiePie maupun tulisan berbeda karya Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Kisah Unik Gabe Newell Berlatih Seni Vokal Tradisional Mongolia Sempat Bikin Karyawan Valve Terganggu

Bagi kalangan penggemar video game, sosok Gabe Newell telah lama dipandang sebagai pengusaha sukses sekaligus pimpinan tertinggi korporasi Valve yang amat berpengaruh. Di luar kesibukan industri hiburan digital, pria karismatik ini terkenal gemar bersantai lewat hobi berlayar menggunakan kapal pesiar pribadi serta berenang bebas di perairan laut lepas.

Akan tetapi, tak banyak yang menduga bahwa pria yang akrab disapa Gaben tersebut sempat begitu mendalami seni olah vokal tradisional khas Mongolia. Rutinitas latihan yang dilakukannya bahkan sempat membuat sejumlah staf di lingkungan kantor Valve merasa cukup terusik.

Antusiasme Gabe Newell Mendalami Seni Bernyanyi Khas Mongolia

Fakta unik yang mengejutkan tersebut dibeberkan secara langsung oleh Minh Le, salah seorang pencipta pendamping game Counter-Strike. Saat hadir menjadi narasumber pada sesi wawancara podcast di saluran YouTube Indie Game Joe, Le membagikan segudang pengalaman berharga sewaktu berkarier di kantor Valve, termasuk salah satu kegemaran bosnya yang amat jarang terdengar publik.

Minh Le menguraikan jika sang pendiri Valve memang kerap memiliki kecenderungan mengeksplorasi beraneka hobi baru yang sanggup memikat rasa penasarannya. Di antara sekian banyak ketertarikan tersebut, Gaben rupanya sempat menghabiskan waktu beberapa bulan karena sangat terpikat oleh teknik vokal tradisional Mongolia yang kerap disebut sebagai Khoomei atau Tuvan Throat Singing.

Teknik Khoomei atau Tuvan Throat Singing sendiri merupakan tradisi olah suara khas di mana seorang penyanyi memiliki kemampuan luar biasa untuk mengeluarkan kombinasi dua nada atau lebih secara serentak hanya mengandalkan satu tenggorokan. Gelombang audio yang tercipta umumnya berupa perpaduan frekuensi rendah yang bergumam tebal, diiringi lapisan nada tinggi yang melengking layaknya suara peluit.

Le menduga kegemaran mendadak sang bos timbul setelah dirinya menyaksikan tayangan dokumenter yang mengulas tentang praktik seni musik tradisional Mongolia itu. Meski begitu, asumsi tersebut murni sebatas perkiraan pribadinya dan sebagian rekan kerja di Valve berpendapat alasan aslinya bisa saja berbeda.

Suara Nyanyian Sempat Meresahkan Karyawan Kantor Valve

Berdasarkan keterangan yang dipaparkan Le, kegemaran bernyanyi tersebut nyatanya hanya ditekuni Gaben dalam kurun waktu sekitar lima bulan. Kendati hanya berjalan beberapa bulan, Le beserta rekan-rekan kerjanya merasakan masa-masa itu menjadi pengalaman yang cukup menyeramkan bagi telinga mereka di tempat kerja.

Le masih mengingat jelas atmosfer ruangan kantor yang terganggu oleh lantunan vokal keras Gaben saat melatih teknik suara Mongolia tersebut. Sang pimpinan kerap tertangkap mata sedang melantunkan nada-nada tajam berfrekuensi tinggi dengan volume kencang sambil mondar-mandir menelusuri lorong kantor hampir setiap hari.

Demikianlah kisah menarik seputar masa lalu Gabe Newell yang sempat menekuni teknik seni bernyanyi Mongolia hingga membuat banyak pegawai Valve merasa risih, termasuk Minh Le sang kreator bersama Counter Strike di masa kerjanya. Memang selalu ada tingkah unik tak terduga yang datang dari Gaben.

Simak terus berbagai ulasan informatif menarik lainnya dari Gamebrott mengenai Gabe Newell atau temukan artikel pilihan lainnya dari Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, Anda dapat mengirimkan pesan resmi melalui [email protected].

Page 6 of 29

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén