Author: admin Page 7 of 32

Kisah Perjuangan Shift Up: CEO Beberkan Masa Kritis Sebelum Stellar Blade Raih Sukses Besar

Studio Shift Up telah populer sebagai pengembang di balik Stellar Blade dan Goddess of Victory: NIKKE, dua judul yang begitu melekat dengan kehadiran karakter perempuan berparas menawan serta memikat.

Walaupun sekarang mengecap keberhasilan luar biasa melalui Stellar Blade, perjalanan studio game ini nyatanya tidak selalu berjalan mulus tanpa rintangan berat. Pimpinan tertinggi Shift Up secara terbuka membeberkan bahwa perusahaannya sempat terpuruk dalam periode yang teramat berat sebelum karyanya menuai popularitas global. Lantas, seperti apakah kepedihan serta kendala berat yang pernah membayangi langkah mereka di masa lalu?

Bos Shift Up Ceritakan Periode Genting yang Sempat Menimpa Studionya

Melalui sesi wawancara khusus bersama media INVEN, Hyung-Tae Kim yang menjabat posisi CEO Shift Up membagikan deretan fakta menarik kepada publik. Pembahasan tersebut menitikberatkan pada fase kritis yang dulu sempat menghantam kelangsungan studio pengembang asal Korea Selatan tersebut.

Hyung-Tae Kim menerangkan ketika proses pengerjaan Stellar Blade sedang berjalan—yang kala itu berstatus salah satu proyek game skala AAA langka dari Korea Selatan—kondisi finansial perusahaannya sangat kritis hingga cuma sanggup membayar gaji seluruh staf selama tiga bulan ke depan. Situasi suram tersebut bahkan memicu keraguan mendalam di benaknya mengenai masa depan dari proyek ambisius tersebut.

Pemimpin perusahaan ini memaparkan betapa beratnya perjuangan bersama segenap tim melewati krisis moneter tatkala memproduksi Stellar Blade. Salah satu tantangan nyata muncul ketika mereka berjuang ekstra keras mencari rekanan, menghubungi sederet investor modal ventura serta penerbit game ternama demi menyokong Stellar Blade. Amat disayangkan, mayoritas dari pihak pemodal itu melayangkan penolakan mentah-mentah.

Ia mengungkapkan bahwa deretan investor itu sangat yakin Stellar Blade bakal berujung kegagalan komersial dan menganggapnya sebagai beban risiko finansial, alih-alih potensi aset berharga bagi Shift Up. Sang bos menambahkan beberapa penanam modal justru menyarankan agar timnya menghentikan pengerjaan Stellar Blade lalu beralih fokus menggarap judul lain, sembari menyebut para pemodal hanya berminat menilai valuasi perusahaannya semata.

Lahirnya Rasa Sangsi Terhadap Masa Depan Stellar Blade

Akibat rentetan penolakan dari banyak investor maupun perusahaan penerbit kala itu, Hyung-Tae Kim secara jujur mengakui tingkat keyakinan dirinya terhadap prospek Stellar Blade sempat runtuh drastis. Dirinya sampai mempertanyakan kembali apakah merancang game beranggaran besar tersebut memang merupakan langkah yang benar.

Kendati dihantui rasa bimbang yang luar biasa, jajaran pengembang Shift Up menolak menyerah dan terus menuntaskan pengerjaan Stellar Blade hingga pada puncaknya berhasil mencuri atensi Shuhei Yoshida ketika masih memegang mandat selaku Presiden Sony Interactive Entertainment. Shuhei Yoshida melayangkan sanjungan tinggi setelah menjajal langsung versi prototipe awal Stellar Blade.

Berkat ketekunan tiada henti serta sokongan penuh dari kubu Sony PlayStation, proses produksi game Stellar Blade akhirnya sukses diselesaikan secara optimal. Walau menyadari timnya masih menyimpan aneka kekurangan teknis, Hyung-Tae Kim beserta jajaran perusahaannya berkomitmen mengerahkan performa terbaik dalam melahirkan karya-karya teranyar berikutnya, termasuk Stellar Blade: Blood Rain serta sebuah judul misterius bertajuk Project Spirits.

Demikianlah rangkuman kabar perihal penuturan CEO Shift Up mengenai perjuangan berat studionya sebelum mahakarya Stellar Blade mencetak kesuksesan manis. Lantas, bagaimana tanggapan kalian mencermati lika-liku perjalanan sang kreator di balik Stellar Blade ini?

Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar kiprah Shift Up, Stellar Blade, atau tulisan memikat lain persembahan Muhammad Faisal. Untuk informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, Anda dapat menghubungi kami melalui [email protected].

Tembus 300 Ribu Kopi, Game RPG Berkendara Keep Driving Siap Hadirkan Fitur Mod Resmi

Menilik deretan game indie yang sukses merebut atensi gamer sepanjang tahun 2025, Keep Driving karya YCJY Games tentu pantas masuk ke daftar paling depan.

Karya bergenre RPG berkendara ini telah mengukir prestasi manis lewat penjualan yang menembus lebih dari 300 ribu unit. Menanggapi pencapaian ini, pihak pengembang resmi mengabarkan peluncuran fitur mod resmi yang diagendakan rilis pada 28 September nanti.

“Kami sangat berterima kasih atas semua dukungan anda terhadap Keep Driving yang telah rilis semenjak tahun lalu. Kami telah mencapai 300 ribu penjualan, dan ini adalah cara kami memberikan Keep Driving sedikit dorongan ekstra, menyusul pembaruan sebelumnya yang mencakup lokalisasi, dukungan kontroler, dan verifikasi Steam Deck. Kami tidak bisa mencapai semua ini tanpa kalian,” ungkap sang developer.

Pihak studio menambahkan jika akses modifikasi perdana tersebut bakal disalurkan melalui versi uji coba beta terlebih dahulu. Langkah itu diambil untuk mengoleksi masukan para pemain sekaligus mengeksekusi penyempurnaan sebelum diluncurkan secara penuh bagi publik.

Mengenal Game Keep Driving

Keep Driving sendiri mengombinasikan elemen RPG dan manajemen rute. Narasi membawa pemain memerankan figur pemuda yang bertekad mendatangi sebuah konser musik akbar di kota seberang. Mengandalkan sedan tua warisan orang tua beserta dana pas-pasan, gamer dibebaskan merancang jalur perjalanan sendiri demi menggapai destinasi.

Daya tarik utamanya bukan akhir rute, melainkan proses mengarungi aspal. Pemain bakal menjumpai aneka hambatan yang mesti dihadapi melalui mekanisme pertempuran turn-based, mengajak tumpangan layaknya kawan party temporer, serta mengambil beragam pekerjaan paruh waktu untuk mengumpulkan biaya servis atau membeli komponen mobil yang lebih mantap.

Lantas, bagaimana pandanganmu tentang pembaruan anyar ini, brott? Tuliskan ulasanmu di ruang komentar.

Simak terus kabar atraktif maupun tulisan menarik lainnya dari Andy Julianto. Untuk pertanyaan lanjutan serta informasi lain, silakan layangkan surel menuju [email protected].

Qualcomm Perkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Series, Chipset 2nm Pertama Lampaui 5 GHz

JAKARTA – Qualcomm secara resmi merilis sepasang platform seluler kelas atas guna mendongkrak performa berbagai ponsel pintar Android premium dalam waktu dekat: Snapdragon 8 Elite Gen 6 serta Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Sepasang chipset ini menitikberatkan pada kinerja kecerdasan buatan langsung di perangkat (on-device AI), kekuatan mobile gaming, hingga keandalan komputasi saat menghadapi beban kerja berat.

Kedua dapur pacu termutakhir ini siap memperkuat jajaran gawai flagship keluaran pabrikan ternama, termasuk Xiaomi, OPPO, iQOO, Motorola, sampai ZTE.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 beserta Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 diproduksi melalui proses fabrikasi 2nm dengan memadukan arsitektur CPU Oryon, pengolah grafis GPU Adreno, serta unit pemrosesan kecerdasan buatan NPU Hexagon garapan Qualcomm.

Berdasarkan keterangan resmi Qualcomm, arsitektur prosesor ini memuat sepasang core Prime dengan kecepatan menembus 5,0 GHz, dilengkapi enam core Performance berkecepatan puncak 4,0 GHz. Terobosan tersebut mencatatkan keduanya sebagai prosesor ponsel perdana yang sanggup melewati batas clock speed 5 GHz.

Model Extreme Gen 6 membawa seluruh keunggulan yang ada pada edisi reguler, namun disematkan kapabilitas pengolahan AI lebih gesit, FlexCache atau memori bersama (shared memory) 50% lebih lega, dan teknologi pendukung gaming yang kian canggih.

Nilai jual terpenting yang diperkenalkan Qualcomm pada kedua chipset adalah agentic AI berkat sokongan NPU Hexagon terbaru. Pembaruan ini menyertakan Element Accelerator teranyar serta kapabilitas context window mencapai 32K. Pihak Qualcomm menegaskan bahwa cip tersebut sanggup mengeksekusi model AI berukuran hingga 200 juta parameter.

Varian Extreme meningkatkan agentic AI tersebut lewat kehadiran Sensing Hub yang dibekali dua Micro NPU. Qualcomm mengklaim susunan ini menghadirkan lonjakan performa 85% sekaligus efisiensi daya 20% lebih hemat saat membaca konteks pesan, obrolan, maupun email pengguna.

Sektor mobile gaming turut menuai optimalisasi besar melalui teknologi Adreno Neural Fusion berbasis AI untuk mendongkrak frame generation, ketajaman grafis, dan visual. Varian Extreme menyematkan matrix core khusus ditambah memori berperforma tinggi demi mengoptimalkan tampilan visual tersebut.

Kehadiran Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan varian Extreme diproyeksikan langsung bersaing dengan chipset flagship lain seperti MediaTek Dimensity 9600 Pro serta Apple A20 Pro.

(Rahman Asmardika)

Gamer Forza Horizon 6 di Jepang Protes Gelombang Banned Terhadap Livery Mobil Itasha

Permainan simulasi balap populer Forza Horizon 6 hingga kini tetap menyedot antusiasme tinggi dari berbagai kalangan gamer, termasuk basis penggemar setianya di kawasan Jepang. Kendati demikian, belakangan ini ekosistem komunitas pemain Forza Horizon 6 di Negeri Sakura melayangkan gelombang protes keras akibat mencuatnya deretan insiden penalti pemblokiran akun terhadap para perancang stiker bodi atau mobil itasha.

Runtutan Masalah Gamer Forza Horizon 6 Jepang Terkait Pemblokiran Livery Itasha

Pangkal permasalahan ini bermula saat sejumlah kreator serta gamer yang giat merancang kendaraan itasha di Forza Horizon 6 melaporkan sanksi mendadak atas karya visual bertema tokoh anime, manga, dan karakter permainan video yang mereka buat secara detail di dalam garasi virtual.

Mengutip publikasi dari media Automaton region Jepang, beberapa desainer bodi mobil mengaku bahwa ciptaan mereka diturunkan paksa atau diinstruksikan segera dihapus dari peladen game. Dampaknya, para kreator kini memilih untuk menahan diri dan enggan mengunggah karya-karya teranyar ke galeri publik karena dibayangi ketakutan akan sanksi penangguhan akun bermain.

Persoalan ternyata kian meluas, di mana kreasi grafis yang memuat lambang pabrikan otomotif resmi serta produsen komponen purnajual asli dunia nyata turut dilaporkan mengalami takedown sepihak. Kondisi ini menyulut kepanikan di kalangan perancang visual kendaraan, mengingat sebagian dari mereka telah dijatuhi surat teguran formal atas pencantuman merek-merek tersebut.

Di samping itu, beredar dugaan kuat di tengah komunitas bahwa kelompok tertentu sengaja melakukan aksi serangan pelaporan massal terorganisasi terhadap para kreator kreasi itasha dalam platform Forza.

Gelombang keresahan ini terus bergulir di ranah perkumpulan gamer Forza Horizon 6 Jepang. Berdasarkan penuturan beberapa pemain, sanksi pemblokiran akun tetap dijatuhkan bahkan sesaat setelah mereka sekadar memamerkan potret tangkapan layar bertema itasha ke galeri publikasi dalam game balap itu.

Kondisi kian membingungkan setelah beredar kabar bahwa draf livery yang statusnya masih berupa pengerjaan awal, seperti coretan garis dasar serta sketsa mentah yang belum rampung, tetap terkena laporan pelanggaran karena dituduh mengandung muatan tidak senonoh.

Situasi tersebut membuat komunitas pemain Forza Horizon 6 di Jepang merasa sangat gamang dan kesulitan memetakan batasan konkret rancangan mobil itasha yang aman dari sanksi aturan konten buatan pengguna.

Mereka secara vokal mendesak pihak pengelola menghadirkan tolok ukur moderasi yang lebih gamblang dan transparan, sehingga setiap penggemar dapat leluasa berkreasi serta mendistribusikan karya tanpa dibayangi ancaman banned yang membabi buta.

Para pemain di Jepang memandang pembatasan terhadap elemen itasha ini terasa sangat janggal sekaligus ironis, mengingat latar tempat utama Forza Horizon 6 berada di negara asal mereka sendiri. Para penggemar menyayangkan sikap manajemen game yang dinilai mengabaikan esensi kultur otomotif lokal, padahal tradisi itasha merupakan salah satu daya tarik utama permainan ini.

Unggahan keluhan terus bermunculan di linimasa media sosial, memperlihatkan para pemain yang mengekspresikan kebingungan setelah menerima hukuman larangan bermain selama belasan hari akibat karya stiker bodi buatan mereka sendiri dilaporkan ke sistem.

Beberapa postingan lain turut menyoroti kejanggalan sanksi penutupan akses akun secara mendadak yang menimpa pemain setia seri Forza Horizon, memicu diskusi hangat terkait transparansi sistem penegakan sanksi dalam game balapan tersebut.

Pihak Pengembang Memperbarui Kebijakan Tata Tertib Game

Bertepatan pada saat laporan ini disusun (24/9), pihak pengembang game Forza Horizon 6 resmi merilis penyesuaian aturan mengenai pedoman perilaku yang wajib ditaati pemain. Walau demikian, pembaruan pedoman ini belum menunjukkan keterkaitan langsung secara eksplisit dengan kisruh yang dialami basis pemain di Jepang.

Secara garis besar, pengembang menegaskan bahwa seluruh laporan terkait User Generated Content (UGC) alias karya buatan pemain akan tetap diperiksa langsung oleh tenaga kurator manusia, serta penumpukan jumlah laporan tidak memengaruhi prioritas antrean investigasi.

Pihak studio juga mengklarifikasi bahwa jenis pelanggaran perdana hanya akan diganjar peringatan awal, sedangkan pengulangan tindakan serupa di kemudian hari dapat mendatangkan hukuman penangguhan dengan jangka durasi yang bertambah lama secara bertahap.

Pihak pengembang menyatakan sanksi banned permanen tanpa proses peringatan sebelumnya hanya diterapkan untuk kasus pelanggaran kategori berat. Cakupan pelanggaran berat tersebut meliputi materi seksual vulgar, ketelanjangan terbuka, serta berbagai pelanggaran yang menabrak kebijakan Nol Toleransi milik perusahaan.

Meskipun regulasi baru telah dipublikasikan, para pemain Forza Horizon 6 di Jepang tetap belum memperoleh kejelasan perihal aspek mana dari livery itasha mereka yang dinilai melanggar etika bermain.

Bagi kalangan penggemar, penjabaran dari tim pengembang dinilai masih terlalu mengambang secara garis besar dan belum menyentuh inti sengketa spesifik menyangkut seni stiker mobil itasha yang tengah memanas saat ini.

Komunitas gamer Forza Horizon 6 di Jepang sangat berharap tim pengembang bersedia menerbitkan petunjuk pelaksanaan yang jauh lebih rinci dan terarah. Langkah tersebut dipandang esensial agar para desainer dapat kembali berkarya dan berbagi hasil kreativitas otomotif mereka kepada komunitas global tanpa rasa cemas kehilangan akun secara tiba-tiba.

Demikian ringkasan situasi mengenai aksi keberatan dari komunitas pecinta game Forza Horizon 6 di Jepang perihal sanksi banned terhadap kreasi mobil itasha. Semoga polemik ini segera menemukan solusi tuntas dari pihak pengembang agar seluruh pemain dapat kembali menikmati kreasi kendaraan favorit mereka.

Simak pula informasi menarik Gamebrott lainnya seputar Forza Horizon atau beragam tulisan pilihan dari Muhammad Faisal. Terkait keperluan informasi lebih lanjut serta penawaran lainnya, Anda dapat langsung menghubungi kami melalui [email protected].

Review ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) 2026: Snapdragon X2 Elite dalam Bodi Ringkas

JAKARTA – Perangkat komputasi portabel berperforma tinggi kerap diasosiasikan dengan rancang bangun tebal serta modul pendingin besar. Paradigma tersebut kian luntur bersama hadirnya arsitektur prosesor mutakhir yang menyuguhkan tenaga komputasi kencang sekaligus efisiensi energi optimal.

ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) edisi 2026 hadir sebagai laptop kelas premium yang memadukan performa kencang, bobot fisik ringan, serta ketahanan operasional baterai panjang. Senjata utama laptop ini terletak pada Snapdragon® X2 Elite, silikon komputasi generasi teranyar dengan lompatan performa signifikan dibanding pendahulunya, Snapdragon X Elite.

Berikut ulasan mendalam mengenai performa komputasi ASUS Zenbook A14 OLED dalam menangani berbagai beban kerja harian.

Konstruksi Bobot Ringan Berbalut Material Ceraluminum

Daya pikat utama ASUS Zenbook A14 OLED terletak pada proporsi bodinya yang ramping. Laptop portabel ini mengusung ketebalan fisik 1,34 sampai 1,59 cm serta mencatatkan bobot timbangan di bawah satu kilogram.

Ketika unit adaptor pengisi daya USB Type-C 100W disertakan dalam paket bawaan, bobot total keseluruhannya tercatat 1,23 kilogram. Angka ini setara atau bahkan lebih ringan dibanding rata-rata laptop tipis konvensional lain tanpa adaptor charger.

ASUS menyematkan material Ceraluminum untuk melapisi struktur sasis. Material tersebut diolah lewat tahapan elektrokimia pada basis paduan magnesium-aluminium, mempertahankan karakter ringan logam asli dengan ketangguhan fisik setara keramik serta daya tahan superior terhadap goresan dan keausan.

ASUS Zenbook A14 OLED juga mengantongi sertifikasi uji ketahanan berstandar militer MIL-STD-810H, membuktikan bodinya tahan banting saat diajak bermobilitas padat dalam aktivitas harian.

Visual Memukau Layar OLED dengan Rentang Warna Ekstra Luas

Di segmen premium, ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) mengusung panel layar OLED berukuran 14 inci beresolusi 1920 × 1200 piksel dengan rasio aspek 16:10. Layar ini menghadirkan bidang pandang vertikal lebih lega untuk produktivitas.

Dibekali laju penyegaran 60Hz serta waktu respon 0,2 milidetik, navigasi dokumen dan animasi visual tersaji mulus tanpa efek bayangan kabur.

Kualitas visualnya diperkuat kecerahan panel yang mencapai 408 nits pada format SDR dan 642 nits saat memutar konten HDR. Reproduksi warnanya mencakup hingga 99,2% ruang warna DCI-P3 dengan volume gamut warna DCI-P3 menyentuh 111,2 persen.

Akurasi spektrum warna ini menempatkan ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) sebagai perangkat kerja tepat bagi editor foto maupun video. Karakteristik panel OLED dipadukan bezel tipis menghasilkan rasio layar-ke-bodi mencapai 90 persen untuk kenyamanan multimedia.

Dukungan Prosesor Snapdragon® X2 Elite 18-Core Berkemampuan Komputasi Tinggi

Dapur pacu ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) ditenagai prosesor Snapdragon® X2 Elite. Chipset fabrikasi 3nm ini memadukan CPU Qualcomm Oryon 18 core dan 18 thread, terbagi dalam 12 Prime Core serta 6 Performance Core.

Klaster Prime Core dapat dipacu hingga clock 4GHz untuk tugas multi-core, serta sanggup melakukan lonjakan boost mencapai 4,7GHz pada skenario single-core maupun dual-core.

Chipset ini diperkuat cache terpadu 53MB, memori RAM 32GB LPDDR5X, dan modul Qualcomm Hexagon NPU dengan performa komputasi AI hingga 80 TOPS.

Dalam sesi pengujian Cinebench 2024 selama 30 menit, Zenbook A14 OLED mencetak skor puncak 1.310 poin pada Standard Mode dan 1.479 poin pada Performance Mode. Sebagai perbandingan, Snapdragon X Elite terdahulu menembus 971 poin, menandakan lonjakan kinerja komputasi sekitar 53 persen.

Performa kencang tersebut berjalan stabil saat kabel pengisi daya dilepas. Mengandalkan baterai, skornya berada di rentang 1.240–1.250 poin pada mode Standard serta 1.430–1.440 poin pada mode Performance.

Pada pengetesan AI Computer Vision Benchmark, Snapdragon® X2 Elite menorehkan angka 4.361 poin, mengungguli pendahulunya yang meraih 1.883 poin, merefleksikan lompatan tenaga komputasi NPU sekitar 2,3 kali lipat.

Pengujian penyimpanan internal melalui CrystalDiskMark 9.0.3 pada SSD 1TB PCIe Gen 4 x4 milik Zenbook A14 OLED mencatat kecepatan baca 7.067 MB/s dan kecepatan tulis 6.010 MB/s untuk mempercepat proses booting, transfer data, serta eksekusi aplikasi berat.

Peningkatan juga terlihat pada pemrosesan grafis. Pengujian 3DMark Solar Bay pada GPU terintegrasi Snapdragon® X2 Elite menghasilkan frame rate 81,55 FPS, melonjak sekitar 94 persen dibanding generasi sebelumnya di 42,12 FPS.

Pada pengetesan UL Procyon AI Computer Vision Benchmark, Snapdragon® X2 Elite mencetak skor 4.344 poin, melampaui Snapdragon X Elite di 1.890 poin, membuktikan pertumbuhan kinerja pemrosesan AI hingga 130 persen berkat NPU 80 TOPS.

Kompak Digunakan untuk Kebutuhan Editing dan Hiburan Gaming Kasual

Pada aplikasi Adobe Premiere Pro 2026 versi native ARM64, laptop ini mengekspor berkas video 4K 60fps berdurasi lima menit dalam waktu 10 menit 15 detik. Pada aplikasi CapCut, proyek yang sama dituntaskan dalam waktu 3 menit 51 detik.

Perangkat lunak DaVinci Resolve varian 20.3 juga telah mendukung arsitektur ARM64 secara native. Hal ini memperlihatkan kematangan ekosistem Windows berbasis ARM, kendati program lama berarsitektur x86 masih bergantung pada lapisan emulasi.

Untuk hiburan kasual, Zenbook A14 OLED mampu menjalankan Cyberpunk 2077. Setelah dimainkan secara intensif selama 30 menit, suhu prosesor berada di rentang 66 hingga 76 derajat Celsius.

Dukungan Port Komprehensif dan Baterai Tahan 23 Jam

Meskipun tipis, laptop ini menyediakan konektivitas komprehensif. Sisi kiri memuat port HDMI 2.1, dua slot USB4 berkecepatan tinggi dengan dukungan Power Delivery dan display output eksternal, serta audio combo jack 3,5mm. Sisi kanan memuat satu port USB 3.2 Gen 2 Type-A. Konektivitas nirkabel didukung WiFi 7 dan Bluetooth 5.4.

Suplai daya mengandalkan baterai 70Wh. Saat diuji memutar video lokal 1080p non-stop, Zenbook A14 OLED bertahan hingga 22 jam 48 menit. Pengisian daya 30 menit mengisi kapasitas 56%, sedangkan pengisian penuh 100% memakan waktu 1 jam 54 menit.

Kombinasi prosesor Snapdragon® X2 Elite, bobot di bawah 1 kg, layar OLED, konektor lengkap, dan daya tahan baterai mendekati 23 jam menjadikan ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) edisi 2026 solusi ideal bagi pekerja profesional dan kreator konten dengan mobilitas tinggi.

(Anindita Trinoviana)

Fenomena Munculnya Dua Pulau Baru di Kawasan Gunung Anak Krakatau, Begini Penjelasan Badan Geologi

JAKARTA – Sebanyak dua daratan pulau anyar terdeteksi timbul di area barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, pada Selasa (22/9/2026). Terbentuknya pulau-pulau baru tersebut disinyalir kuat berhubungan erat dengan rangkaian letusan berkepanjangan yang terjadi pada gunung api aktif itu selama beberapa bulan ke belakang.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, membeberkan bahwa penampakan sepasang pulau anyar itu mulanya terpantau lewat aduan serta bukti dokumentasi visual dari kalangan pelaut dan sukarelawan yang melintasi perairan di sekitar kawasan Gunungapi Anak Krakatau.

Menurut penuturan Lana, daratan di bagian barat laut berposisi kira-kira 760 meter dari garis pantai badan Anak Krakatau, sedangkan pulau pada bagian tenggara berada di kisaran 495 meter.

"Bila ditarik garis lurus, kedua pulau tersebut membentuk kelurusan berarah barat laut–tenggara, dengan kawah Gunungapi Anak Krakatau berada di antara keduanya. Kemunculan kedua pulau baru tersebut juga terlihat pada citra satelit Sentinel dan diinterpretasikan berkaitan dengan erupsi menerus Anak Krakatau. Meski demikian, apakah kedua pulau tersebut merupakan pusat erupsi baru atau bukan, masih memerlukan data terbaru, analisis, serta kajian lebih lanjut," papar Lana melalui pernyataan resminya, Kamis (24/9/2026).

Dirinya melanjutkan, Gunungapi Anak Krakatau tergolong gunung berapi aktif tipe A di kawasan Selat Sunda yang terus diawasi melalui Pos PGA Kalianda (Lampung) serta Pasauran (Banten). Gunung api tersebut mempunyai catatan kelam mengenai letusan dahsyat dan bencana tsunami pada tahun 1883 beserta 2018. Seusai periode aktivitas tenang berskala kecil bertahan sampai Desember 2023, letusan kembali dimulai sejak 2 Juli 2026.

"Sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Seri erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung hingga tanggal 3 September 2026," sambung Lana.

Tepat pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunungapi Anak Krakatau mengalami erupsi tanpa henti sepanjang rentang 25 jam sampai akhirnya mereda pada 6 September 2026 jam 00.04 WIB. Rentetan letusan ini menyemburkan lelehan lava yang meluncur menuju arah barat laut, barat, hingga sektor barat daya.

"Analisis data citra Satelit Sentinel tanggal 15 September 2026 memperlihatkan perluasan tubuh gunung api Anak Krakatau sebesar 32,8 hektare. Penurunan aktivitas pascaerupsi menerus membuat status aktivitasnya diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB," tuturnya secara rinci.

Menyikapi fenomena lahirnya dua daratan baru tersebut, Badan Geologi menyerukan kepada seluruh lapisan publik dan para wisatawan agar senantiasa waspada dan menaati batas zona aman.

"Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat erupsi Anak Krakatau, serta radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara," wanti-wanti Lana.

Dia turut mengingatkan publik untuk mengantisipasi bahaya lontaran material batu pijar, guyuran abu pekat, maupun risiko letusan sekunder imbas interaksi lava berpijar dengan air laut. Di sisi lain, warga yang mendiami pesisir Banten beserta Lampung diminta tetap tenang.

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan tidak memercayai isu-isu tak berdasar mengenai erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami. Silakan beraktivitas seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," tutupnya mengakhiri penjelasan.

Kekesalan Gabe Newell Menjadi Alasan Utama Lahirnya Steam, Beber Kreator Counter-Strike

Steam kini berdiri kokoh sebagai platform distribusi video game digital terdepan pada ekosistem PC. Keberhasilan layanan ini berhasil mentransformasi Valve menjadi raksasa yang sangat berpengaruh dalam industri permainan global saat ini.

Di balik pencapaian luar biasa tersebut, terdapat latar belakang unik seputar terciptanya Steam. Layanan populer ini rupanya berakar dari rasa jengkel yang dialami oleh Gabe Newell (GabeN). Bagaimanakah cerita lengkapnya?

Benarkah Steam Tercipta Akibat Kejengkelan GabeN?

Melalui sesi wawancara di kanal YouTube Indie Game Joe, Minh Le selaku Co-Creator Counter-Strike menceritakan masa lalunya ketika berkarier langsung di bawah kepemimpinan Gabe Newell di Valve.

Minh Le menguraikan riwayat terbentuknya etalase digital PC paling tenar di dunia tersebut. Berdasarkan penuturannya, platform tersebut dibangun menyusul serangkaian friksi pelik yang terjadi antara pihak Valve bersama penerbit video game mereka.

Jauh sebelum Steam mengemuka, Valve menjalin kemitraan dengan Sierra untuk mendistribusikan karya mereka. Kendati demikian, muncul banyak sengketa yang memicu kemarahan mendalam GabeN hingga ia sangat membenci perusahaan rekanan tersebut.

“Menurut pandanganku, Gabe adalah sosok yang menegaskan, ‘Persetan dengan semua penerbit ini’. Pada era itu Valve bermitra bersama perusahaan bernama Sierra selaku pihak penerbit. Sierra mempublikasikan Half-Life, dan tampaknya juga Half-Life 2, akan tetapi relasi bersama Sierra menghadirkan pengalaman sangat mengecewakan serta meninggalkan luka mendalam bagi Gabe hingga ia berseru, ‘Persetan. Saya enggan berurusan dengan pihak penerbit lagi,’” kenang Minh Le.

Sierra memang bertindak selaku distributor seri orisinal Half-Life. Namun, imbas ketegangan kedua kubu, Valve bertekad menciptakan Steam sendiri lalu menjadikannya wadah mutlak bagi konsumen pembeli Half-Life 2.

Minh Le bersama karyawan Valve kala itu sejatinya sempat merasa ragu. Sejumlah kolega mempertanyakan prospek proyek ini karena medio 2001-2002 akses internet sangat lambat dan masyarakat umum masih berbelanja kepingan fisik langsung di toko ritel.

Kendati demikian, mereka tak menduga perkembangan kecepatan internet melesat drastis layaknya sekarang. Lompatan kemajuan teknologi ini terbukti menyadarkan mata dunia setelah 25 tahun kiprah perjalanan Steam berlangsung.

Simak terus rangkuman kabar memikat Gamebrott berikutnya seputar Berita maupun tulisan lain dari Javier Ferdano. Mengenai permohonan informasi lanjut atau pertanyaan lainnya, Anda dapat mengontak kami melalui [email protected]

Ed Boon Tegaskan Rumor Penggarapan Game Injustice 3 Tidak Benar

Komunitas gamer belakangan ini digemparkan oleh kabar burung mengenai NetherRealm Studios yang dirumorkan tengah menggarap Injustice 3 dan menggelar sesi uji coba tertutup. Akibat isu tersebut kian viral, Ed Boon segera angkat bicara demi meluruskan kabar yang beredar.

Ed Boon Menepis Kabar Injustice 3

Melalui akun media sosial X miliknya, Ed Boon menyanggah klaim bahwa NetherRealm berkolaborasi bersama Insomniac Games guna menciptakan ‘game fighting AAAA’ perdana serta menggelar tes di California. Dirinya secara gamblang menegaskan narasi tersebut seutuhnya seratus persen keliru.

Pada utas yang sama, sejumlah penggemar melemparkan pertanyaan kepada Boon mengenai kemungkinan Injustice 3, Mortal Kombat 13, maupun proyek Mortal Kombat lain yang sedang diuji. Kreator ternama ini hanya merespons, “hanya karena sebuah game terkini tidak sedang diuji secara eksternal, bukan berarti gamenya tak sedang dalam pengembangan.”

100% false. Next rumor please…. 😉 https://t.co/WEUfQdlCEi

Pernyataan Boon menyiratkan indikasi bahwa deretan judul yang ditanyakan penggemar memang bisa saja berada dalam tahap produksi. Kendati demikian, pihak NetherRealm belum meresmikan kabar Injustice 3, mengingat saat Boon menanyakan preferensi fans antara seri itu atau Mortal Kombat 12 pada 2022, studio justru meluncurkan Mortal Kombat 1 di tahun 2023.

Demikian ringkasan seputar desas-desus Injustice 3 yang ditepis langsung oleh kreator Ed Boon. Bagaimana pandanganmu tentang perkembangan ini, Brott?

Simak terus rangkuman berita Gamebrott lainnya seputar Berita Game atau karya tulisan Nadia Haudina lainnya. Untuk informasi dan kebutuhan lainnya, hubungi kami lewat [email protected].

WWE Batal Daftarkan Merek Dagang Vice City, Terkait Game GTA VI?

Kabar mengejutkan hadir dari promotor hiburan gulat ternama dunia, WWE. Perusahaan tersebut dilaporkan resmi mencabut permohonan hak merek (trademark) bertajuk “Vice City” usai mendaftarkannya beberapa pekan kemarin. Lantas, apa alasan pembatalan ini?

WWE Batalkan Merek Dagang Vice City Demi GTA VI?

Berdasarkan laporan situs resmi, WWE resmi menggugurkan “Vice City” dari daftar kepemilikan merek dagang mereka. Keputusan tersebut tercatat sejak 21 September silam, di mana kantor paten USPTO (United States Patent & Trademark Office) memastikan telah menerima dan menindaklanjuti permintaan penarikan tegas dari pihak gulat.

Pengajuan pembatalan nama “Vice City” ini dilayangkan sebulan pasca pendaftaran perdananya pada 4 September. Mulanya, nama tersebut dipersiapkan untuk “pertunjukan gulat oleh atlet profesional yang disiarkan langsung melalui televisi, radio, jaringan internet, maupun sarana komersial online.”

Spekulasi yang berkembang menyebutkan WWE mundur karena Grand Theft Auto VI (GTA VI) menggunakan Vice City sebagai latar panggung sentral. Sebutan tersebut telah lama melekat pada gim GTA Vice City terdahulu, bersanding dengan dua entitas pemilik hak dagang lain, yakni Redcon 1, LLC serta Wanted Brands, LLC.

Istilah “Vice City” sendiri merupakan julukan karakter eks petarung wanita MMA yang berganti karier menjadi pegulat, Lola Vice. Ia baru saja naik ke jajaran roster utama WWE pada 14 September lalu seusai tiga tahun berjuang di kancah NXT.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari WWE maupun penerbit game WWE 2K26, 2K, terkait motif sebenarnya di balik pelepasan merek ini. Bagaimana pendapatmu mengenai situasi ini, Brott?

Simak terus ulasan menarik seputar Berita Game lainnya di Gamebrott dari Nadia Haudina. Informasi serta pertanyaan lebih jauh dapat dikirim via [email protected].

Xbox Kembali Pangkas Ratusan Karyawan demi Lanjutkan Agenda Restrukturisasi

Sekitar bulan Juli lalu, pihak Xbox mengumumkan inisiatif reset yang berujung pada pelepasan sejumlah studio serta pemutusan hubungan kerja. Kebijakan tersebut secara langsung berdampak buruk terhadap sedikitnya 4 studio dan menyentuh angka 1600 tenaga kerja.

Kini, agenda pembenahan korporasi tersebut kembali bergulir dengan adanya penetapan gelombang PHK tambahan sekaligus pergeseran prioritas kerja pada studio-studio milik mereka. Seberapa masif imbas dari langkah teranyar ini?

Langkah PHK Susulan di Tubuh Xbox

Lewat pengumuman resmi di situs mereka, Xbox menyampaikan keputusan perampingan terhadap sekitar 268 jabatan di bermacam lini, mulai dari Halo Studios, studio-studio rekanan, sampai ke manajemen Xbox Game Studio serta jajaran fungsional sentral.

Surat edaran tersebut disampaikan langsung oleh Matt Booty selaku Chief Content Officer (CCO). Ia mengucapkan apresiasi mendalam atas dedikasi para staf dan menyadari betapa beratnya situasi saat ini untuk pihak-pihak yang terdampak.

Kabar yang cukup mengejutkan datang dari Josh Daniels selaku Director Halo Studios yang ikut masuk dalam daftar pemangkasan. Padahal, ia baru saja merayakan promosi jabatan sebagai Director pada hari Senin lalu sebelum resmi dilepas.

Di samping soal pemangkasan pegawai, Matt Booty menerangkan rencana penataan ulang studio mereka. Langkah integrasi ini dijalankan demi memperkokoh waralaba serta portofolio gim sembari mengefisienkan jumlah unit operasional dan memfokuskan kapabilitas distribusi.

Rencana tersebut meliputi perluasan kendali Activision terhadap World’s Edge, Rare, serta waralaba Halo; perluasan wewenang Bethesda atas Obsidian; perluasan divisi King yang mengambil alih Microsoft Casual Games; hingga penyatuan Playground dan Turn 10 menjadi satu wadah studio.

Sebelumnya pada Agustus lalu, Double Fine serta Compulsion sudah resmi terlepas dari ekosistem Xbox. Memasuki September, Undead Labs memutuskan berdiri mandiri, sedangkan kelanjutan kerja sama dengan Ninja Theory terhenti sehingga membuka kemungkinan penutupan studio.

Hingga sekarang, rangkaian efisiensi Xbox dilaporkan sudah mencapai kisaran 75% dari keseluruhan target rasionalisasi tenaga kerja yang diperkirakan bakal menyentuh akumulasi total 3200 orang pegawai.

Simak terus ulasan atraktif Gamebrott lainnya seputar Berita ataupun tulisan lain karya Javier Ferdano. Untuk pertanyaan maupun keperluan informasi lebih jauh, pembaca dapat mengirim surel resmi melalui [email protected].

Page 7 of 32

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén